Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning pada Materi Trigonometri Siswa Kelas X SMK Negeri 3 Kediri Dike Septiarani; Darsono Darsono; Dian Devita Yohanie
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.2.2025.6144

Abstract

Urgensi dalam penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kualitas kemampuan siswa, khususnya dalam bidang matematika melalui penggunaan model pembelajaran discovery learning. Model discovery learning merupakan suatu proses pencarian pengetahuan yang dilakukan oleh siswa untuk menemukan suatu permasalahan. Berdasarkan wawancara pada saat kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah 1 yang dilakukan di SMK Negeri 3 Kediri, selama proses pembelajaran berlangsung belum optimal karena kemampuan siswa dalam memecahkan suatu masalah masih belum maksimal, guru dan siswa masih mengalami kesulitan dalam menerapkan model discovery learning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat keterlaksanaan model melalui aktivitas guru dan respon siswa selama pembelajaran serta penerapan model pembelajaran. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan mendeskripsikan aktivitas guru melalui observasi yang telah dilakukan, respon siswa melalui angket yang diisi di akhir pertemuan. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan menggunakan kelas X Kuliner 4 berjumlah 36 siswa. Jenis instrument yang digunakan adalah lembar pengamatan dan angket. Teknik pengumpulan data melalui observasi secara langsung saat guru menerapkan model pembelajaran. Data yang diperoleh adalah data aktivitas guru melalui proses obsservasi dan data angket tertutup dan terbukaBerdasarkan hasil penelitian peroleh bahwa sintaks model mampu diterapkan meskipun belum optimal, berdasarkan respon siswa cenderung setuju dalam menggunakan model discovery learning. Hasil penelitian ditemukan bahwa penggunaan model discovery learning mampu meningkatkan keaktifan siswa, menemukan ide, mampu memudahkan dalam menyelesaikan masalah. Namun, untuk Materi Trigonometri beberapa siswa masih kesulitan dalam memahami. Pada pernyataan pertama 34 siswa menyatakan setuju bahwa model discovery learning mampu meningkatkan keaktifan selama pembelajaran. Pernyatan kedua 33 siswa menyatakana baahwa dengan berkelompok mudah menemukan ide ide baru. Pernyataan ketiga 32 siswa memberikan pendapat bahwa mudah dalam menyelesaikan masalah. Pernyataan keempat 34 siswa memahami materi yang diberikan. Pernyataan kelima 22 siswa menyatakan bahwa materi yang disampaikan jelas dan mudah dimengerti, namun ada beberapa siswa yang menyatakan kurang memahami materi.
Pemberdayaan Guru MGMP SMP Kabupaten Kediri Melalui Pelatihan Joyful Learning Berbasis Praktik dalam Pembelajaran Matematika Bambang Agus Sulistyono; Suryo Widodo; Aprilia Dwi Handayani; Lina Rihatul Hima; Ika Santia; Yuni Katminingsih; Dian Devita Yohanie; Samijo Samijo; Darsono Darsono; Jatmiko Jatmiko; Arya Bagas Susanto; Anggi Larasati; Nanda Nacaska; Khusnul Arifah; Karyawati Karyawati; April Rudianto
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v6i2.839

Abstract

Latar Belakang: Guru matematika SMP di Kabupaten Kediri masih menghadapi tantangan dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Pembelajaran cenderung berorientasi pada hasil, bukan proses berpikir siswa. Hal ini berdampak pada rendahnya minat dan identitas matematis siswa. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan guru MGMP SMP Kabupaten Kediri melalui pelatihan joyful learning berbasis praktik nyata dalam pembelajaran matematika. Metode: Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahap: (1) need assessment untuk mengidentifikasi kebutuhan guru; (2) pelatihan berbasis praktik yang melibatkan simulasi pembelajaran dan micro teaching; dan (3) pendampingan reflektif. Hasil: Kegiatan ini menghasilkan peningkatan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. Sebanyak 91% peserta mampu mengintegrasikan strategi joyful learning dengan konteks materi matematika yang diajarkan. Kesimpulan: Pelatihan berbasis praktik terbukti efektif meningkatkan kompetensi pedagogis dan kreativitas guru dalam menerapkan joyful learning pada pembelajaran matematika di SMP.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Krenceng melalui Edukasi Siklus Hidup dan Pengendalian Aedes aegypti Suci Anjarwati; Darsono Darsono
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 3 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v3i2.28645

