Andewi Suhartini
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kemampuan Manusia (Qudratul Insan) dalam Pendidikan Islam Abdul Mun'im Amaly; Nurwadjah Ahmad; Andewi Suhartini
Muslim Heritage Vol 6, No 1 (2021): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i1.2855

Abstract

AbstractThe current pandemic phenomenon demands further education to be able to develop and innovate one of them with educational technology, but there are still many education users, namely teachers who have not responded to educational technology, especially Islamic Education teachers, therefore researchers intend to reveal and describe Teacher Skills. PAI in Optimizing Educational Technology-Based Learning. Researchers used descriptive qualitative methods with data collection techniques interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that Islamic Education teachers at SMA Darul Falah Cihampelas can use and even optimize educational technology properly, seen from the learning process that can be integrated with various other technologies either with hardware such as computers/laptops or smartphones, both with software such as self-made applications. or open source applications. Optimization is also carried out among the ways, namely Understanding Learning Material Content, Adjusting the Scope of Learning Strategies, and Developing Knowledge Insights.  AbstrakPerkembangan dunia pendidikan khususnya pendidikan Islam dewasa ini terlihat stagnan dan lambat berkembang terutama di masa pandemi covid-19, padahal seharusnya sebagai objek dan subjek pendidikan manusia berusaha untuk berkembang maju dalam berbagai situasi kondisi apapun, karena sejatinya manusia telah dianugerahi oleh Allah kemampuan (Qudratul) tersebut dengan berbagai potensi yang dimiliki. Tujuan dari penelitian dan pengkajian ini untuk mengungkap kemampuan manusia (Qudratul insan) dan potensi yang dimilikinya berkenaan dengan pendidikan Islam, dengan menggunakan metode metode  Library Research, selanjutnya dilakukan analisis bacaan dengan menggunakan metode Contect Analyisis. Hasil dari pengkajian menunjukkan bahwa manusia diberikan kemampuan (Qudratul) oleh Allah SWT dengan berbagai potensi, yakni potensi akan untuk berpikir dengan benar, jasmani  meliputi seluruh indra yang dimiliki untuk menangkap berbagai fenomena, dan potensi hati yakni intuisi yang mengarahkan mana positif dan negatif, dengan adanya potensi tersebut manusia mampu untuk berkembang dan mengembangkan pendidikan Islam agar berkembang maju yang merupakan salah satu fungsinya sebagai khalifah di muka bumi untuk memelihara, mengembangkan dan memakmurkannya. Begitu juga sebaliknya manusia perlu dikembangkan berdasarkan potensinya agar dapat menjalannya peranannya sebagai khalifah di muka bumi 
Belajar Sebagai Kehendak Manusia (Masyiatul I’bad) dalam Mendapatkan Ilmu Pengetahuan Taofik Andi Rachman; Nuwadjah Ahmad; Andewi Suhartini
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jpi.v12i2.7260

Abstract

The human will to choose is a gift that Allah has given to them. Since early life, humans have the potential to choose certain attitudes in life. With this will of choice, human can be in goodness and also man can fall into sin. The factors that can influence this will are human reason and revelation sent down by Allah Almighty. The relevance of the human will to gain knowledge is to study hard to master the knowledge that humans need. This paper is compiled from a literature study that contains the human will and theological reviews of the human will in obtaining knowledge. The data is compiled, analyzed, and concluded so as to get an overview of the views of Islamic theology in gaining knowledge. The results of the study show that knowledge is essentially a sustenance from Allah swt. As Allah's sustenance, humans are required by Sharia to earn it seriously. Studying diligently is a human effort to master knowledge. This human will is an important matter for humans in obtaining and developing knowledge.
Arabic Language Development in Boarding Schools at the Industry Era 4.0: Potentials and Challenges Noza Aflisia; Hendriyanto Hendriyanto; Andewi Suhartini
Alsuna: Journal of Arabic and English Language Vol 5 No 1 (2022): Language Teaching in Case Studies
Publisher : Prodi Bahasa Arab dan Lembaga Bahasa Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/alsuna.v5i1.2040

Abstract

Purpose - This study aims to analyze and present the potential for Arabic language development through education in Boarding Schools and the challenges faced in the current era of the Industrial Revolution 4.0. Design/methodology/approach – The technique of analyzing research data is carried out through several stages, namely: processing and preparing data, classifying data, reading all the data that has been obtained, analyzing the special potential of Boarding Schools for Arabic language development, and identifying challenges faced by Islamic boarding schools in developing Arabic, as well as clarifying and drawing conclusions on the results of the analysis obtained. Findings/results – The results showed that the potential of Boarding Schools in developing Arabic at least consisted of academic and professional potential, technology, religiosity, politics, and economics. In developing the existing potential, Islamic boarding schools are faced with the challenge of making students master communicative Arabic and technology. Originality/value - This research further describes in more detail the potential and challenges of developing Arabic in Islamic boarding schools. so that the understanding and knowledge gained are deeper and more comprehensive. Considering the Arabic language reaps many problems and challenges and makes Arabic an interesting study to study at this time. Paper type – Conceptual paper
Belajar Sebagai Kehendak Manusia (Masyiatul I'bad) dalam Mendapatkan Ilmu Pengetahuan Taofik Andi Rachman; Nuwadjah Ahmad; Andewi Suhartini
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jpi.v12i2.7260

