Articles
STRATEGI PENGUATAN INKUBATOR BISNIS DALAM PENGEMBANGAN USAHA KECIL DAN MENENGAH
Farid Wajdi;
Liana Mangifera;
Muzakar Isa
Jurnal Manajemen Dayasaing Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Manajemen Daya Saing
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/dayasaing.v22i2.12720
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan dan kendala pelaksanaan inkubator bisnis dalam pengembangan usaha kecil dan menengah, dan merumuskan strategi penguatan inkubator bisnis dalam pengembangan usaha kecil dan menengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.Pengambilan data menggunakan wawancara mendalam dan focusgroup discussion (FGD) terhadap beberapakeyperson yang memahamiperkembanganusaha kecil dan menengah dan inkubator bisnis. Alat analisis yang digunakan analisis Diskriptif dan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan inkubasi terhadap usaha kecil dan menengah belum optimal. Perlu berbagai penguatan pada pemilihan tenant, pelaksanaan inkubasi dan pasca kegiatan. Kolaborasi dan koordinasi academic, business, government dan community (ABGC) dalam pelaksanaan inkubasi harus dimaksimalkan dalam pengembangan usaha kecil dan menengah.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan dan kendala pelaksanaan inkubator bisnis dalam pengembangan usaha kecil dan menengah, dan merumuskan strategi penguatan inkubator bisnis dalam pengembangan usaha kecil dan menengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.Pengambilan data menggunakan wawancara mendalam dan focusgroup discussion (FGD) terhadap beberapakeyperson yang memahamiperkembanganusaha kecil dan menengah dan inkubator bisnis. Alat analisis yang digunakan analisis Diskriptif dan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan inkubasi terhadap usaha kecil dan menengah belum optimal. Perlu berbagai penguatan pada pemilihan tenant, pelaksanaan inkubasi dan pasca kegiatan. Kolaborasi dan koordinasi academic, business, government dan community (ABGC) dalam pelaksanaan inkubasi harus dimaksimalkan dalam pengembangan usaha kecil dan menengah.
HUBUNGAN ANTARA INDEKS HARGA PENGGUNA (IHP) MENGIKUT WILAYAH DI MALAYSIA
Zulkefly Abdul Karim;
Norain Mod Asri;
M. Farid Wajdi;
Antoni Antoni
Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Vol 7, No 2 (2006) : JEP Desember 2006
Publisher : Muhammadiyah University Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/jep.v7i2.3983
Di Malaysia, isu serakan dalam perletakan harga boleh diteliti antara wilayah Malaysia Barat (Semenanjung Malaysia) dengan Malaysia Timur (Sabah dan Sarawak). Dari segi sejarah, kedua-dua wilayah tersebut memang terpisah dari segi politik dan ekonomi sehingga tertubuhnya Malaysia pada tahun 1963. Justeru, kajian ini bertujuan untuk memeriksa hubungan antara Indeks Harga Pengguna (IHP) di Semenanjung Malaysia dengan Sabah dan Sarawak. Di samping itu, kajian ini juga bertujuan untuk menentukan Indeks Harga Pengguna (IHP) di wilayah manakah yang menjadi peneraju atau pengikut. Jangka masa kajian bermula dari bulan Januari tahun 1970 hingga bulan Mac tahun 2005 yang melibatkan cerapan sebanyak 423 bulan. Kaedah ekonometrik siri masa telah diaplikasikan dalam kajian ini.Dapatan kajian menunjukkan kewujudan hubungan jangka panjang (kointegrasi) antara Indeks Harga Pengguna (IHP) mengikut wilayah di Malaysia. Dalam jangka panjang, didapati IHP di Malaysia Timur (Sabah dan Sarawak) merupakan indeks harga peneraju, manakala IHP di Semenanjung Malaysia adalah indeks harga pengikut. Walau bagaimanapun, dalam jangka pendek didapati kewujudan hubungan sebab-menyebab dua hala di kalangan IHP mengikut wilayah (kecuali bagi kes Sabah dan Sarawak). Keputusan ujian penguraian varians pula menjelaskan bahawa IHP di Semenanjung Malaysia memberikan pengaruh yang besar dalam menerangkan variasi perubahan terhadap IHP di Sabah dan Sarawak. Hasil kajian ini telah memberikan beberapa implikasi kepada dasar kawalan harga yangperlu dilakukan olehpihak kerajaan untuk mengawal kestabilan harga.
