Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PERANCANGAN ALAT PENCACAH RUMPUT GAJAH DENGAN PISAU LENGKUNG KAPASITAS 110 KG/JAM Ilham Widdakso; Fadelan Fadelan; Kuntang Winangun
KOMPUTEK Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.389 KB) | DOI: 10.24269/jkt.v3i1.199

Abstract

Rumput gajah merupakan salah satu pakan ternak yang banyak mengandung nutrisi yang tinggi seperti 19,9 % bahan kering, 10,2 % protein kasar , 1,6 % lemak, 34,2 % serat kasar, 11,7 % abu dan 42,3 % bahan ekstrak tanpa nitrogen dan dapat tumbuh subur di indonesia sehingga banyak ditanam oleh para peternak khusunya di daerah pedesaan. Tujuan dari proyek akhir ini adalah pembuatan alat pencacah rumput gajah dengan pisau lengkung. Pembuatan alat ini berfugsi untuk mempermudah para peternak sapi dalam memotong atau mencacah rumput gajah, yang awalnya dalam pemberian pakan hijaun rumput gajah diberikan kepada hewan ternak dengan secara langsung dan sebagian ada yang menggunakan cara manual yaitu menggunakan sabit dalam pencacahan. Pembuatan alat ini dimulai dengan melakukan pengamatan alat pencacahan yang ada dipasaran, pada umumnya mesin pencacah rumput gajah yang ada dipasaran mempunyai desain pisau berbentuk lurus.Setelah melakukan pengamatan Tahap selanjutnya adalah perencanaan yaitu meliputi perancangan gambar, perhitungan untuk menentukan komponen yang akan dipergunakan. Tahap akhir adalah proses pembuatan atau perakitan. Dengan adanya alat pencacah rumput gajah untuk hewan ternak yang dirancang dengan kapasitas 110kg/jam, dimana alat ini memiliki pisau lengkung berjumlah 2 buah diharapkan akan mampu mencacah rumput gajah dengan hasil yang lebih cepat dan lebih merata dibanding dengan mesin pencacah yang memiliki desain pisau berbentuk lurus. Sehingga dapat membantu membercepat dalam proses pencacahan, yaitu dengan memasukan rumput gajah kedalam mesin pencacah dan selanjutnya akan keluar potongan – potongan kecil dengan panjang 6 – 8 cm yang telah siap Untuk diberikan hewan ternak.
PENGARUH REKONSTRUKSI PROFIL CAMSHAFT MESIN ASTRO 108 CC TERHADAP TORSI DAN DAYA Nur Priyanto; Fadelan Fadelan; Yoyok Winardi
KOMPUTEK Vol 5, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jkt.v5i2.821

Abstract

Nowadays motorcycle is the most used transportation in Indonesia and in overseas. Sometime the engine performance that is used by the rider is not maximal with the standard. Some sectors are re-modified to increase motorcycle’s engine performance. One o part that is modified is Camshaft to change the height of valve lift. The research purpose is to acknowledge the impact of the height of valve lift, power and torque. From the experiment of dynotest can be known that standard camshaft produces maximum power about 6,9 N.m at speed 4916 Rpm and the maximum torque is 7,76N.m at speed 7969 Rpm. The modified camshaft 1 produces power about 7,9 HP at speed 8481 Rpm and maximum torque is 7,28 N.m at speed 6844 Rpm. The modified Camshaft 2 produces power about 8,1 HP at speed 8538 Rpm and the maximum torque is about 7,29 N.m at speed 6973 Rpm. The power of modified camshaft 3 is about 8,4HP at speed 8872 rpm and the torque is about 7,23 N.m at 7085 rpm. The best power is on modified camshaft 3 with 8,4 HP and the best torque is in Standard Camshaft with 7,76 N.m. 
PENGARUH MODEL JEMBATAN RANGKA BATANG BERBAHAN STIK ES KRIM TERHADAP BEBAN KRITIS Muhamad Sigit Sulaiman; Fadelan Fadelan; Kuntang Winangun
KOMPUTEK Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.704 KB) | DOI: 10.24269/jkt.v2i2.142

