Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Pemanfaatan Animasi 3D Interaktif pada Pembelajaran Tulang Manusia Lisana, Lisana
Intelligent System and Computation Vol 4 No 1 (2022): INSYST: Journal of Intelligent System and Computation
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (d/h Sekolah Tinggi Teknik Surabaya)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52985/insyst.v4i1.235

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisa pemanfaatan animasi 3D interaktif dalam pembelajaran Biologi pada siswa SMA di Indonesia. Adapun topik yang dipilih dalam penelitian ini adalah struktur tulang manusia. Penelitian dilakukan dengan bantuan sebuah aplikasi 3D interaktif yang dikembangkan dengan menggunakan Unity. Aplikasi ini digunakan siswa sebagai alat untuk mendapatkan pengalaman yang baik dalam proses belajar mereka. Tiga puluh siswa dengan sukarela berpartisipasi dalam penelitian ini yang dibagi menjadi dua kelompok masing-masing terdiri dari lima belas siswa. Kelompok pertama adalah kelompok kontrol dimana siswa harus mempelajari struktur tulang manusia dengan menggunakan buku. Sebaliknya, siswa pada kelompok kedua yaitu kelompok eksperimen akan belajar dengan mengadopsi animasi 3D sebagai metode pembelajaran yang baru. Pengujian statistik, t-test independen, dilakukan untuk menentukan  apakah siswa yang belajar dengan mengadopsi animasi 3D dapat memperoleh skor yang lebih baik daripada siswa yang menggunakan buku biasa. Selain itu, siswa diminta untuk mengisi kuesioner yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan aplikasi animasi 3D dengan menggunakan Hedonic Motivation System Adoption Model (HMSAM). Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa penggunaan animasi 3D interaktif dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam mempelajari struktur tulang manusia, dimana mempunyai nilai rata-rata yang lebih tinggi. Selain itu, hasil penelitian lainnya menunjukkan bahwa siswa mendapatkan kepuasan yang tinggi dalam menggunakan aplikasi animasi 3D terutama dalam hal kenyamanan, kegunaan, kemudahan untuk digunakan, pengendalian, serta niat perilaku siswa untuk terus menggunakan aplikasi animasi 3D.
Staying The Course: A Systematic Literature Review On Mooc Learners Lisana, Lisana; Susanto, Alvin Fernando
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i8.61365

Abstract

Massive Open Online Courses have transformed access to education by offering flexible, learning opportunities. However, while initial adoption is widespread, sustaining learner engagement remains a critical challenge, marked by persistently low completion rates. This study addresses the growing academic concern around MOOC continuance intention, especially why learners choose to continue or discontinue participation. The purpose of this systematic literature review is to synthesize empirical research on MOOC continuance intention using the PRISMA framework. A total of 41 empirical articles indexed in Scopus, Web of Science, and Semantic Scholar were reviewed. This study answers four key research questions: What methods and measurements are commonly used? Which theoretical frameworks used? Which countries conducting studies? What key factors influence continuance intention? Findings reveal that quantitative methods using survey data are most prevalent, alongside studies using online reviews and mixed-method approaches. The Expectation-Confirmation Model emerges as the most frequently applied theoretical framework. China leads in publication volume, reflecting national policy support for MOOCs. Key influencing factors identified include perceived usefulness, satisfaction, perceived ease of use, confirmation, attitude, system quality, and perceived reputation. This review consolidates fragmented findings, builds a cohesive knowledge base, and offers practical insights for designing more effective, engaging, and sustainable MOOCs.
PENERAPAN ALGORITMA QUANTUM TREEMAPS DAN BUBBLEMAPS PADA ZOOMABLE IMAGE BROWSER Lisana Lisana
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 6, No 2 Juli 2007
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.179 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v6i2.a190

