Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Abu Ampas Tebu dan Bubur Kertas Koran terhadap Kuat Tekan Beton Mutu K-225 Shandy Pebriyanto; Amiwarti Amiwarti; Syahril Alzahri
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 2: Juli 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i2.67

Abstract

ABSTRAKTebu merupakan tanaman untuk bahan baku pembuatan gula, dan nira tebu juga dapat kita temui dijual dengan dicampur es atau sering kita kenal dengan es tebu. Permasalahan yang mencuat dari kegiatan tersebut menghasilkan limbah dari perasan tebu yang belum  dimanfaatkan secara maksimal. Maka dari itu dilakukan penelitian dilaboratorium dengan  mengubah fisik ampas tebu tersebut menjadi abu ampas tebu kemudian dicampurkan ke beton  mutu K-225. Tujuan percobaan ini ialah untuk mengetahui perbandingan kuat tekan beton K-225 dengan tambahan abu ampas tebu dan bubur kertas koran dengan kuat tekan beton normal. Metode yang digunakan pada penelitian ini uji coba di laboratorium. Dari hasil uji labor didapatkan hasil bahwa penambahan abu ampas tebu dan bubur kertas koran mengalami  penurunan kualitas kuat tekan betonnya. Penambahan kuat tekan beton dengan penambahan abu ampas tebu dan bubur kertas koran hasil yang didapat masing-masing yaitu AAT 5% + BK 3% = K-200 , AAT 5% + BK 5% = K-175 , AAT 5% + BK 7% = K-137 , AAT 5% + BK 9% = K-113.Kata kunci: abu, ampas tebu, additive betonABSTRACTSugarcane is a plant that is used as raw material for making sugar, and sugar cane juice can also be found sold mixed with ice or often known as sugarcane ice. The problems that arise from these activities produce waste from sugarcane juice in the form of bagasse that has not been utilized optimally. Therefore, a research was carried out in the laboratory by physically changing the bagasse into bagasse ash then mixed into K-225 quality concrete. The method used in this study was a laboratory trial. From the resultssof laboratory tests, it was found that the additions of bagasse ash and newsprint pulp decreased the quality of the compressivesstrength of the concrete. For each addition of the compressives strength of concrete with the additionsof bagasse ash and newsprint pulp, the results obtained are: AAT 5% + BK 3% = K-200 , AAT 5% + BK 5% = K-175 , AAT 5% + BK 7% = K-137 , AAT 5% + BK 9% = K-113.Keywords: ash, bagasse, concrete additive
WORKSHOP AUTOCAD 2D DI SMK NEGERI 1 SUAK TAPEH KABUPATEN BANYUASIN Herri Purwanto; Adiguna Adiguna; Amiwarti Amiwarti; Agus Setiobudi; Syahril Alzahri; Muhammad Firdaus
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v3i2.1126

Abstract

Community Service Activities (PPM) carried out by lecturers of the Civil Engineering Study Program, PGRI Palembang University at SMK Negeri 1 Suak Tapeh, Banyuasin Regency, aims so that students and teachers can get to know and increase knowledge about the basics of drawing a construction design using the 2D autoCAD application, basic by drawing simple shapes such as trapezoid, circle and simple house, and being able to operate and apply the AutoCAD 2D application program in teaching and learning activities in schools. The method or method applied is to provide theoretical explanations orally and practice directly in the school computer laboratory. The number of participants who attended was 30 students, most of whom did not know autoCAD. After participating in and practicing directly, of the 30 students who took part in this workshop based on the results of monitoring on the student's computer screen, it was seen that almost 90% of students could follow well and could draw according to the instructor's direction. There are 7% of students who have not been able to follow optimally with the condition that the pictures made are not in accordance with the provisions and there are 3% of students who cannot follow due to problems on the computer used
Perkerasan Kaku Analisa Tebal Perkerasan Kaku (Rigit Pavement) Di Desa Serapek Kecamatan Teluk Gelam Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Yogi Farnandu; Ami warti; Syahril Alzahri
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2022): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/juteks.v7i1.777

Abstract

Jalan Desa Serapek Kecamatan Teluk Gelam merupakan salah satu jalan desa yang menghubungkan ke beberapa desa. Kerusakan jalan yang terjadi pada Desa Serapek diakibatkan adanya kegiatan tambang pasir dan truk pasir yang melintas pada ruas jalan Desa serapek dan dilakukan setiap harinya, sehingga jalan menuju Desa Serapek mengalami keruasakan yang cukup parah. Solusi yang diberikan adalah dengan mengganti jalan yang sebelumnya jalan lentur (flexible) menjadi jalan kaku atau (Rigid Pavement) yang diharapkan dapat mengurangi kerusakan jalan dan memberi rasa aman, nyaman dan kuat saat berkendara. Metode Perencanaan yang digunakan yaitu menggunakan metode Pd-T-14-2003. Berdasarkan hasil analisa didapatlah dengan tebal taksiran pelat beton 200mm berjenis Beton Bersambung Tanpa Tulangan (BBTT), dengan menggunakan mutu kuat tekan beton Fc 25 Mpa / K300, dan Tie Bars Ø 16 mm, panjang 70 cm dan jarak antar tie bars 75 cm. Sedangkan ruji (dowel) yang digunakan Ø 33 mm, panjang 45 cm dan jarak antar ruji (dowel) 30 cm, dengan umur rencana 20 tahun.
Rencana Aksi Mitigasi Emisi CO2 Dengan Skema Park And Ride Dan Lajur Khusus Trans Musi Di Kota Palembang Syahril Alzahri; Erika Buchari
Jurnal Deformasi Vol. 1 No. 1 (2016): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v1i1.480

