Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : KOMPUTEK

PENGARUH MODEL JEMBATAN RANGKA BATANG BERBAHAN STIK ES KRIM TERHADAP BEBAN KRITIS Muhamad Sigit Sulaiman; Fadelan Fadelan; Kuntang Winangun
KOMPUTEK Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.704 KB) | DOI: 10.24269/jkt.v2i2.142

Abstract

Sistem struktur jebatan rangka batang merupakan struktur yang susunannya terdiri dari 2 (dua) batang yang menyalurkan gaya tarik dan gaya tekan, dengan kata lain, rangka batang terdiri dari dua gaya pada komponen struktur saja. Sistem struktur rangka batang juga banyak di aplikasikan pada struktur bangunan gedung dan rumah. Jembatan rangka batang mempunyai 2 (dua) komponen utama yang dikaitkan menjadi satu dengan balok-balok melintang. Rangka batang pada umumnya dipakai dalam jembatan gantung konvensional karena memiliki kelebihan aerodinamis yang bagus. Beratnya yang relatif ringan merupakan keuntungan dalam pembangunan nya dimana jembatan bisa dirakit bagian demi bagian. Tulisan ini membahas tentang hasil penelitian model-model konstruksi jembatan, berupa penelitian macam-macam model kontruksi jembatan rangka batang dengan komponen struktur terbuat dari bahan kayu yaitu stik eskrim. Penelitian ini merupakan penelitian dengan bahan baku yang mudah diperoleh dan secara khusus memberikan dampak yang bermanfaat di dalam pembuatan jembatan. Ruang lingkup jembatan yaitu merupakan struktur jembatan termasuk dalam jenis jembatan rangka batang material penyusun seluruhnya yaitu menggunakan stik es krim dan sistim sambungan menggunakan lem kayu. Perhitungan beban menggunakan beban gravitasi. Pengujian yang dipakai dalam penelitian ini adalah pengujian dengan memberi beban dan ditarik ke bawah. Dan model jembatan yang paling kuat menerima beban adalah tipe Pratt dengan kekutan rata-rata 19,81 kg, jembatan yang paling kuat kedua adalah tipe Howe dengan kekuatan rata-rata 19,77 kg, dan yang paling bawah adalah tipe Warren dengan kekuatan 14,59 kg.
RANCANGAN ALAT PEMOTONG PAVING KAPASITAS 275 POTONG/JAM DILENGKAPI PENGUKUR SUDUT Bagus Hindarto; Fadelan Fadelan; Muhammad Malyadi
KOMPUTEK Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.693 KB) | DOI: 10.24269/jkt.v1i1.117

Abstract

Pelaksanaan suatu proyek terdapat tiga aspek pokok yang merupakan indikator keberhasilan, yaitu : biaya, jadwal dan mutu. Proyek berhasil ketika waktu dan biaya pelaksanaan sesuai dengan yang direncanakan. Salah satunya adalah proyek pemasangan paving. Proses pemotongan paving rata-rata membutuhkan waktu ± 90 detik untuk 1 paving dengan menggunakan alat gerinda potong. Kekurangan dari gerinda potong adalah membutuhkan waktu lama, selain itu menimbulkan debu dan suara yang bising, akibat dari geseken pisau dengan paving. Alat yang ada saat ini tidak dilengkapi dengan pengukur sudut, untuk pemotongan dengan sudut tertentu hanya menggunkan perkiraan saja. Penggunaan busur secara manual memerlukan waktu yang semakin lama. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk mempercepat proses pemotongan paving sesuai bentuk dan ukuran yang dibutuhkan. Pemotongan paving akan lebih efisien apabila dilengkapi dengan pengukur sudut. Perencanaan pembuatan alat ini menggunakan sistem mekanik, bekerja dengan menjepit benda yang akan dipotong dan hanya satu kali tekan untuk pemotongan 1 paving. Hasil dari perencanaan alat pemotong paving dengan dilengkapi pengukur sudut diperoleh selisih waktu potong untuk paving segi empat bersudut 15o, 30o, 40o, 45o masing-masing 81 detik, 75 detik, 75 detik, 83 detik. Selisih waktu untuk paving segi empat dengan panjang potongan 10cm dan 20cm adalah masing-masing 66 detik dan 86 detik. Sedangkan selisih waktu untuk paving segi enam dengan panjang 16cm dan 22cm adalah masing-masing 72 detik dan 70 detik. Diperoleh waktu rata- rata yang dibutuhkan setiap pemotongan ± 13 detik/potong.
MODIFIKASI MESIN PEMOTONG RUMPUT MENJADI MESIN TRACTOR PORTABLE Indra Lesmana; Fadelan Fadelan; Yoyok Winardi
KOMPUTEK Vol 6, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jkt.v6i1.1139

Abstract

Indonesia is a potential area for producing food such as rice, fruit and vegetables. However, in the process of processing land, the community still uses manual methods so that it takes a long time. This study aims to increase the efficiency and effectiveness of farmers in cultivating land so that farmers can maximize their work. This research resulted in a portable tractor that can be used to cultivate land in loose soil which is usually the land that is often chosen by farmers to grow various kinds of vegetables. This portable tractor uses a 2 stroke lawn mower, blades and a frame made of 20 mm iron pipe. Researchers have tested portable tractors in the field. From the testing process, it shows that the portable tractor machine is able to cultivate 19.5 m2 of loose soil with a depth of 10 cm within 1 hour of testing, so it can be concluded that the use of portable tractors is more effective and efficient than manual land cultivation. 
PENGARUH PENDINGIN AIR DAN ES TERHADAP HASIL PIROLISIS MINAK PLASTIK Bakhtiar Permana Putra; Wawan Trisnadi Putra; Fadelan Fadelan; Sudarno Sudarno; Yoyok Winardi
KOMPUTEK Vol 6, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jkt.v6i2.1477

Abstract

Plastic waste is a trend that continues to increase along with economic growth and an increase in population. Millions of tons of plastic are produced annually from low to large scale. One way to reduce plastic waste is to use the pyrolysis process. Condenser performance is influenced by several things, including condenser design. The condenser design used in this pyrolysis device is a water and ice-cooled condenser with a spiral type. The results of the pyrolysis process are then analyzed by observing the experiment directly then concluding and determining the results of the experiments that have been carried out in the form of tables and graphs to obtain comparisons. What was observed in this experiment was the effect of water and ice cooling media on the amount of plastic oil produced. Pyrolysis experiments with ice cube coolers get more plastic oil results. For the first experiment using 1000 gr PP plastic using plain water cooler, in a combustion time of 180 minutes and a reactor temperature of 2500ºC, we get 130 ml of plastic oil. The second experiment used 1000 gr PP plastic with ordinary water as a coolant mixed with ice cubes in a burning time of 180 minutes and a reactor temperature of 250ºC to get 340 ml of plastic oil. The third experiment used 1000 gr PP plastic with ice cubes as a cooler for 180 minutes of combustion and a reactor temperature of 250ºC to get 600 ml of plastic oil.