Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Nilai Estetika Tari Gambang Semarang pada Komunitas Gambang Semarang Art Company Tristiani, Vina Dwi; Lanjari, Restu
Jurnal Seni Tari Vol 8 No 2 (2019): Kajian Tekstual dan Kontekstual Tari Nusantara
Publisher : Department of Drama, Dance, and Music Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.55 KB) | DOI: 10.15294/jst.v8i2.35180

Abstract

Tari Gambang Semarang merupakan salah satu bagian dari pertunjukan Kesenian Gambang Semarang yang dibawakan oleh Gambang Semarang Art Company sebagai hasil akulturasi budaya Cina-Jawa di Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan nilai keindahan Tari Gambang Semarang yang meliputi aspek bentuk, isi dan penampilan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan estetis koreografis dan struktural. Sumber data yang diperoleh berupa person (orang), place (tempat), proccess (kegiatan), dan paper (dokumentasi). Hasil penelitian menunjukkan Tari Gambang Semarang tidak memiliki pola pertunjukan khusus, elemen pertunjukan meliputi tema, gerak, rias dan busana, iringan, tata teknik pentas serta pelaku memiliki makna mengenai penggambaran emosi, sikap manusia dalam kehidupan yang dikemas dengan suasana gembira. Keunikan ragam gerak lingar menjadi ciri khas dan perbedaan dengan tari khas Semarang lainnya, selain itu ragam gerak dasar lain yang digunakan yaitu ngeyek, ngondhek, dan genjot. Saran bagi pelaku kesenian Gambang Semarang dapat terus melestarikan Tari Gambang Semarang dengan tetap menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung pada setiap aspeknya.
STRATEGI KONSERVASI KESENIAN TRADISI (STUDI KASUS KESENIAN BARONGAN EMPU SUPO DI DESA NGAWEN KABUPATEN BLORA) Endik Guntaris, Endik Guntaris; Lanjari, Restu
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 2 (2015): Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.238 KB) | DOI: 10.15294/jst.v4i2.9589

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis bentuk pertunjukan dan strategi konservasi yang dilakukan grup Barongan Empu Supo dalam mengembangkan pertunjukannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif , dengan fokus penelitian strategi konservasi kesenian tradisi yang dilakukan oleh grup Barongan Empu Supo dalam mengembangkan bentuk pertunjukannya. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara mereduksi, penyajian data dan menyimpulkan semua informasi secara benar. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi yang diterapkan pada grup kesenian Barongan Empu Supo adalah mengembangkan bentuk pertunjukannya yang di bagi menjadi dua sub yaitu pengembangan aspek-aspek pertunjukan dan penyebaran pertunjukannya. Pengembangan aspek-aspek pertunjukan meliputi, pemain, gerak, iringan, rias dan busana, sampai dengan tempat pertunjukannya, dan penyebaran pertunjukannya meliputi dua hal yaitu perluasan wilayah pengenalannya serta frekuensi pertunjukannya. Strategi yang sudah diterapkan oleh grup Barongan Empu Supo, menjadikan grup Barongan Empu Supo mampu menarik minat para pendukungnya dan menjadi seni pertunjukan yang pantas untuk dipertunjukan pada era masa kini.
NILAI ESTETIS PERTUNJUKAN TRADISIONAL JATHILAN TUO DI DESA KABUPATEN MAGELANG Susanti, Widya; lanjari, restu
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 1 (2015): Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.448 KB) | DOI: 10.15294/jst.v5i1.9727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan nilai estetis apa yang terkandung dalam pertunjukan tradisional Jathilan Tuo. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan estetis koreografi, pendekatan estetika, dan pendekatan emik. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori Adshead. Teori tersebut adalah mengenali dan mendeskripsikan komponen-komponen pertunjukan, memahami hubungan antara komponen pertunjukan, melakukan interpretasi gerak pertunjukan, dan melakukan evaluasi. Aspek bentuk yang meliputi gerak dalam pertunjukan tradisional Jathilan Tuo menggunakan gerak yang bertempo pelan seperti gerak paten, tanjak kanan, perangan dan onclang dengan menggunakan intensitas tenaga yang sedikit dan volume ruang yang kecil, serta gerak yang bertempokan cepat seperti gerak sirig dan lampah tigo dengan intensitas tenaga yang besar dan volume ruang yang lebar dengan iringan musik berupa gamelan Jawa serta tambahan alat musik simbal-krecek yang bertempo pelan dan cepat, serta dipadu padankan dengan tata rias menggunakan rias korektif yang memperjelas garis pada wajah dan di lengkapi dengan tata busana Jawa lengkap yang digunakan para penari Jathilan Tuo sehingga pertunjukan tradisional Jathilan Tuo terkesan ritmis, dinamis dan kesan kegagahan terlihat pada pertunjukannya.  
Jonggan Dayak Kanayatn Dance: Study of Educational Values in The Learning Process in Elementary Schools Mukhlisin, Mukhlisin; Hartono, Hartono; Lanjari, Restu
Catharsis Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/catharsis.v8i4.37181

