Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Sahafa Journal of Islamic Communication

Tahapan Literasi Media Pengurus Darussalam Pos Di Pondok Modern Darussalam Gontor Sean Filo Muhamad; Rila Setyaningsih
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 3, No 2 (2021): Sahafa : Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v3i2.5363

Abstract

AbstrakDi era informasi seperti sekarang ini, informasi sangat mudah menyebar kepada khalayak. Namun, era informasi bukanlah sebuah juru selamat yang hanya memberikan dampak baik. Berdasarkan survey, 44% masyarakat Indonesia belum bisa mendeteksi kebenaran sebuah informasi. Demikian juga dengan Darussalam Pos. Darussalam Pos merupakan sebuah instansi yang ada di Pondok Modern Darussalam Pos yang bergerak untuk pendidikan santri dalam bidang jurnalistik yang rutin mengedarkan berita di PMDG. Namun, berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Aspen Media Literacy Leadership Institute, sebelum membuat sebuah media, seseorang harus mengalami tahapan-tahapan tertentu. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah tahapan literasi media pengurus Darussalam Pos telah sesuai dan adakah upaya dari Darussalam Pos untuk meningkatkan kemampuan literasi media pengurusnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena peneliti tidak fokus kepada angka atau nilai dalam pengukuran variabelnya. Objek penelitian diambil dari seluruh pengurus Darussalam Pos yang berjumlah 9 orang dan 1 orang pembimbing Darussalam Pos. Observasi dilakukan selama 4 bulan. Sedangkan metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Hail penelitian menunjukkan bahwa pengurus Darussalam Pos telah sampai kepada tahap produksi media meskipun dalam tahapan sebelumnya pengurus Darussalam Pos tidak mengalaminya secara langsung. Begitupula upaya yang dilakukan oleh Darussalam Pos dalam meningkatkan literasi media pengurusnya masih kurang maksimal karena seluruh upaya yang dilakukan cenderung untuk meningkatkan kemampuan jurnalistik pengurusnya, bukan untuk meningkatkan kemampuan literasi medianya.AbstractIn this era of informatics, information is very easy to spread to the public. However, the informatics era is not a savior with only good effects. Based on a survey, 44% of Indonesians have not been able to detect the truth of information. Even so with the Darussalam Pos. Darussalam Pos is an agency in the Darussalam Modern Islamic Boarding School (PMDG) which is engaged in students education in the journalistic field and routinely circulates news at PMDG. However, based on the theory put forward by the Aspen Media Literacy Leadership Institute, before creating a media, a person must experience certain stages. Therefore, this study aims to see whether the media literacy stages of the Darussalam Pos managers are appropriate and are there any efforts from Darussalam Pos to improve the media literacy skills of its managers. This study used a qualitative approach because researcher did not focus on numbers or values in measuring the variables. The research object was taken from all the managers of Darussalam Pos, totaling 9 people and 1 Darussalam Pos advisor. Observations were made for 4 months. While the sampling method used was purposive sampling. Based on this research, the researchers found that the Darussalam Pos managers had reached the media production stage although in the previous stages the Darussalam Pos management did not experience it directly. Likewise, the efforts made by Darussalam Pos in increasing media literacy of its managers are still not maximal because all efforts made tend to improve the journalistic abilities of the administrators, not to improve their media literacy skills.
Strategi Komunikasi Wali Kelas Dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar Santri Kelas Lima Di PMDG Sesuai Nilai-Nilai Islam Andi Adil Pratama Nusantara; Rila Setyaningsih
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 1, No 2 (2019): SAHAFA Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.202 KB) | DOI: 10.21111/sjic.v1i2.2147

