Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Kualitas Laporan Keuangan, Jatuh Tempo Utang, dan Efektivitas Dewan Komisaris dalam Mencapai Investasi Yang Efisien Lodovicus Lasdi; Angelina Rasenty Wibowo
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (JEBMA) Vol. 4 No. 2 (2024): Artikel Periode Juli 2024
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v4i2.4172

Abstract

Efisiensi investasi mengacu pada kemampuan suatu perusahaan dalam menciptakan nilai positif dan tidak adanya penyimpangan dalam jangka waktu tertentu untuk memenuhi harapan dan ekspektasi perusahaan. Investasi yang efisien adalah investasi yang mampu menciptakan nilai positif bagi perusahaan. Investasi suatu perusahaan bukanlah overinvestment, yaitu keadaan dimana perusahaan melakukan investasi terlalu banyak melebihi kapasitasnya, atau underinvestment, yaitu keadaan dimana perusahaan tidak menggunakan sumber dayanya secara optimal untuk memberikan investasi usaha efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh kualitas pelaporan keuangan, jatuh tempo utang, dan efektivitas dewan komisaris terhadap efisiensi investasi dengan menggunakan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. Penelitian ini menyasar perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2019 hingga 2022. Sampel penelitian terdiri dari 75 perusahaan manufaktur yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda Hasil penelitian menunjukkan bahwa jatuh tempo utang berpengaruh positif terhadap efisiensi investasi. Sebaliknya kualitas laporan keuangan dan efektivitas dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap variabel efisiensi investasi.
PENGURANGAN KERUSAKAN LINGKUNGAN MELALUI PELAPORAN AKUNTANSI BIAYA RESTORASI PSAK 57 Kesya Agnes Maria; Lodovicus Lasdi
Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/jrak.v19i2.11

Abstract

ABSTRACT Excessive exploitation of natural resources is still an unresolved issue. Even though Indonesia is a member of United Nations, it has an obligation to push for realization of Sustainable Development Goals (SDGs). One of the points of SDG 12 is to create sustainable patterns of production and consumption so that there is no overexploitation of natural resources. This study aims to determine indicators that can be used in determining the probability of occurrence in order to classify restoration costs as provisions or contingent liabilities in PSAK 57 so that they can support achievement of SDG 12. This qualitative research uses the descriptive and literature study method to develop indicators. The result obtained is an indicator of possibility outcome (IPOu), which is able to close the gaps contained in PSAK 57. As a result, the on-balance sheet for restoration costs increases, which will increase leverage, so companies are more careful in consuming resources. Keywords: Sustainable development goals, PSAK 57, Restoration cost, Provision, Indicator of Possibility Outcome. ABSTRAK Eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan masih menjadi isu yang belum terselesaikan. Padahal sebagai anggota PBB, Indonesia memiiki kewajiban untuk mendorong terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satu poin dari SDG 12 adalah menciptakan pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan, sehingga tidak boleh ada overeksploitasi sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indikator yang dapat digunakan dalam menetapkan probabilitas munculan dalam rangka mengklasifikasikan biaya restorasisebagai provisi atau liabilitas kontinjensi di dalam PSAK 57, sehingga dapat mendukung pencapaian SDG 12. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi deskriptif dan studi kepustakaan dalam pembuatan indikator. Hasil yang diperoleh adalah Indicator of Possibility Outcome (IPOu) yang mampu untuk menutup celah yang terdapat dalam PSAK 57. Hasilnya, terjadi on-balance sheet biaya restorasi meningkat yang akan meningkatkan leverage, sehingga perusahaan lebih berhati-hati dalam melakukan konsumsi sumber daya. Kata kunci: Sustainable development goals, PSAK 57, Biaya restorasi, Provisi, Indicator of Possibility Outcome.
Pengaruh Konvergensi IFRS, Etnisitas dan Subsidiaries terhadap Audit Fees Lodovicus Lasdi; Helen Sylviana; Teodora Winda Mulia
Jurnal Buana Akuntansi Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Buana Akuntansi
Publisher : LPPM UBP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/akuntansi.v9i2.7158

