Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERAN ADVERTISING STRATEGY, BRAND IMAGE, DAN DIFFERENTIATION TERHADAP KEPUTUSAN MAHASISWA MEMILIH PERGURUAN TINGGI SWASTA DI KOTA MAKASSAR Nasyirah Nurdin; Mujahid Mujahid; Sri Adrianti Muin
JURNAL MANAJEMEN dan ORGANISASI REVIEW (MANOR) Vol. 2 No. 1 (2020): MANOR: JURNAL Manajemen dan Organisasi Review
Publisher : Program Studi Manajemen Universitas Fajar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis sejauh mana pengaruh advertising strategy, pengaruh brand image, dan pengaruh differentiation terhadap keputusan mahasiswa memilih perguruan tinggi swasta di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode yang bersifat kuantitatif deskriptif dan lokasi penelitian di Kota Makassar. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Adapun variabel penelitian yang terdiri dari variabel independent (X) yaitu advertising strategy (X1), brand image (X2), Differentiation (X3) dan variabel dependen (Y). Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda dengan uji hipotesis yang terdiri dari Uji t dan Uji F. Berdasarkan Hasil Pada uji t, advertising strategy tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Keputusan mahasiswa ditunjukkan dengan nilai thitung lebih kecil dari ttabel atau 0,239 < 1,984 dengan nilai signifikasi 0,811 > 0,05 dan brand image berpengaruh signifikan terhadap keputusan mahasiswa ditunjukkan dengan nilai thitung lebih besar dari ttabel atau 3,284 > 1,984 dengan nilai siginifikasi 0,001 < 0,05 sedangkan differentiation berpengaruh signifikan terhadap keputusan mahasiswa yang ditunjukkan dengan nilai thitung lebih besar dari ttabel atau 3,381 > 1,984 dengan nilai signifikasi 0,001 < 0,05. Pada Uji F terbukti bahwa advertising strategy, brand image dan differentiation berpengaruh signifikan terhadap keputusan mahasiswa memilih perguruan tinggi swasta di Kota Makassar, ditunjukkan dengan nilai Fhitung 49,168 > Ftabel 2,70 dan nilai signifikasi <0,05. Kata kunci: advertising strategy, brand image, differentiation, keputusan mahasiswa
Implementation Restorative Justice in Criminal Cases at Investigation Level Mujahid Mujahid; Sri Kusriyah
Law Development Journal Vol 2, No 2 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.093 KB) | DOI: 10.30659/ldj.2.2.216-224

Abstract

The objectives of this study are: 1. To analyze implementation restorative justice in the settlement of criminal cases at the investigation level at the Pati Police Resort at this time. 2. To analyze the constraints that arise in implementation restorative justice in the settlement of criminal cases at the investigation level at the Pati Police. 3. To analyze restorative justice in the settlement of criminal cases at the investigation level at the Pati Police in the future. The research method used is juridical empirical. Types / Specifications of Research, Types of Data and Data Sources, Data Collection Methods, Data Analysis Methods. Research results and discussion: Handling of criminal cases by the Police (investigators) at the Criminal Investigation Unit of the Pati Police with criteria including the category of criminal offenses punishable by criminal sanctions of up to 1 (one) year must be prioritized to apply diversion, criminal acts subject to sanctions. a sentence of more than 1 (one) year to 5 (five) years of the Pati Police Criminal Investigation Unit is carried out with the criteria, among others, considering the law enforcement process in accordance with the applicable positive law and if the settlement is through restorative justice. The use of restorative justice by the police in solving criminal cases at the level of future investigations can represent a logical step in public service and general case handling reform. This contributes to improved community police relations. New participatory programs can encourage a form of direct accountability to the communities they serve. Police officers can apply the principles of restorative justice to develop sustainable collaborative partnerships with the community.
PENGARUH KOMPETENSI, BUDAYA KERJA DAN TAMBAHAN PENGHASILAN PEGAWAI TERHADAP KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA DI DINAS SOSIAL PROVINSI SULAWESI SELATAN Andi Muhammad Nizar; Rosnaini Daga; Mujahid Mujahid
Jurnal Manajemen dan Ekonomi Terapan Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Insan Literasi Cendekia (INLIC) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jmet.v3i2.324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kompetensi terhadap kinerja ASN di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, pengaruh budaya kerja terhadap kinerja ASN di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan dan pengaruh tambahan penghasilan pegawai terhadap kinerja ASN di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan serta pengaruh kompetensi, budaya kerja dan tambahan penghasilan pegawai secara simultan terhadap kinerja ASN di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian dilaksanakan di kantor Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan Jl. Andi Pangerang Pettarani No. 59 Makassar, dengan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 Orang. Analisis data menggunakan analisis deksriptif kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga variabel independen Kompetensi (X1), Budaya Kerja (X2), Tambahan Penghasilan Pegawai (X3) memiliki arah pengaruh positif terhadap variabel dependen Kinerja Aparatur Sipil Negara (Y). Dimana persamaan adalah Y = 2,144 + 0,607 X1 + 0,311 X2 + 0,69 X3. Hasil Uji Statistik, variabel Kompetensi (X1) adalah 5,376, variabel Budaya Kerja (X2) adalah 3,081, variabel Tambahan Penghasilan Pegawai (X3) adalah 1,187 nilai Ttabel adalah 1,661. Tingkat signifikansi < 0,05, sedangkan variabel Tambahan Penghasilan Pegawai (X3) tingkat signifikan > 0,05, maka dapat diketahui bahwa Kompetensi (X1), Budaya Kerja (X2), secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara (Y), tetapi Tambahan Penghasilan Pegawai (X3) secara parsial berpengaruh positif, tetapi tidak signifikan terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara (Y). Secara Simultan, signifikansi 0,000 < 0,05 dengan nilai Fhitung adalah 41,392. Dengan demikian Fhitung > Ftabel (41,392 > 2,70), artinya Kompetensi (X1), Budaya Kerja (X2), Tambahan Penghasilan Pegawai (X3) berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara (Y) di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan.
PENGARUH KOLABORASI DAN KINERJA TARUNA SIAGA BENCANA (TAGANA) TERHADAP EFEKTIVITAS PENANGANAN BENCANA DI DINAS SOSIAL PROVINSI SULAWESI SELATAN Andi Arieski Tri Putri; Mujahid Mujahid; Rosnaini Daga
Jurnal Manajemen dan Ekonomi Terapan Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Insan Literasi Cendekia (INLIC) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jmet.v4i1.336

