Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENERAPAN METODE SMART PADA PEMILIHAN GIZI BALITA TERHADAP COVID-19 DI POSYANDU DESA RAMBUNG SIALANG Muhammad Yasin Simargolang; Muhammad Dedi Irawan; Muhammad Hendrik Koto; Anggika Wardani
Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika Vol 11 No 1 (2022): Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika
Publisher : Program Studi Teknik Informatika - Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/komputa.v11i1.7388

Abstract

Di masa pandemic balita menjadi salah satu kelompok yang rentan terjangkit virus covid-19. Pertumbuhan dan perkembangan balita menjadi perhatian khusus dengan memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsi balita. Posyandu desa Rambung Sialang dengan jumlah balita yang cukup banyak menjadi tugas para tenaga Kesehatan dan kader untuk mengetahui asupan gizi yang tepat pada balita di tengah pandemi. Dengan sistem pendukung keputusan (SPK) maka rekomendasi asupan gizi balita dapat dilakukan. Memanfaatkan metode Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART) yang fleksibel dan sederhana agar dapat merespon kebutuhan pembuat keputusan dan respon Analisa yang cepat maka dapat diperoleh asupan gizi yang dibutuhkan balita. Dengan Kriteria dan bobot yang digunakan yaitu C1 = Menjaga Daya Tahan Tubuh (30%), C2 = Meningkatkan Imun (25%), C3 = Meningkatkan Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh (10%). Lalu alternatif yang digunakan meliputi sayur, buah, dan juga suplemen yang dapat dikonsumsi balita. Dari 26 alternatif yang digunakan, maka hasil yang didapat adalah wortel dengan rangking tertinggi 0,61. Penelitian ini menghasilkan sebuah keputusan dengan menggunakan metode. Penelitian ini menciptakan pilihan hasil dengan menggunakan metode SMART untuk mengetahui rekomendasi sumber asupan gizi balita pada masa pandemi yaitu wortel dengan hasil nilai 0,61.
Expert System for Areca Plant Disease Detection Using Forward Chaining Method Muhammad Dedi Irawan; Helmi Fauzi Siregar; Muhammad Yasin Simargolang; Tika Liana
PIKSEL : Penelitian Ilmu Komputer Sistem Embedded and Logic Vol 8 No 2 (2020): September 2020
Publisher : LPPM Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/piksel.v8i2.2291

Abstract

Areca palm has been widely planted by the people of the Asahan Regency. This plant is cultivated not only by the farmers, but also by many people living in this regency. Therefore, an expert system is needed to help villagers in detecting areca palm desease. In areca palm cultivation, pests and diseases attack always happen. The purpose of this research is to apply an expert system as a tool to diagnose and also provide advice for control. This expert system, in the form of a consultation scenario, can be done by answering every question (yes or no); all answers are compared to the areca palm plants needs based-on expert experience. The inference method used is forward chaining. The output of this system is the types of diseases, percentages, symptoms, definitions, treatment, and prevention. Keywords: Areca Palm, Expert System, Forward Chaining.
Application of The AHP (Analytical Hierarchy Process) Method in Determining Musrenbang Results in Batu Bara District Muhammad Yasin Simargolang; Mawar Nur Fazira
CESS (Journal of Computer Engineering, System and Science) Vol 8, No 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/cess.v8i2.48931

Abstract

Penerapan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dapat membantu sistem dalam menentukan hasil Musrenbang berdasarkan urutan prioritas tertinggi. Pada penelitian ini penerapan metode AHP untuk menentukan hasil akhir musrenbang melibatkan tiga parameter sebagai kriteria yaitu Bidang Kegiatan, Biaya, dan Urutan Prioritas. Masing-masing parameter memiliki sub kategori yang mewakili nilai setiap parameter. Parameter Bidang Kegiatan memiliki tiga sub kategori yaitu infrastruktur, bidang ekonomi, dan sosial budaya. Parameter Biaya memiliki tiga sub kategori yaitu biaya rendah, biaya sedang, dan biaya tinggi. Dan parameter Urutan Prioritas memiliki tiga sub kategori yaitu prioritas tinggi, prioritas sedang, dan prioritas rendah. Berdasarkah hasil pengujian, didapatkan bobot untuk parameter bidang kegiatan yaitu 0.22, bobot parameter biaya yaitu 0.13, dan bobot urutan prioritas yaitu 0.65. Pada sub kategori parameter bidang kegiatan, bidang infrastruktur memiliki bobot sebesar 0.71, bidang ekonomi dan sosial budaya memiliki bobot sebesar 0.14. Pada sub kategori biaya, biaya rendah memiliki bobot sebesar 0.68, biaya sedang memiliki bobot sebesar 0.23, dan biaya tinggi memiliki bobot 0.09. Dan pada sub kategori parameter urutan prioritas, prioritas tinggi memiliki bobot sebesar 0.76, prioritas sedang memiliki bobot sebesar 0.15, dan prioritas rendah memiliki bobot sebesar 0.08. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu mengurutkan usulan kegiatan musrenbang berdasarkan prioritas tertinggi).  The application of the Analytical Hierarchy Process (AHP) method can assist the system in determining Musrenbang results based on the highest priority order. In this study the application of the AHP method to determine the final results of the Musrenbang involved three parameters as criteria, namely Activities, Costs, and Order of Priority. Each parameter has a sub category that represents the value of each parameter. Parameter Field of Activity has three sub-categories, namely infrastructure, economics, and socio-culture. The Cost Parameter has three sub-categories namely low cost, medium cost, and high cost. And the Priority Order parameter has three sub-categories, namely high priority, medium priority, and low priority. Based on the test results, the weight for the parameter of the activity field is 0.22, the weight for the cost parameter is 0.13, and the priority order weight is 0.65. In the sub category of activity parameters, the infrastructure sector has a weight of 0.71, the economic and socio-cultural fields have a weight of 0.14. In the cost sub category, low costs have a weight of 0.68, moderate costs have a weight of 0.23, and high costs have a weight of 0.09. And in the priority order parameter sub category, high priority has a weight of 0.76, medium priority has a weight of 0.15, and low priority has a weight of 0.08. The test results show that the system built is able to sort the proposed musrenbang activities based on the highest priority).Â