Kushartantya Kushartantya
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

SISTEM PAKAR BERBASIS WEB DAN MOBILE WEB UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT DARAH PADA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE INFERENSI FORWARD CHAINING Muhammad Silmi; Eko Adi Sarwoko; Kushartantya Kushartantya
Jurnal Masyarakat Informatika Vol 4, No 7 (2013): JURNAL MASYARAKAT INFORMATIKA
Publisher : Department of Informatics, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2928.456 KB) | DOI: 10.14710/jmasif.4.7.8459

Abstract

Sistem pakar (expert system) secara umum adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer yang dirancang dan diimplementasikan dengan menggunakan bahasa pemrograman tertentu agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan oleh para ahli. Saat ini sistem pakar tengah banyak dikembangkan dalam berbagai macam bidang, salah satunya dalam bidang kesehatan. Sistem pakar dalam bidang kesehatan banyak dikembangkan untuk mendeteksi berbagai macam penyakit dengan menggunakan berbagai macam metode, salah satunya menggunakan metode inferensi forward chaining. Metode inferensi forward chaining merupakan metode inferensi penelusuran ke depan yang dibuat dengan perancangan yang mudah dan sesuai dengan aturan yang ada. Masyarakat memandang kesehatan sebagai hal yang penting, salah satunya berkait dengan penyakit darah. Pengetahuan masyarakat umum tentang penyakit darah  masih minim, masyarakat masih belum dapat mengetahui  ataupun menentukan penyakit darah yang dideritanya. Penelitian  ini,  bertujuan untuk merancang sistem pakar yang dapat mendiagnosis penyakit  darah  menggunakan metode inferensi forward chaining. Aplikasi ini  diharapkan dapat membantu  masyarakat dalam  mendiagnosa jenis penyakit darah.  Implementasi sistem pakar penyakit darah ini diharapkan  memberikan kemudahan akses bagi penggunanya, melalui penggunaan media sarana berbasis web dan mobile web.
SISTEM MONITORING JARINGAN PADA SERVER LINUX DENGAN MENGGUNAKAN SMS GATEWAY Taufan Dwi Prayogo; Kushartantya Kushartantya; Helmie Arif Wibawa
Jurnal Masyarakat Informatika Vol 2, No 3 (2011): Jurnal Masyarakat Informatika
Publisher : Department of Informatics, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.661 KB) | DOI: 10.14710/jmasif.2.3.2648

Abstract

Administrator jaringan bertanggung jawab melakukan monitoring jaringan terhadap suatu jaringan komputer. Monitoring harusnya dilakukan secara terus menerus untuk menjaga kualitas jaringan, karena kesalahan pada jaringan tidak bisa dideteksi kapan terjadinya. Hal ini akan menyulitkan jika administrator berada jauh dari pusat pengawasan. Situasi ini bisa berakibat fatal jika terjadi kesalahan jaringan yang tidak diketahui karena administrator jaringan sedang tidak ada di tempat pengawasan. Dengan memanfaatkan teknologi SMS gateway yang menggunakan server berbasis Linux, administrator jaringan dapat mendapatkan informasi kondisi server secara cepat. Hasil yang didapatkan adalah sebuah sistem yang mampu membantu administrator jaringan dalam melakukan monitoring jaringan kapan saja dan dimana saja untuk menjaga jaringan akan tetap stabil walaupun administrator jaringan sedang tidak di pusat pengawasan.
PENDETEKSIAN TEPI CITRA DIGITAL DENGAN LOGIKA FUZZY Dedy Kurniawan Hadi Putra; Kushartantya Kushartantya; Aris Sugiharto
Jurnal Masyarakat Informatika Vol 4, No 8 (2013): JURNAL MASYARAKAT INFORMATIKA
Publisher : Department of Informatics, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.925 KB) | DOI: 10.14710/jmasif.4.8.8442

Abstract

Metode deteksi tepi citra digital yang sering umum digunakan oleh metode klasik seperti Sobel dan prewit. Selain deteksi tepi dengan metode klasik, ada metode lain, yaitu deteksi tepi dengan logika fuzzy. Logika fuzzy mampu mengatasi ambiguitas dan ketidakjelasan gambar dengan benar, seperti perbedaan membatasi tingkat kecerahan gambar. Logika Fuzzy dianggap mampu menangani proses deteksi tepi. Deteksi tepi citra digital dengan logika fuzzy dimulai dengan mengelompokkan tingkat kecerahan pada set kelompok kabur yaitu hitam dan putih. Kelompok ini membentuk himpunan fuzzy fungsi keanggotaan fuzzy. Beberapa aturan yang digunakan sebagai filter dengan ukuran 3x3 piksel, untuk menentukan tepi, piksels hitam dan putih, dinyatakan dalam fungsi keanggotaan fuzzy output. Proses defuzzifikasi dilakukan untuk mendapatkan nilai output dalam bentuk tingkat kecerahan matriks. Thresholding digunakan untuk memisahkan piksel tepi dengan piksel hitam dan putih. Tepi piksel ditunjukkan dengan nilai 1 dan piksel hitam atau putih dengan nilai 0. Citra output menunjukkan tepi gambar input.