Abstract

The human will to choose is a gift that Allah has given to them. Since early life, humans have the potential to choose certain attitudes in life. With this will of choice, human can be in goodness and also man can fall into sin. The factors that can influence this will are human reason and revelation sent down by Allah Almighty. The relevance of the human will to gain knowledge is to study hard to master the knowledge that humans need. This paper is compiled from a literature study that contains the human will and theological reviews of the human will in obtaining knowledge. The data is compiled, analyzed, and concluded so as to get an overview of the views of Islamic theology in gaining knowledge. The results of the study show that knowledge is essentially a sustenance from Allah swt. As Allah's sustenance, humans are required by Sharia to earn it seriously. Studying diligently is a human effort to master knowledge. This human will is an important matter for humans in obtaining and developing knowledge.
Konsep Masyi'atu Allah dan Masyi'atu Al-‘Ibad dalam Proses Pendidikan berdasarkan Perspektif Teologi Islam Firmansah Setia Budi; Nurwadjah Ahmad; Andewi Suhartini
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 2 (2025): April -Juni
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i2.19503

Abstract

Perbedaan pendapat terkait konsep masyiatu Allah dan masyiatu al-‘ibad antara aliran teologi Jabariyah, Qadariyah dan Ahlu Sunnah merupakan perdebatan yang sudah sering diperbincangkan sejak dulu. Namun sekarang, hal ini perlu dikaji ulang kaitannya dengan implikasi dari perbedaan pendapat terkait konsep masyiatu Allah dan masyiatu al-‘ibad terhadap konsep pendidikan dalam Islam. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai konsep pendidikan Islam dalam perspektif teologis. Hal ini akan diperjelas melalui komparasi antara perspektif teologis aliran Jabariyah, Qadariyah dan Ahlu Sunnah. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (bahtsun maktabiy) melalui pendekatan analisis deskriptif (dirasah washfiyah). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aliran Jabariyah menafikan kehendak manusia (masyiatu al-‘ibad) dalam proses pendidikan. Sebaliknya, aliran Qadariyah menafikan kehendak Allah (masyiatu Allah) dalam proses pendidikan. Adapun Ahlu Sunnah tidak menafikan salah satu diantara keduanya, Ahlu Sunnah berpendapat bahwa keduanya memiliki peranan masing-masing dalam proses pendidikan. Maka pendidikan dalam Islam harus bisa mengarahkan peserta didik agak kehendak mereka sesuai atau sejalan dengan apa yang dikehendaki oleh Allah -ta'ala-.
Konsep Masyi'atu Allah dan Masyi'atu Al-‘Ibad dalam Proses Pendidikan berdasarkan Perspektif Teologi Islam Firmansah Setia Budi; Nurwadjah Ahmad; Andewi Suhartini
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 2 (2025): April -Juni
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i2.19503

Abstract

Perbedaan pendapat terkait konsep masyiatu Allah dan masyiatu al-‘ibad antara aliran teologi Jabariyah, Qadariyah dan Ahlu Sunnah merupakan perdebatan yang sudah sering diperbincangkan sejak dulu. Namun sekarang, hal ini perlu dikaji ulang kaitannya dengan implikasi dari perbedaan pendapat terkait konsep masyiatu Allah dan masyiatu al-‘ibad terhadap konsep pendidikan dalam Islam. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai konsep pendidikan Islam dalam perspektif teologis. Hal ini akan diperjelas melalui komparasi antara perspektif teologis aliran Jabariyah, Qadariyah dan Ahlu Sunnah. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (bahtsun maktabiy) melalui pendekatan analisis deskriptif (dirasah washfiyah). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aliran Jabariyah menafikan kehendak manusia (masyiatu al-‘ibad) dalam proses pendidikan. Sebaliknya, aliran Qadariyah menafikan kehendak Allah (masyiatu Allah) dalam proses pendidikan. Adapun Ahlu Sunnah tidak menafikan salah satu diantara keduanya, Ahlu Sunnah berpendapat bahwa keduanya memiliki peranan masing-masing dalam proses pendidikan. Maka pendidikan dalam Islam harus bisa mengarahkan peserta didik agak kehendak mereka sesuai atau sejalan dengan apa yang dikehendaki oleh Allah -ta'ala-.