Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pemikiran Politik Islam Al-Syaibani: Landasan Teoritis dan Implikasinya dalam Kebijakan Publik Syera Saffina; Azmia Siti Munasifah; Adam Adam; Lina Marlina
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 2 (2025): Mei: Journal of Islamic Economics and Finance
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jureksi.v3i2.2622

Abstract

Muhammad bin Al-Hasan Al-Syaibani (132-189 H/749-805 AD) was a leading fiqh expert and main student ofImam Abu Hanifah who played an important role in the development of the Hanafi School.Born in Wasith, Iraq, Al-Syaibani studied from great scholars such as Abu Hanifah, Abu Yusuf, Imam Malik, and Sufyan ats-Tsauri, combining the traditions ofahl al-ra'yi (Iraq) and ahl al-hadith (Medina).His works, such as Zhahir al-Riwayah (including Al-Jami' al-Kabir and Al-Siyar al-Kabir) and Al-Nawadir, have become major references in Hanafi jurisprudence. Al-Syaibani's political thought emphasizes the concept of a sharia-based state, social justice and accountable leadership. He divided the economic system into four sectors (agriculture, commerce, industry, and rent) with a focus on collective welfare. In international law (Al-Siyar al-Kabir), he formulated principles of relations between Muslims and non-Muslims, ethics of war, and diplomacy that have been influential until the modern era. This study analyzes the relevance of his thoughts in contemporary contexts, including Islamic economics, social justice, and international law, as well as the challenges in adapting his ideas amidst globalization. Al-Shaibani's thoughts offer an integrative framework between spirituality, morality, and governance practices,making them relevant to contemporary discussions of Islamic politics and economics.
Farmasi dan Kosmetik Halal: Konsep, Regulasi, Tantangan, dan Kontribusinya terhadap Industri Halal di Indonesia Azmia Siti Munasifah; Syera Saffina; Adinda Farhania Ma’rufa; Lina Marlina
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i2.5914

Abstract

Industri halal memiliki peran strategis sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi global dan nasional, seiring dengan meningkatnya populasi Muslim serta kesadaran konsumen terhadap pentingnya jaminan halal. Sektor farmasi dan kosmetik halal merupakan subsektor penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan, kepercayaan, dan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, regulasi, tantangan, dan kontribusi farmasi serta kosmetik halal terhadap perkembangan industri halal di Indonesia dengan menggunakan metode studi pustaka dan kajian konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip halal-thayyib menegaskan produk tidak hanya halal menurut syariat, tetapi juga bersih, aman, dan bermanfaat. Regulasi nasional seperti Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal telah memperkuat kepastian hukum, namun implementasinya menghadapi tantangan berupa ketergantungan tinggi pada bahan baku impor, biaya sertifikasi yang relatif mahal, serta rendahnya kesadaran pelaku usaha dan konsumen terhadap pentingnya sertifikasi halal. Meskipun demikian, subsektor farmasi dan kosmetik halal terbukti berkontribusi positif terhadap peningkatan kepercayaan konsumen, memperluas peluang ekspor, dan memperkuat daya saing industri nasional di pasar domestik maupun internasional. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya penguatan regulasi, peningkatan literasi halal, serta pendampingan UMKM dalam proses sertifikasi agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, melainkan mampu tampil sebagai pusat industri halal global yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan.
Memahami Jaminan Sosial Indonesia: Kajian Integratif BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan Konsep Asuransi Sosial. Eva Dwi Suciati; Syera Saffina; Rimarsha Desta Anjani; Joni; Raihani Fauziah
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i2.5927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran sistem jaminan sosial di Indonesia yang diimplementasikan melalui BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan dalam perspektif asuransi sosial dan ekonomi syariah. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui kajian literatur, penelitian ini menganalisis konsep, fungsi, dan tantangan pelaksanaan jaminan sosial nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPJS Kesehatan berperan dalam menjamin akses pelayanan kesehatan secara merata melalui skema iuran peserta berbasis prinsip gotong royong, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan ekonomi bagi pekerja dari risiko kecelakaan kerja, hari tua, pensiun, dan kematian. Prinsip utama yang mendasari sistem ini adalah solidaritas, kewajiban iuran, dan keberlanjutan yang mencerminkan nilai keadilan sosial dalam Pancasila dan UUD 1945. Meskipun demikian, tantangan masih ditemukan dalam hal pemerataan kepesertaan, keberlanjutan pembiayaan, dan kualitas layanan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan regulasi, peningkatan kesadaran masyarakat, serta inovasi digital dalam mewujudkan sistem jaminan sosial yang berkeadilan, berkelanjutan, dan sesuai dengan prinsip ekonomi syariah.