Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Perbandingan Pelaksanaan Strategi Pembelajaran PQ4R Dan Peta Konsep Dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Guru Dan Aktivitas Siswa Kelas XI SMA Di Banjarmasin Siti Ramdiah
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.73 KB) | DOI: 10.25273/jems.v4i2.694

Abstract

Strategi pembelajaran sebagai bagian penting yang perlu diperhatikan untuk merancang proses pembelajaran belum secara maksimal dikembangkan oleh guru dalam meningkatkan kinerjanya dan  keaktifan siswa dalam  pembelajaran biologi. Strategi pembelajaran PQ4R dan peta konsep merupakan strategi pembelajaran yang memiliki karakteristik yang berbeda, namun diyakini mampu meningkatkan kinerja guru dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan perbandingan strategi pembelajaran PQ4R dan peta konsep sebagai upaya peningkatan kinerja guru dan siswa SMA di Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan  metode deskriptif  berdasarkan hasil pengamatan selama proses pembelajaran dengan menggunakan strategi PQ4R dan peta konsep pada kelas yang berbeda. Pengukuran keterlaksanaan penerapan strategi pembelajaran yang dilakukan dengan lembar pengamatan terhadap kinerja guru dan siswa yang disesuaikan dengan tahapan strategi pembelajaran PQ4R dan peta konsep. Selanjutnya, siswa yang terlibat dalam penelitian yaitu siswa kelas XI IPA 1 dan 2 SMAN 10 Banjarmasin yang mengalami proses pembelajaran dengan strategi peta konsep. Sedangkan, siswa kelas XI IPA 2  SMA PGRI 4 dan SMA PGRI 7 Banjarmasin mengalami proses pembelajaran dengan strategi pembelajaran PQ4R.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua strategi pembelajaran ini memiliki potensi yang sama untuk meningkatkan kinerja guru dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran Biologi siswa kelas XI IPA SMA di Banjarmasin.
POTENSI TAHAPAN STRATEGI PQ4R DIKOMBINASIKAN PETA KONSEP PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN METAKOGNITIF DAN BERPIKIR KRITIS SISWA Siti Ramdiah
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.032 KB) | DOI: 10.25273/jems.v3i1.244

Abstract

Proses pembelajaran yang menunjukkan ke arah teaching of thinking belum maksimal dilaksanakan bagi sebagian guru-guru di Indonesia. Berdasarkan berbagai hasil kajian diperoleh informasi bahwa keadaan tersebut sangat memprihatinkan, padahal keterampilan berpikir tersebut sangat penting untuk kehidupan pada abad 21 ini, sebagai kecakapan hidup siswa untuk mengatasi permasalahan kehidupan yang semakin kompleks. Oleh sebab itu, pemberdayaan keterampilan berpikir dapat dilakukan dengan latihan-latihan berpikir. Tulisan ini merupakan salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut, dengan menerapkan strategi pembelajaran PQ4R dikombinasikan peta konsep untuk meningkatkan keterampilan metakognitif dan berpikir kritis siswa. Strategi pembelajaran PQ4R dikombinasikan peta konsep memiliki 7 tahapan yang memiliki karakteristik proses pengulangan informasi dan pengkodean konsep dalam struktur kognitif sehingga  siswa memperoleh pembelajaran yang bermakna.  
Pengaruh Model Pembelajaran TPS terhadap Hasil Belajar Kognitif Biologi Siswa Putra Kelas XI SMAN di Banjarmasin Siti Ramdiah
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teachers need to know deeper about learning style and how to facilitate students’ needs in learning in order to stimulate students’ thinking skill which might affect students’ cognitive learning outcome. Teachers can facilitate students’ learning style and needs by designing teaching instruments which develop students’ thinking skill. This current study focused on male students whose learning outcome was considered low compared to female students based on previous studies. Because of this male students’ characteristic, this study employed TPS learning model which is believed be able to facilitate the students’ characteristics and learning style. The purpose of this study was to analyze the effect of Think, Pair, and Share (TPS) learning model to cognitive learning outcome of Biology toward the XI grade of male high school students majoring natural science (IPA). The participants of this study consisted of 22 male students from IPA on the state high schools in Banjarmasin. This study employed quasi-experimental design by using “nonequivalent pretest-post test control group design” model. Regarding limited number of the male students in the natural science classes, this study involved four classes. The control class was from XI IPA 2 of SMAN 10 and XI IPA 4 SMAN 13 Banjarmasin with totally 11 students. Meanwhile, the experimental class was from XI IPA 3 of SMAN 12 and XI IPA 3 SMAN 13 with 11 students as well. The data were obtained by using an essay test and the scoring rubric which was referred to Hart with interval 0–4. Then, they were analyzed using one way Anova through SPSS 17.0 for Windows. The homogeneity and the normality tests were done as the pre-requirement. The result of this study showed that TPS learning model affected the male students’ learning outcome. The finding revealed that TPS is potential for improving male students’ learning outcome. The data also support the findings of previous studies related to male students’ academic achievement.Keywords:        TPS, Cognitive learning outcome, Male students
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R TERHADAP KETERAMPILAN METAKOGNITIF DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA PUTRA DAN PUTRI KELAS XI SMA DI KOTA BANJARMASIN Siti Ramdiah
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era pengetahuan ini dunia pendidikan lebih menekankan pada kompetensi dalam suatu keterampilan salah satunya keterampilan berpikir, sebagai salah satu cara menghadapi era tersebut yaitu melalui pembelajaran. Paradigma pembelajaran biologi (sains) diperlukan  pembelajaran student centered, guru diharapkan sebagai fasilitator bagi siswa dalam proses menemukan informasi. Oleh sebab itu guru harus membantu siswa menjadi pemikir yang baik. Penelitian quasi eksperimen ini bertujuan mengungkapkan pengaruh strategi pembelajaran PQ4R terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar biologi, pengaruh gender terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar, serta pengaruh interaksi strategi pembelajaran PQ4R dan gender terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar  siswa putra dan putri kelas XI SMA Negeri dan Swasta di kota Banjarmasin. Rancangan penelitian ini  Pretest-postest Non-Equivalent Control Group Design”. Pengumpulan data variabel terikat melalui tes essay. Penilaian keterampilan metakognitif mengacu pada Corebima (2011) sedangkan untuk hasil belajar mengacu pada Hart (1994). Data dianalisis dengan Anacova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berpengaruh pada keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa putra dan putri. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi PQ4R berpotensi dalam meningkatkan keterampilan metakognitif dan hasil belajar biologi siswa putra dan putri SMA di Kota Banjarmasin.  Kata Kunci : PQ4R, Keterampilan Metakognitif, Hasil Belajar, Putra dan Putri
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN READING QUESTIONING AND ANSWERING(RQA) TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF BIOLOGI SISWA KEMAMPUAN AKADEMIK RENDAH Siti Ramdiah; Rabiatul Adawiyah
SIMBIOSA Vol 7, No 1 (2018): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v7i1.1255