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendesrkripsikan serta menjelaskan strategi komunikasi wali kelas dalam menumbuhkan motivasi belajar santri kelas lima di Pondok Modern darussalam Gontor (PMDG). Hal ini mengacu pada latar belakang mengenai peran penting wali kelas lima untuk menumbuhkan motivasi belajar. Dipilihnya kelas lima sebagai objek karena kelas siswa lima di Gontor setara dengan kelas dua SMA diluar, karena idealnya mereka sudah dapat mengetahui dan juga mengidentifikasikan strategi untuk belajar. Fenomena yang terjadi pada kelas lima di Gontor adalah mereka menghadapi beberapa permasalahan yang kompleks, seperti menjadi pengurus asrama, pengurus organisasi pelajar dan juga mengendalikan beberapa acara besar di Gontor, sehingga berimbas pada rendahnya nilai siswa kelas lima dietiap tahunnya. Padahal seharusnya siswa kelas lima dapat menjadi contoh dan juga teladan yang baik bagi siswa kelas satu sampai empat dalam belajar. Penelitian ini disusun dengan metode kualitatif deskriptif yaitu dengan cara melakukan riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan mengamati iklim belajar kelas lima bersama wali kelas, melakukan studi dokumentasi dan juga mengadakan wawancara. Hasil penelitian ini adalah wali kelas lima di Gontor telah banyak menerapkan strategi motivasi seperti, reward, pemberian pujian, punishment dan juga pengkondisian situasi dan juga momen yang tepat dalam melancarkan motivasi. Lebih dari itu wali kelas lima juga berusaha mengenali siswa-siswa mereka dengan pendekatan secara kelompok dan juga personal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap para wali kelas dalam menentukan strategi tepat dalam menumbuhkan motivasi siswanyaAbtractThis study aims to describe and explain the strategy of homeroom teachers in fostering the motivation to learn in fifth grade students of Pondok Modern Darussalam Gontor.This refers to the background of the importance of the class five homeroom teacher to foster the motivation to learn, choosing class five as an object because students of class five in Gontor are equivalent to the class two of high school outside which ideally they can know and also identify strategies for learning, but in Gontor, the phenomenon that occurs in the fifth grade at Gontor is that they face some complex issues, such as being managers of dormitory, managers of student organization and also controlling some big events in Gontor. Ideally, it should be a fifth grade student that can be an example and also a good ideal for students in classone to four in learning. This research is arranged with descriptive qualitative method; that is by doing descriptive research and tending to use analysis with inductive approach. The data collection technique is done through observation by observing the fifth grade learning climate with the homeroom teacher, doing documentation study and also conducting interviews. As for the results of this research is the homeroom of class five in Gontor has applied many motivational strategies such as reward, giving praise, punishment and also conditioning the situation and also the right moment in launching motivation. Moreover, the fifthgrade homeroom also seeks to recognize their students by both group and personal approaches. This study is intended to facilitate the homeroom teacher in determining the right strategy in growing students’ motivation
Komunikasi Interpersonal Majelis Pembimbing Koordinator Harian Terhadap Santri Dalam Menegakkan Disiplin Kepramukaan Pondok Modern Darussalam Gontor 2 Alfed Basam Wajdi; Rila Setyaningsih
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 4, No 1 (2021): Sahafa : Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v4i1.6982

Abstract

            Disiplin dalam dunia pendidikan merupakan hal yang sangat penting di kembangkan pada setiap lembaga pendidikan. Termasuk dalam disiplin kepramukaan di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2. Dalam proses pengembangn disiplin diperlukan komunikasi interpersonal yang terdiri dari keterbukaan (openess), empati (empathy), sikap mendukung (supportive-ness), sikap positive (positiveness), dan kesetaraan (equality). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi interpersonal majelis pembimbing koordinator harian terhadap santri dalam menegakkan disiplin kepramukaan di Pondok Modern Darussalam Gontor 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analiysis interactive model menurut Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal antara Staff Kepramukaan dengan santri dalam pendisiplinan kepramukaan di PMDG Kampus 2 dilakukan sebagai berikut: a) Sikap keterbukaan ditunjukkan dengan penyampaian permasalahan santri dengan keseluruhan tanpa ada yang di sembunyikan, b) Sikap empati ditunjukkan dengan sikap menahan diri untuk langsung mengevaluasi, menilai, menafsirkan, dan mengkritik dan bisa merasakan apa yang sedang dirasakan komunikan, c) Sikap mendukung ditunjukkan dengan staff mabikori yang mendengarkan kepastian atau penjelasa anak terlebih dahulu tanpa langsung mengevaluasi, maka mereka berperan penting dalam pelaksanaan komunikasi interpersonal tersebut, d) Sikap positif menyatakan sikap positif kepada anak didik untuk menyalurkan sifat-sifat positif dalam diri santri, e) Kesetaraan ditunjukkan dengan saling menghargai satu dama lain, dan memahami posisi amanat Staf Mabikori dalam menegakkan disiplin kepramukaan. 
Komunikasi Interpersonal Wali Kelas Terhadap Santri Dalam Pendisiplinan Bahasa Resmi Gontor Muhammad Aminudin; Rila Setyaningsih
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 2, No 1 (2019): Sahafa Journal Of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v2i1.2864

