Figo Zulfan Alfaraby
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Pendidikan Islam Dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Mengurangi Pengangguran: Studi Kasus di Rumah Gemilang Indonesia Yogyakarta Ceni Amalia Ayu Lestari; Akhmad Fatkhul Wahhab; Figo Zulfan Alfaraby; Ahmad Sholeh
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3308

Abstract

Membangun pendidikan yang sesuai harapan dan tujuannya, diperlukan manajemen pendidikan yang tepat dalam pengelolaan. Untuk menganalisis manajemen yang ada di dalamnya, peneliti menggunakan teori manajemen dari Deming, yakni PDCA (Plan, Do, Check,Act) dengan berdasarkan manajemen pendidikan Islam. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis manajemen pendidikan Islam dalam program pemberdayaan di RGI Yogyakarta sehingga dapat mengurangi pengangguran. Dimana dalam penelitian ini diharapkan menambah wawasan, serta menjadi contoh bagi lembaga lain, untuk ikut serta memerdayakan masyarkat sekitar. Adapun Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan menggunakan struktur manajemen sebagai subjek penelitian di Rumah Gemilang Indonesia Yogyakarta, seperti; kepala/pimpinan lembaga, tenaga didik, guru Pengampu, guru keagamaan, siswa, dan alumni. Teknik yang digunakan dalam menentukan subjek penelitian, menggunakan Purposive Sampling yang diikuti dengan Snowball Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian menjelaskan bahwa manajemen pendidikan Islam yang diterapkan di Rumah Gemilang Indonesia Yogyakarta, dapat dikategorikan baik. Hal ini dilihat dari Input, Proses, Output, Outcame, dan Impact yang ada di lembaga tersebut. Program yang terdapat di RGI Yogyakarta terbukti mengurangi pengangguran, serta sesuai dengan visi misi yang dijalankan. Berdasarkan penelitian, program ini dapat menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan dalam keterampilan, berakhlak mulia, serta siap berusaha dan mandiri.
Model STIND dalam Pembelajaran PAI: Argumentasi dan Pemahaman Konseptual Mahasiswa Figo Zulfan Alfaraby; Nur Ali; Helmi Syaifuddin; Ali Muchasan
Academicus: Journal of Teaching and Learning Vol. 5 No. 1 (2026): Teaching and Learning
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/academicus.v5i1.114

Abstract

Pendidikan tinggi dituntut tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk kemampuan argumentasi dan pemahaman konseptual mahasiswa, sementara pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di perguruan tinggi masih cenderung didominasi metode ceramah yang kurang mendorong keterlibatan kognitif secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Structured Thematic Interactive Notation and Discussion (STIND) dalam pembelajaran PAI, mengidentifikasi pola argumentasi mahasiswa, dan menjelaskan bagaimana pemahaman konseptual mahasiswa terbentuk melalui model tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus intrinsik di IAI Hasanuddin Pare, melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, yang dianalisis secara interaktif melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa STIND diterapkan secara sistematis melalui tahapan segmentasi tematik, notasi manual, presentasi mahasiswa, diskusi sejawat, disiplin HP-off, dan sintesis reflektif. Model ini berkontribusi pada perkembangan kemampuan argumentasi mahasiswa, terutama dalam menyusun claim, data, dan warrant, meskipun unsur rebuttal masih terbatas. Selain itu, STIND juga memperkuat pemahaman konseptual mahasiswa, yang tampak dari kemampuan menafsirkan, memberi contoh, mengklasifikasikan, menyimpulkan, dan menjelaskan konsep secara lebih runtut. Dengan demikian, STIND dapat dipahami sebagai model pembelajaran alternatif yang tidak hanya meningkatkan keaktifan kelas, tetapi juga membentuk nalar yang lebih argumentatif, konseptual, dan reflektif dalam pembelajaran PAI di perguruan tinggi.