Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN READING QUESTIONING AND ANSWERING(RQA) TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF BIOLOGI SISWA KEMAMPUAN AKADEMIK RENDAH Siti Ramdiah; Rabiatul Adawiyah
SIMBIOSA Vol 7, No 1 (2018): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v7i1.1255

Abstract

Rancangan pembelajaran menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proses pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap suatu konsep. Proses pembelajaran yang bermakna jika seluruh siswa baik dengan akademik tinggi maupun rendah dapat memperoleh hasil belajar yang diinginkan oleh tujuan pembelajaran. Dengan demikian guru perlu memanfaatkan model-model pembelajaran dalam melaksanakan hal tersebut. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah model pembelajaran yang mampu membantu peningkatan pemahaman siswa akademik rendah. RQA merupakan salah satu model yang diyakini dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran reading, questioning and answering terhadap hasil belajar kognitif biologi siswa yang memiliki kemampuan akdemik rendah. Penelitian eksperimen semu ini menggunakan model rancangan yang dikenal dengan “nonequivalent pretest-posttest control group design”. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu Reading, Questioning, and Answering (RQA)  dan variabel terikat yaitu hasil belajar kognitif biologi siswa. Populasi seluruh siswa kelas XI IPA SMA PGRI 6 Banjarmasin. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dengan model RQA dan  XI IPA 2 sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan tes essay. Data di analisis dengan Anava satu jalur melalui SPSS versi 17 for windows.Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa nilai F sebesar 30.382 dengannilaisigifikansi 0.000 0.05 yang berarti bahwa terdapat pengaruh model RQA terhadap hasil belajar kognitif siswa kemampuan akademik rendah KelasXI IPA SMA PGRI 6 Banjarmasin.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains (KPS) Pada Konsep Ekosistem Di Kelas VII B SMP Negeri 3 Batang Alai Utara M. Alpianur; Siti Ramdiah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 4 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.234 KB) | DOI: 10.33654/jph.v4i1.445

Abstract

Proses pembelajaran IPA di SMP Negeri 3 Batang Alai Utara hanya menggunakan metode ceramah. Hal ini menyebabkan siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran dan keterampilan proses sains peserta didik tidak muncul. Penerapan model pembelajaran inkuri terbimbing ini memicu keterampilan proses sains peserta didik dalam keaktifan belajar dan memilkik keterampilan merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, dan menyimpulkan data. Peneliti bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains, hasil belajar siswa, aktivitas siswa, aktivitas guru dalam pembelajaran, dan repon siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), menggunakan 2 siklus dengan 4 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi untuk keterampilan proses sains, tes untuk hasi belajar, lembar observasi untuk aktivitas siswa dan aktivitas guru dalam proses pembelajaran serta angket untuk respon siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing ini berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik yaitu 48,91 (tidak tuntas) pada siklus I meningkat menjadi 82,5 (tuntas) pada siklus II. Hasil belajar siswa meningkat dari 69,56% (tidak tuntas) pada menjadi 86,96% (tuntas) pada siklus II. Aktivitas siswa mengalami peningkatan dari 52,07% (kurang aktif) pada siklus I menjadi 83,6% (aktif) pada siklus II. Aktivitas guru meningkat dari 88,75% (baik sekali) pada siklus I menjadi 96,67% (baik sekali) pada siklus II. Respon siswa terhadap proses pembelajaran sangat baik.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains (KPS) Dan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Konsep Saling Ketergantungan Dalam Ekosistem Di Kelas VII B SMP Negeri 2 Batang Alai Utara Lamhani Rusdi; Siti Ramdiah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 3 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.919 KB) | DOI: 10.33654/jph.v3i1.474

