Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KENYAMANAN INAP AT CAPSULE HOSTEL SEBAGAI DESAIN COMPACT Ahmad Muzzayin Dina Wari; Setiamurti Rahardjo; Dea Aulia Widyaevan
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 16 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.38 KB) | DOI: 10.25105/dim.v16i2.7059

Abstract

AbstractThe increasing number of millennial travelers has affected the growth of backpacker accommodations in Bandung, especially those which are built in a form of capsules. Located at the city center of Bandung, “Inap at Capsule Hostel” has many facilities, all of which are installed inside the capsules and make the design compact. Although all of those facilities are dimensionally accommodated, the anthropometric comfort of the capsule is still questionable since there are spaces required for body movements. With combining the qualitative method through experiencing the capsule’s interior directly and the quantitative method through analyzing reviews from booking websites with the instrument word cloud text analysis, it is found that the compact design of Inap at Capsule Hostel still represents the anthropometric comfort regardless its limited dimension. Nevertheless, rearrangement of some lighting facilities and materials inside the capsules is suggested to improve the quality of the spatial comfort. AbstrakMeningkatnya wisatawan milenial menjadi salah satu faktor pendorong berkembangnya penginapan backpacker berbentuk kapsul di kota Bandung. Inap at Capsule Hostel yang terletak di pusat kota Bandung memiliki lima belas fasilitas yang semuanya terletak di dalam unit kapsulnya dan membuat desainnya padat. Meskipun seluruh fasilitas tersebut dapat tertampung secara dimensi, tapi hal ini belum tentu sejalan dengan kenyamanan kapsul ini saat digunakan karena tubuh manusia memiliki aktivitas gerak yang membutuhkan ruang tambahan. Dengan memadukan metode kualitatif melalui pengalaman ruang secara langsung dan metode kuantitatif melalui olahan data review dari situs pemesanan akomodasi dengan word cloud text analysis, ternyata ditemukan bahwa unit yang padat pada Inap at Capsule Hostel masih nyaman digunakan meski secara dimensi terhitung sempit bagi ruang gerak manusia. Meskipun demikian, disarankan adanya penataan ulang beberapa fasilitas pencahayaan serta penggunaan material untuk meningkatkan kualitas kenyamanan ruangnya.
Penguatan Pengelolaan Potensi Desa Wisata Alamendah melalui Perencanaan Masterplan Tata Ruang/Guna Lahan Ahmad Nur Sheha Gunawan, S.T., M.T.; Setiamurti Rahardjo, S.T., M.T.; Kiki Putri Amelia, S.T., M.Ds
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.962 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17536

Abstract

Perencanaan desa wisata perlu didukung pemetaan penggunaan lahan dan potensi yang dimiliki. Umumnya desa wisata tumbuh karena keunikan desa tersebut, baik berupa kondisi bentang alam, kondisi sosial budaya, maupun kegiatan tertentu yang berkembang didesa tersebut. Permasalahan yang dihadapi adalah umumnya desa wisata lahir bukan dari rencana sehingga banyak desa wisata yang tidak memiliki roadmap dalam pembangunan fisik. Selain pembangunan desa wisata tidak merespon potensi yang ada, pembangunan yang sporadis dan mengalih fungsikan lahan karena tidak adanya perencanaan tata kelola ruang dan lahan membuatdesa wisata terancam eksistensinya, khususnya terkait dengan permukiman karena pertambahan jumlah penduduk. Perencanaan masterplan didesa wisata Alamendah mendukung pengelola dan pemerintah desa wisata dalam merencanakan pengembangan serta pembangunan desa wisata Alamendah kedepan sesuai dengan potensi yang ada. Kawasan dipetakan dan ploting peruntukannya sesuai dengan nilai dan potensi Kawasan, sehingga mampu mengendalikan alih fungsi lahan yang mengancam keberadaan desa wisata Alamendah.
PENGARUH SETTING ELEMEN FISIK RUANG KANTOR TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN, Studi Kasus : Kantor Redaksi Harian Umum Pikiran Rakyat, Bandung Zavani, Meilisa Nindy; Rahardjo, Setiamurti
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Idealog Volume 1 nomor 1
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v1i1.840

Abstract

Elemen fisik interior merupakan bagian pembentuk ruang, diantaranya adalah dinding dan lantai. Pengaturan terhadap elemen fisik tersebut berbeda-beda di setiap tempat. Pada ruang kantor, setting elemen fisik interior dapat memberikan pengaruh terhadap produktivitas karyawannya. Namun ruangan kantor sebagai lingkungan kerja sering diartikan sebagai lingkungan yang formal, sehingga didesain dengan kaku dan monoton. Hal tersebut juga berlaku bagi kantor surat kabar, dimana para karyawan redaksi khususnya wartawan yang selain mencari bahan berita di luar ruangan tetapi juga melakukan penulisan berita atau artikel di dalam kantor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana setting elemen fisik interior yang dapat mempengaruhiproduktvitas karyawan dan seberapa besar pengaruhnya. Dengan menyebarkan questionnaire kepada wartawan yang bekerja di ruang kantor Harian Umum Pikiran Rakyat di Bandung serta melakukan perhitungan secara kuantitatif, diperoleh hasil persentase produktivitas wartawan sebesar 82,29%. Sesudahnya dapat dihitung perolehan persentase pengaruh setting elemen fisik interior dinding dan lantai terhadap produktivitas karyawannya, yakni sebesar 30,38 %. Secara data, elemen fisik pada ruang kantor redaksi terlihat memiliki pengaruh terhadap produktivitas karyawan. Sebagai tambahan temuan, melalui observasi yang dilakukan, dicermati bahwa wartawan di Harian Umum Pikiran Rakyat sudah terbiasa dengan pola kerja yang menuntutmereka untuk selalu produktif, terlepas dari kondisi fisik lingkungannya. Dengan demikian, disimpulkan bahwa persentase yang ditunjukkan melalui perhitungan tersebut mengindikasikan bahwa setting elemen fisik di kantor arian Umum Pikiran Rakyat masih bisa ditingkatkan lagi untuk mencapai produktivitas kerja karyawan yang maksimal.