Abstract

The learning process is inseparable from the educational values that occurs during the learning and teaching activities taking place, and also in the learning process of Jonggan Dayak Kanayatn Dance. This study examined the educational value in the learning process of Jonggan Dayak Kanayatn Dance in elementary schools. This research used qualitative method and educational approach. Data collection used observation, interview and document study technique. Data analysis procedures used data reduction, data presentation and data verification. Analysis of the educational value in the learning process of Jonggan Dayak Kanayatn Dance used Rosyadi and Hasbullah Analysis. The validity of the data in this study used triangulation of data sources. The results of the study were: 1). Religious Value; 2). Discipline Value; 3). Responsibility Value; 4). Independence Value; 5). Tolerance Value and Hard Work Value. Specifically, the findings in the Jonggan Dayak Kanayatn Dance learning process, there was an educational value that is reflected in the Jonggan Dayak Kanayatn Dance learning process in Elementary Schools. The benefits of the results of this study can be used as a reference in dance learning in particular and in learning other arts in general.
Pendampingan Bembo Craf dalam Pembuatan Desain Busana Tari Berbahan Enceng Gondok di Kabupaten Semarang Lestari, Wahyu; Lanjari, Restu; Iryanti, Veronica Eny; Sriyadi, Sriyadi; Nindrayani, Satitra
Varia Humanika Vol 2 No 2 (2021): Publish
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vh.v2i2.51327

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat Mandiri bagi dosen bekerja sama dengan Bembo Craf, Dusun Kesongo, Kabupaten Semarang. Tujuan pengabdian adalah memberikan pendampingan kepada Bembo Craf yang berkecimpung dibidang hand craf untuk produk kerajinan tangan seperti berbagai bentuk souvenir, tas, sandal, bahkan barang rumah tangga lainya seperti meja dan kursi, semua dibuat dengan menggunakan bahan dasar pengolahan enceng gondok. Pendampingan yang dilakukan yaitu pembuatan desain busana tari berbahan enceng gondok. Enceng gondok merupakan salah satu tumbuhan yang hidup subur di daerah rawa pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Metode pelaksanaan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Mandiri, dilaksanakan melalui berbagai tahapan, mulai dari tahap persiapan, tahap proses, tahap pelaksanaan sampai tahap produksi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan WAG. Hasil dari kegiatan pendampingan berupa sebuah produk, desain busana tari yang terdiri dari irah-irahan, sumping, kalung, kelat bahu, slempang, roncen, sabuk, uncal, boro, samir, binggel, celana dan baju. Busana tari inovatif, digunakan sebagai alternatif bagi para pelaku kesenian tradisional kerakyatan, dalam menggunakan busana tari, karena dengan bahan enceng gondok akan lebih terjangkau harganya. Desain Busana tari berbahan enceng gondok, diharapkan dapat direalisasi menjadi busana tari pada kegiatan PKM selanjutnya.
Jonggan Dayak Kanayatn Dance: Study of Educational Values in The Learning Process in Elementary Schools Mukhlisin, Mukhlisin; Hartono, Hartono; Lanjari, Restu
Catharsis Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/catharsis.v8i4.37181

Abstract

The learning process is inseparable from the educational values that occurs during the learning and teaching activities taking place, and also in the learning process of Jonggan Dayak Kanayatn Dance. This study examined the educational value in the learning process of Jonggan Dayak Kanayatn Dance in elementary schools. This research used qualitative method and educational approach. Data collection used observation, interview and document study technique. Data analysis procedures used data reduction, data presentation and data verification. Analysis of the educational value in the learning process of Jonggan Dayak Kanayatn Dance used Rosyadi and Hasbullah Analysis. The validity of the data in this study used triangulation of data sources. The results of the study were: 1). Religious Value; 2). Discipline Value; 3). Responsibility Value; 4). Independence Value; 5). Tolerance Value and Hard Work Value. Specifically, the findings in the Jonggan Dayak Kanayatn Dance learning process, there was an educational value that is reflected in the Jonggan Dayak Kanayatn Dance learning process in Elementary Schools. The benefits of the results of this study can be used as a reference in dance learning in particular and in learning other arts in general.
Optimalisasi Peran Sanggar Tari Dalam Mendukung Pemajuan Kebudayaan Serta Pendayagunaan Ruang Terbuka Publik di Kota Semarang Lanjari, Restu; Purwani, Neli; Bisri, Moh Hasan; Sari, Lisfatika; Kusumaningtyas, Denada Widya
Varia Humanika Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vh.v4i2.75363

