Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

THE DEVELOPMENT OF GUIDED INQURY WORK SHEET FOR STUDENT WITH PHYSICS INTERACTIVESIMULATION Yoga Budi Bhakti; Napis Napis
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22611/jpf.v7i2.10308

Abstract

This study aims to develop worksheets of student with the approach guided inquiry with physics the Interactivesimulation in learning.Who discussed subjects of material the momentum and impulses, because this material is still abstract according to high school students and still related to daily life.To overcome the problems so created learning innovation in Interactive form of media that can be pulled like let learn physics students in response.The object of this research is Interactive media based phet simulation designed in accordance with competency standard in 2013 curriculum.Research methods that were used is the method research and development, it would follow the one with the process of addie model was (analysis, design, development, implementation and evaluation). In this research, only reached the stage of development.
Pemanfaatan media pembelajaran Phet simulation dalam eksperimen fisika Dasmo Dasmo; Yoga Budi Bhakti; Napis Napis
Navigation Physics : Journal of Physics Education Vol 1, No 1 (2019): Navigation Physics : Journal of Physics Education Vol. 1 No. 1 Tahun 2019
Publisher : UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/npjpe.v1i1.192

Abstract

The experiment of determining the value of the Planck constant using Simulation Based Laboratory is done in order to compare the value of the Planck constant in theory to the value of the Planck constant through experimentation. This experiment wpas done using PhET simulations. Photoelectric effect is an event where when a beam or photon is worn on a substance, it will release the electron and the electric current. In the equation of photoelectric effect, the most important is a constant, the Planck constant. The result of the experiment obtained the Planck constant value is J. s with a relative error of 0.15%, while based on the theory of the value of the constant Planckis J. S can be concluded that the results of the experiment carried out close to the theory.
Kemampuan Regulasi Diri Dalam Belajar (Self Regulated Learning) Mahasiswa Dalam Pembelajaran Hybrid Pada Mata Kuliah Eksak Dan Non Eksak Nur Rizkiyah; Napis Napis; Edward Alfin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kemampuan regulasi diri dalam belajar (self-regulated learning) mahasiswa dalam pembelajaran hybrid pada mata kuliah eksak dan non-eksak. Hybrid learning menggabungkan komponen pembelajaran daring (online) dan tatap muka (offline) untuk menciptakan pengalaman belajar yang holistik. Kemampuan regulasi diri dalam belajar menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan pembelajaran yang kompleks dan beragam dalam konteks hybrid. Sampel penelitian adalah mahasiswa pendidikan matematika semester gasal tahun akademik 2022/2023 sebanyak 100 mahasiswa melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner regulasi diri dalam belajar yang teridri dari 19 butir pernyataan. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner untuk mengukur kemampuan regulasi diri dalam belajar. Hasil penelitian kemampuan regulasi diri dalam belajar (self regulated learning) mahasiswa menunjukkan 74% memiliki kategori sangat baik, 23% baik, dan 3% cukup. Temuan penelitian menunjukkan kemampuan regulasi diri dalam belajar mahasiswa dalam pembelajaran hybrid baik pada mata mkuliah baik eksak dengan rerata 74,86 maupun non eksak memiliki kemampuan yang hampir sama dengan rerata skor 75,92. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengikuti pembelajaran hybrid dapat mengontrol belajarnya secara mandiri. Dengan kata lain mahasiswa dalam mengikuti mata kuliah baik eksak maupun non eksak dalam pembelajaran hybrid dapat mengontrol aktivitas pembelajarannya secara mandiri.
Kreativitas Guru Dalam Pemanfaatan Aplikasi Google Form Sebagai Instrumen Evaluasi Hasil Belajar Matematika Dan IPA Napis Napis; Arif Rahman Hakim; M. Tohimin Apriyanto; Muhamad Farhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v9i1.542

Abstract

Pemanfaatan google forms dalam pembelajaran online sebagai instrumen evaluasi hasil belajar Matematika dan IPA menuntut kreativitas seorang guru. Dalam menjawab tantangan tersebut, maka diperlukan suatu pelatihan dan pendampingan dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pelatihan diberikan kepada guru Yayasan Sahabat Sunnah Jakarta Timur, sebagai solusi yang ditawarkan atas permasalahan dan kebutuhan akan pemanfaatan google form sebagai instrumen evaluasi hasil belajar. Dalam menyusun instrumen evaluasi hasil belajar diperlukan suatu kreativitas agar dapat menghasilkan instrumen yang sesuai dengan kaidah dan kebutuhan peserta didik. Kegiatan yang dilaksanakan dengan melalui beberapa langkah, yaitu: (1) Observasi, (2) Diskusi, (3) Pelatihan, dan (4) Pendampingan secara keseluruhan mendapat respons positif dari peserta pelatihan. Hal ini dapat dilihat dari antusias peserta selama pemberian materi dan sesi tanyajawab sekaligus diskusi hangat perihal memanfaatkan aplikasi google form untuk perencanaan dan pelaksanaan evaluasi hasil belajar. Sebelum ada pelatihan, para peserta belum bisa menyusun instrumen dengan memanfaatkan google forms dalam pembelajaran online dan setelah ada pelatihan, para peserta menjadi kreatif perihal menyusun instrumen memanfaatkan google forms dalam pembelajaran online. Rangkaian kegiatan pelatihan ini berdampak positif yaitu dapat menumbuhkan kreativitas guru hingga menghasilkan instrumen evaluasi hasil belajar yang jauh lebih baik dalam format google form untuk mendukung pembelajaran online yang memenuhi syarat validitas dan reliabilitas.
ANALISIS KESULITAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL BARISAN DAN DERET GEOMETRI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Ade Nur Isnaini; Arsyi Pramudya Mahardika; Bagas Aditya; Napis Napis
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9210

Abstract

This study aims to determine the difficulties students experience in working on problems on geometric sequences and series. The type of research used is descriptive qualitative. The subjects studied were 10 students of class X-5 SMA Putra Bangsa, Depok City, based on the results of daily tests that were below the Minimum Completion Minimum (KKM). The test was given as many as 5 essay questions in the form of stories. The results of the study showed that the causes of difficulties experienced by students in solving geometric sequences and series problems included: 1) difficulties in distinguishing geometric sequences and series problems, 2) difficulties in understanding the intended problem and difficulties in translating it into mathematical sentences, 3) difficulties in solving problems related to geometric sequences and series material, sometimes students are confused by the questions asked in the problem, 4) students' difficulties when answering questions and entering formulas. This is as from the analysis it is known that the highest percentage of students' difficulties in solving story problems on geometric sequences and series reaches 71%. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan siswa dalam mengerjakan soal pada materi barisan dan deret geometri. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuallitatif. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas X-5 SMA Putra Bangsa Kota Depok sebanyak 10 siswa berdasarkan pada hasil ulangan harian yang berada dibawah KKM. Tes diberikan sebanyak 5 butir soal  essay berbentuk cerita. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal barisan dan deret geometri diantaranya: 1) kesulitan dalam membedakan soal barisan dan deret geometri, 2) kesulitan memahami soal yang di maksud dan kesulitan dalam menerjemahkan kedalam kalimat matematika, 3) kesulitan dalam menyelesaikan soal berkaitan dengan materi barisan dan deret geometri terkadang siswa  terkecoh dengan pertanyaan yang ditanyakan pada soal, 4) kesulitan siswa pada saat menjawab soal dan memasukan rumus. Hal ini sebagaimana dari analisis diketahui bahwa presentase tertinggi kesulitan siswa dalam melakukan penyelesaiann soal cerita pada barisan dan deret geometri mencapai 71% .