Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Combined EEMD and ANN improved by GA for tourist visit forecasting Muhammad Latif; Sri Herawati
Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Vol 11, No 2: April 2022
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/eei.v11i2.3566

Abstract

This study has proposed forecasting tourist visits use an ensemble empirical mode decomposition (EEMD) and optimized artificial neural networks (ANN) using genetic algorithms (GA). The data used is monthly data on tourist visits in Sumenep Regency. The data was obtained from the Sumenep district government from January 2015 to December 2019. EEMD algorithm breaks down tourist visit data into several intrinsic mode function (IMF) and residues. Then, EEMD results was normalized and then learned using ANN. GA is used to optimize weight and bias of the ANN. Experiments carried out to analyze performance in forecast results of proposed method compared with the EEMD-ANN without optimization of the GA. The experimental results show that the proposed method has better performance, namely the error value is reduced by 37%, 21% for MSE, RMSE, respectively.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI LISTRIK TENAGA SURYA BAGI KELOMPOK MASYARAKAT PULAU GILI RAJA M Latif; Askur Rahman
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 3, No 1: April 2017
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.694 KB) | DOI: 10.21107/pangabdhi.v3i1.5948

Abstract

Program pengabdian ini melibatkan dua mitra kelompok masyarakat di desa Banmaleng kabupaten sumenep yang berada di pulau Gili Raja. Berdasarkan analisis situasi, keadaan ekonomi dan geografis kedua mitra memiliki permasalahan yang sama. Prioritas permasalahan dari kedua mitra adalah belum memiliki sumber aliran listrik sebagai penerangan dan kebutuhan lain dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga sumber penerangan masih menggunakan lampu tempel dan petromaks. Permasalahan lain yang dimiliki mitra adalah belum memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk memanfaatkan energi listrik tenaga surya. Berdasarkan permasalahan kedua mitra, melalui program transfer ilmu dan teknologi berbasis masyarakat (IbM) ini maka ditetapkan beberapa tujuan. Tujuan pertama adalah memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan energi listrik tenaga surya. Kemudaian memberikan keterampilan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sederhana sebagai sumber pasokan aliran listrik secara mandiri. Memberikan keahlian dan keterampilan penggunaan serta pemeliharaan teknologi pembangkit listrik tenaga surya. Untuk mencapai tujuan kegiatan tersebut dan berdasarkan prioritas permasalahan mitra, maka metode yang ditawarkan adalah; transfer pengetahuan pemanfaatan energi listrik tenaga surya, pengadaan alat-alat PLTS, pelatihan keterampilan instalasi dan pemeliharaan teknologi PLTS serta pendampingan kepada mitra kegiatan ini. Target yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah; pertama, Adanya pasokan aliran listrik secara mandiri yang dimiliki oleh kedua mitra. Kedua, Mitra memiliki keterampilan instalasi dan pengoperasian pembangkit listrik tenaga surya. Ketiga, Mitra memiliki keterampilan dalam pemeliharaan terhadap alat-alat pembangkit tenaga surya. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan dapat ditarik beberapa kesimpulan seperti berikut ini; (1). Kegiatan secara umum berhasil dilaksanakan dengan sukses dan lancar. (2). Mitra merasa sangat terbantu dengan adanya program IbM yang didanai oleh DIKTI. (3). Mitra telah memiliki sumber tenaga listrik untuk kebutuhan penerangan. (4). Mitra telah memahami dan dapat melakukan Instalasi, pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit listrik tenaga surya.Kata Kunci: PLTS, Sel Surya, Gili Raja
PERANCANGAN SISTEM AUTONOMOUS QUADCOPTER M. Latif; Hairil Budiarto
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper  ini  mengusulkan  sebuah  perancangan  sistem autonomous  quadcopter. Quadcopteradalah  sejenis  pesawat  terbang  yang  memiliki  empat  motor  sebagai  penggerak  utamanya.Quadcopter memiliki  kemampuan  untuk  lepas  landas, hover,  terbang  manuver  dan  mendaratbahkan  ditempat  yang  memiliki  ruang  terbatas.  Sistem  autonomous quadcopter yang  dibangundidesain  untuk  memiliki  kemampuan  mengendalikan  sistem  secara  mandiri.  Sistem  tersebutdiupayakan  memiliki  seminimal  mungkin  pengendalian  dari user.  Semua  elemen  autonomousquadcopter akan dijelaskan dalam paper ini; termasuk struktur mekanik, sistem kontrol, komputer,sensor, actuator dan sumber energinya. Sistem tersebut juga dirancang agar dapat di bekerja padaarea out door. Pengujian dalam penelitian ini dilakukan fokus terhadap sensor Accelerometer dansensor Gyroscope. Berdasarkan  hasil  pengujian, rentang  nilai  ADC  sensor gyroscope dengankemiringan  sudut  0  hingga  180 adalah 67  sampai  101.  Sedangkan  pengujian  pada  kecepatankeempat motor dengan nilai tegangan yang sama, terdapat selisih kecepatan dari beberapa motordengan nilai maksimal 2.
Analisis Kinerja Gabungan Metode Ensemble Empirical Mode Decomposition Dan Generalized Regression Neural Network Sri Herawati; M Latif
JURNAL INFOTEL Vol 8 No 2 (2016): November 2016
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v8i2.124