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memanfaatkan ruang terbuka publik untuk berekspresi tari. Ruang publik yang dimaksud dalam hal ini adalah ruang bersama yang mudah diakses setiap saat oleh seluruh masyarakat, yaitu sebagai tempat/lokasi untuk bermain, bersantai, berekreasi, dan belajar. Ruang publik yang artinya berupa taman kota, pedestrian, serta bukan ruang untuk aktivitas belanja, beribadah, dan berolahraga.Tim pengabdian bekerjasama dengan sanggar tari di Kota Semarang serta berkoordinasi dengan MGMP Seni Budaya SMA Kota Semarang melakukan serangkaian aktivitas, yaitu sosialisasi, kegiatan di Banjir Kanal Barat, dan kegiatan di Taman Sampangan.Hasil pengabdian memberikan tindakan kongkrit yang menjembatani antara pengelola sanggar tari dengan pemegang kebijakan, sehingga ruang publik dapat dimanfaatkan sebagai ruang ekspresi tari, sekaligus berpromosi tentang keberadaan sanggar tari.
Political Practice and Its Implication on Folk Art Marginalization (Case Study of Wayang Orang/ Human Puppet Ngesti Pandhowo) Lanjari, Restu
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 16, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v16i2.8126

Abstract

The government, political practice, both reflected in the government, politics, policies and the attitude of the public figure, influences the existence of folk art that is overshadowed by changes as the results of modernization and industrialization. The aim of this research is to find out the marginalization of folk art because of political practice. This research was done using a qualitative approach while the subject of this research was Ngesti Pandhawa Human Puppet Group. The result of this research showed that folk art could be marginalized because of the influence of the changes in economic and politic that was formulated inside the modernization waves and technology development that offered new values. The attention of the government on the existence of folk art was still being questioned because of politic budget. The budget for art was extremely small compared to the budget for sport. The existence of folk art depended on the favor and interest of the local leaders, especially political interest.
Kesenian Tari Piring Gelas Kabupaten Musi Rawas dalam Konteks Perubahan Sosial Budaya Wike, Wike; Jazuli, Muhammad; Lanjari, Restu
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 20 No. 1 (2023): Socia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v20i1.63067

Abstract

Kesenian tari Piring Gelas adalah kesenian tradisi yang ada di Kabupaten Musi Rawas yang mana telah memiliki perubahan-perubahan yang terjadi baik teks, konteks serta perubahan sosial budaya. Tujuan penelitian ini untuk menemukan dan menganalisis perubahan sosial budaya kesenian tari Piring Gelas dengan beberapa faktor perubahan social budaya. Penelitian ini menggunakan metode jenis data kualitatif dengan melakukan pendekatan Sosiologi untuk menganalias perubahan sosial budaya kesenian tari Piring Gelas dengan beberapa faktor perubahan sosial budaya. Hasil penelitian bahwa kesenian tari Piring Gelas mengalami perubahan social budaya dengan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial budaya yaitu ada faktor dalam masyarakat meliputi bertambah dan berkurangnya penduduk,adanya penemuan baru dan adanya konflik. Sedangkan faktor dari luar meliputi, terjadinya sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik  yanga da disekitar manusia, peperangan dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Hal inilah yang menyebabkan kesenian tari Piring Gelas Kabupaten Musi Rawas mengalami perubahan. 
Estetika dan Penyajian Tari Ronggeng Warak pada Ajang Internasional Water World Forum (WWF) di Bali Nafia, Zidni Elma; Lanjari, Restu
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.1073

Abstract

Penelitian ini membahas penyajian Tari Ronggeng Warak dalam perhelatan internasional Water World Forum di Bali sebagai bentuk strategi pelestarian dan promosi budaya lokal pada tingkat global. Tari Ronggeng Warak merupakan karya tari kreasi tradisi khas Kota Semarang yang terinspirasi dari tradisi Dugderan, dengan ciri khas gerak enerjik, penggunaan topeng Warak, dan properti kembang manggar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk penyajian dan kekuatan visual yang ditampilkan serta nilai budaya yang diangkat dalam pertunjukan tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa analisis video pertunjukan yang diunggah di platform digital serta dokumentasi dari media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyajian tari Ronggeng Warak berhasil menghadirkan sinergi antara kearifan lokal dan estetika pertunjukan global melalui koreografi ekspresif, iringan musik yang menggugah, serta kostum dan rias yang mencolok secara visual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tari Ronggeng Warak memiliki potensi besar sebagai media diplomasi budaya dan perlu dikembangkan melalui strategi digital agar lebih kompetitif dalam panggung internasional.