Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Characterization of Magnetic and Density Properties on Barium Ferrite with MnO2 Addition Ratih Resti Astari; Handoko Setyo Kuncoro; Didit Nur Rahman; Toni Kristiantoro
Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia Vol 26, No 1 (2017): Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia
Publisher : Balai Besar Keramik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32537/jkgi.v26i1.3912

Abstract

The addition of MnO2 in synthesis of barium ferrite magnet were prepared by powder metallurgy method with variation formula of MnO2 0%, 0.1%, 0.2%, 0.3%, 0.5% and 1% sintered at 1175 ºC. Material characterization includes X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscope (SEM) and permagraph were employed to investigate the effect of MnO2 addition to magnetic properties and sample density. Hysteresis curve using permagraph showed that the addition of MnO2 have an effect on the increasing of magnetic properties and density. Remanence induction (Br), coercivity (Hc) and density (ρ) reached the maximum value of 1.36 kG, 2.757 kOe and 4.29 g/cm3  respectively  on different formula MnO2. The best value of MnO2 addition could be concluded on the addition MnO2 of 0.3% with Br = 1.36 kG, Hc = 2.683 kOe, and ρ = 4.29 g/cm3. The XRD results showed the formed of barium ferrite phase in the sintered sample at 1175ºC. While the SEM result revealed that the addition of MnO2 affected the density of barium ferrite particles.
Kajian Perkembangan Penelitian Glasir untuk Industri Keramik Selama 25 Tahun Terakhir Handoko Setyo Kuncoro; Herlina Damayanti; Naili Sofyaningsih
Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia Vol 25, No 2 (2016): Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia
Publisher : Balai Besar Keramik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32537/jkgi.v25i2.2666

Abstract

Hasil-hasil penelitian glasir Balai Besar Keramik akan dikaji dalam kaitannya dengan permasalahan di industri keramik di Indonesia. Kajian ini bertujuan mengevaluasi perkembangan penelitian glasir di Balai Besar Keramik (BBK) dalam keterkaitannya dengan topik yang diangkat dan permasalahan di industri keramik Indonesia. Perkembangan penelitian akan dikaji dalam rentang waktu 5 tahunan sesuai topiknya. Isu-isu industri juga diklasifikasikan kedalam 5 topik isu, yakni: bahan baku, teknologi proses, mutu produk, inovasi produk, dan lingkungan. Sampel data diambil dari penelitian-penelitian glasir mulai tahun 1992 hingga 2016 berdasarkan KTI Nasional dalam majalah JKGI dan ITKG.  Sedangkan informasi tingkat permasalahan industri keramik didekati dari jajak pendapat 20 asesor industri keramik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode statistik deskriptif dan inferensial ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil perhitungan ANOVA memberikan nilai p-value dibawah 0,05 dan perhitungan nilai F 4,75 (diatas kriteria F 2,87) yang menunjukkan bahwa penelitian-penelitian glasir selama ini memiliki hubungan yang signifikan dengan permasalahan di industri keramik Indonesia. Walaupun demikian, dalam kaitannya dengan industri keramik yang lebih besar, beberapa hal perlu ditingkatkan dalam penelitian bahan baku dan teknologi proses yang juga dibahas dalam kajian ini.