Abstract

Proses pembelajaran di SMP Negeri 2 Batang Alai Utara hanya menggunakan metode ceramah, hal ini menyeebabkan siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran serta kurang termotivasi untuk belajar lebih giat dan keterampilan proses sains peserta tidak muncul. Penerapan model pembelajaran Inkuiri terbimbing ini memicu keterampilan proses sains peserta didik dalam kektifan belajar dan memiliki keterampilan , merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data dan menyimpulkan data. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains, meningkatkan hasil belajar siswa, aktivitas guru dalam proses pembelajaran, aktivitas siswa, dan respon siswa. jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menggunakan 2 siklus dengan 4 kali pertemuan Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes untuk hasil belajar, lembar observasi untuk keterampilan proses sains,, aktivitas guru dalam proses pembelajaran, aktivitas siswa, dan angket untuk respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing ini berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik, Hasil keterampilan proses sains peserta didik meningkat dari rata-rata 48,86 (tidak tuntas) pada siklus I menjadi rata-rata 81,82 (tuntas) pada siklus II. Hasil belajar siswa meningkat dari 68,18 % pada siklus I menjadi 90,9% pada siklus II, Aktivitas siswa mengalami peningkatan dari 60,48% (cukup aktif) pada siklus I menjadi 81,76 % (aktif) pada siklus II.Aktivitas guru juga meningkat dari 88,33 % pada siklus I menjadi 98,33 % (amat baik) pada siklus II. Respon siswa terhadap proses pembelajaran amat baik.
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas VII MTs. NU Al-Falah Pada Konsep Ekosistem Salmiah; Siti Ramdiah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 3
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.984 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu sektor penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk kemajuan suatu bangsa dan negara. Rendahnya kualitas pendidikan saat ini, di sebabkan karena proses pembelajaran masih didominasi oleh guru yang sering menggunakan metode pembelajaran ceramah, sehingga siswa menjadi pasif saat proses pembelajaran. Guru memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran di kelas, memiliki tugas dan tanggung jawab menyusun rencana pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran, mengevaluasi menganalisis hasil evaluasi dan melakukan tindak lanjut hasil pembelajaran, serta mengembangkan segala potensi yang ada pada siswa. Oleh sebab itu guru akan menjadi aktor penentu keberhasilan siswa dalam menerima dan mengembangkan nilai-nilai kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas VII MTs. Nu Al-Falah Kusan Hilir pada konsep ekosistem. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan model rancangan yang dikenal dengan “pretes-postes control group design”. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs. Nu Al-Falah Kusan Hilir Pagatan yang berjumlah 31 orang. Selanjutnya diuji kesetaraan berdasarkan data UAS kelas VII semester 1 mata pelajaran IPA. Penentuan sampel menggunakan random sampling. Kelas eksperimen berjumlah 16 orang difasilitasi dengan model pembelajaran Discovery Learning dan kelas kontrol berjumlah 15 orang difasilitasi dengan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data melalui tes essay berupa pretes dan postes, Analisis data hasil keterampilan berpikir kritis menggunakan one way anava satu jalur yang dibantu dengan program SPSS versi 17 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas VII MTs. Nu Al-Falah Kusan Hilir pada konsep ekosistem. Hal ini dapat terlihat pada hasil uji anava satu jalur yang memperoleh nilai F hitung 21,42 dengan nilai (p = 0,00) atau kurang dari 0,05 yang berarti berpengaruh signifikan dengan rata-rata hasil keterampilan berpikir kritis siswa pada pengukuran pretes dan postes kedua model pembelajaran yang digunakan. Rata-rata hasil keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas yang difalisitasi dengan model pembelajaran Discovery Learning sebesar 69,38 dan pada kelas kontrol yang difasilitasi dengan pembelajaran konvensional hasil keterampilan berpikir kritis siswa menunjukkan sebesar 55,33.
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Pemanfaatan Tanaman Rotan (Calamus sp) Oleh Masyarakat Desa Sungai Limas Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan Sebagai Bahan Pembuatan Booklet Yulia Nor Safitri; Siti Ramdiah; Rabiatul Adawiyah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.063 KB)