Abstract

Para santri di Pondok Modern Darussalam Gontor diwajibkan untuk berbahasa resmi Gontor karena merupakan peraturan yang wajib dilaksanakan oleh semua santri. Realita yang terjadi saat ini, para santri jarang berbahasa resmi Gontor, melainkan terlalu sering berbicara menggunakan Bahasa Indonesia ataupun bahasa-bahasa lain selain bahasa yang dianjurkan oleh Pondok. Banyaknya pelanggaran bahasa yang dilakukan santri menyebabkan turunnya kualitas berbahasa resmi Gontor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi interpersonal wali kelas dengan santri dalam pendisiplinan berbahasa resmi Gontor. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Koleksi data dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan wali kelas 5R, pembimbing bahasa, dan ketua kelas 5R di Pondok Modern Darussalam Gontor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal wali kelas 5R dengan santrinya dalam pendisiplinan berbahasa resmi Gontor dilakukan berdasarkan lima indicator komunikasi interpersonal. Indikator tersebut terdiri dari : keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Kontribusi penelitian ini adalah komunikasi interpersonal untuk pendisiplinan berbahasa resmi Gontor untuk meningkatkan kualitas santri dalam berbahasa serta mempermudah dalam memahami suatu pelajaran yang menggunakan bahasa resmi Gontor yaitu Arab dan Inggris. Komunikasi interpersonal yang intens dalam pendisiplinan berbahasa resmi Gontor terjadi karena hubungan interpersonal yang erat antara wali kelas dengan santrinya. Hal ini karena wali kelas berperan sebagai orangtua, syaikh, ustadz, pemimpin, manager, kakak dan teman bagi anak didiknya.
Manajemen komunikasi Biro Alumni dan Kerjasama Universitas Darussalam Gontor Dalam Melaksanakan Tracer Study Syaiful Ulum; Rila Setyaningsih
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 4, No 1 (2021): Sahafa : Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v4i1.6050

Abstract

 Tracer study merupakan hal yang wajib dilaksanakan oleh setiap perguruan tinggi untuk mengetahui informasi tentang lulusan. Pelaksanan tracer study dilakukan 2-3 tahun setelah lulus dari perguruan tinggi. Tracer study di Universitas Darussalam Gontor pada tahun 2014 -2017 dilaksanakan oleh masing-masing program studi dan belum pada tingkat perguruan tinggi. Pada tahun 2020 sudah dilakukan tracer study pada tingkat perguruan tinggi dan bekerjasama dengan masing-masing program studi untuk mendata lulusan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen komunikasi pelaksanaan tracer study di Universitas Dasrussalam Gontor. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik koleksi data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, kategorisasi, sintesisasi, dan menyusun hipotesis kerja. Keabsahan data menggunakan triangulasi metode dan sumber Hasil penelitian menunjukan bahwa tracer study di UNIDA Gontor belum sesui dengan standar tracer study Ditjen Bemawa Ristekdikti. Mulai tahun  2020 metode pelaksanaan tracer study di UNIDA Gontor mulai disesuaikan dengan standar Ditjen Belmawa Ristekdikti. Biro Alumni UNIDA Gontor melalui Student and Alumni Development Center telah melakukan manajemen komunikasi dalam pelaksanaan tracer study meskipun belum dilaksanakan secara optimal. 1) Mendefinisikan masalah sebagai dasar dalam pelaksanaan tracer study mulai tahun 2020 yaitu tracer study yang selama ini dilakukan belum sesuai standar Ditjen Belmawa Ristekdikti. 2) Dalam merencanakan kegiatan tracer study, SADC menyusun kosioner yang bersisi tentang pertanyan-pertanyaan untuk mengetahui kondisi lulusan yang kemudian di upload dalam google form, unida Gontor sudah memiliki sistem tracer study berbasis website tetapi belum siap untuk digunakan. 3) Melakukan tindakan aksi dan berkomunikasi dilakukan melalui sosialisasi program tracer study  kepada pimpinan dan para penanggung jawab tracer study masing-masing prodi, termasuk koordinasi dengan BAAK dan PPTIK, 4) Evaluasi program sebatas pada menerima masukan-masukan  dari penanggung jawab tracer study masing-masing prodi.
Manajemen Komunikasi Markas Islamisasi Dalam Menyelenggarakan Kajian Jumat Malam Rilo Pambudi; Rila Setyaningsih
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 2, No 1 (2019): Sahafa Journal Of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.874 KB) | DOI: 10.21111/sjic.v2i1.3143

