Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Peran Sanggar Tari Dalam Mendukung Pemajuan Kebudayaan Serta Pendayagunaan Ruang Terbuka Publik di Kota Semarang Lanjari, Restu; Purwani, Neli; Bisri, Moh Hasan; Sari, Lisfatika; Kusumaningtyas, Denada Widya
Varia Humanika Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vh.v4i2.75363

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memanfaatkan ruang terbuka publik untuk berekspresi tari. Ruang publik yang dimaksud dalam hal ini adalah ruang bersama yang mudah diakses setiap saat oleh seluruh masyarakat, yaitu sebagai tempat/lokasi untuk bermain, bersantai, berekreasi, dan belajar. Ruang publik yang artinya berupa taman kota, pedestrian, serta bukan ruang untuk aktivitas belanja, beribadah, dan berolahraga.Tim pengabdian bekerjasama dengan sanggar tari di Kota Semarang serta berkoordinasi dengan MGMP Seni Budaya SMA Kota Semarang melakukan serangkaian aktivitas, yaitu sosialisasi, kegiatan di Banjir Kanal Barat, dan kegiatan di Taman Sampangan.Hasil pengabdian memberikan tindakan kongkrit yang menjembatani antara pengelola sanggar tari dengan pemegang kebijakan, sehingga ruang publik dapat dimanfaatkan sebagai ruang ekspresi tari, sekaligus berpromosi tentang keberadaan sanggar tari.
Political Practice and Its Implication on Folk Art Marginalization (Case Study of Wayang Orang/ Human Puppet Ngesti Pandhowo) Lanjari, Restu
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 16, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v16i2.8126

Abstract

The government, political practice, both reflected in the government, politics, policies and the attitude of the public figure, influences the existence of folk art that is overshadowed by changes as the results of modernization and industrialization. The aim of this research is to find out the marginalization of folk art because of political practice. This research was done using a qualitative approach while the subject of this research was Ngesti Pandhawa Human Puppet Group. The result of this research showed that folk art could be marginalized because of the influence of the changes in economic and politic that was formulated inside the modernization waves and technology development that offered new values. The attention of the government on the existence of folk art was still being questioned because of politic budget. The budget for art was extremely small compared to the budget for sport. The existence of folk art depended on the favor and interest of the local leaders, especially political interest.
Kesenian Tari Piring Gelas Kabupaten Musi Rawas dalam Konteks Perubahan Sosial Budaya Wike, Wike; Jazuli, Muhammad; Lanjari, Restu
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 20 No. 1 (2023): Socia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v20i1.63067

Abstract

Kesenian tari Piring Gelas adalah kesenian tradisi yang ada di Kabupaten Musi Rawas yang mana telah memiliki perubahan-perubahan yang terjadi baik teks, konteks serta perubahan sosial budaya. Tujuan penelitian ini untuk menemukan dan menganalisis perubahan sosial budaya kesenian tari Piring Gelas dengan beberapa faktor perubahan social budaya. Penelitian ini menggunakan metode jenis data kualitatif dengan melakukan pendekatan Sosiologi untuk menganalias perubahan sosial budaya kesenian tari Piring Gelas dengan beberapa faktor perubahan sosial budaya. Hasil penelitian bahwa kesenian tari Piring Gelas mengalami perubahan social budaya dengan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial budaya yaitu ada faktor dalam masyarakat meliputi bertambah dan berkurangnya penduduk,adanya penemuan baru dan adanya konflik. Sedangkan faktor dari luar meliputi, terjadinya sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik  yanga da disekitar manusia, peperangan dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Hal inilah yang menyebabkan kesenian tari Piring Gelas Kabupaten Musi Rawas mengalami perubahan. 
Gambang Semarang in the Context of Coastal Culture: Revitalizing Local Wisdom for Education and Tourism Raharjo, Eko Raharjo; Herdiati, Dian Herdiati; Arsih, Utami Arsih; Lanjari, Restu Lanjari; Hutagalung, Fonny Dameaty
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 25, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/resital.v25i3.14839