Abstract

Companies are required to prepare financial reports as a form of transparency and accountability in the financial sector. In addition, financial reports are also used by stakeholders and other stakeholders to make decisions. To ensure that the report is reasonable and reliable, the financial statements must be audited by an independent auditor. The objective of the financial report audit is to ensure the reliability of the financial statements prepared by management. Auditors must be competent in understanding the client's business, determining the amount of business risk, and the complexity of the business, which will impact on the amount of fees or audit fees. Currently, the amount of audit fees is still an interesting thing to study. Audit fees are fees charged by the auditor in the audit process to the company being audited. There are several factors that influence the determination of audit fees, namely convergence of International Financial Reporting Standards (IFRS), company size, ethnicity, subsidiaries, business complexity and audit committee.
Kualitas Audit: Kontribusi Tingkat Audit Report Lag dan Ukuran Perusahaan Sektor Pertambangan Bahtiar Effendi; Lodovicus Lasdi
Jurnal Ekonomi Bisnis Digital Vol 3 No 1 (2024): Artikel Riset Maret 2024
Publisher : Yayasan Cita Cendekiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebidi.v3i1.345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh tingkat audit report lag dan ukuran perusahaan terhadap kualitas audit pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Dalam menyelesaikan pekerjaan audit laporan keuangan, auditor membuat serta mengumpulkan jadwal untuk mencatat hasil pengujian pengendalian dan pengujian substantif yang dilaksanakan, serta membuat jurnal penyesuaian jika dalam pekerjaan terjadi perbedaan pencatatan antara jurnal atau kertas kerja yang dibuat klien dengan dokumen transaksi. Dalam penelitian ini, populasinya adalah perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia antara tahun 2021 sampai dengan tahun 2023. Purposive sampling digunakan untuk memperoleh data dari 43 perusahaan yang berbeda. Analisis regresi linier berganda dilakukan untuk menganalisis data. Adapun hasil penelitian yang diperoleh yakni kualitas audit dipengaruhi secara signifikan oleh tingkat audit report lag, ukuran perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kualitas audit, dan ditemukan audit report lag dan ukuran perusahaan secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit pada perusahaan sektor pertambangan.
PENGARUH PEMBERIAN REWARD, KOLEKTIVISME DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP NIAT MELAKUKAN WHISTLEBLOWING Veronica Widyana Putri; Lodovicus Lasdi; Bahtiar Effendi; Teodora Winda Mulia
Jurnal Ekonomi Bisnis Digital Vol 3 No 1 (2024): Artikel Riset Maret 2024
Publisher : Yayasan Cita Cendekiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebidi.v3i1.346

Abstract

Suatu perusahaan tentunya ingin mempunyai pertumbuhan perkembangan yang baik dalam menjalankan usahanya. Semakin berkembangnya pertumbuhan perusahaan tentu membutuhkan pengendalian internal yang baik. Harapan dan tujuan suatu perusahaan dapat terwujud apabila pengendalian internalnya dilaksanakan dengan baik dan benar. Salah satu faktor penting untuk mencapai tujuan perusahaan adalah peran pegawai yaitu dengan melakukan pengungkapan adanya pelanggaran. Penelitian kuantitatif dengan uji hipotesis ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian reward, kolektivisme dan komitmen organisasi terhadap niat melakukan whistleblowing. Data yang digunakan adalah data primer dengan menyebarkan kuesioner kepada pegawai TVRI Jawa Timur di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolektivisme dan komitmen organisasi berpengaruh terhadap niat melakukan whistleblowing. Sedangkan pemberian reward tidak berpengaruh terhadap niat melakukan whistleblowing.
PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN INSTITUSIONAL, ASIMETRI INFORMASI, RISIKO LITIGASI TERHADAP PENERAPAN KONSERVATISMA AKUNTANSI Nicholas Alexander Tunggal; Lodovicus Lasdi
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AKUNTANSI Vol 10, No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jima.v10i1.3447

Abstract

The users of financial statements depend on the financial statements produced by the company in determining decisions related to the company's business processes. The importance of producing competent financial reports can be done with the principle of conservatism which speaks of prudence. This research is conducted by examining several factors that are thought to have an effect on the application of conservatism. Tests were carried out on non-financial companies in the 2017-2019 period on the IDX. The samples taken in this research are 312 samples by purposive sampling. The results of the data that have been collected through the multiple regression test method, namely managerial ownership, institutional ownership and information asymmetry are known to have no positive effect on accounting conservatism, but unlike other variables, litigation risk has a negative effect on the application of conservatism.
PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, PENGUNGKAPAN INTELEKTUAL, DAN ENTERPRISE RISK MANAGEMENT DISCLOSURE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Aurelia Valcarcel Talahaturuson; Lodovicus Lasdi
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AKUNTANSI Vol 10, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jima.v10i2.3590

