Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF ISLAMIC COMMUNITY AND DEVELOPMENT

PERAN PENYULUH AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN IBADAH SHALAT PADA REMAJA DI KELURAHAN KABONENA KECAMATAN ULUJADI KOTA PALU Muh Alkindi; Adam Adam; Fitriningsi Fitriningsi
Journal of Islamic Community and Development Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Islamic Community and Development
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jicd.v2i2.2534

Abstract

Peran Penyuluh Agama Islam dalam Pembinaan Ibadah salat pada Remaja Kelurahan Kabonena Kecamatan Ulujadi Kota Palu. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah: (1) Peran Penyuluh Agama Islam dalam Pembinaan Ibadah salat pada Remaja di Kelurahan Kabonena Kecamatan Ulujadi Kota Palu. (2) Bagaimana metode yang di gunakan dalam pembinaan ibadah salat pada remaja di Kelurahan Kabonena Kecamatan Ulujadi Kota Palu. (3) apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat bagi Penyuluh Agama Islam dalam pembinaan ibadah salat pada remaja di Kelurahan Kabonena Kecamatan Ulujadi Kota Palu. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, subjek penelitian ini adalah penyuluh agama dalam pembinaan ibadah salat pada remaja. Hal ini berdasarkan berdasarkan studi kasus peneliti di lapangan. Hasil penelitian peran penyuluh agama Islam dalam pembinaan ibadah salat pada remaja, penyuluh sangat berperan melalui program kultum yang dilakasanakan oleh penyuluh, memberikan bimbingan dalam pembinaan penuyuluhan keagamaan dengan menggunakan metode yaitu membangun hubungan iteraktif kepada remaja, berdakwah di dalam masjid menyampaikan keutamaan salat. Faktor pendukung dari dalam yaitu pegawai syara, sedangkan faktor pendukung dari luar yaitu orang tua. Faktor penghambat dari dalam yaitu kurangnya penyuluh dan kurangya fasilitas kendaraan bagi penyuluh agama Islam, Faktor penghambat dari luar kurangnya anggaran dari pemerintah Kota Palu, kurangnya perhatian orang tua dan kurangya dukungan masyarakat. Dari kesimpulan yang diperoleh implikasi penelitian ini adalah (1) Mengingat pentingnya melaksanakan salat dalam kehidupan ini, maka diharapkan kepada para penyuluh agama Islam agar memberikan binaan dan pengetahuan melalui dakwah agar remaja lebih paham terhadap pentingnya ibadah salat renaja khusunya di Kelurahan Kabonena (2) Kepada para orang tua harus selalu memberikan arahan kepada anaknya bahwa salat itu adalah kewajiban manusia yang beragama Islam. (3) Kepada pihak pemerintah Kelurahan Kabonena haruslah memberi motivasi dan dukungan baik moral ataupun spritual kepada para remaja agar besemangat melaksanakan kegiatan yang bersifat keagamaan (4) Kepada masyarakat khusunya orang tua Kelurahan Kabonena Kecamatan Ulujadi agar dapat memberikan dukungan moril kepada para remaja dan jadilah contoh yang baik bagi para remaja.
PERAN DINAS SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DALAM PENANGGULANGAN TINGKAT KEMISKINAN DI KELURAHAN BOYAOGE KECAMATAN TATANGA KOTA PALU Eka Rifka Rifka; Adam Adam; Samsinas Samsinas
Journal of Islamic Community and Development Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Islamic Community and Development
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jicd.v2i2.2535

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik triangulasi data sumber digunakan sebagai teknik keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukan peran Dinas Sosial Kota Palu dalam upaya pemberdayaan masyarakat melalui program keluarga harapan (PKH) meningkatkan kualitas sumber daya manusia pada kelompok masyarakat dengan kesehatan,pelayanan pendidikan, dan pelayanan kesejahteraan sosial, Faktor pendukung Dinas Sosial. Dalam melaksanakan Program Keluarga Harapan (PKH) adanya dukungan dari pemeritah serta antusias dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH. Sedangkan hambatan dalam upaya pemberdayaan masyarakat melalui Program Keluarga Harapan di antaranya adalah pendataan kependudukan masyarakat miskin yang tidak lengkap sehingga menjadi kendala bagi pihak PKH. Dalam meratakan pemberian penerima bantuan PKH, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai Program Kelurga Harapan. Di harapkan kepada pemerintah untuk melakukan pendataan kepada masyarakat miskin sehingga penerima bantuan merata kemudian di harapakan juga kepada tim Program Keluarga Harapan melakukan pendekatan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat lebih mengerti tentang Program Keluarga Harapan serta masyarakat keluarga penerima manfaat (KPM), taat terhadap aturan program pemerintah yaitu Program Keluarga Harapan (PKH).