Abstract

 AbstrakKajian Jumat malam merupakan salah satu program bagian markaz islamisasi untuk meningkatkan nilai-nilai keislaman mahasiswa UNIDA Gontor. Merupakan gagasan dari Wakil Rektor 1 UNIDA Gontor Al-Ustadz Hamid Fahmi Zarkasy yang menginginkan adanya kajian keislaman rutin setiap minggunya sehingga diadakanlah Kajian pada hari Jumat Malam. Namun dari data rekapan absensi kehadiran mahasiswa yang diperoleh terlihat adanya kesenjangan antara minat mahasiswa dalam mengikuti kajian jumat malam tersebut, padahal acara ini bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa. Tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen komunikasi markas islamisasi dalam mengadakan kajian jumat malam di UNIDA Gontor. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dimana peneliti ikut terjun langsung ke lapangan dalam observasi, dalam pengumpulan data peneliti melakukan tiga teknik koleksi data yaitu dengan wawncara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan Planning,Organizing,Actuating,Controlling (POAC) yang biasa digunakan dalam ilmu manajemen organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Markaz Islamisasi unida Gontor sudah melaksanakan POAC dalam manajemen kajian jumat malam meskipun belum optimal, masih ditemui beberapa kendala. Kontribusi penelitian ini berupa manajemen markaz islamisasi dalam penyelenggaraan kajian jumat malam.AbstractIslamization of knowledge is one of the efforts to realize the ideals of the University of Darussalam Gontor, Fountain of Wisdom. “Kajian Jumat Malam” was one of the programs in the markaz Islamization section to enhance the Islamic values of Gontor’s UNIDA students. However, from the recapitulation data, the attendance obtained by the students was seen to be a gap between the interest of students in following the study that “Kajian Jumat Malam”, even though this event was mandatory for all students. The purpose of this study was to find out how the communication management of the Markaz Islamisasi in conducting a study on “Kajian Jumat Malam” at UNIDA Gontor. The method carried out in this research is descriptive qualitative where the researcher participates directly into the field in observation, in the data collection the researcher conducted three data collection techniques, namely by way of interviews, observations, and documentation. Data analysis is analyzed by data reduction, categorization, synthesis, compiling a working hypothesis. The validity of the data used triangulation methods and sources. The results of the study showed that the “Markaz Islamisasi” has carried out all stages Planning, Organizing, Actuating, Controlling in the holding of the “Kajian Jumat Malam” but it has not run optimally. The contribution of this research in the form of markaz Islamization management in the organize Kajian Jumat Malam.
Strategi Daya Tarik Wisata Telaga Ngebel Ponorogo dalam Menghadapi Krisis pada Masa Pandemi COVID-19 Boy Ghozy Fadholi; Rila Setyaningsih
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 4, No 2 (2022): Sahafa : Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v4i2.7547

Abstract

AbstrakDaya Tarik Wisata (DTW) Telaga Ngebel adalah salah satu sektor pariwisata terdampak akibat penyebaran COVID-19. Hal ini menyebabkan krisis kepariwisataan di DTW Telaga Ngebel. Manajemen krisis merupakan cara yang digunakan untuk menghadapi krisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen krisis kepariwisataan di DTW Telaga Ngebel pada menghadapi situasi COVID-19. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif menggunakan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi serta dokumentasi. Teknik analisis data yang dipergunakan pada penelitian ini ialah reduksi data, penyajian data, serta menarik kesimpulan. Triangulasi pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber serta triangulasi teknik. hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan krisis di DTW Telaga Ngebel melalui empat tahapan yaitu tahap prodromal, akut, kronis, dan penyembuhan. Manajemen krisis dilakukan oleh Disbudparpora Kab. Ponorogo dan satgas COVID-19 Kec. Ngebel dengan langkah 1) Identifikasi dan analisis krisis yang menyebutkan bahwa krisis yang terjadi di DTW Telaga Ngebel merupakan krisis SDM Pariwisata dan krisis pemasaran. 2) Isolasi krisis dengan memberlakukan buka-tutup dan pembatasan kunjungan wisatawan DTW Telaga Ngebel. 3) Pemilihan strategi untuk menanggulangi krisis bencana non-alam dengan strategi adaptif yang diterapkan oleh pengelola DTWTelaga Ngebel. 4) Program pengendalian guna menjadikan DTW Telaga Ngebel menjadi destinasi daya tarik wisata yang aman pada masa COVID-19. AbstractThe vacationer attraction (DTW) of Ngebel Lakeis one of thetourism sectorsstricken by theincomplete spread of COVID-19. This has caused a tourism disaster in DTW Telaga Ngebel. disaster control is a way used in dealing with crises. Thisstudy goalsto determinethe management of thetourism crisis at Ngebel Lake in managing the COVID-19 state of affairs. This studies makes use of a qualitative method with a case take a look at method. records turned into accrued via interviews, commentary and documentation. information evaluation techniques used on thisstudies arefactsreduction,records presentation, and drawing conclusions. Triangulation in thislook at usessupply triangulation and approach triangulation. The consequences confirmed thattheranges of the crisisin Telaga Ngebel DTW went thru four degrees, namely the prodromal level, the acute stage, the chronic degree, and the recovery degree. disaster management is finished through Disbudparpora Kab. Ponorogo and the COVID-19 assignment force inside the district. Ngebel with steps 1) disaster identity and analysis which states that the crisis that took place in Telaga Ngebel DTW is a tourism HR crisis and a advertising crisis. 2) Isolation of the disaster by means of imposing beginning and ultimate and restrictions on tourist visits to Telaga Ngebel DTW. three) selection of techniques to cope with non-natural catastrophe crises with adaptive strategies implemented through the supervisor of the Telaga Ngebel DTW. 4) control program to make Telaga Ngebel DTW a safe vacationer attraction at some stage in the COVID-19 length.
Strategi Daya Tarik Wisata Telaga Ngebel Ponorogo dalam Menghadapi Krisis pada Masa Pandemi COVID-19 Boy Ghozy Fadholi; Rila Setyaningsih
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 4, No 2 (2022): Sahafa : Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v4i2.7547

