Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Dua Musim Tanam Berbeda dan Beberapa Varietas Terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Padi Gogo Sution Sution; Tuti Sugiarti; Hartono Hartono; Laurensius Lehar
AGRIEKSTENSIA Vol 18 No 1 (2019): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.858 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v18i1.24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan adaptasi varietas padi gogo pada dua musim tanam yang berbeda. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan yaitu Tanam Musim Kemarau + varietas Batu Tegi (P1), Tanam Musim Kemarau + varietas Inpago 8 (P2), Tanam Musim Kemarau + varietas Situ Bagendit (P3), Tanam Musim Hujan + varietas Batu Tegi (P4), Tanam Musim Hujan + varietas Inpago 8 (P5), Tanam Musim Hujan + varietas Situ Bagendit (P6), kemudian diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanama tertinggi pada perlakukan padi gogo ditanam pada musim hujan menggunakan varietas Batu Tegi 124,46 cm. Penanaman padi gogo pada musim hujan mempunyai jumlah gabah isi per malai dan jumlah gabah per malai lebih tinggi dibanding ditanam pada musim kemarau dan berbanding terbalik dengan persentase gabah hampa tertinggi pada musim kemarau. Penanaman padi gogo varietas Inpago 8 dan Situ Bagendit pada dua musim tanam yang berbeda menunjukkan tidak terjadi perbedaan terhadap bobot 1000 butir, namun varietas Batu Tegi pada musim hujan (26,98 g) lebih tinggi dibanding tanam pada musim kemarau (24,88 g). Produktivitas padi gogo nyata dipengaruhi oleh waktu tanam karena berdasarkan hasil pengamatan menunjukan bahwa varietas Batu Tegi (6,20 t ha-1), Inpago 8 (5,87 t ha-1) dan Situ Bagendit (4,66 t ha-1) lebih tinggi pada musim kemarau dibanding ditanam pada musim hujan.
Pengaruh Berbagai Konsentrasi Pupuk Organik Cair Kotoran Kelelawar Terhadap Produksi Dan Mutu Fisiologis Benih Kangkung Ali Hasan; Yosefina Lewar; Laurensius Lehar; Rosita Kewa Duan
AGRIEKSTENSIA Vol 17 No 2 (2018): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.584 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v17i2.89

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi pupuk organik cair kotoran kelelawar terhadap produksi dan mutu fisiologis benih kangkung. Penelitian faktor tunggal yaitu konsentrasi pemberian pupuk organik cair kotoran kelelawar yang terdiri dari 6 taraf yaitu 0, 50, 100, 150, 200, dan 250 ml POC/liter. Penelitian disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dan diulang 4 kali. Pengamatan dikakukan terhadap kandungan hara POC kotoran kelelawar dan tanah awal, kandungan hara tanah sesudah perlakuan, jumlah bunga dan buah per tanaman, jumlah biji bernas per tanaman, bobot kering biji per petak, daya berkecambah serta T50. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi POC kotoran kelelawar berpengaruh terhadap variable produksi (jumlah bunga per tanaman, jumlah buah per tanaman, jumlah biji bernas per tanaman dan bobot kering biji per petak). Konsentrasi POC kotoran kekelawar juga berpengaruh terhadap variable mutu fisiologis benih kangkung (daya berkecambah dan T50). Konsentrasi 150 ml POC/liter memberikan hasil terbaik, ditunjukkan oleh tolok ukur jumlah bunga per tanaman ( 58,4 kuntum), Jumlah buah per tanaman (54,6), jumlah biji bernas per tanaman ( 33,4 buah), bobot kering biji per petak (106 g), tetapi dan daya berkecambah tertinggi pada konsentrasi 200 ml POC/liter (85,5 %).
Effects of water hyacinth compost and biological agents (Trichoderma sp) on the growth and yield of shallots (Allium ascalonicum L.) in dry land Lehar, Laurensius; Proklamita, Tri Luchi; Arifin, Zainal
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): April
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.74820

