Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Repellensi dan Toksisitas Asap Cair Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS), Minyak Mimba serta Minyak Serai Wangi Terhadap Sitophilus oryzae L. Nurhajijah, Nurhajijah; Kurniawan, Riki
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v7i1.2215

Abstract

S. oryzae adalah salah satu penyebab yang dapat menurunkan dan merusak kualitas serta kuantitas hasil pasca panen. Dalam permasalahan ini perlu dilakukan pengendalian terhadap S. oryzae agar kerusakan yang ditimbulkan tidak merugikan. Beberapa pengendalian sudah dilakukan salah satunya penggunaan pestisida nabati. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui pengujian aktivitas repellensi dan toksisitas menggunakan bahan alami Asap Cair TKKS (Tandan Kosong Kelapa Sawit) minyak mimba dan minyak serai wangi yang di uji pada hama pascapanen  S. oryzae. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial. Penelitian ini menggunakan 9 perlakuan dan 3 ulangan. TKKS1 : Asap Cair TKKS 10 ml/L, TKKS2: Asap Cair TKKS 20 ml/L, TKKS3  : Asap Cair TKKS 60 ml/L, MM1: Minyak Mimba 10 ml/L, MM2 : Minyak Mimba 20 ml/L, MM3 : Minyak Mimba 30 ml/L, MS1: Minyak Serai Wangi10 ml/L, MS2 : Minyak Serai Wangi 20 ml/L, MS3 : Minyak Serai Wangi 30 ml/L. Minyak serai wangi dan asap cair TKKS bersifat  repellen terhadap S. oryzae. Minyak serai wangi dan asap cair TKKS berpengaruh nyata terhadap persentase repellensi terhadap S. oryzae. Presentase repellensi tertinggi pada perlakuan minyak serai wangi dengan nilai 53% diikuti perlakuan asap cair TKKS dengan nilai 30% dan yang terendah pada perlakuan minyak mimba dengan nilai 10%. Begitu juga pada hasil pengamatan terhadap uji toksisitas, konsentrasi  minyak serai wangi dengan konsentrasi 30 ml/L dan asap cair TKKS dengan konsentrasi 60 ml/L menunjukkan hasil yang optimal.
Effect of anesthesy materials on stunning time, water quality, waking time, and blood glucose of carp fish (Cyprinus carpio) Kurniawan, Riki; Nugraha, Roni; Khairi, Nur Alifah
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 6, No 2 (2025): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 6 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v6i2.13091

Abstract

Fishery commodities in a live condition are preferred and demanded by consumers. The stunning method (anesthesia) is an important solution to reduce fish metabolism during transportation, so that fish are more resistant to stress and mortality can be reduced. One of the methods of stunning that can be done is using natural anesthetic ingredients, namely clove and lemongrass oil. This study aims to determine the natural anesthetic ingredients on fainting time, recovery time, water quality, and blood glucose of carp (Cyprinus carpio). The study used experimental method and the data were analyzed descriptively. Clove oil showed the fastest stupor time compared to lemongrass oil and β-hydroxyethyl phenyl ether with an average initial sedation time of 1 minute 48 seconds and a stupor time of 3 minutes 3 seconds. Meanwhile, the time required to get fit to get fit again is an average of 2 minutes 44 seconds and 7 minutes. Clove oil influenced the fastest behavioral response by giving the effect of fainting at the 5th minute and the slowest total operculum opening of 182. Water quality, namely temperature (29.1℃ to 29.15℃) and ammonia (0 to 0.5 ppm) increased, while DO (5.9 to 4.95 mg/L) and pH (7.33 to 6.67) decreased after being given clove oil. The blood glucose of goldfish was normal after stunning using clove oil at 76 mg/dL. Clove oil has the potential to be a natural anesthetic for goldfish stunning.