Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PERSEPSI IBU HAMIL DALAM PEMERIKSAAN HIV/AIDS DI BANYUMAS Evicenna Naftuchah Riani; Dewi Ambarwati
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 6 No 1 (2020): Edisi Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.957 KB)

Abstract

Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV / AIDS) is still a global problem, including in Indonesia. Where the morbidity and mortality rate have to increase. HIV is a virus that attacks the human immune system, so sufferers are susceptible to various diseases. AIDS is a collection of symptoms and infections resulting from damage to the human immune system caused by HIV infection. Finding of HIV / AIDS cases in Banyumas, has increased cases from year to year. In 2015, there were 251 HIV cases and 125 AIDS cases. Case data in Banyumas is derived from the VCT (Voluntery Counseling and Test) report from general Hospital Prof. Dr. Margono Soekardjo and RSUD Banyumas. The purpose of this study was to look at perceptions of pregnant women towards HIV / AIDS testing. This research uses a qualitative method with a case study. Data collection used in-depth interviews of 8 primary informants and 4 secondary informants as triangulation. The results showed that health care workers in this case midwives did not maintain patient privacy, did not carry out pre and post counseling. HIV / AIDS testing is based on the Health Workers Initiative, and the implementation of integrated examinations in integrated ANC services. There is a gap between theory and implementation in the field. Kata kunci: Persepsi, Ibu hamil, HIV/AIDS. ABSTRAK Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrom (HIV/AIDS) masih menjadi masalah global, termasuk di Indonesia. Dimana angka kesakitan dan kematian yang terus meningkat. HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga penderita mudah terkena berbagai penyakit. AIDS merupakan sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV. Penemuan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas, mengalami peningkatan kasus dari tahun ke tahunnya. Tahun 2015, kasus HIV sebanyak 251 dan AIDS sebanyak 125 kasus. Data kasus di Banyumas ini berasal dari laporan VCT (Voluntery Councelling and Test) dari Rumah sakit Prof. Dr. Margono Soekardjo dan RSUD Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat persepsi ibu hamil terhadap pemeriksaan HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus (case study). Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (indepth interview) informan primer sebanyak 8 orang dan informan sekunder sebagai triangulasi sebanyak 4 orang. Hasil penelitian didapatkan bahwa petugas pelayanan kesehatan dalam hal ini bidan kurang menjaga privacy pasien, tidak melaksanakan konseling pra dan pasca konseling. Pemeriksaan HIV/AIDS berdasarkan atas inisisati petugas kesehatan, dan pelaksanaan pemeriksaan terintegrasi dalam pelayanan ANC terpadu. Terdapat kesenjangan antara teori dan pelaksanaan di lahan.
Terapi Komplementer Akupresure Sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Ibu Kader ‘Aisyiah Tanjung Kabupaten Banyumas Ima Syamrotul Muflihah; Evicenna Naftuchah Riani; Atika Nur Azizah
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 2 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i2.736

Abstract

Paradigma pelayanan kebidanan saat ini telah mengalami pergeseran. Asuhan kebidanan telah dilaksanakan dengan memadukan pelayanan kebidanan konvensional dengan komplementer dan telah menjadi bagian penting dari praktik kebidanan. Kehamilan merupakan proses fisiologis, pada kehamilan ibu akan mengalami perubahan fisik maupun psikologis. Terapi komplementer kebidanan yang dapat diberikan merupakan salah upaya mempertahankan kesehatan ibu. Jenis terapi komplementer dalam kebidanan menurut Permenkes RI No. 1109/Menkes/Per/IX/2007 antara lain yoga prenatal dan doa, herbal, akupunture, akupresure, aromaterapi, terapi pijat, suplemen nutrisi. Terapi komplementer akupresure pada asuhan kebidanan merupakan suatu metode alternatif pemijatan dengan teknik penekanan untuk menstimulasi aliran darah didalam tubuh menjadi baik sehingga menimbulkan rasa rileks dan menciptakan kenyamanan. Tidak hanya itu, akupresure dapat dimanfaatkan karena meningkatkan hormone endorphin atau hormone kebahagiaan sehingga ibu hamil, ibu bersalin serta ibu nifas cenderung lebih tenang dan terhindar dari rasa cemas. Setelah dilakukan pelatihan dan pemberian edukasi para kader terhadap akupresure sebagai upaya dalam meningkatkan kesehatan melalui pemberian materi, diskusi, demonstrasi dan tanya jawab, maka hasilnya tingkat pengetahuan kader terhadap akupresure meningkat secara signifikan dimana 55% peserta mendapatkan nilai baik dan 45% tingkat pengetahuan dengan kategori sedang. Pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada edukasi dan pelatihan terapi komplementer akupresure sebagai upaya meningkatkan kesehatan ibu selanjutnya dapat diterapkan oleh kader Aisyiyah di lingkungan ‘Aisyiah Tanjung Kabupaten Banyumas
DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PEREMPUAN Evicenna Naftuchah Riani; Wilis Dwi Pangesti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.13 KB)

