Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

AKTIVITAS ANTIBAKTERI BEBERAPA EKSTRAK TANAMAN TERHADAP Escherichia coli RESISTEN ANTIBIOTIK Ratna Yuliani; Muhammad Nur Prasetyo; Sternatami Liberitera
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.07 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri beberapa ekstrak tanaman dan mengidentifikasi senyawa aktif antibakteri terhadap Escherichia coli resisten antibiotik. Rimpang lengkuas (Alpinia galanga), biji pala (Myristica fragrans), kayu secang (Caesalpinia sappan), bunga cengkeh (Syzygium aromaticum), umbi bawang putih (Allium sativum), daun papaya (Carica papaya), daun sirih (Piper betle), daun kemangi (Ocimum sanctum), kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale), dan daun jambu mete diekstraksi menggunakan penyari etanol 96% dengan metode maserasi. Uji aktivitas antibakteri ekstrak dilakukan dengan metode difusi disk. Kromatografi lapis tipis dan bioautografi dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa aktif antibakteri. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan adanya zona hambat di sekitar disk yang mengandung ekstrak. Hal ini mengindikasikan bahwa semua ekstrak mampu menghambat pertumbuhan E. coli resisten antibiotik. Ekstrak bunga cengkeh mempunyai aktivitas antibakteri tertinggi dengan senyawa aktif eugenol. Ekstrak bunga cengkeh berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri untuk melawan E. coli resisten antibiotik.
PEMBENTUKAN STRUKTUR SEL TIGA DIMENSI (3D) PADA SEL MCF-7 UNTUK PENGUJIAN SITOTOKSIK Anita Sukmawati; Ratna Yuliani; Nur Aini
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.449 KB)

Abstract

Penggunaan struktur sel 2 dimensi (2D) untuk pengujian senyawa sitotoksik telah secara rutin dilakukan. Tetapi model 2D ini tidak dapat menyerupai kompleksitas sel in vivo, sehingga aktivitas antikanker yang dihasilkan mungkin akan berbeda. Kultur sel tiga dimensi (3D) memiliki bentuk yang menyerupai jaringan tumor invivo, terutama adanya interaksi matriks ektraseluler (extracellular matriks, ECM) pada sel sehingga diharapkan mampu meningkatkan sensitifitas pengujian sitotoksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pembentukan sel kultur 3D pada sel MCF-7 menggunakan metode forced-floating. Pembentukan struktur 3D dilakukan dengan melakukan variasi kecepatan sentrifugasi pada sel MCF-7. Variasi kecepatan yang digunakan adalah 0 (tanpa sentrifugasi), 800, 1000, 2000, 2700, 3900, 5500 dan 11000 rpm. Diameter sel aggregate yang terbentuk dievaluasi menggunakan mikroskop mulai hari ke-4. Pengukuran diameter aggregate dilakukan menggunakan software ImageJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan aggregate yang memenuhi syarat untuk pengujian aktivitas anti kanker pada kultur sel 3D didapatkan dengan kondisi tanpa sentrifugasi. Kondisi ini menghasilkan agregat sel MCF-7 dengan diameter 1017 ±17 µm dan stabil selama 10 hari.