Abstract

Perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya membutuhkan adanya tambahan modal yang bisa didapatkan melalui investasi. Investor biasanya akan tertarik menanamkan sahamnya pada perusahaan yang mampu mengoptimalkan nilai perusahaannya karena hal tersebut dapat menyejahterakan pemegang saham. Harga dari suatu perusahaan yang semakin tinggi menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyrakat pada perusahaan juga tinggi. Tingkat kepercayaan masyarakat yang kepada perusahaan juga disebut sebagai nilai perusahaan. Dimana nilai perusahaan dapat dipengaruhi kepemilikan institusional atau kepemilikan saham mayoritas oleh suatu institusi serta adanya pengungkapan intelektual dan terakhir adalah pengungkapan manajemen risiko. Penelitian ini  dilakukan untuk memberikan hasil atas ada atau tidaknya pengaruh dari ketiga faktor tersebut pada nilai perusahaan.  Perusahaan manufaktur ditetapkan menjadi objek dari penelitian dengan rentang periode yang meneruskan dari penelitian sebelumnya yaitu 2017 - 2019. Data dikumpulkan berupa data sekunder yaitu laporan keuangan dan tahunan perusahaan. Sampel dipilih secara dengan kriteria tertentu. Analisis data dilakukan dengan menganalisis regresi linier berganda. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh secara positif dari kepemilikan institusional dan pengungkapan manajemen risiko perusahaan pada nilai dari perusahaan, namun pengungkapan intelektual diketahui memiliki pengaruh negatif terhadap nilai dari perusahaan.
PENGARUH KUALITAS LAPORAN KEUANGAN, KONSERVATISMA AKUNTANSI DAN DEBT MATURITY PADA EFISIENSI INVESTASI Anete Widowati; Lodovicus Lasdi
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AKUNTANSI Vol 10, No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jima.v10i1.3452

Abstract

Companies in running their business will seek small financing to obtain greater profits. Investment efficiency is one of the company's efforts to achieve this goal. There are several factors that can affect investment efficiency such as the quality of financial statements, accounting conservatism, debt maturity and company size. In this study, investment efficiency is carried out using the regression equation between investment and sales development. For the success of the research, the selected object is a manufacturing company that has been listed on the IDX with a period spanning 2015-2018. Samples were selected through purposive sampling as many as 40 of 150 companies. The sample results were analyzed using multiple linear analysis methods. The results of the study show that the two financial statements have no effect on investment efficiency, but debt maturity has a significant positive effect on investment efficiency.
PENGARUH FINANCIAL DISTRESS TERHADAP MANAJEMEN LABA DENGAN MODERASI CORPORATE GOVERNANCE Calvin Ivanoko Novara Tannaya; Lodovicus Lasdi
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AKUNTANSI Vol 10, No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jima.v10i1.3453

Abstract

Earnings management is often carried out by companies that are experiencing going concern problems. Earnings management is often associated with the act of manipulating financial statements that can harm shareholders. In overcoming these problems, corporate governance is often used to prevent earnings management practices and be able to provide accountable financial reports. Through this study, we will see and analyze how the effect of financial distress on the possibility of earnings management by moderating corporate governance mechanisms. Manufacturing companies on the IDX with the period 2015 to 2019 were chosen as objects for analysis in this study. The data obtained were processed using multiple linear regression techniques. This study produces several conclusions, First there is no influence of financial distress variables and company size on earnings management. Furthermore, it is found that independent commissioners can moderate the relationship between financial distress and earnings management, but it does not apply to the audit committee.
PENGARUH KEPEMILIKAN ASING, KOMITE AUDIT INDEPENDEN DAN KUALITAS AUDIT TERHADAP TRANSPARANSI INFORMASI Maria Albenty Edithya Bata; Lodovicus Lasdi
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AKUNTANSI Vol 10, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jima.v10i2.3565

Abstract

Perusahaan harus mampu mengendalikan potensi keuangan dan non keuangan agar dapat mengalami peningkatan dalam perusahaannya untuk itu perusahaan perlu mengutamakan nilai transparansi tahunan yang dikutip dari otoritas jasa keuangan (OJK) dengan maksud dapat mengukur produktivitas kerja serta prospek perusahaan. masa depan sesuai dengan pengungkapan tentang transparansi informasi perusahaan Pada kondisi tersebut, seperti pada teori keagenan dimana membantu mengurangi konflik kepentingan antara manajer dengan pemegang saham dalam mengambil keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepemilikan asing, komite audit independen dan kualitas audit terhadap transparansi informasi.  Penelitian ini menetapkan perusahaan manufaktur yang berada dalam daftar Bursa Efek Indonesia dengan periode 2017-2019 sebagai objek dari penelitian. Penelitian ini mengambil 129 sampel yang terpilih menggunakan purposive sampling.  Data yang telah dikumpulkan akan dianalisis dengan menggunakna regresi linier berganda. Penelitian ini mendapatkan kesimpulan  bahwa kepemilikan asing dan komite audit independen berpengaruh terhadap transparansi informasi. Sedangkan hasil uji t menunjukkan bahwa kualitas audit tidak berpengaruh terhadap transparansi informasi. Hal ini dikarenakan ukuran kualitas audit tidak mempengaruhi tingkat keterbukaan informasi transparansi.