Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IDENTIFICATION OF PHYSIOLOGICAL AND PSYCHOLOGICAL CHANGES DURING MENOPAUSE IN BIREUEN DISTRICT, ACEH PROVINCE Irma Fitria; Dewi Maritalia; Herrywati Tambunan
Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal Vol. 7 No. 4 (2023): Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, October 2023
Publisher : UNIVERSITAS AIRLANGGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/imhsj.v7i4.2023.338-355

Abstract

Background: Menopause is a physiological condition in women where the end of the reproductive period due to the cessation of the menstrual cycle for 12 consecutive months naturally. During menopause, the production of the hormones oestrogen and progesterone by the ovaries decreases and stops, thus causing changes in the hormonal system in the body that can affect physiological changes in the body as well as psychological changes and will have an impact on the woman's next life. Method: This study aims to identify physiological and psychological changes experienced by women during menopause.  The research method is descriptive survey research, the population is all menopausal women who live in Bireuen Regency. The sampling technique used random sampling which was taken based on the Slovin formula totalling 392 respondents. The research instrument was a questionnaire distributed to respondents from 11 August to 05 September 2023 during the Elderly Posyandu at the Puskesmas. Data processing and analysis were carried out univariately for each variable of physiological changes and psychological changes using descriptive static tests. Result: The results of the study for physiological changes showed that the majority of respondents experienced difficulty sleeping, visual disturbances, had heart disease, did not experience respiratory problems, experienced changes in appetite, did not experience urinary disorders, experienced skin changes, experienced joint pain, experienced heat on the face. In psychological changes, they experience mood swings, feel tired and lack of enthusiasm and experience memory impairment. Conclusion: It is suggested that it is necessary to provide special support and attention to women in menopause so that they can go through menopause comfortably and happily so that it will reduce the level of dependence on others.
HUBUNGAN PERSEPSI IBU TENTANG KOLOSTRUM TERHADAP PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEUSANGAN SELATAN KABUPATEN BIREUEN Nurul Hayati; Nuraina; Herrywati Tambunan
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan UMTAS
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/bimtas.v9i1.7284

Abstract

Kolostrum adalah suatu cairan yang keluar pada tiga hari pertama setelah kelahiran bayi sebanyak 2-10 ml dalam setiap proses menyusui per harinya. Pemberian kolostrum pada bayi baru lahir sangat penting karena kolostrum mengandung nutrisi dan zat kekebalan tubuh yang dibutuhkan bayi di awal kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi ibu tentang kolostrum terhadap perilaku Ibu dalam pemberian kolostrum pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Peusangan Selatan Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif surve analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 32 Ibu nifas yang dipilih melalui Total sampling di Wilayah kerja Puskesmas Peusangan Selatan. Instrumen yang digunakan adalah tentang persepsi Ibu dan Perilaku Ibu. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji Chie_Square. Hasil penelitian menunjukkan yang tertinggi menurut umur ibu 30-45 sebanyak 21 responden (65,6%), pendidikan SMA sebanyak 26 responden (81,3%), pekerjaan IRT sebanyak 28 responden (87,5%), perilaku pemberian kolostrum dari 32 responden, dapat diketahui frekuensi tertinggi ibu yang tidak memberikan kolostrum pada bayi baru lahir sebesar 27 responden (84,4%). Bivariat menunjukan hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square diperoleh hasil ρ=0,015. Hal ini menunjukkan ρ-value ≤0,05 yang artinya dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan persepsi Ibu tentang kolostrum terhadap perilaku Ibu dalam pemberian kolostrum pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Peusangan Kabupaten Bireuen.
PENYULUHAN PENCEGAHAN ANEMIA DAN PEMERIKSAAN HB PADA IBU HAMIL DI DESA MATANG SAGOE KECAMATAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN Herrywati Tambunan; Nuraina Nuraina; Purnama Setiabudi; Noratul Ikhram; Munawwarah Munawwarah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan berkurangnya hemoglobin dalam tubuh. Hemoglobin adalah suatu metaloprotein yaitu protein yang mengandung zat besi di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Anemia pada masa kehamilan memberikan dampak pada kehamilan, persalinan dan nifas yaitu keguguran, partus prematurus, inersia uterus, partus lama, atonia uteri, syok, afribinogenemia, infeksi intrapartum dan dalam nifas, dan payah jantung. Anemia yang terjadi pada ibu hamil berkontribusi dalam meningkatkan angka kesakitan dan kematian ibu dan janin yang dikandungnya. Anemia pada ibu hamil dapat menjadi penyebab perdarahan post partum dan menjadi penyebab kematian tidak langsung pada ibu. Prevalensi anemia pada wanita hamil di Indonesia berkisar 20-80%, tetapi pada umumnya banyak penelitian yang menunjukkan lebih besar yaitu 50%. Di wilayah Indonesia bagian barat tergolong tinggi, Aceh 56,6%. Untuk memperkecil risiko terjadinya anemia pada ibu hamil tersebut diperlukan pencegahan dan dukungan serta dilakukan oleh semua pihak baik ibu hamil itu sendiri, keluarga, petugas kesehatan dan masyarakat. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya asupan gizi yang cukup untuk perkembangan bayinya, melakukan pemeriksaan kehamilan minimal 4 kali selama hamil, mengkonsumsi zat besi bagi ibu hamil minimal 90 tablet selama kehamilan, melakukan pemeriksaan Hb ibu hamil pada trimester I dan III. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan, pemahaman, sikap dan perilaku masyarakat khususnya ibu hamil tentang pencegahan anemia. Hasil dari kegiatan setelah dilakukan kegiatan penyuluhan pengetahuan masyarakat khususnya ibu hamil tentang anemia dan cara pencegahan anemia mengalami peningkatan.Kata Kunci: Pencegahan Anemia, Pemeriksaan Hb, Ibu hamilAnemia is a condition characterized by reduced hemoglobin in the body. Hemoglobin is a metalloprotein, namely a protein containing iron in red blood cells that functions as a carrier of oxygen from the lungs throughout the body. Anemia during pregnancy has an impact on pregnancy, labor and childbirth, namely miscarriage, premature parturition, uterine inertia, prolonged labor, uterine atony, shock, afribinogenemia, intrapartum and puerperal infections, and heart failure. Anemia that occurs in pregnant women contributes to increasing morbidity and mortality rates for mothers and their fetuses. Anemia in pregnant women can be a cause of postpartum hemorrhage and an indirect cause of death in the mother. The prevalence of anemia in pregnant women in Indonesia ranges from 20-80%, but in general many studies show it is higher, namely 50%. In the western part of Indonesia it is classified as high, Aceh 56.6%. To minimize the risk of anemia in pregnant women, prevention and support are needed and this is carried out by all parties, both the pregnant woman herself, her family, health workers and the community. Prevention efforts that can be done are increasing pregnant women's knowledge about the importance of adequate nutritional intake for the development of their babies, carrying out prenatal checks at least 4 times during pregnancy, consuming iron for pregnant women at least 90 tablets during pregnancy, carrying out Hb checks for pregnant women in the first trimester and III. The purpose of this community service is to increase knowledge, understanding, attitudes and behavior of the community, especially pregnant women, regarding anemia prevention. The results of the activities after conducting community knowledge outreach activities, especially pregnant women about anemia and how to prevent anemia have increased.Keywords: Prevention of Anemia, Hb Examination, Pregnant Women