Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pelatihan Kader Jumantik dalam Pengendalian Vektor DBD Desa Pandak Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas Mela Firdaust; Arif Widyanto; Zaeni Budiono; Sugeng Abdullah; Aris Santjaka; Asep Tata Gunawan; Yulianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i4.1947

Abstract

The government conducts a program to reduce dengue cases by focusing on preventive. However, the PSN movement launched by the Regent of Banyumas was not optimal. This activity aims to increase the knowledge of jumantik cadres to control of dengue vectors. Pandak Village is a dengue-endemic village. The number of cadres in Pandak Village is 25 peoples, each RT has one jumantik cadre. The implementation of PSN 3M Plus has gone well, but it is not optimal. In its implementation, cadres have not fully understood the larval monitoring instruments that must be filled and how to control them. After the implementation of jumantik cadres training, knowledge of dengue vector control methods increased to 88% which has a very good value category. Cadres have been able to mention breeding places and resting places for dengue vectors. In addition, cadres were also able to mention how to control dengue vectors both physically, biologically and chemically. Each jumantik cadre has understood his duties, namely responsible for monitoring the larval indices together with the household jumantik and recapitulating data per week, and reporting per month to the jumantik coordinator. Periodic reporting of the tiered larval index will ensure the validity of the ABJ data presented in each Health Center. The data is used as a risk assessment of dengue transmission in the work area of the local health center.
Penguatan Kader Masyarakat Dalam Penemuan dan Pengobatan Tb Paru Di Desa Kemutug Lor M. Choiroel Anwar; Zaeni Budiono
Jurnal LINK Vol 21 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v21i1.12866

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Dunia terutama di Indonesia. Penderita tuberkulosis dapat menghasilkan 3000 percikan droplet yang dapat menularkan kepada 10 – 15 orang, Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menangani permasalah TB adalah adalah dengan memberdayakan kader TB. Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat, khususnya kader TB, diaharapkan agar kader TB mampu mendampingi serta mengidentifikasi masyarakat suspek dan menjalani pengobatan hingga sembuh. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini dihasilkan luaran pada kader yang diberikan materi dan dilatih melalui simulasi agar dapat memberikan pendampingan dengan baik. Pemberian materi diharapkan mampu memberi penyegaran dan menambah pengetahuan kader mengenai TB. Selain memberikan pendampingan pada penderita TB yang sudah terkonfirmasi kondisinya, kader juga berperan penting dalam mengidentifikasi mayarakat yang dicurigai menderita TB. Setelah berhasil mengidentifiaksi suspek TB, kader perlu untuk mendorong agar mereka mau memeriksakan diri dan menjalani pengobatan. Simpulan kegiatan pelatihan kader kesehatan dilengkapi dengan Simulasi dilakukan agar kader dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam melakukan pendampingan. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat mendukung program pemerintah dalam upaya memberantas penyakit TB di Indonesia.