Abstract

Shallot (Allium ascalonicum L.) is one of leading vegetable commodities intensively cultivated by farmers for a long time, including farmers in East Nusa Tenggara (ENT). The purpose of this study was to produce water hyacinth compost with ability to interact with Trichoderma sp. in order to improve the shallot bulb quality cultivated in dry land. This factorial experimental research was arranged in a Split Plot Design with 10 treatments and 3 replications. There were 10 treatment combinations with 30 experimental plots. Two factors were tested in this research. The first factor was the water hyacinth compost as the main plot, namely: 15 ton ha⁻¹ water hyacinth compost (K1) and without water hyacinth compost (K2), while the second factor as a sub-plot was the concentration of Trichoderma sp., consisting of watering with plain water (as control) of 100 mL(P0), watering with a concentration of Trichoderma sp. 5 mL.L⁻¹ (P1), watering with a concentration of Trichoderma sp. 10 mL.L⁻¹ (P2), watering with Trichoderma sp. concentration 15 mL.L⁻¹ (P3) and watering with Trichoderma sp. 20 mL.L⁻¹ (P4). The treatment of water hyacinth compost fertilizer at 15 tons ha⁻¹ with a concentration of Trichoderma sp 20 mL.L⁻¹ resulted in the highest number of shallot leaves (84.27 strands) and tillers (10.82). The shallot bulb weight per plot was 2455.33 g, and the number of bulbs per plot was 350.40 bulbs.
Efek Pemberian Pupuk Organik Cair Hasil Fermentasi Isi Rumen terhadap Pertumbuhan dan Hasil Caisim (Brassica chinensis var. parachinensis) Lehar, Laurensius; Proklamita, Tri Luchi; Sine, Heny Mathelda Cornelia
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2024): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i1.654

Abstract

Sawi Caisim (Brassica chinensis var. parachinensis) ialah tanaman sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan seringkali menjadi pilihan utama bagi petani karena pertumbuhannya yang cepat dan hasil panennya yang melimpah. Pupuk organik cair yang dihasilkan dari fermentasi isi rumen ternak menjadi alternatif yang menarik. Fermentasi isi rumen dapat menghasilkan pupuk organik cair yang kaya akan nutrisi tanaman, seperti nitrogen, fosfor, dan unsur hara lainnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) hasil fermentasi isi rumen dan mendapatkan konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi caisim. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan tersebut mencakup berbagai konsentrasi POC, mulai dari tanpa POC, konsentrasi POC 25 mL.L-1, 50 mL.L-1, 75 mL.L-1, 100 mL.L-1, 125 mL.L-1, dan 150 mL.L-1. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, klorofil daun, bobot basah, dan bobot kering tanaman sawi caisim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan konsentrasi POC sebanyak 150 mL.L-1 menghasilkan hasil terbaik, tinggi tanaman 36,65 cm, jumlah daun mencapai 15,35 helai, berat basah 135,80 g, berat kering 19,37 g dan klorofil daun 14,50 mg.g-1. Penelitian ini memberikan bukti konkret bahwa POC hasil fermentasi isi rumen memiliki potensi besar sebagai pupuk organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam pertanian modern. Hasil ini mendorong penerapan lebih lanjut dari POC hasil fermentasi isi rumen sebagai alternatif pupuk organik yang efektif dalam mendukung pertumbuhan tanaman dan produksi hasil pertanian ramah lingkungan.
Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Kedelai diantara Beberapa Varietas Jagung Hibrida dengan Jarak Tanam Berbeda Lehar, Laurensius
Jurnal Loupe Vol 15 No 02 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v15i02.43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan dan produksi kedelai yang ditanam diantara beberapa varietas jagung hibrida dengan jarak tanaman berbeda. Rancangan penelitian menggunakan Split Plot Desain (RPT), sebagai petak utama jarak tanam kedelai 30 cm x 15 cm dengan jumlah kedelai 5 baris (180 cm) dan jumlah kedelai 7 baris (240cm). Sedangkan sebagai anak petak yaitu verietas jagung hibrida yaitu Pioneer 35, Bima 19, JH 27, Bima 2 dan Nasa 29, yang ditanam dengan jarak tanam 60 cm x 12,5 cm. Sehingga terdapat 10 kombinasi perlakuan, kemudian diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian terhadap komponen pertumbuhan tanaman yaitu Tinggi tanaman kedelai menunjukkan bahwa kedelai ditanam diantara jagung hibrida varietas JH 27 (112,15 cm) dan Bima 2 (107,85 cm) tertinggi dibanding kedelai ditanam diantara varietas jagung yang lainnya. Variabel pengamatan terhadap komponen hasil menunjukkan bahwa jumlah polong per tanaman dan jumlah polong isi tertinggi pada perlakuan kedelai ditanam diantara varietas jagung hibrida JH 27 jarak tanam 7 baris masing-masing 46,64 polong dan 44,53 polong. Sedangkan jumlah biji per tanaman dan jumlah biji isi per tanaman tertinggi pada perlakuan kedelai ditanam diantara jagung hibrida varietas Bima 2 dan Nasa 29 dengan jarak tanam 7 baris masing-masing 73,33 biji, 71,14 biji dan 71,64 biji, 69,61 biji. Bobot 100 butir tertinggi pada perlakuan kedelai ditanam diantara jagung hibrida varietas Pioner 35 (14,70 g), Bima 2 (14,67 g) dan Nasa 29 (14,42 g). kedelai ditanam diantara varietas jagung hibrida Bima 2, JH 27 dan Nasa 29 nyata berpengaruh terhadap produksi dan berpengaruh nyata terhadap kedelai ditanam diantara jagung hibrida varietas Bima 19 dan Pioner 35.
Effects of water hyacinth compost and biological agents (Trichoderma sp) on the growth and yield of shallots (Allium ascalonicum L.) in dry land Lehar, Laurensius; Proklamita, Tri Luchi; Arifin, Zainal
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): April
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.74820

