Munoto Munoto
Universitas Negeri Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kesiapan Wirausaha Siswa SMK di Era Revolusi Industri 4.0 Melalui Peningkatan Keterampilan Abad 21 Mohammad Arifin Hilmi; Munoto Munoto; Eko Hariyadi
Jurnal Pendidikan Teknologi Informatika dan Sains Vol 2 No 2 (2020): Journal of Education Informatic Technology and Science
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jeits.v2i2.1990

Abstract

Data Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa tingkat pengangguran terbuka tertinggi adalah untuk masyarakat lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) sebesar 10,66 persen dan 10,43 persen, sementara pengangguran lulusan sekolah dasar (SD) ke bawah jumlahnya 3,56 persen naik dari posisi Februari 2013, 3,37 persen. Pengangguran lulusan sekolah menengah pertama (SMP) mencapai 8,37 persen atau naik dari februari 2013 sebesar 7,83 persen. Pengangguran lulusan diploma I/II/III mencapai 7,16 persen atau turun dari februari 2013 sebesar 11,59 persen. Terakhir pengangguran lulusan universitas turun menjadi 8,02 persen dari 9,95 persen di februari 2013. Hal ini menunjukan bahwa siswa lulusan sekolah menengah kejuruan yang seharusnya merupakan tenaga siap pakai ternyata belum terbukti. Para lulusan sekolah menengah kejuruan justru terbanyak menjadi pengangguran. Masalah sosial seperti narkoba, kriminalitas, pergaulan bebas, premanisme, dan lain sebagainya akan timbul apabila masalah penganguran dibiarkan dan tidak segera ditanggulangai, kondisi tersebut juga akan mengganggu pembangunan disegala bidang dan stabilitas nasional.. Mengapa ada begitu banyak pengangguran yang terdidik. Apakah tidak ada lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang bisa menjadi pengusaha? Seberapa tinggi keterampilan abad ke-21 (berpikir kritis, kreatif & inovasi, komunikasi dan kolaborasi = 4C) dari siswa SMK? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keterampilan 4C dapat meningkatkan kesiapan kewirausahaan SMK. Penelitian ini dilakukan melalui tinjauan literatur dan hasil-hasil penelitian yang relevan dan dilanjutkan melalui Focus Group Discussion (FGD). Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif-kualitatif. Penelitian menemukan bahwa keterampilan 4C secara signifikan dapat meningkatkan kesiapan wirausaha siswa SMK, yang berarti bahwa peningkatan kesiapan wirausaha siswa SMK dapat dilakukan melalui peningkatan keterampilan abad ke-21.
Integrating k-means clustering into automatic programming assessment tool for student performance analysis Rina Harimurti; Ekohariadi Ekohariadi; Munoto Munoto; I. G. P. Asto Buditjahjanto
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 22, No 3: June 2021
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v22.i3.pp1389-1395

Abstract

Computer programming is a subject involving a large number of logic programming activities. A programmer is compulsory to master skills of algorithms, logic, and programming language to conduct programming. An automatic programming assessment tool is an automated tool used to assist instructors in assessing programming tasks. The technology used in this application is open-source based with an evaluation module that will evaluate the sent program code, assessment, and classification. The evaluation results were then processed in the assessment module, where a comparison process with the test case was performed along with the point calculation. The classification module was used to divide students into five groups based on the point of each practicum. This study used k-means clustering classification method. The entities included were lecturers, assistants, students, and compilers. This application had 2 levels of users namely admin and students. Scoring results were then used in the process of determining the classification of student’s performance based on the k-means clustering method. In connection with the classification test results with three iterations, three practicum scores resulted that the classification process was successfully carried out with student’s performance divided into five groups covering very good, good, sufficient, less, and very less. The data used in the clustering process consisted of 41 students with 10 attributes which were then grouped into 3 groups (clusters).
STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMROGRAMAN DAN BERPIKIR KOMPUTASI: SEBUAH STUDI LITERATUR Yeni Anistyasari; Ekohariadi Ekohariadi; Munoto Munoto
Journal of Vocational and Technical Education (JVTE) Vol. 2 No. 2 (2020): September
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.116 KB) | DOI: 10.26740/jvte.v2n2.p37-44

Abstract

ABSTRAKBerpikir komputasi dianggap sebagai kompetensi penting yang diperlukan untuk beradaptasi dengan teknologi masa depan. Oleh karena itu, berbagai penelitian tentang berpikir komputasi dilakukan oleh para peneliti. Namun, sedikit sekali penelitian yang mengulas tentang bagaimana strategi pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan di mata kuliah pemrograman dasar guna meningkatkan pengetahuan dan berpikir komputasi. Pada artikel ini, dilakukan meta-review dari berbagai penelitian sebelumnya yang telah dipublikasikan di jurnal akademik pada tahun 2006-2019 tentang cara belajar-mengajar, media pembelajaran, dan bahasa pemrograman. Dari hasil studi literatur ditemukan bahwa berpikir komputasi telah diaplikasikan pada ilmu komputer dan bidang ilmu lain. Sebagian besar penelitian menggunakan Project-Based Learning, Problem-Based Learning, Cooperative Learning, dan Game-based Learning. Sebagian besar penelitan berfokus pada pelatihan keterampilan pemrograman dan komputasi matematis, sementara beberapa mengadopsi mode pengajaran lintas domain untuk memungkinkan siswa mengelola dan menganalisis materi berbagai domain dengan komputasi.                                                                                                                 Kata Kunci: Berpikir komputasi, keterampilan pemrograman, dan strategi pembelajaran ABSTRACTComputational thinking is considered an important competency needed to adapt to future technology. Therefore, various studies on computational thinking are carried out by researchers. However, very few studies have reviewed how appropriate learning strategies are applied in basic programming courses to increase knowledge and computational thinking. In this article, a meta-review of various previous studies that have been published in academic journals in 2006-2019 is conducted on teaching and learning methods, learning media, and programming languages. From the results of the literature study it was found that computational thinking has been applied to computer science and other fields of science. Most of the research uses Project-Based Learning, Problem-Based Learning, Cooperative Learning, and Game-based Learning. Most of the research focuses on training mathematical programming and computational skills, while some adopt a cross-domain teaching mode to enable students to compute and analyze material across multiple domains.                                                                                                 Keywords: Computational thinking, learning strategy, and programming skills