Abstract

Rancangan pembelajaran menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proses pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap suatu konsep. Proses pembelajaran yang bermakna jika seluruh siswa baik dengan akademik tinggi maupun rendah dapat memperoleh hasil belajar yang diinginkan oleh tujuan pembelajaran. Dengan demikian guru perlu memanfaatkan model-model pembelajaran dalam melaksanakan hal tersebut. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah model pembelajaran yang mampu membantu peningkatan pemahaman siswa akademik rendah. RQA merupakan salah satu model yang diyakini dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran reading, questioning and answering terhadap hasil belajar kognitif biologi siswa yang memiliki kemampuan akdemik rendah. Penelitian eksperimen semu ini menggunakan model rancangan yang dikenal dengan “nonequivalent pretest-posttest control group design”. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu Reading, Questioning, and Answering (RQA)  dan variabel terikat yaitu hasil belajar kognitif biologi siswa. Populasi seluruh siswa kelas XI IPA SMA PGRI 6 Banjarmasin. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dengan model RQA dan  XI IPA 2 sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan tes essay. Data di analisis dengan Anava satu jalur melalui SPSS versi 17 for windows.Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa nilai F sebesar 30.382 dengannilaisigifikansi 0.000 0.05 yang berarti bahwa terdapat pengaruh model RQA terhadap hasil belajar kognitif siswa kemampuan akademik rendah KelasXI IPA SMA PGRI 6 Banjarmasin.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains (KPS) Pada Konsep Ekosistem Di Kelas VII B SMP Negeri 3 Batang Alai Utara M. Alpianur; Siti Ramdiah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 4 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.234 KB) | DOI: 10.33654/jph.v4i1.445

Abstract

Proses pembelajaran IPA di SMP Negeri 3 Batang Alai Utara hanya menggunakan metode ceramah. Hal ini menyebabkan siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran dan keterampilan proses sains peserta didik tidak muncul. Penerapan model pembelajaran inkuri terbimbing ini memicu keterampilan proses sains peserta didik dalam keaktifan belajar dan memilkik keterampilan merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, dan menyimpulkan data. Peneliti bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains, hasil belajar siswa, aktivitas siswa, aktivitas guru dalam pembelajaran, dan repon siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), menggunakan 2 siklus dengan 4 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi untuk keterampilan proses sains, tes untuk hasi belajar, lembar observasi untuk aktivitas siswa dan aktivitas guru dalam proses pembelajaran serta angket untuk respon siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing ini berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik yaitu 48,91 (tidak tuntas) pada siklus I meningkat menjadi 82,5 (tuntas) pada siklus II. Hasil belajar siswa meningkat dari 69,56% (tidak tuntas) pada menjadi 86,96% (tuntas) pada siklus II. Aktivitas siswa mengalami peningkatan dari 52,07% (kurang aktif) pada siklus I menjadi 83,6% (aktif) pada siklus II. Aktivitas guru meningkat dari 88,75% (baik sekali) pada siklus I menjadi 96,67% (baik sekali) pada siklus II. Respon siswa terhadap proses pembelajaran sangat baik.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains (KPS) Dan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Konsep Saling Ketergantungan Dalam Ekosistem Di Kelas VII B SMP Negeri 2 Batang Alai Utara Lamhani Rusdi; Siti Ramdiah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 3 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.919 KB) | DOI: 10.33654/jph.v3i1.474