Abstract

Shallot (Allium ascalonicum L.) is one of leading vegetable commodities intensively cultivated by farmers for a long time, including farmers in East Nusa Tenggara (ENT). The purpose of this study was to produce water hyacinth compost with ability to interact with Trichoderma sp. in order to improve the shallot bulb quality cultivated in dry land. This factorial experimental research was arranged in a Split Plot Design with 10 treatments and 3 replications. There were 10 treatment combinations with 30 experimental plots. Two factors were tested in this research. The first factor was the water hyacinth compost as the main plot, namely: 15 ton ha⁻¹ water hyacinth compost (K1) and without water hyacinth compost (K2), while the second factor as a sub-plot was the concentration of Trichoderma sp., consisting of watering with plain water (as control) of 100 mL(P0), watering with a concentration of Trichoderma sp. 5 mL.L⁻¹ (P1), watering with a concentration of Trichoderma sp. 10 mL.L⁻¹ (P2), watering with Trichoderma sp. concentration 15 mL.L⁻¹ (P3) and watering with Trichoderma sp. 20 mL.L⁻¹ (P4). The treatment of water hyacinth compost fertilizer at 15 tons ha⁻¹ with a concentration of Trichoderma sp 20 mL.L⁻¹ resulted in the highest number of shallot leaves (84.27 strands) and tillers (10.82). The shallot bulb weight per plot was 2455.33 g, and the number of bulbs per plot was 350.40 bulbs.
Aplikasi Pupuk Organik Cair Berbasis Mikroorganisme Lokal untuk Produktivitas Hortikultura Lahan Kering NTT Lehar, Laurensius; Arifin, Zainal; Sine, Heny M. C.
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7661

Abstract

Lahan kering di Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi tantangan serius dalam produksi hortikultura akibat keterbatasan air, rendahnya kandungan bahan organik tanah, serta kurangnya penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan. Salah satu solusi yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pemanfaatan Pupuk Organik Cair (POC) berbasis mikroorganisme lokal yang mampu memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan ketersediaan unsur hara, dan mendukung pertumbuhan tanaman hortikultura. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas petani dalam memproduksi dan mengaplikasikan POC secara mandiri, serta menilai dampaknya terhadap produktivitas tanaman. Metode pengabdian meliputi penyuluhan, pelatihan teknis, pembuatan POC secara partisipatif, demonstrasi plot (demplot), dan pendampingan langsung bersama kelompok tani hortikultura di Kecamatan Kupang Tengah, NTT. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan petani, dengan kemampuan menghasilkan POC sendiri dan peningkatan produktivitas tanaman hortikultura sebesar 20–30% dibandingkan praktik sebelumnya. Kegiatan ini berkontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan petani sekaligus mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha hortikultura di wilayah lahan kering.