Abstract

Kalimantan Selatan memiliki potensi lokal yaitu pembuatan anyaman berbahan dasar rotan. Desa Sungai Limas adalah salah satu desa yang ada di Kalimantan Selatan. Desa tersebut sudah sejak lama menggunakan rotan sebagai bahan baku untuk membuat aneka kerajinan tangan yang bervariasi, bahkan saat ini Desa Sungai Limas disebut sentra anyaman rotan. Dalam memanfaatkan potensi alam diperlukan ilmu pengetahuan, seharusnya masyarakat dan peserta didik perlu mengetahui hal tersebut. Ini dianggap perlu karena masyarakat umum sekarang lebih banyak menggunakan produk modern. Oleh karena itu diperlukan sebuah penelitian dan pengembangan dengan rancangan produk booklet, untuk memperkenalkan pemanfaatan tanaman rotan sebagai salah satu kerajinan anyaman khas Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Nilai-nilai kearifan lokal dalam pengambilan tanaman rotan, (2) Nilai-nilai kearifan lokal dalam pembuatan kursi, tudung saji, dan keranjang pakaian anyaman rotan di Desa Sungai Limas sebagai bahan pembuatan booklet, (3) Tanggapan masyarakat (validator dan peserta didik) terhadap booklet nilai-nilai kearifan lokal dalam pembuatan kursi, tudung saji, dan keranjang pakaian anyaman rotan. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE. Metode penelitian dan pengembangan ini terdiri dari dua tahap. Tahap I adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Halong dan Desa Sungai Limas dengan mengambil sampel pengambilan tanaman rotan dan pengrajin tanaman rotan. Tahap II adalah pengembangan produk sebagai sumber belajar Biologi berupa booklet. Validasi terhadap booklet dilakukan oleh dosen ahli materi dan ahli media pembelajaran, sedangkan uji coba keterbacaan kelompok kecil dilakukan oleh peserta didik kelas X MIA 3 SMAN 4 Barabai. Hasil penelitian dan pengembangan yang sudah dilakukan diperoleh 1)Nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat pada setiap tahapan yaitu: nilai keberlanjutan, nilai kreativitas, nilai keindahan, nilai keselamatan, nilai kebersihan, nilai kesabaran, nilai keuletan, nilai keawetan dan nilai ketrampilan. 2) Hasil validasi menunjukkan bahwa hasil validasi oleh ahli materi terhadap booklet sebesar 88,46% (valid), hasil validasi oleh media dan pembelajaran terhadap booklet sebesar 99,68% (valid). 3) Hasil uji coba keterbacaan peserta didik terhadap booklet sebesar 91,81% termasuk dalam kategori sangat baik.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS VII SMP NEGERI 35 BANJARMASIN PADA MATERI KETERGANTUNGAN DALAM EKOSISTEM Hilda Astriani; Siti Ramdiah; Ria Mayasari
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.644 KB)

Abstract

Pendidikan salah satu perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Guru di tuntut kreatif membangkitkan motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bidang biologi, bahwa hasil belajar siswa masih dijumpai nilai pelajaran biologi yang belum mencapai KKM. Permasalahan yang sering terjadi dalam pembelajaran biologi saat menyampaikan materi masih bersifat teoritis. Seharusnya pembelajaran biologi guru menggunakan fakta-fakta dalam kehidupan siswa. Peneliti menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada kelas eksperimen, sehingga siswa diharapkan mampu dalam mengatasi permasalahan yang terjadi dan hasil belajar siswa mencapai KKM. Penelitian ini adalah Penelitian Eksperimen Semu (Quasi Eksperiment) dengan model rancangan yang dikenal “nonequivalent prates-post test control group design”. Subjek penelitian adalah siswa SMPN35 Banjarmasin. Kelas VIIB 25siswa, kelas eksperimen. Kelas VIIC 25siswa, kelas kontrol. Perangkat pembelajaran yang digunakan terdiri atas silabus, RPP, LKS. Instrumen untuk mengukur variabel bebas dengan lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran dan instrumen pengumpulan data untuk mengukur variabel terikat. Mengumpulkan data melalui tes essay, kemudian menggunakan rubrik hasil belajar kognitif. Data dianalisis menggunakan anova satu jalur yang dibantu dengan program SPSS versi 17 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi ketergantungan dalam ekosistem. Hal ini dapat terlihat pada uji anova satu jalur yang memperoleh nilai Fhitung = 35,150 dengan nilai signifikan 0,000 atau < 0,05 yang berarti signifikan. Diketahui kelas eksperimen yang difasilitasi model pembelajaran PBL diperoleh rata-rata nilai postes sebesar 80,80. Kelas kontrol yang difasilitasi model pembelajaran konvensional dengan rata-rata nilai postes sebesar 53,20.
The effect of problem-based learning (PBL) on different academic abilities on critical thinking of grade XI students on coordination system material Ria Mayasari; Siti Ramdiah
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v5i1.15442