Abstract

Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama diseluruh dunia. Pada tahun 2012, kanker menjadi penyebab kematian sekitar 8,2 juta jiwa. Angka kejadian kanker tertinggi pada perempuan di indonesia adalah kanker payudara. Tingginya kasus baru dan sekitar 40% kematian akibat kanker berkaitan erat dengan factor risiko kanker payudara yang terdiri dari perilaku, pola makan dan terpapar bahan karsinogen. Sampai dengan tahun 2013 estimasi jumlah kanker payudara sebanyak 61.682 kasus di Indonesia. Sedangkan di Jawa Tengah terdapat 11.511 kasus kanker payudara. Kasus tertingi penderita kanker payudara terdapat pada perempuan usia lebih dari 20 tahun, sedangkan pada usia kurang dari 20 tahun jarang ditemukan. Kabupaten Banyumas terdapat 38.925 jumlah penduduk perempuan dan terdapat beberapa kasus kanker payudara. Tujuan dilakukan kegiatan ibm untuk meningkatkan pengetahuan deteksi dini kanker payudara sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup perempuan. Metode yang digunakan dengan ceramah, diskusi, tanya jawab, demonstrasi sadari dan evaluasi kegiatan. Terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam deteksi dini kanker payudara sebagai upaya dalam ragak peningkatan kualitas hidup perempuan.
PENCEGAHAN STUNTING DENGAN PEMANFAATAN TANAMAN KELOR BAGI IBU NIFAS Evicenna Naftuchah Riani; Dewi Ambarwati; Inggar Ratna Kusuma; Diah Atmarina Yuliani
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v6i1.3531

Abstract

Children who experience a condition of failure to thrive can be seen by the difference in height where the child is lower than the child's height according to his age or commonly referred to as a stunted child, chronic malnutrition at the beginning of a child's life is the cause. Prevention of stunting in children is attempted on 1,000 HPK (First Day of Life) by giving special attention, one of which is through exclusive breastfeeding. The target for reducing stunting in 2018-2023 is based on the Regional Medium Term Plan (RPJMD) for Banyumas Regency by 15% in 2022. Meanwhile, the target for reducing stunting in Central Java Province for Banyumas Regency in 2022 is 18.1%. The incidence of stunting in Banyumas Regency in children under two years and children under five years is 406 people, pregnant women with a risk of stunting who require referrals are 1749 people and catin (prospective brides) who have a risk of stunting are 84 people. Miraceltree is a plant that has a high nutritional content in Indonesia, often called Moringa leaves with the scientific name Moringa Oleifera. Along with this, WHO indicates that Moringa leaves are an alternative food ingredient as an effort to deal with nutritional problems or malnutrition. The purpose of this research is to explore the benefits of Moringa leaves for postpartum mothers who are breastfeeding so that breast milk production increases so that their nutritional intake is fulfilled as a stunting prevention measure. The qualitative method was chosen in this study with a case study (Case Study). In-depth interviews were used in the study of data on ten postpartum mothers, one village midwife and one coordinating midwife for triangulation in the working area of the Kalibagor Health Center, Banyumas Regency. Lack of information is a factor in the low knowledge about the benefits of Moringa leaves and how to process them. Many general public assume that Moringa leaves are plants that are often found in the home environment and have no benefit in improving nutrition. Several factors influence the utilization of Moringa leaves, namely knowledge or understanding, information, culture, education from health workers (Nakes) and social media.
PEMANFAATAN TANAMAN KELOR SEBAGAI UPAYA PENURUNAN ANGKA KEJADIAN STUNTING DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA TALAGENING, JAWA TENGAH Dyah Pikanthi Diwanti; Mutiara Dien Safitri; Evicenna Naftuchah Riani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17503