Abstract

The method of time series suitable for use when it checks each data patterns systematically and has many variables, such as in the case of crude oil prices. One study that utilizes the methods of time series is the integration between Ensemble Empirical Mode Decomposition (EEMD) and neural network algorithms based on Polak-Ribiere Conjugate Gradient (PCG). However, PCG requires setting free parameters in the learning process. Meanwhile, the appropriate parameters are needed to get accurate forecasting results. This research proposes the integration between EEMD and Generalized Regression Neural Network (GRNN). GRNN has advantages, such as: does not require any parameter settings and a quick learning process. For the evaluation, the performance of the method EEMD-GRNN compared with GRNN. The experimental results showed that the method EEMD-GRNN produce better forecasting of GRNN.
Tingkat Kerentanan Ekosistem Mangrove di Bangkalan Terhadap Variabel Oseanografi Fitria Hersiana Afifa; Farah Gustiana Jana; M. Latif
Juvenil Vol 5, No 3: Agustus (2024)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i3.27267

Abstract

ABSTRAKWilayah pesisir memiliki tingkat pemanfaatan yang tinggi, namun di sisi lain wilayah ini sangat mudah mengalami perubahan sehingga dapat dikatakan wilayah pesisir merupakan wilayah yang sangat dinamis. Dinamis yang dimaksud yaitu sangat rentan terpengaruh oleh berbagai aktivitas yang terjadi. Apabila mendapat masukan material dari sungai, maka daerah tersebut akan mengalami penambahan luas wilayah atau disebut dengan akresi. Fenomena tersebut dapat terjadi karena ketidak seimbangan pergerakan sedimen dan menyebabkan kerentanan pada ekosistem. Kondisi pesisir di Kabupaten Bangkalan merupakan wilayah yang menjadi aktivitas manusia. Wilayah pesisir yang terdapat hutan mangrove juga terdapat kapal-kapal nelayan yang beraktivitas salah satunya ada di Kecamatan Socah. Penelitian dilakukan di pesisir Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. Lokasi titik pengambilan data dilakukan di wilayah pesisir sehingga menjadi 4 (empat) stasiun pengamatan. Dasar penentuan dua stasiun di bagian timur yaitu dengan melihat daerah pesisir yang masih ditemukan vegetasi mangrove. Jenis Mangrove yaitu Stasiun pertama dan kedua ditemukan mangrove dengan jenis Rhizophora mucronata dan Avicennia alba, sedangkan pada stasiun ketiga dan stasiun keempat ditemukan mangrove dengan jenis Rhizophora mucronata, Avicennia alba dan Avicennia marina. Selain jenis mangrove, terdapat pengukuran lainnya seperti tekstur sedimen, laju sedimentasi, salinitas sedimen, nitrat dan fosfat sedimen. Metode yang digunakan dalam pengukuran indeks kerentanan mangrove yaitu menggunakan metode MVI (Mangrove Vulnerability Index) . Hasil yang diperoleh dari analisis indeks kerentanan yaitu berkisar antara peringkat 3.1 sampai dengan 3.4, hal ini menunjukan bahwa tingkat kerentanan pada ekosistem mangrove di Kecamatan Socah masuk dalam ketegori tinggi.Kata Kunci: Mangrove, Kerentanan, Pesisir, SocahABSTRACTCoastal areas have a high level of utilization, but on the other hand, this area is very easily subject to change, so it can be said that coastal areas are very dynamic areas. The dynamic is that it is very susceptible to being influenced by various activities that occur. If you receive material input from rivers, the area will experience an increase in area or what is called accretion. This phenomenon can occur due to imbalance in sediment movement and cause vulnerability to the ecosystem. Coastal conditions in Bangkalan Regency are areas subject to human activity. Coastal areas containing mangrove forests also have fishing boats active, one of which is in Socah District. The research was conducted on the coast of Socah District, Bangkalan Regency. The location of data collection points was carried out in coastal areas, resulting in 4 (four) observation stations. The basis for determining the two stations in the east is to look at coastal areas where mangrove vegetation is still found. Mangrove types, namely at the first and second stations, mangroves were found with the types Rhizophora mucronata and Avicennia alba, while at the third and fourth stations mangroves were found with the types Rhizophora mucronata, Avicennia alba and Avicennia marina. Apart from the type of mangrove, there are other measurements such as sediment texture, sedimentation rate, sediment salinity, sediment nitrate and phosphate. The  method  used  to  measure  the  mangrove  vulnerability  index  is the MVI (Mangrove Vulnerability Index) method. The results obtained from the vulnerability index analysis ranged from 3.1 to 3.4, this shows that the level of vulnerability in the mangrove ecosystem in Socah District is in the high category.Key words: Mangrove, Vulnerability, Coastal, Socah
Hubungan Tekstur Sedimen Terhadap Vegetasi Mangrove Di Education Park Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan Herdi, Herdi; Afifa, Fitria Hersiana; Ainalyaqin, Muhammad Ilham; Latif, M
Juvenil Vol 6, No 3: Agustus (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i3.30439