Abstract

Proses pembelajaran di SMP Negeri 2 Batang Alai Utara hanya menggunakan metode ceramah, hal ini menyeebabkan siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran serta kurang termotivasi untuk belajar lebih giat dan keterampilan proses sains peserta tidak muncul. Penerapan model pembelajaran Inkuiri terbimbing ini memicu keterampilan proses sains peserta didik dalam kektifan belajar dan memiliki keterampilan , merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data dan menyimpulkan data. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains, meningkatkan hasil belajar siswa, aktivitas guru dalam proses pembelajaran, aktivitas siswa, dan respon siswa. jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menggunakan 2 siklus dengan 4 kali pertemuan Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes untuk hasil belajar, lembar observasi untuk keterampilan proses sains,, aktivitas guru dalam proses pembelajaran, aktivitas siswa, dan angket untuk respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing ini berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik, Hasil keterampilan proses sains peserta didik meningkat dari rata-rata 48,86 (tidak tuntas) pada siklus I menjadi rata-rata 81,82 (tuntas) pada siklus II. Hasil belajar siswa meningkat dari 68,18 % pada siklus I menjadi 90,9% pada siklus II, Aktivitas siswa mengalami peningkatan dari 60,48% (cukup aktif) pada siklus I menjadi 81,76 % (aktif) pada siklus II.Aktivitas guru juga meningkat dari 88,33 % pada siklus I menjadi 98,33 % (amat baik) pada siklus II. Respon siswa terhadap proses pembelajaran amat baik.
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas VII MTs. NU Al-Falah Pada Konsep Ekosistem Salmiah; Siti Ramdiah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 3
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.984 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu sektor penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk kemajuan suatu bangsa dan negara. Rendahnya kualitas pendidikan saat ini, di sebabkan karena proses pembelajaran masih didominasi oleh guru yang sering menggunakan metode pembelajaran ceramah, sehingga siswa menjadi pasif saat proses pembelajaran. Guru memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran di kelas, memiliki tugas dan tanggung jawab menyusun rencana pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran, mengevaluasi menganalisis hasil evaluasi dan melakukan tindak lanjut hasil pembelajaran, serta mengembangkan segala potensi yang ada pada siswa. Oleh sebab itu guru akan menjadi aktor penentu keberhasilan siswa dalam menerima dan mengembangkan nilai-nilai kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas VII MTs. Nu Al-Falah Kusan Hilir pada konsep ekosistem. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan model rancangan yang dikenal dengan “pretes-postes control group design”. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs. Nu Al-Falah Kusan Hilir Pagatan yang berjumlah 31 orang. Selanjutnya diuji kesetaraan berdasarkan data UAS kelas VII semester 1 mata pelajaran IPA. Penentuan sampel menggunakan random sampling. Kelas eksperimen berjumlah 16 orang difasilitasi dengan model pembelajaran Discovery Learning dan kelas kontrol berjumlah 15 orang difasilitasi dengan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data melalui tes essay berupa pretes dan postes, Analisis data hasil keterampilan berpikir kritis menggunakan one way anava satu jalur yang dibantu dengan program SPSS versi 17 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas VII MTs. Nu Al-Falah Kusan Hilir pada konsep ekosistem. Hal ini dapat terlihat pada hasil uji anava satu jalur yang memperoleh nilai F hitung 21,42 dengan nilai (p = 0,00) atau kurang dari 0,05 yang berarti berpengaruh signifikan dengan rata-rata hasil keterampilan berpikir kritis siswa pada pengukuran pretes dan postes kedua model pembelajaran yang digunakan. Rata-rata hasil keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas yang difalisitasi dengan model pembelajaran Discovery Learning sebesar 69,38 dan pada kelas kontrol yang difasilitasi dengan pembelajaran konvensional hasil keterampilan berpikir kritis siswa menunjukkan sebesar 55,33.
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Pemanfaatan Tanaman Rotan (Calamus sp) Oleh Masyarakat Desa Sungai Limas Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan Sebagai Bahan Pembuatan Booklet Yulia Nor Safitri; Siti Ramdiah; Rabiatul Adawiyah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.063 KB)

