Nila Zaimatus Septiana
Fakultas Tarbiyah, IAIN Kediri, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Strategi Kooperatif Model Group Investigation Bagi Siswa yang Mengalami Attention Devicit Hyperactive Disorder (ADHD) Nila Zaimatus Septiana; Chusnul Chuluq; Choiru Umatin Ummah
Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2020): The Journal of Innovation in Elementary Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.176 KB) | DOI: 10.22236/jipd.v5i2.129

Abstract

This study aimed to discuss the importance of applying the cooperative Group Investigative model cooperative strategy for students who use ADHD specifically in class III-B MI Nizhamiyah Rejoagung, Ploso, Jombang. This study uses a qualitative method with a case study design that uses two cycles in its application. Taking the subject of this study using purposive sampling technique that is the subject that has the characteristics of ADHD sufferers. ADHD sufferers fail to overcome difficulties (inattention), self-control (impulsivity), and hyperactivity. After implementing a cooperative strategy, the model group investigations on these students using two phases, make conclusions about the first phase to successfully make ADHD sufferers focus on the task and reduce the risk of excessive.
MEMBANGUN SELF LOVE PADA REMAJA PENGGUNA INSTAGRAM DITINJAU DARI PERSPEKTIF DRAMATURGI (STUDI FENOMENOLOGI REMAJA PENGGUNA INSTAGRAM DI DESA NGEBRAK) nila zaimatus septiana; Jesi Darina
SHINE: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : STKIP PGRI SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36379/shine.v2i1.181

Abstract

Penelitian ini berjudul membangun self love pada remaja pengguna Instagram di tinjau dari perspektif dramaturgi, penelitian in dikhususkan kepada remaja pengguna Instagram. Jenis Penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengguna Instagram yang aktif di Desa Ngebrak dalam membangun self love mereka melalui medsos Instagram dan bagaimana teori dramaturgi dapat di aplikasikan untuk menjelaskan pola interaksi mereka melalui medsos Instagram. Teknik yang digunakan oleh peneliti dalam memilih informan yakni teknik purposive sampling. Subjek dari penelitian ini adalah remaja wanita usia 18-22 tahun yang aktif sebagai pengguna Instagram di Desa Ngebrak. Teknik mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah observasi, pemeliharaan dan dokumentasi. penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Argumen ini dirumuskan berkat analisis menggunakan teori dramaturgi sebagai kerangka refleksi utama. Hasil analisis penelitian telah menemukan bahwa dalam proses membangun self love melalui media sosial Instagram, Remaja mampu memanfaatkan Instagram dengan bijak sehingga memberikan efek positif bagi dirinya. Faktor yang mempengaruhinya adalah diri sendiri dan orang lain dengan memberikan tanda suka (like), komentar positif dan komentar negatif pada foto di Instagram cinta diri adalah konsep yang sangat penting dalam kehidupan semua orang yang hidup yang memberi kita kekuatan dan keberanian untuk melewati masa-masa sulit tanpa harus menjatuhkan dan memandang rendah oranglain. Konsep membangun self love adalah dengan menampilkan apa adanya diri individu di Instagram sebagai cerminan di real life, menumbuhkan self love akan menciptakan kebahagiaan di masa depan, menjadi orang yang lebih percaya diri, tidak dibandingkan dengan orang lain dan tentu saja, mentalitas juga akan menguat. Banyaknya cara yang dapat di lakukan untuk menunjukkan bahwa kita mencintai diri kita sendiri dengan bijak dalam menanggapi Instagram . Tanpa ragu kami mulai menerapkan self love melalui media sosial Instagram, dan yang lain akan termotivasi untuk mengembangkannya. Kata kunci : self love, remaja, Instagram, perspektif dramaturgi
Initial Validation of a School Counselor Accountability Scale (ID-SCAS) Using The Rasch Model Binti Isrofin; Agus Taufiq; Ahman; Nila Zaimatus Septiana; Yuli Nurmalasari
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol. 13 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/k74hsw11

Abstract

School counseling accountability has transformed from simply counting counselor activity to being data and evidence-based to demonstrate impact on student success. However, few accountability scales have been developed specifically for school counselors. This study aims to test the reliability and validity of the school counselor accountability scale using the Rasch model. The scale developed included six key indicators: aligning the mission of the counseling program with the school mission (mission), ), identify critical student data (element), analyzing data (analysis), uniting with stakeholders to plan action (stakeholder unite), collecting results (result), and reporting results (educate). This study involved an initial sample of 78 Semarang city school counselors who are members of the Consultation of Guidance and Counseling Teachers (MGBK). The results of the analysis showed that the item reliability index on the accountability scale reached 0.88, while the respondent reliability was 0.97, with a Cronbach's alpha value of 0.98, indicating very high internal consistency. In addition, the unidimensionality test showed that the variance explained by the model was 39%, well above the minimum threshold of 20%, indicating that the scale is able to measure one clear construct. Thus, this initial test shows that the school counselor accountability scale has good reliability and validity and is ready to be used in the measurement of school counselor accountability. Akuntabilitas konseling sekolah telah bertransformasi dari sekadar menghitung aktivitas konselor menjadi berbasis data dan bukti untuk menunjukkan dampak pada keberhasilan siswa. Skala akuntabilitas yang telah dikembangkan secara khusus untuk konselor sekola masih belum banyak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji reliabilitas dan validitas skala akuntabilitas konselor sekolah menggunakan model Rasch. Skala yang dikembangkan mencakup enam indikator utama: menyelaraskan misi program BK dengan misi sekolah (mission), mengumpulkan data kinerja siswa (element), menganalisis data (analysis), bersatu dengan pemangku kepentingan untuk merencanakan tindakan (stakeholder unite), mengumpulkan hasil (result), dan melaporkan hasil (educate). Penelitian ini melibatkan sampel awal sebanyak 78 konselor sekolah kota Semarang yang tergabung dalam Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK). Hasil analisis menunjukkan bahwa indeks reliabilitas item pada skala akuntabilitas mencapai 0,88, sedangkan reliabilitas responden sebesar 0,97, dengan nilai Cronbach's alpha 0,98, yang mengindikasikan konsistensi internal yang sangat tinggi. Selain itu, uji unidimensionalitas menunjukkan bahwa varians yang dijelaskan oleh model sebesar 39%, jauh di atas ambang batas minimum 20%, yang menunjukkan bahwa skala ini mampu mengukur satu konstruksi yang jelas. Dengan demikian, tes awal ini menunjukkan bahwa skala akuntabilitas konselor sekolah memiliki reliabilitas dan validitas yang baik serta siap untuk digunakan dalam pengukuran akuntabilitas konselor sekolah.