Abstract

Sistem struktur jebatan rangka batang merupakan struktur yang susunannya terdiri dari 2 (dua) batang yang menyalurkan gaya tarik dan gaya tekan, dengan kata lain, rangka batang terdiri dari dua gaya pada komponen struktur saja. Sistem struktur rangka batang juga banyak di aplikasikan pada struktur bangunan gedung dan rumah. Jembatan rangka batang mempunyai 2 (dua) komponen utama yang dikaitkan menjadi satu dengan balok-balok melintang. Rangka batang pada umumnya dipakai dalam jembatan gantung konvensional karena memiliki kelebihan aerodinamis yang bagus. Beratnya yang relatif ringan merupakan keuntungan dalam pembangunan nya dimana jembatan bisa dirakit bagian demi bagian. Tulisan ini membahas tentang hasil penelitian model-model konstruksi jembatan, berupa penelitian macam-macam model kontruksi jembatan rangka batang dengan komponen struktur terbuat dari bahan kayu yaitu stik eskrim. Penelitian ini merupakan penelitian dengan bahan baku yang mudah diperoleh dan secara khusus memberikan dampak yang bermanfaat di dalam pembuatan jembatan. Ruang lingkup jembatan yaitu merupakan struktur jembatan termasuk dalam jenis jembatan rangka batang material penyusun seluruhnya yaitu menggunakan stik es krim dan sistim sambungan menggunakan lem kayu. Perhitungan beban menggunakan beban gravitasi. Pengujian yang dipakai dalam penelitian ini adalah pengujian dengan memberi beban dan ditarik ke bawah. Dan model jembatan yang paling kuat menerima beban adalah tipe Pratt dengan kekutan rata-rata 19,81 kg, jembatan yang paling kuat kedua adalah tipe Howe dengan kekuatan rata-rata 19,77 kg, dan yang paling bawah adalah tipe Warren dengan kekuatan 14,59 kg.
RANCANGAN ALAT PEMOTONG PAVING KAPASITAS 275 POTONG/JAM DILENGKAPI PENGUKUR SUDUT Bagus Hindarto; Fadelan Fadelan; Muhammad Malyadi
KOMPUTEK Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.693 KB) | DOI: 10.24269/jkt.v1i1.117

Abstract

Pelaksanaan suatu proyek terdapat tiga aspek pokok yang merupakan indikator keberhasilan, yaitu : biaya, jadwal dan mutu. Proyek berhasil ketika waktu dan biaya pelaksanaan sesuai dengan yang direncanakan. Salah satunya adalah proyek pemasangan paving. Proses pemotongan paving rata-rata membutuhkan waktu ± 90 detik untuk 1 paving dengan menggunakan alat gerinda potong. Kekurangan dari gerinda potong adalah membutuhkan waktu lama, selain itu menimbulkan debu dan suara yang bising, akibat dari geseken pisau dengan paving. Alat yang ada saat ini tidak dilengkapi dengan pengukur sudut, untuk pemotongan dengan sudut tertentu hanya menggunkan perkiraan saja. Penggunaan busur secara manual memerlukan waktu yang semakin lama. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk mempercepat proses pemotongan paving sesuai bentuk dan ukuran yang dibutuhkan. Pemotongan paving akan lebih efisien apabila dilengkapi dengan pengukur sudut. Perencanaan pembuatan alat ini menggunakan sistem mekanik, bekerja dengan menjepit benda yang akan dipotong dan hanya satu kali tekan untuk pemotongan 1 paving. Hasil dari perencanaan alat pemotong paving dengan dilengkapi pengukur sudut diperoleh selisih waktu potong untuk paving segi empat bersudut 15o, 30o, 40o, 45o masing-masing 81 detik, 75 detik, 75 detik, 83 detik. Selisih waktu untuk paving segi empat dengan panjang potongan 10cm dan 20cm adalah masing-masing 66 detik dan 86 detik. Sedangkan selisih waktu untuk paving segi enam dengan panjang 16cm dan 22cm adalah masing-masing 72 detik dan 70 detik. Diperoleh waktu rata- rata yang dibutuhkan setiap pemotongan ± 13 detik/potong.
MODIFIKASI MESIN PEMOTONG RUMPUT MENJADI MESIN TRACTOR PORTABLE Indra Lesmana; Fadelan Fadelan; Yoyok Winardi
KOMPUTEK Vol 6, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jkt.v6i1.1139

