Yasrul Sami
Universitas Negeri Padang

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Kesengsaraan Manusia Sebagai Ide Penciptaan Karya Lukis Romantisme Adinda Nopriana Putri; Yasrul Sami
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penciptaan karya seni lukis ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana kesengsaraan manusia dapat menjadi sumber ide dalam pengembangan karya seni lukis beraliran Romantisme. Tema ini berangkat dari pengalaman pribadi dan observasi terhadap penderitaan manusia, baik dalam bentuk kesedihan, kehilangan, maupun keterasingan sosial. Melalui pendekatan Romantisme, penulis menonjolkan ekspresi emosi, intuisi, dan imajinasi dalam menggambarkan sisi batin manusia. Metode yang digunakan adalah metode konsorsium seni yang meliputi lima tahapan, yaitu: persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi konsep, dan penyelesaian. Adapun karya yang dibahas tersebut, terdiri dari sepuluh karya lukisan dengan gaya realis Romantisme yaitu : “Teman Terakhir: Kesepian”, “Terikat oleh yang telah pergi”, “Lapar menunggu setelah makan”, “Lelah tak bersisa”, “melangkah pulang”, “Disisi Ayah yang sakit”, “Anak-anak penjual tisu”, “Patah hati”, “Sunyi diantara Deadline”, “Application”.
PERILAKU EGOSENTRIS DALAM KARYA LUKIS POP SUREALISTIK Fadhilahtus Sholihah; Yasrul Sami
Serupa The Journal of Art Education Vol 14, No 4 (2025): (In Press)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v14i4.137892

Abstract

Di era digital yang serba cepat, fenomena perilaku egosentris semakin nyata terasa dalam kehidupan generasi Z. Penelitian ini bertujuan menciptakan karya lukis yang mampu merepresentasikan perilaku egosentris secara imajinatif dan komunikatif dengan gaya pop surealistik. Metode yang digunakan mengacu pada metode yang diusulkan dalam konsorsium seni meliputi tahap persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi konsep, dan penyelesaian. Hasil penelitian berupa sepuluh karya lukis berukuran 100 × 120 cm pada media kanvas yang merepresentasikan berbagai manifestasi perilaku egosentris dalam kehidupan modern, dengan fokus pada sepuluh judul: Mine Not My Mind, Duniaku, Terikat Benang, Pesta, Atur, Timbangan Yang Tidak Pernah Puas, Suara Yang Tidak Mau Didengar, Banjir?, Ruang Cermin, dan Dinner: Like and Attention. Karya yang dihasilkan menampilkan eksplorasi visual pop surealistik yang menonjolkan kritik sosial terhadap sikap narsisme, ketidakpedulian terhadap orang lain, dan obsesi terhadap validasi sosial, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya empati dan keseimbangan sosial di era modern.
Bunga Matahari sebagai Ide Penciptaan dalam Karya Lukis Dekoratif Indah Wahyuni; Yasrul Sami
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42188

Abstract

Penciptaan karya akhir ini bertujuan untuk memvisualisasikan objek Bunga Matahari dan pentingnya keberadaan Bunga Matahari dalam keberlangsungan ekosistem serta filosofi bunga matahari dalam bentuk karya seni lukis dekoratif dengan menggunakan bahan mixed media. Karya lukis ini diciptakan dengan tahapan yang ditawarkan oleh konsorsium seni, yaitu: (1) tahap persiapan, (2) tahap elaborasi, (3) tahap sintesis, (4) tahap realisasi konsep, dan (5) tahap penyelesaian akhir dengan cara melakukan pameran karya seni. Hasil dari visualisasi bunga Matahari dalam karya seni lukis dekoratif adalah penggambaran sepuluh objek bunga matahari yang diwujudkan dalam sepuluh karya seni, yaitu: (1) Kesetiaan, (2) Sumber Kehidupan, (3) Menguntungkan, (4) Harapan, (5) Keindahan, (6) Persatuan, (7) Ketahanan, (8) Menarik Penyerbuk, (9) Keanekaragaman, dan (10) Tumbuh.
Rang Gelandang Tuo sebagai Ide Penciptaan Karya Lukis Kontemporer Muhammad Arief; Yasrul Sami
Misterius: Publikasi Ilmu Seni dan Desain Komunikasi Visual Vol. 2 No. 1 (2025): Maret: Misterius: Publikasi Ilmu Seni dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/misterius.v2i1.547

Abstract

This final work aims to visualize the various negative impacts that arise from small communities, from how they earn a living to ending up as midfielders and the impact of small communities' behavior in contemporary works of painting. The hope of this work is to increase public knowledge and awareness and enrich ideas in realizing contemporary painting art. The method the author uses is the art concert method which consists of: (1) Preparation, in the form of observation, gathering information and ideas. (2) Elaboration, to determine the main idea through analysis, abstraction, generalization and transmutation. (3) Synthesis, to realize the concept of the work of art. (4) Realization of concepts into various art media. (5) Finishing it into the final form of the work of art. These stages become a reference for writers in working on works of painting. Based on the understanding and determination of ideas, the author can visualize 10 works with the titles: first "Spoilt", second "Fragile", third "Effort", fourth "Cracked Wounds", fifth "Dead end innuendo", sixth "Light fool", seventh "Hanging a burden", eighth "Cupu", ninth "Voter", tenth "Wrapped in a burden".
Wayang Kulit Sebagai Representasi Kehidupan Sosial dalam Karya Seni Lukis Kontemporer Rahmad Al Mutaqqim; Yasrul Sami
Misterius: Publikasi Ilmu Seni dan Desain Komunikasi Visual Vol. 2 No. 3 (2025): September: Misterius: Publikasi Ilmu Seni dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/misterius.v2i3.909

Abstract

Wayang kulit is a traditional art form that embodies moral, social, and spiritual values, while representing human life. In today’s social context, marked by challenges such as power manipulation, economic inequality, and the decline of moral values, wayang kulit remains relevant as a medium of reflection and social critique. This artistic creation applies Bandem’s consortium art method with five stages: preparation, elaboration, synthesis, concept realization, and completion. Through contemporary painting, wayang kulit characters are reinterpreted in expressive and symbolic visual styles. The artwork serves not only as an artistic expression but also as a cultural preservation effort that bridges traditional values with contemporary realities. It is expected that this work will strengthen cultural awareness, function as a medium of social critique, and open broader opportunities for artistic exploration
Bonsai Sebagai Ide Karya Seni Lukis Surealistik Imroni Imroni; Yasrul Sami
Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain Vol. 1 No. 4 (2024): Oktober : Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/realisasi.v1i4.320

Abstract

This work aims to visualize various issues related to insomnia. It reflects the author's concern about how insomnia disrupts human activity and physical health. The creation of this artwork explores how to translate the concept of insomnia into figurative abstract painting. The methods and processes used in creating this abstract figurative artwork involve several stages: (1) Preparation, (2) Elaboration, (3) Synthesis, (4) Concept Realization, and (5) Completion. The technique employed is acrylic on canvas. The result of this work, visualized on a two-dimensional medium, has led to the development of titles such as “Keseimbangan” (Balance), “Kasih Sayang” (Affection), “Dedikasi Orang Tua” (Parental Dedication), “Pilihan” (Choice), “Cinta Pertama” (First Love), “Kampak Pertahanan” (Defense Axe), “Pistol Kehidupan” (Life Pistol), “Rumah Rantau” (Home Away), and “Sajian Bonsai” (Bonsai Presentation).