Yuliasri Ramadhani Meutia
Balai Besar Industri Agro

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Suhu dan Waktu Maserasi terhadap Komponen Volatil yang Terlibat pada Ekstraksi Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) Yuliasri Ramadhani Meutia; Ning Ima Arie Wardayanie; Rienoviar -; Titin Mahardini; Indera Wirawan
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 32, No 01 (2015)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.268 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v32i01.2629

Abstract

Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) merupakan tanaman rempah khas Sumatera Utara yang banyak digunakan sebagai bumbu masak karena memiliki citarasa yang khas. Selain itu andaliman memiliki beberapa manfaat antara lain sebagai antimikroba, antioksidan dan sebagai immunomodulator. Studi mengenai pengaruh proses ekstraksi terhadap komponen flavor andaliman telah dilakukan, namun belum ada yang melihat pengaruh suhu dan waktu maserasi  terhadap komponen flavor pada ekstrak yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh suhu dan waktu maserasi terhadap komponen volatil yang terlibat di dalamnya. Andaliman diekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol dan etil asetat (1:1) pada suhu ruang dan pada suhu 40 °C selama 2 jam, 4 jam, dan 6 jam. Hasil ekstraksi dianalisis komponen volatilnya dengan menggunakan GC-MS dilanjutkan dengan analisis komponen aroma yang terdeskripsikan dengan GC-O. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen flavor utama yang dihasilkan dari proses ekstraksi andaliman dengan maserasi menggunakan pelarut etanol: etil asetat (1:1) pada suhu ruang didominasi oleh  senyawa geranyl acetate meskipun setelah 6 jam maserasi terjadi dominasi D-Limonene menggantikan dominasi geranyl acetate. Maserasi pada suhu 40 °C juga menunjukkan geranyl acetate sebagai komponen volatil dominan pada 2 jam maserasi. Setelah 4 jam maserasi 40 °C, citronellol merupakan komponen volatil dominan, sedangkan setelah 6 jam maserasi 40 °C komponen volatil yang dominan adalah D-Limonene diikuti oleh geranyl acetate. Suhu maserasi dan waktu pada proses maserasi yang berbeda dapat menyebabkan perubahan pada komponen flavor yang dominan pada ekstrak andaliman. Namun komponen flavor yang dominan pada GC-MS tersebut tidak menunjukkan aroma yang terdeskripsikan pada GC-O. Aroma yang terdeskripsikan dari sniffing port pada andaliman yang dimaserasi pada suhu ruang bervariasi dari andaliman-like, green, flowery, sour, dan earthy. Sedangkan pada andaliman yang dimaserasi pada suhu 40 °C adalah aroma flowery, green, sweet, and spicy lebih banyak terdeskripsikan. Hal ini dapat menunjukkan bahwa suhu maserasi  dapat mempengaruhi aroma yang terdeskripsikan dengan menggunakan GC-O.
Evaluasi Aspek Sanitasi pada Pengembangan Lini Proses Mocaf Berbasis 4.0 di Balai Besar Industri Agro Yuliasri Ramadhani Meutia; Santi Ariningsih; Reno Fitri Hasrini; Tita Aviana
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 37, No 2 (2020)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v37i2.5994

Abstract

ABSTRAK: Balai Besar Industri Agro (BBIA) mengembangkan lini proses mocaf berbasis 4.0 sebagai unit percontohan dalam pengembangan ekosistem 4.0, dimana ekosistem inovasi sebagai salah satu langkah strategis dalam transformasi 4.0 untuk mengimplementasikan revolusi industri 4.0 sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0. Lini proses mocaf berbasis 4.0 tersebut, berkaitan dengan proses pengolahan pangan, maka tetap harus mempertimbangkan kesesuaian desain peralatan dan permesinan tersebut dengan prinsip-prinsip sanitasi pangan. Aspek sanitasi merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam industri pangan. Tulisan ini bertujuan untuk mengevaluasi desain alat pada lini proses tersebut, metode sanitasi, serta rekomendasi kegiatan sanitasi yang diharapkan dapat berguna untuk perbaikan dan pengembangan lini proses mocaf 4.0 tersebut. Metode yang digunakan melalui pengamatan lini proses dengan membandingkan dengan Peraturan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik. Data pengamatan dibahas secara deskriptif analitik. Berdasarkan hasil evaluasi beberapa aspek sanitasi pada lini proses mocaf 4.0 ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu dari segi infrastruktur, desain peralatan, verifikasi hasil sanitasi, dan juga akses masuknya hama pada lini proses.Kata kunci: evaluasi, GMP, industri 4.0, mocaf, sanitasiABSTRACT: Center for Agro-based Industry (CABI) developed the 4.0-based mocaf process line as a pilot project in the development of ecosystem 4.0, where the innovation ecosystem as one of the strategic steps in transformation 4.0 to implement the 4.0 industrial revolution according to the Making Indonesia 4.0 road map. Sanitation aspect is an important thing that must be considered in the food industry. This paper aims to evaluate the design of process line, sanitation methods, and recommendations for sanitation activities that are expected to be useful for the improvement and development of the mocaf 4.0 process line. The method is through a process line observation by comparing with the Rules for Good Manufacturing Processed Food. Observational data were discussed in a descriptive analytic manner. Based on the evaluation of several aspects of sanitation in the mocaf 4.0 process line, there are a number of things that need to be considered that are the infrastructure, equipment design, verification of sanitation results, and also pest control on the line process area.Keywords:  evaluation, GMP, industry 4.0, mocaf, sanitation