Abstract

Abstrak: Desa Talagening merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Bobotsari. Angka kejadian stunting di Desa Talagening cukup tinggi yaitu berjumlah 23 balita yang bertumbuh pendek dan 4 balita bertubuh sangat pendek. Dari jumlah 23 balita tersebut terdapat 2 balita yang memiliki status gizi kurang. Upaya penurunan stunting terus dilakukan oleh pemerintah Desa Talagening. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam rangka penurunan stunting yaitu dengan pemberian makanan tambahan yang dapat memenuhi angka kecukupan gizi anak salah satunya dengan memanfaatkan bahan yang ada di masyarakat yaitu daun kelor.Pendekatan yang dilakukan dengan mengukur tingkat pemahaman stunting dari adanya pre dan post test, diskusi dan membuat produk makanan bergizi dari daun kelor. Data hasil pre test dan post test menunjukan peningkatan prosentase pemahaman peserta sebessar 80% dan adanya kesesuaian dengan kebutuhan dari masyarakat Kegiatan ini diikuti oleh 11 kader Nasyiatul Aisyiyah dan 10 remaja Desa Talagening. Untuk memecahkan masalah yang ada, dilakukan dengan beberapa metode kegiatan seperti ceramah, diskusi, dan praktik dalam kegiatan. Kegiatan ini merupakan upaya untuk penurunan angka stunting di wilayah Talagening. Upaya sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan publikasi kegiatan menjadi rangkaian yang memiliki tujuan untuk pencegahan dengan melibatkan institusi pendidikan, kesehatan dan kader yang akan terjun ke masyarakat.Abstract: Talagening Village is one of the villages located in Bobotsari District. The incidence of stunting in Talagening Village is quite high, namely 23 toddlers who grow short and 4 toddlers with very short stature. Of the 27 toddlers, there are 2 toddlers who have less nutritional status. Efforts to reduce stunting continue to be carried out by the Talagening Village government. One of the efforts that can be made in the context of reducing stunting is by providing additional food that can meet the child's nutritional adequacy rate, one of which is by utilizing materials available in the community, namely Moringa leaves. This activity was attended by 11 Nasyiatul Aisyiyah cadres and 10 adults from Talagening Village. The approach taken is to measure the level of understanding of stunting from pre and posttests, discussions and making nutritious food products from Moringa leaves. To solve existing problems, it is carried out with several methods of activities such as lectures, discussions, and practice in activities. This activity is an effort to reduce stunting rates in the Talagening area. Socialization efforts, training, mentoring and publication of activities are a series that have a goal of prevention by involving educational institutions, health and cadres who will be involved in the community.
Faktor-faktor yang Mempengarui Perilaku Seksual Anak Jalanan Perempuan di Kabupaten Banyumas Surono, Dwi Cahyaningtiyas; Riani, Evicenna Naftuchah; Pangesti, Wilis Dwi; Mu'minah, Ikhwah
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol10.Iss1.1313

