Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pastura

PENGARUH PERBAIKAN TANAH SALIN TERHADAP KARAKTER FISIOLOGIS Calopogonium mucunoides F Kusmiyati; Karno Karno
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 4 No 1
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.038 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v04.i01.p01

Abstract

Peralihan fungsi lahan pertanian menjadi wilayah pemukimam dan industri menyebabkan semakinberkurangnya lahan pertanian.Hal tersebut menyebabkan pengembangan pertanian perlu diarahkan padalahan-lahan marginal seperti tanah salin.Tanah salin adalah tanah yang mengandung garam terlarut netraldalam jumlah tertentu yang berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman.Penelitian yangdilaksanakan bertujuan mengkaji pengaruh perbaikan tanah salin secara kimia dan biologi terhadap karakterfisiologis Calopogonium mucunoides. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 3ulangan. Perbaikan tanah salin dilakukan melalui penambahan gipsum (P1), pupuk kandang (P2), abu sekampadi (P3), tanaman halofita (P4), gipsum dan pupuk kandang (P5), gipsum dan abu sekam padi (P6), gipsumdantanamanhalofita (P7), pupuk kandang dan abu sekam padi (P8), pupuk kandang dan tanaman halofita(P9), abusekam padi dan tanaman halofita (P10) dan tanpa penambahan sebagai kontrol (P0). Parameter yangdiamati adalah kandungan klorofil a, kandungan klorofil b, kandungan total klorofil, aktivitas nitrat reduktase,luas daun dan laju fotosintesis.Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan uji lanjut dengan ujiwilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan kandungan klorofil a, klorofil b, total klorofil, aktivitasnitrat reduktase dan laju fotosintesis calopo berbeda nyata (P<0,05) lebih tinggi pada perlakuan perbaikantanah salin dibandingkan kontrol. Kandungan klorofil a, klorofil b dan total klorofil calopo pada perlakuankombinasi pupuk kandang dan abu sekam padi serta kombinasi gipsum dan pupuk kandang berbeda nyata(P<0,05) lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Aktivitas nitrat reduktase dan laju fotosintesis calopopada perlakuan kombinasi pupuk kandang dan abu sekam padi serta perlakuan pupuk kandang berbeda nyata(P<0,05) lebih tinggi daripada perlakuan lainnya. Simpulan adalah perbaikan tanah salin dengan penambahankombinasi pupuk kandang dan abu sekam padi meningkatkan karakter fisiologis Calopogonium mucunoidespada tanah salin.
PENINGKATAN PRODUKSI DAN KECERNAAN BAHAN KERING ALFALFA DENGAN PEMUPUKAN FOSFAT - Sunarni; - Karno; Dwi Retno Lukiwati
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 2 No 1
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.872 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2012.v02.i01.p02

Abstract

Alfalfa (Medicago    sativa    L.) as one of legume forage crops for ruminant livestock is very sensitive to the phosphorus deficiency. Phosphorus fertilizers have been used widely to overcome those problem. However, the high cost of superphosphate (SP) is now focusing attention on cheaper rock phosphate (RP) fertilizer. A field experiment was conducted on a latosolic soil (low pH, and low available Bray II extractable P). The objective of the research is to evaluate the effect of phosphorus fertilizer from difference sources on dry matter production, and in    vitro dry matter digestibility of alfalfa. Completely randomized block design with 7 treatments in 3 replicates was used in this field experiment. The treatments were T0 (control), T1 (SP, 100 kg P2O5/ha), T2 (SP, 200 kg P2O5/ha), T3 (SP, 300 kg P2O5/ha), T4 (RP, 100 kg P2O5/ha), T5 (RP, 200 kg P2O5/ha), T6 (RP, 300 kg P2O5/ha). Size of each plot was 2 m x 2 m, and fertilized with P fertilizer (SP, RP) according to the assigned treatment. All plot received basal fertilizer of urea (50 kg N/ha), KCl (100 kg K2O/ha) and poultry manure (2 ton/ha). Medicago    sativa was defoliated on 12 weeks after planting and analyzed for dry matter (DM) production and in    vitro DM digestibility. Result showed that DM production significantly influenced by the treatments. Superphosphate fertilization resulted DM production significantly higher compared to control and RP, except on RP 300 kg P2O5/ha was non-significant difference. In    vitro dry matter digestibility (IVDMD) of alfalfa was not affected by the treatment. There was non-significant difference in IVDMD between the treatments. Therefore, RP (300 kg P2O5/ha) could replace SP to increased DM production and not affected for IVDMD of Medicago    sativa in acid latosolic soil.