Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Semantik

PENGEMBANGAN APLIKASI WEB GIS CLIENT SIDE DENGAN MODEL HEXSAGONAL GRID UNTUK MENDUKUNG MANAJEMEN BENCANA BANJIR LAHAR DI KABUPATEN SLEMAN Jumadi Jumadi; Priyono Priyono
Semantik Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.686 KB)

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan aplikasi Web GIS untuk membantu proses pengambilan keputusan dalam penanggulangan bencana banjir lahar terutama pada tahap tanggap darurat dan pemulihan dari dampak bencana pada infrastruktur di Kabupaten Sleman. Kuesioner dan wawancara semi-terstruktur yang digunakan untuk menginventarisir kebutuhan sistem, ketersediaan data, prosedur kolaborasi, dan evaluasi dari prototype aplikasi yangtelah dibuat. Aplikasi yang telah dibangun dilengkapi dengan analisis spasial khusus untuk pemilihan lokasi hunian sementara, dan beberapa alat untuk memilih prioritas pada perbaikan infrastruktur menggonakan hexagonal grid model. Hasil evaluasi dari prototype menunjukan bahwa hampir semua responden memberikan penilaian yang baik untuk sistem. 80% dari mereka setuju bahwa aplikasi ini akan sangat berguna. Namun, beberapa saran dan masukan perlu diakomodasi untuk membuat sistem sepenuhnya diimplementasikan dan user friendly.Kata kunci : lahar, manajemen bencana, Web GIS, dan MCDA
APPLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) BERBASIS WEB UNTUK MONITORING BANJIR DI WILAYAH DAS BENGAWAN SOLO HULU Agus Anggoro Sigit; Priyono Priyono Priyono; Andriyani Andriyani Andriyani
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.354 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana alam seperti banjir, tanah longsor, gempabumi dan lain-lain, bahkan dapat dikatakan indonesia merupakan laboratorium bencana alam oleh orang asing, hal ini dikarenakan indonesia terletak pada daerah yang aktif tektonik dan vulkanik sebagai akibat pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu Lempeng India-Australia, Pasifik, dan Eurasia. peneliti berusaha untuk meminimalisir akibat bencana dengan menggunakan teknologi tepat guna. Salah satu teknologi berkembang saat ini adalah sistem informasi geografis (SIG).Sistem Informasi Geografis berbasis dekstop (dekstop mapping) akhir-akhir ini mempunyai peran penting dalam mitigasi bencana alam, tetapi Dekstopmapping memiliki pembatas terhadap pengguna, karena hanya bisa menggunakan berdasarkan menu yang ada dan tidak bisa mengembangkan sesuai dengan kebutuhan. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan SIG berbasis web yang dapat digunakan untuk monitoring banjir di wilayah Daerah AliranSungai (DAS) Bengawan Solo hulu, menggunakan Java Applet, PHP dan My SQL Spasial. Pengembangan sistem dirancang dengan menggunakan model waterfall dengan langkah-langkah berikut: 1) system requirements, 2) software requirements, 3) analysis, 4) program design, 5) coding, 6) testing, dan 7)operations, didukung dengan referensi penelitian, observasi, dan diskusi ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan Java Applet, My SQL Spasial dan PHP, aplikasi SIG web dapat memberikan informasi tentang kerawanan terjadinya banjir di wilayah DAS Bengawan Solo Hulu. Pengguna dapat memilih wilayah yang dikehendaki sehingga aplikasi ini dapat memberikan informasi tentang tingkat kerawanan banjir, kemiringan lereng, jenis tanah, penggunaan lahan dan jumlah rumah yang harus dievakuasi apabila terjadi banjir di wilayah DAS Bengawan Solo Hulu berdasarkan area kerentanan banjiryang dipilih. Aplikasi ini diharapkan dapat digunakan untuk monitoring banjir di Wilayah DAS Bengawan Solo dengan mengetahui daerah yang potensi terjadi banjir, dan jumlah rumah yang berada dalam wilayah satuan kerentanan banjir. Sistem ini menjadikan mayasarakat bisa mengetahui lebih awal daerah mana saja yang berpotensi terjadi banjir sehingga bisa meminimalkan kerugian.Kata kunci : SIG Web, Banjir, DAS Bengawan Solo Hulu