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tekstur sedimen terhadap vegetasi mangrove Di Education Park Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Pengambilan  sampel dilakukan dari 3 stasiun yang terbagi dalam 3 wilayah yaitu daratan, dekat aliran sungai dan daerah garis pantai yang meliputi pengukuran vegetasi mangrove, sampel sedimen. Analisis tekstur sedimen dengan metode Buchanan dengan dua analisa yaitu analisa kering (sieve shaker) dan analisa basah (pemipetan). Tekstur sedimen yang diketahui pada stasiun 1 dan 2 terdapat sand (pasir), silt (lumpur) dan clay (liat), sedangkan stasiun 3 hanya terdapat Gravel (kerikil) dan sand (pasir). Metode yang digunakan dalam pengkuran tingkat hubungan antara tekstur sedimen terhadap kerapatan vegetasi mangrove menggunakan metode Uji Korelasi Pearson. Hasil kerapatan mangrove pada stasiun 1 sebesar 1800 dengan vegetasi mangrove Avicennia marina, Rhizophora mucronata dan Sonneratia alba. Stasiun 2 memperoleh sebesar 4633 dengan vegetasi mangrove Rhizophora mucronata, sedangkan pada stasiun 3 memperoleh sebasar 767 dengan vegetasi mangrove Sonneratia alba. Hasil uji korelasi pearson menunjukkan bahwa hubungan tekstur sedimen sand (pasir), silt (lumpur) dan clay (liat) terhadap kerapatan mangrove stasiun 1 memperoleh koefisien korelasi sebesar 0,936 (sangat kuat), stasiun 2 hubungan antara tekstur sedimen sand (pasir), silt (lumpur) dan clay (liat) terhadap kerapatan mangrove memperoleh nilai koefisien korelasi pearson sebesar 0,903 (sangat kuat) dan stasiun 3 hubungan antara tekstur sedimen gravel (kerikil) dan sand (pasir) terhadap kerapatan mangrove memperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,942 (sangat kuat).Kata kunci: Tekstur sedimen, Mangrove, Kerapatan, Education Park LabuhanABSRACTThis study aims to determine the cerrelation of sediment texture to mangrove vegetation in Education Park Labuhan Village, Sepulu District, Bangkalan Regency. The method used in this research is quantitative method. Sampling was conducted from 3 stations which are divided into 3 areas, namely the mainland, near the river and the shoreline area which includes measurement of mangrove vegetation, sediment samples. Analysis of sediment texture with Buchanan method with two analyzes, namely dry analysis (sieve shaker) and wet analysis (pipetting). Sediment texture known at stations 1 and 2 there is sand (sand), silt (mud) and clay (clay), while station 3 there is only Gravel (gravel) and sand (sand). The method used in measuring the level of correlation between sediment texture to mangrove vegetation density using the Pearson Correlation Test method. The results of mangrove density at station 1 amounted to 1800 with mangrove vegetation Avicennia marina, Rhizophora mucronata and Sonneratia alba. Station 2 obtained 4633 with Rhizophora mucronata mangrove vegetation, while at station 3 obtained 767 with Sonneratia alba mangrove vegetation. Pearson correlation test results show that the correlation between sediment texture sand (sand), silt (mud) and clay (clay) to mangrove density station 1 obtained a correlation coefficient of 0.936 (very strong), station 2 correlation between sediment texture sand (sand), silt (mud) and clay (clay).Keywords: Sediment texture, Mangrove, Density, Education Park Labuhan
Asosiasi Kelimpahan Makrozoobenthos Dengan Vegetasi Mangrove Di Labuhan Mangrove Education Park, Kabupaten Bangkalan Ainalyaqin, Muhammad Ilham; Afifa, Fitria Hersiana; Herdi, Herdi; Latif, M.
Juvenil Vol 6, No 4: November (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i4.31781

