Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Home Ec

Pemanfaatan Tanin Tumbuhan Sebagai Pewarna Alami Sutra ( Ecoprint ) pada Pembuatan Busana Ready to wear Adelia Chairunnisa; Kurniati Kurniati; Asiani Abu
HomeEC Vol 16, No 2 (2021): November
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.909 KB)

Abstract

ABSTRAK - Penelitian ini merupakan penelitian rekayasa yang bertujuan untuk : 1) menggambarkan desain dari busana Ready to wear dari bahan kain sutra dengan memanfaatkan tannin tumbuhan sebagai pewarna alami sutra ( ecoprint ). 2) Mendeskripsikan proses mordanting kain sutra dalam ecoprint. 3) Proses pembuatan ecoprint di kain sutra. 4) Mendeskripsikan proses fiksasi sutra pada proses ecoprint. 5) Mengidentifikasi proses pembuatan busana Ready to wear. 6) Pendapat panelis terhadap pembuatan busana ready to wear dengan pemanfaatan tanin tumbuhan sebagai pewarna alami sutra ( ecoprint ). Data diperoleh dari teknik pengumpulan data Focus Group Discussion ( FGD ), observasi, dan dokumentasi dari jumlah responden 5 panelis ahli ( Dosen Tata Busana ), 10 panelis semi terlatih ( semester IV ke atas ), dan 5 panelis terlatih ( semester V ke bawah ). Hasil uji panelis “Pemanfaatan Tanin Tumbuhan Sebagai Pewarna Alami Sutra ( ecoprint ) dinyatakan sangat baik oleh panelis, hal ini dapat dilihat dari hasil lembar uji panelis dengan teknik Focus Group Discussion ( FGD ) yang menyatakan bahwa pemilihan desain, identifikasi bahan, motif ecoprint, intensitas warna yang dihasilkan dari ecoprint, penempatan daun dari hasil ecoprint pada busana ready to wear, kesesuaian motif ecoprint & model busana ready to wear, teknik penyelesaian pada busana Ready to wear, penempatan garniture ( payet ) pada busana ready to wear, dan kesan keseluruhan ( total look ) disukai oleh panelis. Adapun hasil uji panelis yang dilaksanakan di Laboratorium PKK FT UNM dengan hasil keseluruhan presentase 91%. Hal ini menujukkan bahwa tanggapan responden terletak pada kategori sangat baik.  Kata kunci -  Ecoprint, Tanin, Busana, Ready to Wear
Pelatihan Dasar Menjahit dengan Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) pada Anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga di Desa Turu Kabupaten Bone Kurniati Kurniati; Srikandi Srikandi; Ana Fauziana
HomeEC Vol 15, No 2 (2020): November
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.473 KB)

Abstract

ABSTRAK - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Gambaran pengetahuan dan keterampilan sebelum pelatihan menjahit tingkat dasar dengan model pembelajaran langsung, serta proses pelatihan menjahit tingkat dasar dengan model pembelajaran langsung, dan gambaran pengetahuan dan keterampilan setelah pelatihan menjahit tingkat dasar dengan model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan bentuk pretest-postest. Data penelitian diperoleh dengan teknik observasi, tes (pengetahuan dan keterampilan) dan dokumentasi. Teknik  analisis data digunakan statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian: Pelatihan menjahit tingkat Dasar dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari.  Lembaga pemerintahan desa Turu Adae kecamatan Ponre kabupten Bone dapat memberikan dukungan khususnya program pelatihan dan tambahan peralatan pelatihan. Diharapkan peserta pelatihan dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan menjahit tingkat dasar.Kata kunci -  Pelatihan, Menjahit Tingkat Dasar, Pembelajaran Langsung
Pemanfaatan Sabut Kelapa Sebagai Pewarna Alami dengan Teknik Jumputan Menggunakan Fiksator Kapur Tohor pada Kain Katun Kurniati Kurniati; Urmila Karnia; Haerani Haerani
HomeEC Vol 16, No 1 (2021): April
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.435 KB)

Abstract

ABSTRAK - Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen bertujuan untuk mengetahui: 1) Proses pengolahan ekstraksi sabut kelapa menjadi pewarna alami; 2) Proses pembuatan teknik jumputan pada kain katun; 3) Hasil jadi pewarna alami sabut kelapa dengan teknik jumputan menggunakan fiksator kapur tohor pada kain katun. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium PKK FT UNM dengan teknik pengumpulan data observasi, dan dokumentasi. Hasil  penelitian menunjukkan: (1) Pengolahan ekstrak warna dengan menyiapkan alat dan bahan, memotong kecil-kecil sabut kelapa dengan takaran 2.000 gram sabut kelapa dalam 10.000 ml air sampai menyusut menjadi 5.000 ml, ekstrak warna siap digunakan. (2) Proses pembuatan jumputan menggunakan teknik jelujur dan ikat benda. (3) Hasil jadi pewarna alami sabut kelapa dengan teknik jumputan menggunkan fiksator kapur tohor pada kain katun dengan menentukan kriteria warna yang dihasilkan, tekstur kain katun setelah menggunakan fiksator, ketajaman warna dan hasil motif jumputan pada kain dinyatakan sangat baik.    Kata kunci -  Sabut Kelapa, Jumputan, Fiksator Kapur Tohor, katun
Analisis Penggunaan Kulit Kayu Mahoni Sebagai Pewarna Alami Pada Kain Mori Primissima Dengan Teknik Ikat Celup Endah Wulandari; Kurniati Kurniati; Rosmiaty Rosmiaty
HomeEC Vol 17, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2685/homeec.v17i2.38779

Abstract

ABSTRAK – Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui: 1) proses pengelolahan kulit kayu mahoni menjadi ekstraksi pewarna alami; 2) proses pembuatan motif teknik ikat celup pada kain mori primissima; 3) proses pencelupan pewarna alam kulit kayu mahoni pada kain mori primissima dengan menggunakan teknik ikat celup; 4) pendapat panelis terhadap hasil warna yang dihasilkan zat pewarna alami kulit kayu mahoni dengan teknik jumputan. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium PKK FT UNM dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan focus group disscusion (FGD) dengan responden 5 orang panelis ahli (dosen tata busana), 10 orang panelis terlatih (telah memprogram matakuliah Kriya Tekstil), dan 5 orang panelis tidak terlatih (tidak memprogram matakuliah Kriya Tekstil). Hasil penelitian menunjukkan (1) Pengolahan ekstrak warna dengan menyiapkan alat dan bahan, potong-potong kecil kulit kayu mahoni dengan takaran 3.000 gram kulit kayu mahoni dalam 18.000 ml air sampai menyusut menjadi 9.000 ml, ekstrak warna siap digunakan. (2) Pembuatan ikat celup menggunakan satu teknik yaitu teknik ikat ganda. (3) Pencelupan zat warna alam kulit kayu mahoni pada kain mori primissima dilakukan hanya 1 kali pencelupan dan direndam selama 30 menit.  (4) Pendapat panalis terhadap hasil persentase produk fiksator tawas 76,6% terletak pada kategori baik, produk fiksator kapur tohor 80,4% terletak pada kategori sangat baik dan produk fiksator tunjung 82,2% terletak pada kategori sangat baik.Kata Kunci: Kulit Kayu Mahoni, Kain Mori Primissima, Ikat Celup