Abstract

This research discusses the revitalization of Gambang Semarang in the context of coastal culture as a strategy to preserve traditional arts through education and tourism approaches. As one of Semarang's distinctive art forms, Gambang Semarang reflects cultural acculturation and has excellent potential to be developed in art education and cultural tourism promotion. This research explores strategies for integrating Gambang Semarang into the education curriculum and its development as a cultural-based tourist attraction. The research used a qualitative approach with a case study method involving interviews with stakeholders, observations, and documentation studies in Semarang schools, arts communities, and tourist destinations. The results showed that experiential arts learning and arts community engagement contributed significantly to increasing students' appreciation of Gambang Semarang. In addition, cultural festivals and arts-based tourism programs are effective strategies for expanding Gambang Semarang's exposure to the public and tourists. However, challenges in regenerating young artists and limited promotion remain significant obstacles. The impact of this research shows that the synergy between education and tourism can be an innovative solution for the preservation of Semarang Gambang while contributing to the strengthening of the cultural identity of Semarang's coastal communities and increasing the attractiveness of local cultural tourism.
Estetika dan Penyajian Tari Ronggeng Warak pada Ajang Internasional Water World Forum (WWF) di Bali Nafia, Zidni Elma; Lanjari, Restu
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.1073

Abstract

Penelitian ini membahas penyajian Tari Ronggeng Warak dalam perhelatan internasional Water World Forum di Bali sebagai bentuk strategi pelestarian dan promosi budaya lokal pada tingkat global. Tari Ronggeng Warak merupakan karya tari kreasi tradisi khas Kota Semarang yang terinspirasi dari tradisi Dugderan, dengan ciri khas gerak enerjik, penggunaan topeng Warak, dan properti kembang manggar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk penyajian dan kekuatan visual yang ditampilkan serta nilai budaya yang diangkat dalam pertunjukan tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa analisis video pertunjukan yang diunggah di platform digital serta dokumentasi dari media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyajian tari Ronggeng Warak berhasil menghadirkan sinergi antara kearifan lokal dan estetika pertunjukan global melalui koreografi ekspresif, iringan musik yang menggugah, serta kostum dan rias yang mencolok secara visual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tari Ronggeng Warak memiliki potensi besar sebagai media diplomasi budaya dan perlu dikembangkan melalui strategi digital agar lebih kompetitif dalam panggung internasional.
Pelestarian Kesenian Dongkrek Sebagai Identitas Budaya Lokal Desa Mejayan di Sanggar Karya Kabupaten Madiun Dewi, Rikha Puspita; Lanjari, Restu
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 7 No. 6 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v7i6.1783

Abstract

Kesenian Dongkrek adalah seni kerakyatan tradisional, berasal dari Desa Mejayan yang terletak di Kabupaten Madiun Provinsi Jawa Timur. Dongkrek pertama kali diciptakan oleh R. Ngabei Lo Prawirodipoero pada tahun 1866. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Pelestarian Kesenian Dongkrek Sebagai Identitas Budaya Lokal Desa Mejayan Di Sanggar Karya Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data diperiksa melalui triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan mencangkup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelestarian Kesenian Dongkrek Sebagai Identitas Budaya Lokal Desa Mejayan Di Sanggar Karya Kabupaten Madiun dilakukan dalam tiga tahap : perlindungan, pemanfaatan, dan pengembangan. 1) Perlindungan dilakukan melalui pelatihan di Sanggar Karya, 2) Pemanfaatan melalui pementasan, yaitu pementasan dari dalam dan luar sanggar, 3) Pengembangan melalui inovasi dalam gerak, kostum, properti, dan iringan.
Narrative and Aesthetic Values in Wayang Bocah Arjuna Wiwaha: A Strategy for Interactive Cultural Education Suparti, Suparti; Lanjari , Restu
Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/mv4xjp52

