Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN DAN PENGENDALIAN KUALITAS JASA BERDASARKAN PERSEPSI PENGUNJUNG Sudarno, Sudarno; Rusgiyono, Agus; Hoyi, Abdul; Listifadah, Listifadah
MEDIA STATISTIKA Vol 4, No 1 (2011): Media Statistika
Publisher : Department of Statistics, Faculty of Science and Mathematics, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.536 KB) | DOI: 10.14710/medstat.4.1.33-45

Abstract

One of the factors which determine customer safisfaction is costumer perceive about service quality that focus to five service quality dimension that are tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. This research study service serve quality at UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro Semarang with object to know customer perceive with respect to some variables in service quality dimension and satisfaction level. Importance-Performance Analysis used to map relation between importance with performance of respective variables to be and see gap between performance with importance of them variables. Customer Satisfaction Index (CSI) used to analyze all satisfaction respondent level. The T2 Hotelling control chart to know servicing process stability with respect to costumer perceive. Research result shows that the gap is all negative value. It means library performance that represented by 21 variables include 5 service quality dimension still under expected costumer. The value CSI is 62,903% that meaning at enough satisfaction criterion. There are five points at above upper control limit in the T2 Hotelling control chart. Therefore it can be said that process haven’t been controlled by statistical.   Keywords: Service Quality, Importance-Performance Analysis, Customer Satisfaction Index, Hotelling T2 Control Chart.
Studi Penataan Parkir di Wilayah Central Bussines District Kabupaten Pati Listifadah Listifadah; Hartono Hartono
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 21 No. 2 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v21i2.1568

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik parkir on-street sebagai bahan perumusan rekomendasi terkait penataan dan pengelolaan parkir on-street kawasan Central Business District (CBD) di Kabupaten Pati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pendekatan deskriptif digunakan untuk menggambarkan kondisi eksisting yang ada di lapangan, Selanjutnya pendekatan kuantitatif dilakukan dan untuk mengukur karakteristik parkir sedangkan Dari hasil analisis diperoleh volume parkir masing-masing ruas jalan dalam waktu rentang pengamatan. Volume parkir di Jalan Dr. Sutomo untuk sepeda motor yaitu sebanyak 47 kendaraan, mobil sebanyak 54 kendaraan dan truk sebanyak 31 kendaraan, Volume parkir di Jalan Penjawi untuk sepeda motor yaitu sebanyak 164 kendaraan, mobil sebanyak 43 kendaraan dan truk sebanyak 6 kendaraan. Volume parkir di Jalan Rogowongso untuk sepeda motor yaitu sebanyak 173 kendaraan, mobil sebanyak 51 kendaraan dan truk sebanyak 7 kendaraan dan Volume parkir di Jalan Jend. Sudirman untuk sepeda motor yaitu sebanyak 98 kendaraan, mobil sebanyak 90 kendaraan dan truk sebanyak 6 kendaraan. Jika dikaitkan dengan retribusi parkir Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir dapat dihitung perkiraan yang diperoleh untuk  (empat) ruas parkir tersebut adalah Rp. 24.376.000,- per bulan, dengan asumsi hasil tersebut hanya pada saat peak hours (6 jam pengamatan) pada saat weekday. Hasil dari penelitian ini tidak merepresentasikan pada saat weekend. Dari keempat ruas jalan yang diamati indeks parkir yang melebihi 100% adalah Jalan Dr. Sutomo.
Dampak Sosial Proyek Kereta Api Studi Kasus Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, Indonesia Listifadah, Listifadah
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 1 (2015): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v27i1.771