Abstract

Trans musi merupakan transportasi publik di Palembang yang beroperasi layaknya Busway. Sejauh ini, trans musi mampu menarik minat para penumpang di kota Palembang. Namun, nampaknya trans musi diminati oleh masyarakat hanya karena adanya pendingin udara didalam bus, fungsinya sebagai transportasi umum belum mampu menarik minat pengendara kendaraan pribadi secara maksimal. Alasan mengapa trans musi belum terlalu menarik adalah susahnya akses transportasi publik ini. Belum ada hierarki jaringan dimana jaringan utama dan cabang lainnya sering kali tumpang tindih. Hal itu menyebabkan penurunan daya angkut angkot dan pada akhirnya angkot dapat bangkrut. Seharusnya, trans musi dan angkot harus saling menguatkan satu sama lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana respon minat masyarakat bila sistem Park and Ride dan lajur khusus diaplikasikan dalam sistem trans musi; untuk mengetahui seberapa banyak emisi gas CO2 di terminal alang-alang lebar palembang, dan untuk merencanakan serta memprediksi program mitigasi melalui sistem park and ride. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa emisi gas CO2 diterminal alang-alang lebar sebesar 18.526,86 ton per tahun. Jika sistem park and ride serta lajur khusus diterapkan dalam sistem trans musi pada tahun 2015 mendatang, diprediksi penurunan maksimal emisi CO2 pada koridor 1 adalah sebesar 43.98 ton per hari atau 16,052.7 ton per tahunnya,dengan target minimal sebesar 8.37 ton perhari atau 3,184.45 ton per tahunnya. Pada tahun 2020, target maksimal penurunan emisi di koridor 1 adalah sekitar 64.26 ton perharinya atau 23,454.9 tonper tahunnya, dan target minimal adalah sekitar 12.76 ton perharinya atau 4,657.4 ton per tahunnya.
Rencana Aksi Mitigasi Emisi CO2 Dengan Skema Park And Ride Dan Lajur Khusus Koridor 2 Trans Musi Di Kota Palembang Syahril Alzahri; Erika Buchari
Jurnal Deformasi Vol. 1 No. 2 (2016): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v1i2.917

Abstract

Emisi CO2 dari transportasi penyumbang 15% emisi dunia, memprioritaskan angkutan umum merupakan salah satu cara mengurangi emisi CO2.. Kehadiran Trans Musi sejak 2010 sebagai angkutan umum yang nyaman dan aman di Kota Palembang belum mampu menarik minat pengguna kendaraan pribadi untuk pindah naik Trans Musi, sehingga diperlukan alternatif solusi lain diantaranya penerapan Park and Ride dan lajur khusus Trans Musi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi masyarakat jika di terapkan Park and Ride dan lajur khusus Trans Musi, mengetahui emisi CO2 yang dihasilkan dikawasan Terminal Sako Palembang dan memprediksi serta merencanakan mitigasi CO2 dengan menggunakan metode Naive untuk analisa survey stated preference. Hasil yang diperoleh, untuk Trans Musi yang dilengkapi fasilitas Park and Ride sekaligus Lajur Khusus (Dedicated Lane) lebih diminati dibanding Mobil Pribadi dengan persentase sebesar 82,62% dan lebih diminati dibanding Motor dengan persentase terbesar sebesar 61,41%, dengan biaya perjalanan lebih murah dan waktu perjalanan lebih cepat jika memakai Trans Musi. Untuk Park and Ride motor lebih diminati dibanding Park and Ride sepeda dengan rating terbesar 79,92%. Emisi CO2 dikawasan Sako dan Kenten Laut sebesar 21.741,63 ton/tahun.Dengan nilai keandalan potensi perpindahan moda (moda shift) sebesar 0,199 di Kota Palembang, jika diterapkan fasilitas Park and Ride dan Lajur Khusus Trans Musi maka pada tahun 2015, target optimis pengurangan emisi CO2 di sepanjang koridor 2 sebesar 59,11 ton/hari, target pesimisnya 11,73ton/hari, pada tahun 2020 target optimis pengurangan emisi CO2 di sepanjang koridor 2 sebesar 88,71ton/hari, target pesimisnya 17,61 ton/hari