Abstract

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 107 orang anggota Tagana sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kolaborasi terhadap efektivitas penanganan bencana di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kinerja Tagana terhadap efektivitas penanganan bencana di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kolaborasi dan kinerja Tagana terhadap efektivitas penanganan bencana di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial 1) kolaborasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas penanganan bencana, sedangkan 2) kinerja Tagana berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas penanganan bencana. Secara simultan 3) kolaborasi dan kinerja Tagana berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas penanganan bencana. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa efektivitas penanganan bencana sebagian besar dapat dijelaskan oleh kolaborasi dan kinerja Tagana, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Hasil ini menegaskan bahwa efektivitas penanganan bencana di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan sangat ditentukan oleh kuatnya kolaborasi lintas sektor dan optimalnya kinerja Tagana sebagai pelaksana teknis di lapangan.
MANAJEMEN PERUBAHAN DALAM TRANFORMASI DIGITAL PELAYANAN LALU LINTAS OLEH KEPOLISIAN (STUDI KASUS PENERAPAN E-TLE DI KOTA MAKASSAR, PROVINSI SULAWESI SELATAN) Abdul Malik; Mujahid Mujahid; Rosnaini Daga
Jurnal Manajemen dan Ekonomi Terapan Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Insan Literasi Cendekia (INLIC) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jmet.v3i2.337

Abstract

Abdul Malik. 2025. Manajemen Perubahan Dalam Tranformasi Digital Pelayanan Lalu Lintas Oleh Kepolisian: Studi Kasus Penerapan E-Tle Di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dibimbing oleh Mujahid dan Rosnaini Daga. Penelitian ini bertujuan (1) Menganalisis proses manajemen perubahan yang diterapkan oleh kepolisian dalam pelaksanaan transformasi digital melalui sistem E-TLE di kota Makassar (2) Mengidentifikasi tantangan internal dan eksternal yang dihadapi oleh Kepolisian dalam proses perubahan menuju digitalisasi penegakan hukum lalu lintas melalui E-TLE di Kota Makassar. Dilakukan pada Kantor Ditlantas Polda Sulawesi Selatan dan Polrestabes Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah Kasat Lantas kota Makassar, Kanit Regident, Kanit Turjawali, Operator E-TLE, Humas Polrestabes dan tokoh masyarat pengguna jalan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya transformasi digital dalam bentuk penambahan titik kamera E-TLE pada tahun 2025 memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah pelanggaran yang terdeteksi. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, perluasan jangkauan kamera tidak hanya memperbesar volume data pelanggaran lalu lintas yang terekam, tetapi juga menunjukkan efektivitas sistem dalam menjangkau lebih banyak titik strategis di Kota Makassar. Meskipun demikian, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari tantangan yang dihadapi di lapangan. Beberapa hambatan yang muncul seperti perbedaan antara jumlah tangkapan kamera (capture) dengan data yang berhasil diverifikasi dan terkirim dalam sistem, serta faktor non-teknis berupa resistensi sebagian masyarakat yang masih belum sepenuhnya memahami mekanisme E-TLE. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa manajemen perubahan yang dilakukan oleh Polrestabes Makassar dalam transformasi digital pelayanan lalu lintas melalui E-TLE telah membawa capaian positif. Namun, kesuksesan ini masih perlu diimbangi dengan strategi adaptasi yang berkelanjutan, baik melalui peningkatan infrastruktur teknologi, penguatan koordinasi antarunit, maupun sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat untuk meminimalisir resistensi.