Abstract

Sistem MRT Jakarta telah direncanakan sejak 1980-an. Banyak hambatan seperti politik, sosial serta birokratis yang membuat proyek tersebut tertunda dalam waktu yang lama. Ketika rencana yang telah dijadwalkan akan diimplementasikan beberapa tahun yang lalu, beberapa protes muncul. Masyarakat dan beberapa kelompok menolak. Ketakutan penurunan pendapatan dan kehilangan tempat tinggal manjadi fokus utama yang mengundang protes sebelum proyek dimulai. Berdasarkan pengalaman tersebut, paper ini mencoba mengungkap dampak sosial dari pengembangan transportasi dalam hal ini MRT Jakarta. Saat ini proyek sedang berjalan. Dampak sosial sekaligus konstruksi terus berjalan. Penelitian ini menelaah bagaimana dampak sosial dari proyek kereta api terjadi. Analisis literatur dan dokumen terkait digunakan untuk menganalisis penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah  MRT Jakarta tidak dapat disangkal memberikan dampak negatif sekaligus positif bagi masyarakat maupun lingkungan. Akan tetapi, dengan permulaan proyek setelah ditunda dalam waktu yang lama, proyek ini memberikan harapan kepada masyarakat akan adanya transportasi yang lebih baik. Hal ini merupakan dampak positif dari proyek tersebut. Keterlibatan masyarakat dalam rapat atau diskusi sebaiknya lebih ditekankan dalam prose untuk meminimalkan konflik kepentingan. Para pemangku kepentingan, termasuk masyarkat, sebaiknya dilibatkan lebih awal untuk mengantisipasi dan mengurangi konflik yang mungkin muncul. Kata kunci: dampak sosial, perubahan sosial, Mass Rapid Transit (MRT), keterlibatan masyarakat
Persepsi Pengguna Jasa KRL Terhadap Rencana Penataan Ulang Rute KRL Jabodetabek Kuswati, Atik S; Listifadah, Listifadah
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 4 (2011): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v23i4.1089

Abstract

One impact of the Greater Jakarta development is the encourage people movement and demand for commuter rail. Jabodetabek Commuter train becomes very important role that primarily serves commuter towns or other location that draw large number of commuter who travel on a daily basis. However, unbalancing of capacity and demand of commuter rail will decline index performances. Tire goal of study identify commuter train service regarding implementation of single operation plan. qualitative and quantitative analysis methods are used in this study which identify factors that affect index performance based on the service quality. The analysis result is majority of respondents (69,2 % ) would use the transport services KRL if the single system operation is applied. Seen from the results of a survey that states continue to use the KRL as much as 69.20% on tire grounds tlrere was no other choice. In order to support the smooth operation of the single, an intensive socialization to the public is needs to be done by PT KCJ especially users KRL such as schedule changes, the tariffs, the frequency of KRL, and new routes KRL. Besides changes in the pattern of operation, operator should provide adequate infrastructure capacity so that it can provide comfort to the passengers which the spread of passengers at some stations.Keywords: commuter rail, services, rerouting.
Analisis Kesediaan Pengguna Kereta Api terhadap Penerapan Protokol Covid-19 Taufiq Mulyono, Agus; Wismadi, Arif; ikaputra, Ikaputra; Kurniawan, Dwi Ardianta; Harmanto, Jan Prabowo; Puspitasari, Reni; listifadah, listifadah
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 2 (2021): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v33i2.1954

Abstract

Pandemi COVID–19 menyebabkan perlunya penerapan protokol kesehatan pada pengoperasian kereta api. Protokol kesehatan tersebut berbasis pada minimalisasi kondisi 3C (Closed Space, Crowded Place, Closed Contact Setting). Penerapan protokol kesehatan dalam operasional KA memerlukan penerimaan pengguna agar dapat berjalan secara efisien. Untuk mengetahui kemauan pengguna kereta api terhadap penerapan protokol kesehatan, dilakukan survei online dengan metode stated preference. Parameter yang diuji meliputi tarif, kelengkapan dokumen kesehatan, protokol di stasiun, protokol di kereta, serta protokol pribadi. Hasil analisis memperlihatkan tingginya penerimaan penumpang terhadap penerapan protokol Covid pada perkeretaapian, yang diperlihatkan dengan kemauan menggunakan kereta yang lebih tinggi pada penerapan protokol kesehatan secara ketat dibandingkan penerapan secara longgar. Kondisi ini terjadi pada kereta api antar kota maupun kereta Jabodetabek.  Kata kunci: pandemi, covid 19, stated preference, persepsi, kereta api
Dampak Sosial Proyek Kereta Api Studi Kasus Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, Indonesia Listifadah, Listifadah
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 1 (2015): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v27i1.771