Abstract

Pada umumnya, aplikasi penampil gambar (image browser) menampilkan gambar dengan menggunakan miniatur gambar (thumbnail) yang diatur dalam bentuk grid, dimana pengguna dapat memilih gambar yang hendak dilihat dengan menggunakan mouse.  Meskipun aplikasi penampil gambar sangat populer, mereka memiliki beberapa kekurangan.  Misalnya, mereka hanya bisa menampilkan gambar yang terletak dalam satu direktori saja.  Jika dalam direktori tersebut ada sangat banyak gambar dan tidak cukup untuk ditampilkan semuanya dalam satu layar, maka pengguna harus menggunakan scrollbar untuk melihat sisanya.  Untuk beberapa kasus, miniatur gambar yang ditampilkan terlalu kecil sehingga pengguna tidak tahu apa isi dari gambar tersebut.  Untuk mengatasi kekurangan-kekurangan diatas, digunakan Zoomable User Interface (ZUI) yang terintegrasi didalam sebuah aplikasi penampil gambar yang diberi nama Zoomable Image Browser yang dapat menampilkan gambar dengan menggunakan miniatur gambar tanpa scrollbar meskipun jumlahnya banyak.  Selain itu, pada aplikasi ini pengguna dapat menampilkan gambar-gambar dari banyak direktori sekaligus.  Untuk menyusun kelompok-kelompok gambar tersebut secara otomatis, digunakan dua algoritma, yaitu algoritma quantum treemaps dan algoritma bubblemaps.  Quantum treemaps adalah algoritma yang membagi daerah yang ada dalam bentuk persegi panjang. Persegi panjang yang dihasilkan akan dibagi-bagi lagi menjadi persegi panjang yang lebih kecil dan begitu seterusnya. Algoritma bubblemaps bekerja dengan mengisi sel-sel yang ada dalam sebuah grid, menyimpan tanda dari sel-sel yang ada, sehingga dapat diketahui bahwa sel tersebut akan ditempati oleh gambar dari kelompok yang mana. Kesimpulan yang dapat diambil adalah karena algoritma bubblemaps menghasilkan daerah dengan bentuk acak, maka pengguna akan kesulitan dalam menemukan kelompok gambar tertentu, tetapi tidak menghasilkan tempat kosong pada kelompok gambar. Sedangkan algoritma quantum treemaps menghasilkan daerah berbentuk persegi panjang untuk menampung kelompok-kelompok gambar, sehingga pada sebagian besar daerah kelompok gambar terdapat tempat kosong, tetapi pengguna akan lebih mudah membedakan kelompok-kelompok gambar.Kata Kunci: Quantum Treemaps, Bubblemaps, Zoomable Image Browser
Adoption of Artificial Intelligence in Vocational High Schools: A Systematic Review of Teachers’ Perspectives Mafrukhah, Erny; Lisana, Lisana
Sinkron : jurnal dan penelitian teknik informatika Vol. 10 No. 1 (2026): Article Research January 2026
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/sinkron.v10i1.15701

Abstract

The purpose of this study is to examine Vocational High School teachers' perceptions of the adoption of artificial intelligence (AI) in vocational education. Using a systematic literature review (SLR) approach with the PRISMA 2020 protocol, 1,346 articles were identified from six main databases: ACM, IEEE Xplore, ScienceDirect, Google Scholar, and Semantic Scholar. Of the 1,346 articles identified, 263 were excluded at an early stage because they did not meet basic criteria, such as authorship, publication language, and document type. A total of 1,083 articles were screened, yielding 208 reports for in-depth screening. After the screening and feasibility assessment, 29 studies were included in the final analysis. The analysis showed that 72% of studies reported positive results, 24% reported moderate results, and 3% reported exploratory results. The dominant factors influencing teachers' perceptions included infrastructure readiness, digital competence, institutional support, the relevance of the vocational curriculum, and ethical and privacy issues. These findings emphasize the need for a holistic strategy for implementing AI in vocational schools that encompasses teacher training, education policy, and ethical considerations.