Abstract

AbstrakDaya Tarik Wisata (DTW) Telaga Ngebel adalah salah satu sektor pariwisata terdampak akibat penyebaran COVID-19. Hal ini menyebabkan krisis kepariwisataan di DTW Telaga Ngebel. Manajemen krisis merupakan cara yang digunakan untuk menghadapi krisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen krisis kepariwisataan di DTW Telaga Ngebel pada menghadapi situasi COVID-19. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif menggunakan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi serta dokumentasi. Teknik analisis data yang dipergunakan pada penelitian ini ialah reduksi data, penyajian data, serta menarik kesimpulan. Triangulasi pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber serta triangulasi teknik. hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan krisis di DTW Telaga Ngebel melalui empat tahapan yaitu tahap prodromal, akut, kronis, dan penyembuhan. Manajemen krisis dilakukan oleh Disbudparpora Kab. Ponorogo dan satgas COVID-19 Kec. Ngebel dengan langkah 1) Identifikasi dan analisis krisis yang menyebutkan bahwa krisis yang terjadi di DTW Telaga Ngebel merupakan krisis SDM Pariwisata dan krisis pemasaran. 2) Isolasi krisis dengan memberlakukan buka-tutup dan pembatasan kunjungan wisatawan DTW Telaga Ngebel. 3) Pemilihan strategi untuk menanggulangi krisis bencana non-alam dengan strategi adaptif yang diterapkan oleh pengelola DTWTelaga Ngebel. 4) Program pengendalian guna menjadikan DTW Telaga Ngebel menjadi destinasi daya tarik wisata yang aman pada masa COVID-19. AbstractThe vacationer attraction (DTW) of Ngebel Lakeis one of thetourism sectorsstricken by theincomplete spread of COVID-19. This has caused a tourism disaster in DTW Telaga Ngebel. disaster control is a way used in dealing with crises. Thisstudy goalsto determinethe management of thetourism crisis at Ngebel Lake in managing the COVID-19 state of affairs. This studies makes use of a qualitative method with a case take a look at method. records turned into accrued via interviews, commentary and documentation. information evaluation techniques used on thisstudies arefactsreduction,records presentation, and drawing conclusions. Triangulation in thislook at usessupply triangulation and approach triangulation. The consequences confirmed thattheranges of the crisisin Telaga Ngebel DTW went thru four degrees, namely the prodromal level, the acute stage, the chronic degree, and the recovery degree. disaster management is finished through Disbudparpora Kab. Ponorogo and the COVID-19 assignment force inside the district. Ngebel with steps 1) disaster identity and analysis which states that the crisis that took place in Telaga Ngebel DTW is a tourism HR crisis and a advertising crisis. 2) Isolation of the disaster by means of imposing beginning and ultimate and restrictions on tourist visits to Telaga Ngebel DTW. three) selection of techniques to cope with non-natural catastrophe crises with adaptive strategies implemented through the supervisor of the Telaga Ngebel DTW. 4) control program to make Telaga Ngebel DTW a safe vacationer attraction at some stage in the COVID-19 length.