Abstract

Sexual behavior is an attitude driven by sexual desire, both to the opposite or the same sex. In Indonesia, 1.2% of adolescents fall into free sex or sex before marriage. The most significant percentage was male adolescents or 1.9%. The same condition also occurred in the province of Central Java, with a percentage more significant than the national or 1.3% who had sexual intercourse, and the majority were male adolescents 1.1%. The study aimed to explore the factors affecting sexual behavior in female street children in Banyumas Regency. This qualitative study used a case study design that selected informants from street children in Banyumas Regency. In-depth interviews and observations were conducted in this research. The findings prove that the factors affecting the sexual behavior of street children in Banyumas Regency were knowledge, religious norms, socio-economics, the effect of friends, information media, and opportunities. In addition, other factors that affected the sexual behavior of female street children were parents, environment with friends, libido, and education. One factor did not affect sexual behavior, namely the consumption of alcohol and illegal drugs. So knowledge, religious norms, socio-economics, friends, media information, opportunities, parents, environment with friends, libido, and education affected sexual behavior.  
Explanation of women's reproductive health rights in PIK-R group Talagening Village, Purbalingga Regenc Riani, Evicenna Naftuchah; Pangesti, Wilis Dwi; Kartini, Ika Ariani
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The high number of cases of violence against women and children must be a common concern. Women and children are very vulnerable to violence, therefore all parties must make a joint movement to prevent all acts of violence.Women must be literate or aware of their reproductive health rights in order to avoid various types of violence. The types of violence experienced by female victims, both adults and children, are physical, psychological, sexual, neglect, trafficking, exploitation and others.This service focuses oncounseling on women's reproductive health rights as a preventive effort so that people are able to be literate/aware of women's reproductive health rights.The number of women in Purbalingga Regency over the age of 18 who became victims of violence in 2019 was 23 cases, in 2020 there were 17 cases and in 2021 there were 3 cases. Meanwhile, the number of girls aged 0-18 years who experienced violence in 2016 was 31 cases, in 2017 there were 18 cases and in 2018 there were 23 cases.This service activity focuses on educating women's reproductive health rights as an effort to increase public knowledge, especially women so that they are able to improve women's health and lives.The method used is lecture, discussion and question and answer.Participantactively participate in discussions and ask questions about things that are not understood. The discussion process discussed issues related to women's reproductive health rights.The result of the activity is that there is an increase in knowledge about women's reproductive health rights.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Anemia dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah di Wilayah Kerja Puskesmas Padamara Tahun 2024 Handayani, Trias; Riani, Evicenna Naftuchah
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 14, No 4 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v14i4.4866

Abstract

Latar Belakang : Berdasakan data yang diambil dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga tahun 2022 pada kecamatan Padamara jumlah ibu hamil sebanyak 605. Namun pada kejadian anemia trimester 1 anemia ringan sebanyak 102. Dari 22 puskesmas, puskesmas kecamatan Padamara pada urutan ke 12. Sedangkan anemia berat sebanyak 11 ibu hamil. Pada urutan ke 2 dari 22 puskesmas. Pada usia kehamilan trimester 3 dikecamatan Padamara terdapat anemia ringan sebanyak 41 pada urutan ke 15 dari 22 puskesmas. Sedangkan pada anemia berat sebanyak 1 ibu hamil. Dari 22 puskesmas kecamatan Padamara pada urutan ke 6. Tujuan : Untuk menjelaskan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional, yang termasuk dalam jenis penelitian analitik korelatif kategorikal dengan sampel 57. Teknik sampel yang diterapkan pada penelitian ini adalah purposive sampling Instrumen pengambilan data dengan menggunakan lembar kuesioner. Hasil : Berdasarkan analisis karakteristik, sebagian besar responden usia 20-35 tahun (89,5%), 30 orang atau sekitar 52,6% dari total responden, memiliki tingkat pendidikan dasar. Selanjutnya, terdapat 20 responden atau sekitar 35,1% yang memiliki tingkat pendidikan menengah. Terakhir, hanya 7 responden atau sekitar 12,3% yang memiliki tingkat pendidikan tingg. Pengetahuan ibu hamil tentang anemia di wilayah Puskesmas Padamara menunjukkan bahwa sebagian besar berada pada tingkat sedang, dengan persentase 42,1%. Kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe mencapai 66,7%. Hasil analisis menunjukkan nilai P Value sebesar 0,663, yang lebih besar dari 0,05, sehingga tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil trimester III mengenai anemia dengan kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah di wilayah Puskesmas Padamara. Kesimpulan : dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara Analisis hubungan pengetahuan ibu hamil terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah di dapatkan hasil 0,663 yang artinya tidak ada hubungan Kata Kunci : Pengetahuan Ibu hamil, Tablet FE, Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah
Terapi Komplementer Akupresure Sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Ibu Kader ‘Aisyiah Tanjung Kabupaten Banyumas Muflihah, Ima Syamrotul; Naftuchah Riani, Evicenna; Nur Azizah, Atika
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 2 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i2.736