PENGUKURAN KINERJA DALAM INDUSTRI KECIL
Farid Wajdi
Benefit: Jurnal Manajemen dan Bisnis Benefit : Kumpulan Makalah Diskusi Dosen FE UMS Volume 15 No 1 Juni 2011
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/benefit.v15i1.1332
Dalam kajian ini kinerja perusahaan pada industri kecil akan diukur dari aspek penjualan, profitabiliti, efisiensi, kualiti produk dan kepuasan pelanggan. Penjualan adalah sumber diperolehnya pendapatan perusahaan. dari penjualan akan diperoleh sejumlah uang untuk menjalankan operasi perusahaan dan keuntungan. Dalam cross-sectional studies, keuntungan perusahaan pada sektor industri yang berbeda tidak sebanding, yang disebabkan tingkat intensiti modal yang berbeza-beza (Kauranen 1993). Profitabiliti berguna untuk mengukur kemampuan memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan modal atau asset yang ada pada perusahaan. Keuntungan yang besar bukan bererti profitabilitinya bagus, jika dikarenakan modal yang digunakan juga besar. Efisiensi akan menunjukkan kinerja perusahaan memanfaatkan segala masukan (input) yang tersedia secara tepat penggunaannya untuk menghasilkan out put. Sedangkan Kepuasan pelanggan menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan sehingga menjadikan pelanggan akan tetap setia mengguna produk perusahaan di masa yang akan datang
MANAJEMEN RISIKO BISNIS UMKM DI KOTA SURAKARTA
M. Farid Wajdi;
Anton Agus Setyawan;
Syamsudin Syamsudin;
Muzakar Isa
Benefit: Jurnal Manajemen dan Bisnis Benefit : Kumpulan Makalah Diskusi Dosen FE UMS Volume 16 No 2 Desember 2012
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/benefit.v16i2.1359
The purpose of this study is to analyze the business risks that arise from a disaster thatbegins with SMEs understanding of business risk from disasters in Surakarta. Furthermore, is toanalyzed risk perception the in Surakarta SMEs, which most likely can happen and the impact ontheir businesses. In addition, this study also identifies the problems and opportunities of riskmanagement in SMEs at Surakarta. The population of this study was SMEs entrepreneurs inSurakarta. Data collection was done by two methods: survey and in-depth interviews. Descriptivestatistical methods were used in this study were the frequency and value of cross-tab analysis toclassify data. Research results indicate that (1) presence Indonesian SMEs in general and inSurakarta in particular is essential for economic growth. (2) The management of SMEs can not beseparated on the threat of business risks that may arise from time to time. (3) Risk management is not only a SMEs responsibility solely, but also the responsibility of the Government and relevant institutions risk management business (Banking and Insurance). (4)The impact of the disaster,which is one business risk for SMEs can be transferred to the insurance as an institution that can help guarantee against losses caused by the disaster.
STRATEGI PENGUATAN KAPASITAS STAKEHOLDER DALAM ADAPTASI DAN MITIGASI BANJIR DI KOTA SURAKARTA
Muzakar Isa;
M. Farid Wajdi;
Syamsudin Syamsudin;
Anton Agus Setyawan
Benefit: Jurnal Manajemen dan Bisnis Benefit : Kumpulan Makalah Diskusi Dosen FE UMS Volume 17 No 2 Desember 2013
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/benefit.v17i2.1377
The objectives of the study are: to analyze the level of preparedness of the stakeholdersin the adaptation and mitigation of floods in Surakarta, and to develop strategies to strengthen thecapacity of adaptation and mitigation of floods in Surakarta. Mixed-method of quantitative andqualitative has been employed to develop the strategy posed. The competent 15 keypersons wereselected using purposive quoted sampling for interview. Descriptive statistics and AHP wereemployed to analize the data. The results showed that that the stakeholders do not yet optimal inmitigation and adaptation to flooding. Capacity building strategy can be done through (a)developa strategic plan for overcoming Flood, (b) education, training and socialization of the adaptation and mitigation of flooding, (c) development and improvement of the physical aspects, (d)publicparticipation in flood mitigation, (e) planning and provision of logistics, funding, and equipment,(f) preparation of SOP flooding, and (g) encourage the protection of assets through insurance.
HUBUNGAN KADAR OVERNIGHT MONEY ANTARA BANK KONVENSIONAL DENGAN BANK ISLAM: BUKTI EMPIRIKAL DI MALAYSIA
Zulkefly Abdul Karim;
Norain Mod Asri;
M. Farid Wajdi;
Antoni Antoni
Benefit: Jurnal Manajemen dan Bisnis Benefit : Kumpulan Makalah Diskusi Dosen FE UMS Volume 10 No 2 Desember 2006
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/benefit.v10i2.1232
The objective of this study is to examine the relationship between overnight money of Islamic bankand conventional bank based on daily data begins from 12th October 1998 until 10th June 2005.This study is important to determine whether overnight money of conventional bank or overnight moneyof Islamic bank, become the leader or follower in the interbank money market. The econometrics testssuch as unit root test, VAR model and Granger causality test have been applied. Result shows thatboth variables are stationary at level form or I(0). This implies that we don’t need to further analysiswith cointegration test. In this case, we appllied the traditional model of VAR and Granger causalitytest. Empirical findings indicates that the existence of bi-directional causality between overnight moneyof Islamic bank and conventional bank.