Abstract

Indonesia is a potential area for producing food such as rice, fruit and vegetables. However, in the process of processing land, the community still uses manual methods so that it takes a long time. This study aims to increase the efficiency and effectiveness of farmers in cultivating land so that farmers can maximize their work. This research resulted in a portable tractor that can be used to cultivate land in loose soil which is usually the land that is often chosen by farmers to grow various kinds of vegetables. This portable tractor uses a 2 stroke lawn mower, blades and a frame made of 20 mm iron pipe. Researchers have tested portable tractors in the field. From the testing process, it shows that the portable tractor machine is able to cultivate 19.5 m2 of loose soil with a depth of 10 cm within 1 hour of testing, so it can be concluded that the use of portable tractors is more effective and efficient than manual land cultivation. 
PENGARUH PENDINGIN AIR DAN ES TERHADAP HASIL PIROLISIS MINAK PLASTIK Bakhtiar Permana Putra; Wawan Trisnadi Putra; Fadelan Fadelan; Sudarno Sudarno; Yoyok Winardi
KOMPUTEK Vol 6, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jkt.v6i2.1477

Abstract

Plastic waste is a trend that continues to increase along with economic growth and an increase in population. Millions of tons of plastic are produced annually from low to large scale. One way to reduce plastic waste is to use the pyrolysis process. Condenser performance is influenced by several things, including condenser design. The condenser design used in this pyrolysis device is a water and ice-cooled condenser with a spiral type. The results of the pyrolysis process are then analyzed by observing the experiment directly then concluding and determining the results of the experiments that have been carried out in the form of tables and graphs to obtain comparisons. What was observed in this experiment was the effect of water and ice cooling media on the amount of plastic oil produced. Pyrolysis experiments with ice cube coolers get more plastic oil results. For the first experiment using 1000 gr PP plastic using plain water cooler, in a combustion time of 180 minutes and a reactor temperature of 2500ºC, we get 130 ml of plastic oil. The second experiment used 1000 gr PP plastic with ordinary water as a coolant mixed with ice cubes in a burning time of 180 minutes and a reactor temperature of 250ºC to get 340 ml of plastic oil. The third experiment used 1000 gr PP plastic with ice cubes as a cooler for 180 minutes of combustion and a reactor temperature of 250ºC to get 600 ml of plastic oil.
Pengaruh variasi campuran Eco Racing terhadap performa, konsumsi bahan bakar, dan emisi gas buang pada sepeda motor GL MAX Andre Muhamad Herbiansyah; Fadelan Fadelan; Kuntang Winangun
ARMATUR : Artikel Teknik Mesin & Manufaktur Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Armatur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/armatur.v3i2.2688