Abstract

Scientific actions related to facts and everyday problems are needed in the biology learning process to train students' thinking skills. Thinking skills are useful for facing the challenges of education and technological developments in the 21st century. However, these conditions are not optimal, especially critical thinking skills for different academic abilities. The purpose of this study was to determine the effect of the PBL model on different academic abilities on the critical thinking of class XI students on the coordination system material. This quasi-experimental research was conducted on students of class XI IPA 1 at SMAN 10 Banjarmasin and class XI IPA 3 at SMAN 12 Banjarmasin. The sample of the upper academic ability is 26 students, and the lower academic ability is 28 students. The instrument used is an essay through pretest and posttest in the experimental class and control class. Data were analyzed using Anacova after the data fulfilled the normality and homogeneity tests. The results of the analysis show that there is an influence of the PBL learning model on critical thinking in students of different academic abilities, where the class F value is 91.84 with a p value of 0.000 or less than 0.05. The academic F score is 8.26 with a p value of 0.006 or less than 0.05. This learning model can be a solution to produce graduates who are competent in critical thinking.Abstrak Tindakan-tindakan ilmiah yang berkaitan dengan fakta dan masalah sehari-hari diperlukan dalam proses belajar biologi untuk melatihkan kemempuan berpikir siswa. Keterampilan berpikir berguna untuk menghadapi tantangan pendidikan dan perkembangan teknologi abad 21. Namun kondisi ini belum maksimal terutama keterampilan berpikir kritis pada kemampuan akademik berbeda. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh model PBL pada kemampuan akademik berbeda terhadap berpikir kritis siswa kelas XI pada materi sistem koordinasi. Penelitian quasi eksperimen ini dilaksanakan pada siswa kelas XI IPA 1 SMAN 10 Banjarmasin dan kelas XI IPA 3 SMAN 12 Banjarmasin. Sampel kemampuan akademik atas berjumlah 26 siswa, dan akademik bawah 28 siswa.  Instrumen yang digunakan berupa essay melalui pretest dan postest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dianalisis menggunakan Anacova setelah data memenuhi uji normalitas dan homogenitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran PBL terhadap berpikir kritis pada siswa kemampuan akademik yang berbeda, dimana nilai F hitung kelas sebesar 91,84 dengan nilai p 0,000 atau kurang dari 0,05. Nilai F hitung akademik sebesar 8,26 dengan nilai p 0,006 atau kurang dari 0,05. Model pembelajaran ini bisa menjadi solusi untuk menghasilkan lulusan pendidikan yang kompeten dalam berpikir kritis.
Sasirangan cloth as a learning resource for biology subjects in high school lessons in South Kalimantan Siti Ramdiah; Ria Mayasari; A. Abidinsyah
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2024): MARCH
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpbi.v10i1.29996

