Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PEMANFAATAN TEPUNG MAGGOT HERMETIA ILLUCENS SEBAGAI SUMBER PROTEIN DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN UDANG VANAME LITOPENAEUS VANNAMEI Achmad Furqan Praptanugraha; Hadijah Hadijah; Mardiana Mardiana
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v5i2.2307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung maggot sebagai sumber protein dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan dan sintasan udang vaname Litopenaeus vannamei. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu tepung maggot dan tepung ikan dengan dosis perlakuan A (15%+5%), perlakuan B (20%+10%), perlakuan C (25%+15%), dan perlakuan D pakan komersil (kontrol). Frekuensi pemberikan pakan dilakukan sebanyak dua kali sehari dengan dosis 5% dari bobot tubuh udang vaname selama 60 hari.  Parameter uji yang diamati yaitu laju pertumbuhan spesifik, pertumbuhan mutlak, rasio konversi pakan, dan sintasan. Sedangkan parameter kualitas air meliputi suhu, pH, DO dan salinitas. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tepung maggot (Hermetia illucens) dengan dosis 25% dan tepung ikan 15% memberikan pengaruh yang baik terhadap laju pertumbuhan spesifik sebesar 0,249 %/hari, pertumbuhan mutlak 14,93 gram, rasio konversi pakan 0,12%, dan sintasan 90%. Sedangkan kualitas air selama penelitian masih berada pada kisaran optimal yaitu suhu 25-30°C, pH 7-8, DO 4-6 ppm, dan salinitas 16-17 ppt. Penambahan tepung maggot (Hermetia illucens) dengan dosis yang berbeda berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap laju pertumbuhan spesifik, pertumbuhan mutlak serta rasio konversi pakan dan tidak berpengaruh nyata (p>0.05) terhadap sintasan udang vaname This study aims to determine the effect of maggot flour as a protein source in artificial feed on the growth and survival of vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei). The study used a completely randomized design (CRD) which consisted of four treatments and three replications. The treatments given were maggot flour and fish meal with treatment doses A (15%+5%), treatment B (20%+10%), treatment C (25%+15%), and treatment D on commercial feed (control). The frequency of feeding was carried out twice a day with a dose 5% of the body weight of vannamei shrimp for 60 days. The test parameters observed were specific growth rate, absolute growth, feed conversion ratio and survival rate. While the water quality parameters include temperature, pH, DO and salinity. The results of the study concluded that maggot flour (Hermetia illucens) at a dose of 25% and 15% fish meal had a good effect on the specific growth rate of 0,249 %/day, absolute growth of 14,93 grams, feed conversion ratio of 0,12%, and survival rate of 90%. While the water quality during the study was still in the optimal range, namely temperature 25-30°C, pH 7-8, DO 4-6 ppm, and salinity 16-17 ppt. The addition of maggot flour (Hermetia illucens) with effect (p<0.05) on specific growth rate, absloute growth and feed conversion ratio and had no significant effect (p>0.05) on vannamei shrimp survival.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) PADA PAKAN BUATAN TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) Mardiana Mardiana; Gusti Tantu; Roswita Nurdiana
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 12, No 1 (2023): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v12i1.11855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) pada pakan buatan terhadap performa pertumbuhan Ikan nila (Oreochromis niloticus). Kegunaan penelitian adalah untuk memberikan informasi kepada mahasiswa dan pelaku budidaya mengenai penggunaan tepung daun kelor sebagai bahan baku tambahan pada pakan ikan Nila (Oreochromis niloticus).Penelitian ini dilaksanakan pada bulanNovember 2019 sampai dengan bulan Januari2020, bertempat di Laboratorium Produksi Pakan Buatan, Jurusan Perikanan, Universitas Bosowa Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu perlakuan A ( 0%), perlakuan B (7,5%), perlakuan C (15%),perlakuan D (22,5%), dan perlakuan E (100%). Data dianalisis dengan menggunakan analysis of variance (ANOVA). Parameter uji dalam penelitian ini meliputi Laju Pertumbuhan Mutlak, Retensi Protein dan Kelangsungan Hidup (SR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penambahan tepung daun kelor ( Moringa oleifera) tidak memberikan pengaruh nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila. Rata-rata pertumbuhan mutlak benih ikan nila berkisar antara 28,42–33,83 gr. Rata-rata Kelangsungan Hidup benih ikan nila (Oreochromis niloticus) berkisar antara 64,70-80,10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung daun kelor pada pakan buatan sebesar 7,5% memberikan nilai tertinggi terhadap laju pertumbuhan mutlak dan kelangsungan hidup (SR) ikan nila (Oreochromis niloticus).
Pendampingan Teknik Pemeliharaan Pisang Cavendis dengan Pembuatan Demplot jalil jalil; Andi Abriana; Gunawan Gunawan; Mardiana Mardiana; Muin Muin
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6, No 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v6i2.5967

Abstract

Pendampingan teknik pemeliharaan pisang Cavendish melalui pembuatan demplot bertujuan untuk meningkatkan keterampilan petani dalam mengelola budidaya secara berkelanjutan. Pisang Cavendish (Musa acuminata) merupakan komoditas unggulan yang bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan pasar yang terus meningkat, karena memiliki kualitas buah yang superior dan rasa yang diminati oleh konsumen. Pemilihan lokasi tanam yang tepat, pengolahan lahan, pemupukan yang tepat, pengairan, dan perlindungan buah menjadi aspek penting dalam pemeliharaan. Kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan petani dalam setiap tahap mulai dari persiapan lahan, penanaman, hingga panen. Penjarangan tanaman, penyiraman sistematis, pengendalian gulma, dan penggunaan mulsa serta pupuk organik dan anorganik secara rutin diterapkan untuk mendukung pertumbuhan optimal. Perlindungan buah melalui pembungkusan plastik serta pemasangan penyangga bambu juga dilaksanakan untuk mencegah kerusakan buah akibat serangan hama dan faktor lingkungan. Panen dilakukan secara hati-hati untuk menghindari kerusakan fisik pada buah, dengan teknik khusus yang melibatkan minimal dua pekerja. Melalui pendekatan demplot ini, petani mendapatkan edukasi langsung tentang teknologi budidaya pisang Cavendish yang efektif, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, mengurangi risiko gagal panen, serta meningkatkan nilai jual hasil panen di pasar, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap kesejahteraan petani dan ekonomi lokal.