M. Tohimin Apriyanto
Universitas Indraprasta PGRI

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kontribusi Kecerdasan Emosional Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika Muhamad Farhan; Arif Rahman Hakim; M. Tohimin Apriyanto
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i3.1867

Abstract

Lemahnya penerapan kecerdasan emosional dalam pembelajaran matematika menyebabkan matematika dianggap sulit oleh siswa. Hal ini menjadi sebab munculnya krisis motivasi dalam belajar matematika. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui secara empiris kontribusi kecerdasan emosional terhadap motivasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa salah satu SMP Islam Terpadu di Jakarta Selatan, dengan sampel 69 siswa. Instrumen yang digunakan berupa angket kecerdasan emosional dan angket motivasi belajar siswa, masing-masing 30 pernyataan dengan acuan skala Likert. Analisis data dilakukan dengan analisis korelasional teknik regresi sederhana berbantuan SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan kecerdasan emosional memberikan kontribusi yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika yaitu sebesar 14,3%, sedangkan 85,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kecerdasan emosional perlu diperhatikan dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. The weak application of emotional quotient in learning mathematics causes mathematics to be considered difficult by students. This is the cause of the emergence of a crisis of motivation in learning mathematics. This research was conducted to empirically determine the contribution of emotional quotient to students' learning motivation. The research method used is the survey method. The research population is all students of one of the Integrated Islamic Middle Schools in South Jakarta, with a sample of 69 students. The instruments used were emotional quotient questionnaires and student learning motivation questionnaires, each containing 30 statements concerning the Likert scale. Data analysis using correlational analysis with a simple regression technique assisted by SPSS 16.0. The results showed that emotional quotient made a significant contribution to students' motivation in learning mathematics, namely 14.3%, while 85.7% was influenced by other variables not examined. Emotional intelligence needs to be considered in learning mathematics to increase student learning motivation.
Kreativitas Guru Dalam Pemanfaatan Aplikasi Google Form Sebagai Instrumen Evaluasi Hasil Belajar Matematika Dan IPA Napis Napis; Arif Rahman Hakim; M. Tohimin Apriyanto; Muhamad Farhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v9i1.542

Abstract

Pemanfaatan google forms dalam pembelajaran online sebagai instrumen evaluasi hasil belajar Matematika dan IPA menuntut kreativitas seorang guru. Dalam menjawab tantangan tersebut, maka diperlukan suatu pelatihan dan pendampingan dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pelatihan diberikan kepada guru Yayasan Sahabat Sunnah Jakarta Timur, sebagai solusi yang ditawarkan atas permasalahan dan kebutuhan akan pemanfaatan google form sebagai instrumen evaluasi hasil belajar. Dalam menyusun instrumen evaluasi hasil belajar diperlukan suatu kreativitas agar dapat menghasilkan instrumen yang sesuai dengan kaidah dan kebutuhan peserta didik. Kegiatan yang dilaksanakan dengan melalui beberapa langkah, yaitu: (1) Observasi, (2) Diskusi, (3) Pelatihan, dan (4) Pendampingan secara keseluruhan mendapat respons positif dari peserta pelatihan. Hal ini dapat dilihat dari antusias peserta selama pemberian materi dan sesi tanyajawab sekaligus diskusi hangat perihal memanfaatkan aplikasi google form untuk perencanaan dan pelaksanaan evaluasi hasil belajar. Sebelum ada pelatihan, para peserta belum bisa menyusun instrumen dengan memanfaatkan google forms dalam pembelajaran online dan setelah ada pelatihan, para peserta menjadi kreatif perihal menyusun instrumen memanfaatkan google forms dalam pembelajaran online. Rangkaian kegiatan pelatihan ini berdampak positif yaitu dapat menumbuhkan kreativitas guru hingga menghasilkan instrumen evaluasi hasil belajar yang jauh lebih baik dalam format google form untuk mendukung pembelajaran online yang memenuhi syarat validitas dan reliabilitas.