Abstract

Issues in learning, particularly the utilization of learning resources, have not been maximized to facilitate teachers in guiding students to learn certain concepts related to the surrounding environment. This study aims to analyze the motives and colors of Sasirangan as a source of biology learning in high schools and the knowledge of high school biology teachers in Banjarmasin regarding the existence of Sasirangan. This survey research involved 40 sasirangan craftsmen from 20 sasirangan production houses and 38 high school biology teachers in Banjarmasin, South Kalimantan. The instruments used were interview sheets and questionnaires. Data analysis was descriptive using percentage techniques. The results of expert validation indicated that the interview sheets and questionnaires were suitable, with scores of 89.63 and 92.5. sasirangan has great potential to become a source of biology learning, both in terms of motives and natural colors used by craftsmen. However, high school biology teachers in Banjarmasin have not fully utilized and conveyed it as a biology learning resource. While in other statements, teachers stated that they understood and explained that the existence of Sasirangan is very important to be conveyed in biology learning. Some teachers were able to provide information on biology concepts related to the existence of Sasirangan.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL KALIMANTAN SELATAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN METAKOGNITIF DAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KONSEP KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP Munirah, Kultsum; Ramdiah, Siti; Prayitno, Budi
Florea : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/florea.v7i2.7888

Abstract

One of the problems in our education world is the weakness of the learning process, which has an impact on metacognitive skills and critical thinking skills of students. One of the contributing factors is that the teacher only provides existing material without any development related to the real world of students. Thus the effort that can be made is that before carrying out the learning process the teacher as an educator must have a learning plan, which is included in the learning tool. Because in a learning device a teacher can design learning methods and materials that are considered innovative when used. One of the innovative learning methods that can build active learning conditions for students is to use a local wisdom-based learning model. The research objective was to determine the validity of learning tools through a learning model based on local wisdom of South Kalimantan to improve metacognitive skills and critical thinking of students in the classification concept of living things. This study develops products in the form of RPP, LKPD and Questions. The development method used refers to 4-D development which has 4 stages, namely define, design, develop and disseminate. The type of data used is qualitative and quantitative data. The instrument used was a validation sheet that was declared valid based on the results of the expert team's assessment. Data analysis techniques were carried out by matching the results of empirical validation from experts with predetermined validity criteria. The results of this study indicate that local wisdom-based learning tools are worth trying out, because the scores obtained from the validation results show validity with a percentage of> 67.19% which is considered valid enough and has no revised information
Developing ASICC-Based Student Worksheets Integrated with Socio-Scientific Issues to Strengthen Students’ Numeracy Literacy in Environmental Change Learning Rinda, Silvia Okki Novita; Priyatmoko; Sukri, Akhmad; Ramdiah, Siti; Wahid, Nurul Bahiyah Abd; Santoso, Agus Muji; Primandiri, Poppy Rahmatika
Florea : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/florea.v13i1.24379

Abstract

Developing students’ numeracy literacy is an important goal in science education, particularly for understanding environmental phenomena that require data interpretation and quantitative reasoning. However, classroom learning often provides limited opportunities for students to analyze environmental issues using scientific evidence and numerical information. This study aimed to develop ASICC-based student worksheets integrating Socio-Scientific Issues (SSI) on environmental change topics to strengthen students’ numeracy literacy. The study employed design research using a development study approach based on Tessmer’s formative evaluation model, consisting of preliminary study and formative evaluation stages, including self-evaluation, expert review, one-to-one evaluation, small group evaluation, and field testing. The participants were 36 tenth-grade students at SMA Negeri 1 Prambon. Data were collected through observations, interviews, and expert validation sheets and analyzed using descriptive quantitative methods. The validation results indicated that the developed worksheets were categorized as valid to very valid, with scores of 73%, 98%, and 93% from experts and practitioners. Learning activities structured through the ASICC stages encouraged students to analyze environmental issues, interpret data, and formulate evidence-based solutions. These findings suggest that ASICC-based worksheets integrated with SSI have the potential to strengthen students’ numeracy literacy in environmental change learning.