Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penerapan Lubang Resapan Biopori Untuk Resapan Air Hujan Pada Area Taman Kota I Gde Eka Dharsika; Ni Ketut Utami Nilawati; I Made Juniastra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jiv.v5i2.663

Abstract

Curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan genangan air, banjir dan tanah longsor. Taman merupakan bagian dari RTH (Ruang Terbuka Hijau) yang keberadaannya diharuskan oleh peraturan perundang-undangan serta berfungsi sebagai sarana pendukung utama terbentuknya keindahan dan kenyamanan suatu Kawasan. Untuk peresapan air hujan ke dalam tanah diperlukan pemanfaatan lubang resapan biopori untuk mengatasi limpasan permukaan, selain itu lubang resapan biopori juga berfungsi sebagai upaya pelestarian air tanah. Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat masuk dalam tanah secara vertikal, sebagai metode resapan air yang tujuannya untuk mengurangi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana Penerapan Lubang Resapan Biopori Untuk Resapan Air Hujan Pada Area Taman Kota. Lubang resapan biopori merupakan salah satu metode drainase berwawasan lingkungan untuk mengatasi genangan air hujan. Salah satu keunggulan dan manfaat lubang resapan biopori adalah daya resap air lebih meningkat
Peran Transportasi Dalam Dunia Industri Ni Putu Decy Arwini; I Made Juniastra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jiv.v6i1.794

Abstract

Transportasi memiliki peran yang sangat penting dalam dunia industri. Pada tahap awal produksi, transportasi mulai diperlukan saat produsen mulai mencari rekanan sebagai pemasok bahan baku, proses mendatangkan bahan baku ke lokasi produksi, hingga penempatan masing-masing bahan baku di tempat yang paling tepat untuk mempermudah proses produksi. Selama proses produksipun, seringkali ditemukan bahwa transportasi diperlukan untuk memindahkan produk yang masih dalam proses pengerjaan ke lokasi lain untuk mendapatkan perlakuan lebih lanjut agar menjadi sebuah barang jadi seutuhnya. Setelah proses produksi selesai, seringkali diperlukan transportasi dari lokasi produksi ke gudang milik pabrik dan kemudian dilanjutkan ke saluran distribusi yang seringkali memiliki lokasi yang cukup jauh dari pabrik.Masalah-masalah yang muncul akibat proses transportasi barang antara lain kendaraan angkutan barang yang berhenti di sembarang tempat, parkir diatas trotoar, kelebihan muatan dan masalah lingkungan menyangkut kebisingan, getaran, gas buang dan gangguan pandangan. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi masalah tersebut antara lain penentuan waktu dan lokasi parkir khusus untuk kendaraan angkutan barang, penetapan rute dan berat maksimal kendaraan angkutan barang, dan lain sebagainya.Untuk infrastruktur transportasi Indonesia, berada di posisi 55 dari 141 negara.
Strategi Perencanaan Kawasan Industri Dalam Tata Ruang Perkotaan I Made Agus Mahendra; I Made Juniastra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jiv.v6i1.793

Abstract

Perencanaan kawasan industri dalam tata ruang perkotaan membutuhkan implementasi dan integrasi yang berkelanjutan. Penataan ruang kawasan perkotaan pada hakekatnya bertujuan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dengan mewujudkan kawasan perkotaan yang aman,nyaman,produktif,berkelanjutan,dan sebagai pusat kegiatan ekonomi berskala nasional maupun internasional  yang terintegrasi dengan kawasan industri. Studi ini lebih menekankan pada metode kualitatif dengan menerapkan pendekatan deskriptif dan studi literatur sebagai analisis pembanding dalam memecahkan permasalahan. Peran kawasan industri dalam tata ruang perkotaan yang signifikan adalah Mengatasi permasalahan tata ruang dan sekaligus mengendalikan masalah dampak lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan industri. Pembangunan suatu kawasan industri memerlukan persyaratan-persyaratan tertentu yaitu harus memenuhi kaidah-kaidah kelayakan teknis, ekonomis dan finansial,  di samping dukungan peraturan dan kebijakan pemerintah yang kondusif, yang diatur dalam suatu Pedoman Teknis Kawasan Industri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis perencanaan kawasan industri dalam tata ruang perkotaan yang sinergis dan berkelanjutan. Hasilnya Komposisi ideal  implementasi kawasan industri dalam tata ruang perkotaan harus sesuai dengan ketentuan rencana tata ruang wilayah  (RTRW) dan rencana detail tata ruang (RDTR) daerah yang tetap mengedepankan keberlanjutan lingkungan dan integrasi antara lingkukan sekitarnya.  Kawasan industri juga dapat diimplementasikan Sebagai Sarana untuk mencerminkan identitas (citra) sebuah ruang perkotaan.