Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : BIOMA

PENGARUH PEMBERIAN ADITIF PAKAN BERUPA KOMBINASI KULIT SINGKONG (Manihot esculenta L.) DENGAN BAKTERI ASAM LAKTAT (Lactobacillus sp.) TERHADAP KUALITAS EKSTERIOR TELUR PUYUH AWAL PRODUKSI Mey Surya Cipta Arum; Edjeng Suprijatna; Teysar Adi Sarjana
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 9 No. 1: April 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v9i1.6037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan kulit singkong yang dikombinasikan dengan bakteri asam laktat sebagai aditif pakan dalam bentuk larutan terhadap kualitas eksterior telur awal produksi. Materi yang digunakan adalah 240 ekor puyuh umur 3 minggu dipelihara selama 12 minggu tiap masing-masing petak kandang berisi 10 ekor puyuh. Parameter yang diamati adalah bobot telur, tebal cangkang, kadar kalsium telur dan kekuatan cangkang telur. Perlakuan yang diberikan yaitu T0 = ransum basal + tanpa aditif pakan T1 = ransum basal + 1,6 %/kg aditif pakan, T2 = ransum basal + 2,4 %/kg aditif pakan, T3 = ransum basal + 3,2 %/kg aditif pakan. Data yang diperoleh di analisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pemberian aditif pakan kulit singkong yang dikombinasikan dengan bakteri asam laktat  tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot telur, kadar kalsium dsn kekuatan cangkang telur namun berpengaruh nyata menurunkan tebal cangkang telur (P<0,05). Kesimpulan  penelitian ini adalah perlakuan pemberian aditif berupa kombinasi kulit singkong dan bakteri asam laktat belum mampu memperbaiki kualitas eksterior telur terhadap bobot telur, tebal cangkang, kadar kalsium dan kekuatan cangkang telur. Kata kunci : aditif pakan, bakteri asam laktat, kulit singkong, kualitas eksterior telur puyuh, puyuh.
PENGARUH MICROCLIMATE DAN MICROCLIMATIC AMMONIA CLOSED HOUSE TERHADAP PROFIL SEL DARAH MERAH AYAM BROILER Bil Mustaqim; Teysar Adi Sarjana; Hanny Indrat Wahyuni
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 8, No 2 (2019): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v8i2.4586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji zona penempatan berbeda dalam kandang closed house dan dampaknya terhadap microclimatic ammonia dan profil darah merah ayam broiler. Materi yang digunakan adalah ayam broiler sebanyak 360 ekor dengan bobot awal 44,8 ± 1,66 g dari kandang closed house berpopulasi 11.000 ekor. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 6 kelompok, setiap kelompok percobaan terdiri dari 15 ekor ayam. Perlakuannya adalah penempatan ayam pada posisi tertentu dari panjang kandang yang diukur dari inlet, yaitu: zona 1 = sejajar dengan inlet, zona 2 = 15 meter, zona 3 = 30 meter dan zona 4 = 45 meter. Parameter yang diukur yaitu total eritrosit, kadar hemoglobin, dan persentase hematokrit. Data yang diperoleh dianalisis ragam dan jika terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji beda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona yang semakin jauh dari inlet nyata (P<0,05) meningkatkan persentase hematokrit, namun tidak berpengaruh terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin (p>0,05). Simpulan penelitian yaitu zona penempatan ayam pada posisi lebih jauh dari inlet menyebabkan peningkatan microclimatic ammonia sehingga berpengaruh terhadap penambahan persentase hematokrit ayam broiler.