Abstract

Kalimantan Selatan memiliki potensi lokal yaitu pembuatan anyaman berbahan dasar rotan. Desa Sungai Limas adalah salah satu desa yang ada di Kalimantan Selatan. Desa tersebut sudah sejak lama menggunakan rotan sebagai bahan baku untuk membuat aneka kerajinan tangan yang bervariasi, bahkan saat ini Desa Sungai Limas disebut sentra anyaman rotan. Dalam memanfaatkan potensi alam diperlukan ilmu pengetahuan, seharusnya masyarakat dan peserta didik perlu mengetahui hal tersebut. Ini dianggap perlu karena masyarakat umum sekarang lebih banyak menggunakan produk modern. Oleh karena itu diperlukan sebuah penelitian dan pengembangan dengan rancangan produk booklet, untuk memperkenalkan pemanfaatan tanaman rotan sebagai salah satu kerajinan anyaman khas Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Nilai-nilai kearifan lokal dalam pengambilan tanaman rotan, (2) Nilai-nilai kearifan lokal dalam pembuatan kursi, tudung saji, dan keranjang pakaian anyaman rotan di Desa Sungai Limas sebagai bahan pembuatan booklet, (3) Tanggapan masyarakat (validator dan peserta didik) terhadap booklet nilai-nilai kearifan lokal dalam pembuatan kursi, tudung saji, dan keranjang pakaian anyaman rotan. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE. Metode penelitian dan pengembangan ini terdiri dari dua tahap. Tahap I adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Halong dan Desa Sungai Limas dengan mengambil sampel pengambilan tanaman rotan dan pengrajin tanaman rotan. Tahap II adalah pengembangan produk sebagai sumber belajar Biologi berupa booklet. Validasi terhadap booklet dilakukan oleh dosen ahli materi dan ahli media pembelajaran, sedangkan uji coba keterbacaan kelompok kecil dilakukan oleh peserta didik kelas X MIA 3 SMAN 4 Barabai. Hasil penelitian dan pengembangan yang sudah dilakukan diperoleh 1)Nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat pada setiap tahapan yaitu: nilai keberlanjutan, nilai kreativitas, nilai keindahan, nilai keselamatan, nilai kebersihan, nilai kesabaran, nilai keuletan, nilai keawetan dan nilai ketrampilan. 2) Hasil validasi menunjukkan bahwa hasil validasi oleh ahli materi terhadap booklet sebesar 88,46% (valid), hasil validasi oleh media dan pembelajaran terhadap booklet sebesar 99,68% (valid). 3) Hasil uji coba keterbacaan peserta didik terhadap booklet sebesar 91,81% termasuk dalam kategori sangat baik.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS VII SMP NEGERI 35 BANJARMASIN PADA MATERI KETERGANTUNGAN DALAM EKOSISTEM Hilda Astriani; Siti Ramdiah; Ria Mayasari
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.644 KB)

Abstract

Pendidikan salah satu perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Guru di tuntut kreatif membangkitkan motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bidang biologi, bahwa hasil belajar siswa masih dijumpai nilai pelajaran biologi yang belum mencapai KKM. Permasalahan yang sering terjadi dalam pembelajaran biologi saat menyampaikan materi masih bersifat teoritis. Seharusnya pembelajaran biologi guru menggunakan fakta-fakta dalam kehidupan siswa. Peneliti menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada kelas eksperimen, sehingga siswa diharapkan mampu dalam mengatasi permasalahan yang terjadi dan hasil belajar siswa mencapai KKM. Penelitian ini adalah Penelitian Eksperimen Semu (Quasi Eksperiment) dengan model rancangan yang dikenal “nonequivalent prates-post test control group design”. Subjek penelitian adalah siswa SMPN35 Banjarmasin. Kelas VIIB 25siswa, kelas eksperimen. Kelas VIIC 25siswa, kelas kontrol. Perangkat pembelajaran yang digunakan terdiri atas silabus, RPP, LKS. Instrumen untuk mengukur variabel bebas dengan lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran dan instrumen pengumpulan data untuk mengukur variabel terikat. Mengumpulkan data melalui tes essay, kemudian menggunakan rubrik hasil belajar kognitif. Data dianalisis menggunakan anova satu jalur yang dibantu dengan program SPSS versi 17 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi ketergantungan dalam ekosistem. Hal ini dapat terlihat pada uji anova satu jalur yang memperoleh nilai Fhitung = 35,150 dengan nilai signifikan 0,000 atau < 0,05 yang berarti signifikan. Diketahui kelas eksperimen yang difasilitasi model pembelajaran PBL diperoleh rata-rata nilai postes sebesar 80,80. Kelas kontrol yang difasilitasi model pembelajaran konvensional dengan rata-rata nilai postes sebesar 53,20.