DINAMIKA SENTRA INDUSTRI KECIL MENUJU ERA PERDAGANGAN BEBAS
Farid Wajdi
Benefit: Jurnal Manajemen dan Bisnis Benefit : Kumpulan Makalah Diskusi Dosen FE UMS Volume 9 No 2 Desember 2005
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/benefit.v9i2.1214
The most of small-scale industry in Indonesia is at a center community. The activities of theentrepreneur of small scale industrial if seen from pattern link of its job environmentally its businessown is difference of among one small entrepreneur with other. Based on the difference pattern of its linkhence the small entrepreneur can be grouped into mains entrepreneur, entrepreneur of free entrepreneurand follower. The main entrepreneur is important position, which can determine to succeed in thereassignment of small industry at one particular of a center community. Therefore, to evaluate thereadiness of small industry in face of free trade era hence attention and target of development shall beaddressed to mains entrepreneur.
DESAIN KEMASAN MAKANAN KUB SUKARASA DI DESA WISATA ORGANIK SUKOREJO SRAGEN
Syamsudin Syamsudin;
Farid Wajdi;
Aflit Nuryulia Praswati
Benefit: Jurnal Manajemen dan Bisnis Benefit : Kumpulan Makalah Diskusi Dosen FE UMS Volume 19 No 2 Desember 2015
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/benefit.v19i2.2317
This study analyzes the design of packaging for both food products produced by KUB Sukarasa Tourism Village Organic Sukorejo Sragen. This is important because the packaging is one of the marketing tools. Food products in KUB Sukarasa in District Sambirejo Sragen sold in transparent plastic packaging and without label. This makes the level of sales is not maximized. This research has three objectives: first, create a packaging design that has the right size so easily carried by consumers and attractive for sale by the merchant. The second objective, informative designing packaging labels, such as product name, manufacturer's address, net weight, expiration date, product composition, and information about kosher. The research method used was experimental. The end result of this research is a product packaging design good food and interesting. This packaging design can be used by UMKM to develop their product marketing strategies in order to increase sales.
ANALISIS EFISIENSI INDUSTRI KECIL BERDASARKAN ANALISIS STOCHASTIC FRONTIER
M. Farid Wajdi
Benefit: Jurnal Manajemen dan Bisnis Benefit : Kumpulan Makalah Diskusi Dosen FE UMS Volume 16 No 1 Juni 2012
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/benefit.v16i1.1357
The aimed of this study is to analyze the achievement of technical efficiency in smallbusinesses. The input factors that were analyzed are capital and worker, while the output factor is theproduct of the firm. Analysis using stochastic frontier. The result of analysis of technical efficiencyshow that the achievement of technical efficiency of enterprises of the study sample was quite goodcategory. While the returns to scale the firms are decreasing returns to scale (DRS). The role of capitaland worker aspects have little effect on improving the company’s production on the overall studysample. If the capital increase of 1% will be able to raise production by 0193%. whereas if there is theaddition of 1% of workers will increase production by 0005%. Based on the stochastic frontiertechnical efficiency analysis of each sub-sector that the handicraft sub-sector efficiency is highest.
INDEKS MODAL MANUSIA PENGUSAHA DAN PERANANNYA TERHADAP KINERJA USAHA KECIL
M. Farid Wajdi
Journal of Management and Business Review Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34149/jmbr.v12i1.45
Penelitian ini bertujuan untuk membuat pengukuran modal manusia pengusaha kecil melalui penyusunan suatu indeks modal manusia (IMM). Modal manusia merupakan konsep yang tersusun dari berbagai aspek sumberdaya manusia. Aspek-aspek yang dimasukkan dalam indeks modal manusia ini terdiri dari aspek pendidikan, latihan, pengalaman, ketrampilan, dan kewirusahaan. Indeks yang disusun merupakan pengukuran akumulasi pencapaian kualitas sumberdaya manusia pengusaha. Dalam penyusunan indeks setiap aspeknya sudah dipastikan memiliki peranan terhadap kinerja usaha. Penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman tentang bagaimana mengukur kemanfaatan investasi dalam peningkatan kualitas SDM sebagai suatu modal manusia yang akan bermanfaat dalam peningkatan kinerja usaha.