Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DETEKSI DINI KANKER CERVIKS DI KLINIK MARIANA Rinawati Sembiring; Ruth Donda Eleonora Panggabean
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 1 (2020): VOL. 2 NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakData yang diperoleh dari Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia terjadi peningkatan kasus kanker serviks dan berdampak terjadinya kematian. Jumlah kasus kanker serviks pada tahun 2013 sejumlah 98.962 kasus,dan sekitar 90-100 kasus kanker serviks baru terjadi, berarti setiap satu atau dua hari selalu terjadi satu kasus kanker serviks pada wanita. Peningkatan kematian diakibatkan kanker serviks dikarenakan keterlambatan penanganan yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan wanita tentang tanda gejala kanker serviks dan upaya pencegahan yang dilakukan. Terjadinya peningkatan kematian akibat kanker serviks diduga karena keterlambatan penanganan, dikarenakan ketidaktahuan wanita tentang predisposisi dan bagaimana upaya pencegahan kanker serviks dapat dilakukan. Dari penelitian sebelumnya di Klinik Mariana masih didapati mayoritas (68 %) ibu yang aktif secara seksual memiliki pengetahuan yang kurang tentang kanker serviks. Kegiatan ini berupa penyuluhan dan konsultasi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan wanita tentang tanda gejala ibu terdiagnosa kanker serviks, tahap pengobatan kanker serviks dan pencegahan agar tidak terkena kanker serviks. Kegiatan ini diikuti 32 wanita yang sudah menikah atau yang aktif seksual. Hasil kegiatan ini mayoritas peserta pengetahuan baik (83%) tentang kanker serviks. Kegiatan ini berdampak langsung meningkatkan pengetahuan yang lebih baik bagi peserta. Kata Kunci :  Pendidikan kesehatan, Deteksi dini, Kanker serviks
An Analysis of Factors Related to the Preparedness of Health Workers at the Harian Community Health Center, Samosir Regency Gultom, Jonri; Rinawati Sembiring; Janno Sinaga; Kesaktian Manurung; Donal Nababan
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/2e95d808

Abstract

Health workers at primary health care facilities, such as community health centers (puskesmas), play a crucial role in all phases of disaster management. However, their preparedness often remains suboptimal due to limited training, experience, and coordination capacity. This study aimed to analyze factors associated with disaster preparedness among health workers at Harian Community Health Center, Samosir Regency. A quantitative research with a cross-sectional design was applied. The total population of 51 health workers was included using a total sampling technique. Data were collected using a structured questionnaire validated for reliability and accuracy, and analyzed using chi-square and multiple logistic regression tests. The results showed significant relationships between disaster management training (p=0.043), involvement in disaster response (p=0.008), participation in the Rapid Response Team (TGC) (p=0.012), knowledge (p=0.035), and attitude (p=0.049) with disaster preparedness. In contrast, age (p=0.471), gender (p=1.000), education level (p=0.323), and work experience (p=0.750) were not significantly related. Multivariate analysis identified participation in the TGC as the most dominant factor influencing preparedness, with Exp(B) = 21.635. These findings highlight the need to strengthen disaster preparedness at the primary care level through regular training, simulation exercises, and empowerment of TGC teams as key components of the health emergency response system