Abstract

ABSTRAKHutan mangrove merupakan salah satu ekosistem yang mendukung keberadaan berbagai organisme hidup, salah satunya yaitu makrozoobenthos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asosiasi antara kerapatan mangrove dengan kelimpahan makrozoobenthos dengan vegetasi yang berbeda. Penelitian dilakukan di Labuhan Mangrove Education Park menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan pada 9 plot transek berukuran 10x10 m menggunakan metode line transect dan setiap plot transek terdapat sub-plot berukuran 1x1 m. Ditemukan sebanyak 19 spesies makrozoobenthos dari 3 kelas (Gastropoda, Bivalvia, dan Crustacea) dengan kelimpahan individu berkisar antara 0,06–17,89 ind/m2 dan kelimpahan per pengulangan sebesar 2,80-9,63 ind/m2. Indeks keanekaragaman makrozoobenthos tergolong rendah hingga sedang (0,57–1,52), indeks keseragaman dalam kategori rendah hingga tinggi (0,32–0,68), serta indeks dominansi yang tergolong tidak ada hingga ada spesies yang mendominasi (0,32–0,76). Hasil uji Pearson menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,249 (p 0,05) yang artinya tidak ada asosiasi yang signifikan antara kelimpahan makrozoobenthos dan kerapatan mangrove.Kata Kunci: Asosiasi, Kelimpahan, Makrozoobenthos, Mangrove, Labuhan Mangrove Education ParkABSTRACTMangrove forests are one of the ecosystems that support the existence of various living organisms, one of which is macrozoobenthos. This study aims to determine the association between mangrove density and macrozoobenthos abundance with different vegetation. The study was conducted at Labuhan Mangrove Education Park using a quantitative descriptive method with purposive sampling technique. Data collection was carried out on 9 transect plots measuring 10x10 m using the line transect method, and each transect plot had a sub-plot measuring 1x1 m. A total of 19 macrozoobenthos species from 3 classes (Gastropoda, Bivalvia, and Crustacea) were found, with individual abundance ranging from 0.06 to 17,89 ind/m2 and abundance per repetition of 2,80-9,63 ind/m2. The macrozoobenthos diversity index was classified as low to moderate (0,57–1,52), the evenness index was in the low to high category (0,32–0,68), and the dominance index was classified as no to dominant species (0,32–0,76). The Pearson test results showed a significance value of 0.249 (p 0,05), which means that there is no significant association between macrozoobenthos abundance and mangrove density.Keywords: Association, Abundance, Macrozoobenthos, Mangrove, Labuhan Mangrove Education Park