Abstract

Sistem MRT Jakarta telah direncanakan sejak 1980-an. Banyak hambatan seperti politik, sosial serta birokratis yang membuat proyek tersebut tertunda dalam waktu yang lama. Ketika rencana yang telah dijadwalkan akan diimplementasikan beberapa tahun yang lalu, beberapa protes muncul. Masyarakat dan beberapa kelompok menolak. Ketakutan penurunan pendapatan dan kehilangan tempat tinggal manjadi fokus utama yang mengundang protes sebelum proyek dimulai. Berdasarkan pengalaman tersebut, paper ini mencoba mengungkap dampak sosial dari pengembangan transportasi dalam hal ini MRT Jakarta. Saat ini proyek sedang berjalan. Dampak sosial sekaligus konstruksi terus berjalan. Penelitian ini menelaah bagaimana dampak sosial dari proyek kereta api terjadi. Analisis literatur dan dokumen terkait digunakan untuk menganalisis penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah  MRT Jakarta tidak dapat disangkal memberikan dampak negatif sekaligus positif bagi masyarakat maupun lingkungan. Akan tetapi, dengan permulaan proyek setelah ditunda dalam waktu yang lama, proyek ini memberikan harapan kepada masyarakat akan adanya transportasi yang lebih baik. Hal ini merupakan dampak positif dari proyek tersebut. Keterlibatan masyarakat dalam rapat atau diskusi sebaiknya lebih ditekankan dalam prose untuk meminimalkan konflik kepentingan. Para pemangku kepentingan, termasuk masyarkat, sebaiknya dilibatkan lebih awal untuk mengantisipasi dan mengurangi konflik yang mungkin muncul. Kata kunci: dampak sosial, perubahan sosial, Mass Rapid Transit (MRT), keterlibatan masyarakat
Persepsi Pengguna Jasa KRL Terhadap Rencana Penataan Ulang Rute KRL Jabodetabek Kuswati, Atik S; Listifadah, Listifadah
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 4 (2011): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v23i4.1089

Abstract

One impact of the Greater Jakarta development is the encourage people movement and demand for commuter rail. Jabodetabek Commuter train becomes very important role that primarily serves commuter towns or other location that draw large number of commuter who travel on a daily basis. However, unbalancing of capacity and demand of commuter rail will decline index performances. Tire goal of study identify commuter train service regarding implementation of single operation plan. qualitative and quantitative analysis methods are used in this study which identify factors that affect index performance based on the service quality. The analysis result is majority of respondents (69,2 % ) would use the transport services KRL if the single system operation is applied. Seen from the results of a survey that states continue to use the KRL as much as 69.20% on tire grounds tlrere was no other choice. In order to support the smooth operation of the single, an intensive socialization to the public is needs to be done by PT KCJ especially users KRL such as schedule changes, the tariffs, the frequency of KRL, and new routes KRL. Besides changes in the pattern of operation, operator should provide adequate infrastructure capacity so that it can provide comfort to the passengers which the spread of passengers at some stations.Keywords: commuter rail, services, rerouting.
Analisis Kesediaan Pengguna Kereta Api terhadap Penerapan Protokol Covid-19 Taufiq Mulyono, Agus; Wismadi, Arif; ikaputra, Ikaputra; Kurniawan, Dwi Ardianta; Harmanto, Jan Prabowo; Puspitasari, Reni; listifadah, listifadah
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 2 (2021): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v33i2.1954