Abstract

This study explores the narrative and aesthetic values embedded in the Wayang Bocah performance of Arjuna Wiwaha at Padhepokan Tjipta Boedaja, and examines its function as an interactive cultural education strategy for Generation Z. Employing a qualitative case study approach, data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and performance documentation. Findings reveal that the adaptation of the Arjuna Wiwaha story aligns effectively with the values, language, and visual expectations of younger audiences, enhancing both engagement and cultural relevance. Moreover, the incorporation of interactive learning strategies—where children actively participate in the performance—proves instrumental in fostering cultural appreciation and critical reflection. This research contributes to the discourse on arts-based pedagogy by offering a model for integrating traditional performance arts into contemporary educational practices.
Metode Pelatihan Tari Soreng Kridho Wargo Budhoyo Desa Lemahireng Kabupaten Semarang Putri, Resti Mareska; Lanjari, Restu
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode pelatihan Tari Soreng di Paguyuban Soreng Kridho Wargo Budhoyo yang terletak di Desa Lemahireng. Berdasarkan teori sosialkonstruktivisme Vygotsky, pembelajaran efektif terjadi melalui interaksi sosial dalam Zone of Proximal Development (ZPD). Dalam praktiknya, pelatihan Tari Soreng di paguyuban ini menerapkan empat metode utama, yaitu metode tutor sebaya, demonstrasi dan imitasi, refleksi, serta scaffolding. Keempat metode tersebut mendukung proses belajar yang komunikatif, bertahap, dan sesuai kemampuan penari, sehingga membantu penari memahami gerakan secara mendalam, meningkatkan keterampilan motorik, dan menumbuhkan rasa percaya diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi metode-metode tersebut efektif untuk meningkatkan kualitas latihan dan penguasaan Tari Soreng di kalangan anggota paguyuban.
PEMBELAJARAN SENI PENDEKATAN INTERDISIPLINER DALAM PENGAJARAN: STRATEGI PEMBELAJARAN KOLABORATIF DAN KREATIF Prasetyo Wati, Kingkin; Hartono; Restu Lanjari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 3 (2025): Volume 10 No3 September, 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i3.35484

Abstract

This study explores the concept of interdisciplinary art education as a collaborative and creative teaching strategy in the 21st century learning context. The interdisciplinary approach integrates art with other disciplines such as science and technology to create meaningful, holistic, and contextual learning experiences. Using the literature study method, various research findings and theoretical perspectives were analyzed to synthesize effective interdisciplinary strategies in art education. The results show that collaborative learning fosters communication, teamwork, and problem-solving skills, while creative learning encourages innovation and self-expression through exploration of digital media and diverse artistic techniques. Teachers play a crucial role as facilitators in designing learning environments that support cooperation and creativity. The interdisciplinary art learning model not only enhances students’ artistic competence but also strengthens critical thinking, adaptability, and social skills. Thus, the integration of collaborative and creative strategies in interdisciplinary art learning is essential for developing adaptive and innovative learners who are ready to face global challenges.
PENDIDIKAN SENI BERBASIS KOMUNITAS SEBAGAI SARANA PEMBERDAYAAN SOSIAL DI INDONESIA Moh Kevin Sulistyo Adjie; Hartono; Restu Lanjari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36300

Abstract

This study explores the role of community-based art education as a means of social empowerment in Indonesia, emphasizing its collaborative, participatory, and sustainable dimensions. Using a descriptive qualitative method with a multiple case study design, the research was conducted in three art communities: Komunitas Mural Warna Kota in Yogyakarta, Seni untuk Semua in Surabaya, and Kampung Kreatif in Bandung. Data were collected over eight months through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings reveal that community art education serves a dual function—both as a medium of aesthetic expression and as a social practice that fosters critical awareness, solidarity, and community self-reliance. Collaboration among artists, non-governmental organizations (NGOs), and local governments proved effective in ensuring program sustainability through the implementation of gotong royong (mutual cooperation) values and the strengthening of local identity. This study asserts that community-based art education represents a form of humanistic pedagogy that balances aesthetic intelligence with social responsibility and contributes to the development of art education theory as a form of social praxis relevant to the Indonesian cultural context.