Abstract

Paradigma pelayanan kebidanan saat ini telah mengalami pergeseran. Asuhan kebidanan telah dilaksanakan dengan memadukan pelayanan kebidanan konvensional dengan komplementer dan telah menjadi bagian penting dari praktik kebidanan. Kehamilan merupakan proses fisiologis, pada kehamilan ibu akan mengalami perubahan fisik maupun psikologis. Terapi komplementer kebidanan yang dapat diberikan merupakan salah upaya mempertahankan kesehatan ibu. Jenis terapi komplementer dalam kebidanan menurut Permenkes RI No. 1109/Menkes/Per/IX/2007 antara lain yoga prenatal dan doa, herbal, akupunture, akupresure, aromaterapi, terapi pijat, suplemen nutrisi. Terapi komplementer akupresure pada asuhan kebidanan merupakan suatu metode alternatif pemijatan dengan teknik penekanan untuk menstimulasi aliran darah didalam tubuh menjadi baik sehingga menimbulkan rasa rileks dan menciptakan kenyamanan. Tidak hanya itu, akupresure dapat dimanfaatkan karena meningkatkan hormone endorphin atau hormone kebahagiaan sehingga ibu hamil, ibu bersalin serta ibu nifas cenderung lebih tenang dan terhindar dari rasa cemas. Setelah dilakukan pelatihan dan pemberian edukasi para kader terhadap akupresure sebagai upaya dalam meningkatkan kesehatan melalui pemberian materi, diskusi, demonstrasi dan tanya jawab, maka hasilnya tingkat pengetahuan kader terhadap akupresure meningkat secara signifikan dimana 55% peserta mendapatkan nilai baik dan 45% tingkat pengetahuan dengan kategori sedang. Pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada edukasi dan pelatihan terapi komplementer akupresure sebagai upaya meningkatkan kesehatan ibu selanjutnya dapat diterapkan oleh kader Aisyiyah di lingkungan ‘Aisyiah Tanjung Kabupaten Banyumas
Empowering Women Through TAGABA (Emergency Response For Toddlers) As Health Community Empowerment For 'Aisyiyah Cadres In Kalibagor Banyumas Kusuma, Inggar Ratna; Riani, Evicenna Naftuchah; Septianawati, Paramita
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 4 (2025): Juli
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v4i4.605

Abstract

The infant mortality rate in Indonesia is still high, reaching 19.83% / 100,000 live births. Meanwhile, the child mortality rate in Indonesia due to accidents, poisoning and trauma is recorded at 7.3% / 100,000 live bitrh) and is one of the five highest causes of child mortality. Health Community Empowerment (HCE) is an effort to empower communities to improve health levels. HCE includes several elements of active community participation, health education, cross-sector collaboration, and access to health services. Through increased knowledge, awareness, attitudes and behaviors will increase to improve health, especially for toddlers.The objectives of this activity include helping to reduce morbidity in newborns, neonates and toddlers. Helping to reduce infant, neonatal and toddler mortality due to illness or injury. Increasing the knowledge and skills of 'aisyiyah cadres regarding emergency management of injuries and diseases. Increasing public knowledge to behave in a clean, healthy lifestyle and parenting patterns to improve health. The form of this activity is in the form of first aid training for toddlers who have accidents at home including choking, burning, poisoning, electric shock. This training was attended by 20 mothers who have toddlers in Kalibagor Village, Banyumas. The output of this activity is in the form of posters, HAKI, scientific journals, activity videos, and gradual improvement of partner skills.