Abstract

The need for motorized vehicles in Indonesia has increased, following the conditions of the Indonesian people who have high mobility. Currently, the Government of Indonesia is trying to control the use of fuel oil, so a solution is needed to modify the octane value of the fuel used while still paying attention to performance and exhaust emissions from vehicles. The addition of Eco Racing to pertalite can increase the octane value, thus affecting fuel consumption. This study aims to determine the effect of Eco Racing variations on performance, fuel consumption, and exhaust emissions on a GL Max motorcycle. This study uses an experimental method with testing using a dynamometer and a gas analyzer. The results showed that the variation of Eco Racing had an effect on performance, fuel consumption, and exhaust emissions on the Gl Max motorcycle with the best mixture being 2 Eco Racing tablets. Performance has increased with the best torque produced being 9.15 Nm and the best power produced is 9.8 HP. Fuel consumption is decreasing until it reaches a value of 2.1 kg/kWh, making it more fuel efficient. Exhaust emissions are more environmentally friendly where CO becomes 5.91%, HC becomes 6011 ppm, and CO2 becomes 2.63%, while O2 increases to 11.51%. The condition of the vehicle affects performance so that the increase in torque and power can only be maintained up to 8000 rpm and the Eco Racing mixture is not able to reduce Hydrocarbon emissions to below the Threshold Value. Where in this study, hydrocarbons were only able to be reduced to 6011 ppm, while the threshold value that had been set was 2400 ppm.
A comparative study of strength and hardness of two motorcycle spoke wheels Muhammad Arif Khaidir; Fadelan Fadelan; Rizal Arifin
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 16, No 1 (2022): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/sintek.16.1.14-17

Abstract

The wheels are a vital component for safety in driving as well as supporting the vertical load of the vehicle when the vehicle is rotating or at rest and serves as a continuation of the rotary motion of the engine to move from one place to another. These wheels are used in a motorcycle made from ironand aluminum alloys material.We perform the tensile and hardness test to obtain their strength and hardness value. We found from our measurement that the maximum tensile stress for the aluminium and iron velg are 155.08 MPa and 277.62 MPa, respectively. The values are directly proportional with the hardness of those material, in which the hardness of iron velg is much higher than that one of aluminium velg by 521.8 VHN.
Irrigation Control Using Fuzzy Logic on The Internet of Things Agriculture System Angga Prasetyo; Yovi Litanianda; Fadelan Fadelan; Arief Rahman Yusuf; Sugianti Sugianti
CESS (Journal of Computer Engineering, System and Science) Vol 7, No 2 (2022): July 2022
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/cess.v7i2.37195

Abstract

Cabai, sawi, tomat, selalu jadi tanaman favorit petani, walaupun butuh banyak air dan pekerja. Adaptasi kondisi itu dengan teknik bercocok tanam smart agriculture system (SAS) yang melibatkan teknologi seperti irigasi otomatis yang mengatur penyiraman hanya berdasarkan rutinitas tanpa memperhatikan kondisi lahan. Pengendalian seperti ini saat musim pancaroba bisa mengakibatkan kebusukan akar serta memicu penyakit fungisarium pada tanaman cabai. Solusinya, coba dihadirkan sistem yang melibatkan kecerdasan buatan seperti logika fuzzy berbentuk sebuah embedded system  dengan pantauan internet of things (IoT). Logika fuzzy secara komputasi matematis akan mengatur irigasi berdasarkan kondisi kelembapan dan suhu lahan. Dimulai dengan tahap Fuzzyfikasi untuk memetakan input nilai suhu dan kelembapan dari sensor. Dilanjut dengan pembuatan Inference engine di mikrokontroler NodeMcu 8266 untuk mengartikan pernyataan rule fuzzy berbentuk agregasi kondisi minimum dengan operator AND, kemudian dikombinasikan dengan nilai set tunggal 0 dan 1 pada fuzzy sistem menjadi respon aktuator yang sesuai. Setelah keseluruhan sistem dijadikan purwarupa, maka dilakukan testing pengujian untuk mengetahui seberapa baik kode program fuzzy dapat merespon perubahan ekosistem lahan budidaya agriculture yang disimulasikan. Penelitian ini mendapati hasil bahwa kode program loggika fuzzy yang ditanamkan pada mikrokontroler nodeMCU8266 berhasil mengatur durasi penyemprotan yang dilakukan pompa sebagai respon berbagai simulasi kondisi lingkungan dalam waktu 3,6 detik.