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan warga Desa Krenceng melalui peningkatan pengetahuan mengenai siklus hidup nyamuk dan teknis pembasmian sarang nyamuk secara mandiri. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai tempat pembiakan dan perilaku nyamuk sering kali menjadi faktor penyebab utama penularan DBD di lingkungan pemukiman. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi edukasi melalui ceramah interaktif, diskusi, serta demonstrasi lapangan mengenai pengenalan ciri-ciri dan siklus hidup nyamuk Aedes aegypti. Materi edukasi difokuskan pada upaya pengendalian vektor, yaitu tindakan sistematis untuk membatasi atau menekan populasi organisme pembawa penyakit (vektor) guna memutus rantai penularan. Strategi yang ditekankan adalah penerapan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan menguras, menutup, mengubur, serta tindakan pencegahan tambahan (3M Plus) dan penguatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat Desa Krenceng dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Dengan memahami siklus hidup nyamuk, masyarakat diharapkan mampu melakukan identifikasi dini dan eliminasi tempat perkembangbiakan nyamuk guna memutus rantai penularan virus dengue di tingkat desa.
Analysis of the application of the deep learning approach in mathematics learning for class x students of state senior high school 6 kediri city Khusnul Arifah; Darsono Darsono; Dian Devita Yohanie
Hipotenusa Journal of Research Mathematics Education (HJRME) Vol 9, No 2 (2026): Hipotenusa Journal of Research Mathematics Education (HJRME)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/hjrme.v9i2.4593

Abstract

This study aims to describe the application of the Deep Learning approach in mathematics learning and examine its impact on student engagement and understanding of the Three-Variable Linear Equation System (SPLTV) material. The study used a qualitative approach with a descriptive design and was conducted at SMA Negeri 6 Kediri City. The research subjects consisted of one mathematics teacher and 36 students of grades X-10 who were selected purposively. Data collection was carried out through observation, semi-structured interviews, and documentation, with triangulation techniques to ensure data validity. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the application of the Deep Learning approach through simulation-based contextual learning provided a positive indication of student engagement and understanding. Students appeared more active in discussions, dared to express their opinions, and were able to relate mathematical concepts to real situations. Contextually designed learning also created a meaningful and enjoyable learning atmosphere. However, its implementation still faces obstacles, such as limited learning time and differences in student characteristics. These findings indicate that the Deep Learning approach has the potential to be an alternative mathematics learning strategy that can support the formation of a more meaningful and contextual learning experience.
Learning through a realistic mathematics education approach towards critical thinking and logical intelligence Hanizyah Quswatul Khasanah; Darsono Darsono; Dian Devita
Hipotenusa Journal of Research Mathematics Education (HJRME) Vol 9, No 2 (2026): Hipotenusa Journal of Research Mathematics Education (HJRME)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/hjrme.v9i2.4595

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the Realistic Mathematics Education (RME) approach on students' critical thinking skills and logical mathematical intelligence in the material of quadratic equations and functions. The background of this study is the low level of both abilities due to teacher-centered learning and the lack of active student involvement, especially in abstract quadratic material. RME was chosen because it emphasizes real contexts and mathematization processes that are believed to develop students' thinking skills. This study used a quasi-experimental method with a posttest-only control group design. The subjects were grade X students of SMAN 1 Gurah who were divided into experimental and control classes. The research instruments were 5 essay questions to measure critical thinking and 15 multiple-choice questions for logical mathematical intelligence that were valid and reliable. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics through linear regression tests. The results showed that the implementation of RME learning was very good with a score of 3.67. The average critical thinking score of the experimental class (41.35) was higher than that of the control class (25.59), while the logical mathematical intelligence of the control class (41.91) was slightly higher than that of the experiment class (41.18). Regression tests showed a significant effect of RME, with a negative effect on critical thinking and a positive effect on logical-mathematical intelligence. Consequently, RME needs to be combined with strategies that explicitly train critical thinking to ensure balanced development of both abilities