Trisda Kurniawan
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Water Requirements and Water Use Efficiency of Aceh Patchouli (Pogostemon cablin Benth.) at Low Light Intensity Hidayat, Taufan; Dwifandi, Filly; Hasanuddin, Hasanuddin; Kurniawan, Trisda
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 4 (2025): August 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v14i4.1382-1392

Abstract

Aceh Patchouli is a C3 plant that does not require high water input and full light intensity to grow optimally, making it suitable for intercropping under main crops. This study aimed to determine the water requirements and adaptability of two Aceh patchouli varieties (Tapak Tuan and Sidikalang) under low light conditions using artificial shade. The experiment employed a nested box design with two factors: shade levels and plant varieties. Observed variables include macroclimate, microclimate, and agronomic parameters such as plant height, number of leaves, leaf area, dry leaf weight, and total biomass. Water requirement and water use efficiency (WUE) were also analyzed. Results showed that shading reduced plant water needs: 33.29% L/plant without shade, 32.80 L/plant under 30% shade (1.5% reduction), and 30.30 L/plant under 60% shade (9% reduction). The Tapak Tuan variety had a higher water requirement (33.30 L/plant) compared to Sidikalang (30.96 L/plant). Importantly, increasing shade levels led to improved water use efficiency, although the variety did not significantly influence WUE.  The findings indicate that the use of shade in patchouli cultivation not only conserves water but also enhances efficiency, supporting its potential for sustainable intercropping systems in shaded or water-limited environments.
Korelasi Antara Ketahanan Penetrasi, pH Tanah, Kadar Klorofil, Morpho Agronomi Serta Aktivitas Antioksidan Cabai Merah Dengan Aplikasi Kompos, NPK dan Penyemprotan Elisitor biosaka Kurniawan, Trisda; Ichsan, Cut Nur; Hayati, Erita
Agrium Vol. 22 No. 3: September 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i3.24498

Abstract

Aplikasi kompos, pupuk NPK penyemprotan elisitor berpengaruh terhadap tinggi tanaman, kadar klorofil, ketahanan penetrasi tanah, berat berangkasan basah, berat buah pertanaman, berangkasan akar basah tanaman cabai dan aktivitas antioksidan buah cabai. Terdapat korelasi positif antara parameter tinggi tanaman, kadar klorofil dengan tinggi tanaman, berat berangkasan basah dengan berat buah, ketahanan penetrasi tanah dengan pH tanah. Terdapat korelasi negatif antara ketahanan penetrasi tanah dengan kadar klorofil. Perlakuan kompos, pemupukan NPK dan penyemprotan elisitor dapat meningkatkan aktivitas antioksidan pada buah cabai. Aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC50 terendah terdapat pada perlakuan tanaman cabai yang ditanam dengan dosis kompos 20 t ha-1, NPK 900 kg ha-1 dan disemprot dengan elisitor biosaka 2 minggu sekali. Aplikasi kompos, pemupukan NPK dan penyemprotan elisitor merupakan praktek pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan untuk produksi cabai yang sustainable.
Mutu Benih Kedelai yang Disimpan pada Berbagai Jenis Wadah dan Lama Penyimpanan Khalilah, Syarifah; Syamsuddin, Syamsuddin; Kurniawan, Trisda
Agrium Vol 19 No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i4.9738

Abstract

Benih kedelai adalah benih yang tidak mengalami dormansi sehingga selama penyimpanannya benih kedelai cepat mengalami kemunduran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis wadah dan lama penyimpanan terhadap mutu benih kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 4x6 dengan tiga ulangan. Penelitian terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama merupakan  variasi wadah terdapat empat jenis yaitu Tanpa wadah (T0), wadah plastik (T1), wadah terigu (T2), wadah bagor (T3). Faktor kedua adalah waktu penyimpanan (W) yaitu 2 minggu (W1), 4 minggu (W2), 6 minggu (W3), 8 minggu (W4), 10 minggu (W5) dan 12 minggu (W6). Total 24 satuan percobaan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wadah yang paling baik selama penyimpanan dijumpai pada penyimpanan kantong plastik di karenakan plastik adalah wadah penyimpanan yang tahan udara dan air maka bisa menutup perpindahan udara (oksigen) dan air antara udara luar dan benih yang disimpan. Kantong plastik baik dalam melindungi viabilitas benih dibandingkan kantong bagor dan terigu disebabkan oleh kadar air kantong bagor dan terigu bertambah tinggi dibandingkan kantong plastik yang memicu masalah kemunduran benih.