Abstract

Pandemi COVID–19 menyebabkan perlunya penerapan protokol kesehatan pada pengoperasian kereta api. Protokol kesehatan tersebut berbasis pada minimalisasi kondisi 3C (Closed Space, Crowded Place, Closed Contact Setting). Penerapan protokol kesehatan dalam operasional KA memerlukan penerimaan pengguna agar dapat berjalan secara efisien. Untuk mengetahui kemauan pengguna kereta api terhadap penerapan protokol kesehatan, dilakukan survei online dengan metode stated preference. Parameter yang diuji meliputi tarif, kelengkapan dokumen kesehatan, protokol di stasiun, protokol di kereta, serta protokol pribadi. Hasil analisis memperlihatkan tingginya penerimaan penumpang terhadap penerapan protokol Covid pada perkeretaapian, yang diperlihatkan dengan kemauan menggunakan kereta yang lebih tinggi pada penerapan protokol kesehatan secara ketat dibandingkan penerapan secara longgar. Kondisi ini terjadi pada kereta api antar kota maupun kereta Jabodetabek.  Kata kunci: pandemi, covid 19, stated preference, persepsi, kereta api
Standar Kompetensi SDM Pengujian Berkala Kendaraan Listrik Nahry, Nahry; Purnomo, Robby Yudo; Rita K, Ni Luh Wayan; Listifadah, Listifadah; Hartono, Hartono; Praditya, Ryno Octy
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v25i1.2176

Abstract

Perkembangan teknologi transportasi menjadi tantangan baru bagi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), terutama kompetensi untuk menjalankan teknologi tersebut. Salah satu isu terkait perkembangan teknologi bidang transportasi adalah kendaraan listrik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan standar kompetensi SDM pada sektor pengujian kendaraan listrik dan evaluasi regulator dalam persiapan SDM. Penentuan standar kompetensi tambahan untuk pengujian berkala kendaraan listrik diawali dengan analisis gap melalui Analisis Dokumen, benchmarking pengujian di berbagai negara/instansi serta klarifikasi kepada pakar dan narasumber. Untuk mengevaluasi kesiapan regulator  dalam menyiapkan SDM Penguji Kendaraan Listrik dilakukan Analisis SWOT yang didahului oleh analisis dokumen untuk mengidentifikasi komponen input, proses, output dan outcome dari kegiatan Diklat/Sertifikasi keahlian yang ada saat ini. Selanjutnya dilakukan survey untuk analisis SWOT kepada pakar dan narasumber dan dilanjutkan dengan penyusunan matriks strategi TOWS. Hasil analisis menunjukkan pengujian berkala kendaraan listrik cenderung serupa dengan kendaraan konvensional dan hanya berbeda pada uji emisi gas buang. Dalam pengujian kendaraan listrik dibutuhkan tambahan uji yaitu fungsional baterai listrik, fungsional pengisian ulang energi listrik, perlindungan sentuh listrik, keselamatan fungsional, minimum sound requirement, dan  emisi hidrogen. Materi Diklat juga perlu mencakup informasi terkait pengujian, instrumentasi, pengenalan metodologi pengujian, persyaratan teknis hingga penentuan alternatif dalam metode pengujian kendaraan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa organisasi masih lemah secara internal namun memiliki peluang dari pihak eksternal. Aspek yang menjadi kekuatan adalah kontribusi Diklat terhadap kebutuhan pasar SDM serta perencanaan dan pengembangan SDM yang sudah  cukup baik. Aspek yang masih menjadi kelemahan adalah kompetensi penguji dan sarana prasarana pengujian kendaraan listrik. Untuk peluang masih berasal pada LSP Umum, kebutuhan lembaga swasta, dan industri. Sementara itu, terdapat ancaman yang berasal dari lembaga uji swasta. Studi ini merekomendasikan  perlunya penyiapan SDM yang memenuhi standar kompetensi, termasuk peningkatan peran dan kapasitas Diklat, peran dan persiapan regulator, kebutuhan SKKNI, dan kesiapan operator pengujian kendaraan listrik