Claim Missing Document
Check
Articles

Integrasi Data Lanskap Kota dan Façade Bangunan di Jalan Merak Situs Kota Lama Semarang dalam Perencanaan Bangunan dan Lingkungan Yudha Bhakti Diliawan; Suzanna Ratih Sari; Sukawi Sukawi
TATALOKA Vol 28, No 1 (2026): Volume 28 No 1, February 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.28.1.72-88

Abstract

Kawasan Kota Lama Semarang merupakan situs cagar budaya yang memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan estetika tinggi, namun menghadapi tantangan dalam menjaga keselarasan antara pelestarian warisan kolonial dan perkembangan fungsi modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengintegrasikan data lanskap perkotaan serta fasade bangunan di ruas Jalan Merak sebagai dasar pengelolaan dan perencanaan kawasan heritage. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan analisis tipologi fasade, yang dikaitkan dengan arahan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Situs Kota Lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen lanskap di kawasan ini telah merepresentasikan karakter kolonial, seperti penggunaan trotoar bata merah, lampu bergaya klasik, dan vegetasi peneduh, meskipun penyebarannya belum merata dan sebagian memerlukan revitalisasi. Sementara itu, tipologi fasade bangunan memperlihatkan variasi gaya Indische hingga Empire Style, yang sebagian besar masih mempertahankan orisinalitas bentuk, ornamen, dan materil yang terdapat modifikasi modern yang berpotensi mengurangi keaslian visual. Integrasi data lanskap dan fasade ke dalam basis data spasial mendukung pengendalian pembangunan, penetapan zona konservasi, dan penyusunan pedoman desain yang selaras dengan identitas kawasan. Integrasi data lanskap dan fasade ke dalam basis data spasial terbukti menjadi instrumen efektif dalam mendukung pengendalian pembangunan, pelestarian karakter visual, serta penguatan identitas kawasan heritage secara berkelanjutan.
Pengembangan Kota Wisata di Kawasan Hutan Konservasi Kecamatan Sekotong, Nusa Tenggara Barat Lalu Akhmad Farhan; Imam Buchori; Suzanna Ratih Sari
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v5i2.72917.140-154

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor cepat tumbuh yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Kecamatan Sekotong merupakan contoh daerah yang memiliki potensi wisata berkat adanya pariwisata pesisir yang ditunjang oleh peningkatan aksesibilitas pasca pengesahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan Kecamatan Sekotong sebagai kota wisata. Namun, pertumbuhan tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu fungsi konservasi dan kelangsungan mata pencaharian masyarakat di Kecamatan Sekotong. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan skema Public-Private-People Partnership yang dapat digunakan sebagai acuan pengembangan kota wisata berkelanjutan di Kecamatan Sekotong. Penelitian ini perlu dilakukan atas dasar belum banyaknya kajian yang membahas pengembangan destinasi wisata di Kecamatan Sekotong secara komprehensif dan mengkaji rencana tindakan konservasi alam yang diperlukan. Penelitian bertujuan mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kota wisata berkelanjutan dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui foto udara, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Hasil analisis diintegrasikan dan diimplementasikan dalam rencana pelaksanaan dengan menggunakan skema Public-Private-People Partnership. Hasil akhir penelitian ini adalah skema pengembangan kota wisata berbasisPublic-Private-People Partnership yang memperhatikan kelestarian alam di sekitarnya. Skema ini secara legal akan diakui sebagai Kerja Sama Usaha (KSU) dan berlaku selama 35 tahun. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi secara keilmuan menjadi tolok ukur penerapan Public-Private-People Partnership dalam pengembangan destinasi wisata di Indonesia serta menjadi inspirasi bagi penulisan karya-karya tulis ilmiah baru dengan tema serupa.
Pengaruh Desa Wisata Kampoeng Batik Laweyan terhadap Fungsi Permukiman di Kelurahan Laweyan Kota Surakarta Eva Artmey Mangedaby; Bambang Setioko; Suzanna Ratih Sari
TEKNIK Vol 38, No 1 (2017)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.959 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v38i1.12057

Abstract

Kota Surakarta merupakan salah satu sentra produksi batik di Jawa Tengah yang terkenal karena batik berkualitas, salah satu nya adalah sentra batik yang berada di Kampung Batik Laweyan. Kampung batik yang terletak di Kelurahan Laweyan ini tengah marak di Indonesia karena merupakan salah satu daerah tujuan wisata. Sebagai kampung batik yang saat ini tengah popular, membuat kawasan permukiman di Kelurahan Laweyan juga mengalami perubahan. Hal ini terlihat dari bentuk dan tata ruang rumah itu sendiri. Perubahan ini tidak hanya terjadi pada kampung batik Laweyan saja tetapi satu Kelurahan Laweyan, sehingga mengakibatkan tidak tersedianya ruang terbuka hijau di Kelurahan Laweyan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh desa wisata Desa Kampung Batik Laweyan terhadap fungsi permukiman di Kelurahan Laweyan serta untuk menentukan seberapa besar pengaruh desa wisata Kampung Batik Laweyan terhadap fungsi permukiman di Kelurahan Laweyan Kota Surakarta dan bagaimana pengaruhnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasi memakai analisis likerts serta analisis skoring berdasarkan asumsi yang sudah ditetapkan kemudian di uji dengan analisa regresi linear berganda menggunakan uji SPSS. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriprif untuk mengambil kesimpulan dari sampel yang diuji. Proses penelitian ini melalu tiga tahapan yaitu kompilasi data, pemberian kode variabel dan pengolahan data dengan analisa regresi. Hasil temuan studi yang didapat setelah melalui tahapan-tahapan tersebut adalah desa wisata Kampung Batik Laweyan mempengaruhi fungsi permukiman di Kelurahan Laweyan Kota Surakarta sebesar 81,6% sedangkan sisanya 18,4% dipengaruhi oleh faktor lain diluar model. Pengaruh desa wisata Kampung Batik Laweyan terhadap fungsi permukiman di Kelurahan Laweyan Kota Surakarta adalah dengan berubahnya fungsi permukiman di Kelurahan Laweyan yang dulunya hanya sebagai hunian sekarang berubah menjadi hunian dan tempat usaha, serta penambahan fasilitas pendukung wisata lainnya, selain itu juga terdapat penambahan street furniture yang menjadi ciri khas desa wisata Kampung Batik Laweyan. Sedangkan untuk faktor lain yang memperngaruhi diluar model adalah sejarah kawasan dan perubahan tata guna lahan. Peran stakeholders yang terkait seperti pemerintah, swasta dan masyarakat sangat diperlukan. Pemerintah berperan sebagai pengelola dan fasilitator, swasta sebagai pembantu pelaksana program pemerintah sedangkan masyarakat bisa berpartisipasi dalam pengembangan desa wisata Kampung Batik Laweyan.  Kata Kunci: Kampung Batik, Desa Wisata, Permukiman, Fungsi Permukiman