Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PEMBEKALAN MATERI PROFESI KEPERAWATAN KODE ETIK PERAWAT Ratna Indriati; Tunjung Sri Yulianti
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v2i1.255

Abstract

ABSTRAK. Perawat merupakan profesi yang memerlukan tanggungjawab sangat besar. Tugas seorang perawat juga sangat beresiko karena berkaitan langsung dengan nyawa pasien. Tanggung jawab perawat yang besar tersebut adalah kepada masyarakat, keluarga dan pasien. Saat ini profesi perawat masih menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat sehingga perlu ada pembekalan tentang profesi perawat bagi para siswa-siswi yang akan menjadi calon perawat. Salah satu gambaran yang dapat dijelaskan adalah kode etik perawat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan deskripsi yang jelas tentang profesi perawat melalui metode ceramah dan tanya jawab. Hasil yang diperoleh yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang profesi perawat dan kode etik perawat dari mayoritas kategori sedang meningkat menjadi mayoritas kategori tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa pembekalan materi tentang profesi keperawatan tentang kode etik perawat efektif dalam meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan mampu mendeskripsikan profesi perawat dengan baik. Kata kunci: kode etik, perawat, profesi
PEMERIKSAAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN MASALAH GIZI Ditya Yankusuma Setiani; Ratna Indriati
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v2i2.286

Abstract

Masalah gizi merupakan permasalahan yang sangat penting karena melihat dampak dari masalah gizi sangatlah berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Pada tahun 2022 data di Indonesia, balita yang mengalami stunting sebanyak 21,6 %, mengalami penurunan berat badan secara drastis (wasting) 7,7 %,  gizi kurang/buruk 17,1% dan kelebihan berat badan 3,5%. Upaya yang terbaik untuk menekan dan mencegah terjadinya masalah gizi yang lebih buruk yaitu dengan deteksi dini status gizi anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeteksi dini masalah gizi pada anak sekolah dengan melakukan pemeriksaan status gizi pada 38 sekolah. Kegiatan dilakukan dengan pengukuran status gizi secara langsung yaitu menimbang berat badan dan tinggi badan pada anak sekolah dari SD sampai dengan SMA/SMK yaitu sejumlah 4004 siswa. Hasil yang diperoleh bahwa status gizi anak sekolah dalam kategori normal 70,15%, kurus 14,26%, gemuk 2,43%, sangat kurus 11,19% dan sangat gemuk 1,97%. Kegiatan ini dapat menjadi dasar untuk dilakukan edukasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan masalah gizi.
EFEKTIVITAS TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) UNTUK MENURUNKAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA Budi Kristanto; Ratna Indriati
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2023): KOSALA: Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Kosala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/kjik.v11i1.272

Abstract

Merokok merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu perhatian serius karena tingkat penggunaannya masih tinggi di Indonesia. Data dari Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menyatakan bahwa terdapat peningkatan prevalensi merokok penduduk umur 10 Tahun dari 28,8% pada tahun 2013 menjadi 29,3% pada tahun 2018. Pada saat sekarang ini, kebiasaan merokok tidak hanya menjadi masalah pada orang dewasa, namun juga semakin marak pada kalangan anak dan remaja. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya prevalensi merokok pada populasi usia 10-18 tahun yakni sebesar 1,9% dari tahun 2013 (7,2%) ke tahun 2018 (9,1%) (Kemenkes RI, 2020). Upaya menghentikan perilaku merokok bukanlah usaha mudah, terlebih lagi bagi perokok di Indonesia. Perlu berbagai cara atau metode untuk menurunkan jumlah perokok. Salah satu cara mengatasi perilaku merokok diantaranya yaitu dengan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Untuk itu perlu penelitian untuk menilai efektivitas terapi tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) untuk menurunkan perilaku merokok pada remaja. Jenis penelitian adalah analisis observasional dengan desain korelasi, untuk mengetahui efektifitas terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) untuk menurunkan perilaku merokok pada remaja. Subyek penelitian adalah Remaja di Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah sebanyak 36 orang. Hasil penelitian menunjukkan Rerata konsumsi rokok sebelum dilakukan intervensi SEFT perhari adalah 6 batang. Sedangkan rerata konsumsi rokok setelah dilakukan intervensi SEFT perhari adalah 3,6 batang. Kesimpulan penelitian ini yaitu Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) efektif untuk menurunkan perilaku merokok pada remaja (p = 0,001).   Kata kunci: merokok, remaja, SEFT   Smoking is a health problem that needs serious attention because the level of its use is still high in Indonesia. Data from the 2018 Basic Health Research stated that there was an increase in the prevalence of smoking in the population aged 10 years from 28.8% in 2013 to 29.3% in 2018. At the present time, smoking is not only a problem in adults, but It is also increasingly common among children and adolescents. This is evidenced by the increasing prevalence of smoking in the population aged 10-18 years, namely by 1.9% from 2013 (7.2%) to 2018 (9.1%) (RI Ministry of Health, 2020). Efforts to stop smoking behavior are not easy, especially for smokers in Indonesia. Need various ways or methods to reduce the number of smokers. One of the ways to overcome smoking behavior is through Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) therapy. For this reason, research is needed to assess the effectiveness of this therapy. This study aims to determine the effectiveness of Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) therapy to reduce smoking behavior in adolescents. The method that the researchers will use is observational analysis with a correlation design, to determine the effectiveness of the Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) therapy to reduce smoking behavior in adolescents. There are 36 teenagers in theTypes Village, Serengan District, Surakarta City, Central Java. Result showed that the The average daily consumption of cigarettes before the SEFT intervention was 6 cigarettes. Meanwhile, the average daily consumption of cigarettes after the SEFT intervention was 3.6 cigarettes. It can be concluded that Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) therapy is effective in reducing smoking behavior in adolescents (p = 0.001).   Keywords: SEFT, smoking, teenagers
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK Ratna Indriati; Budi Kristanto; Ditya Yankusuma Setiani
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2023): KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Kosala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/kjik.v11i2.303

Abstract

Latar belakang: manusia yang memiliki karakter baik adalah manusia yang bertumbuh sebagai individu yang cerdas, baik dan mampu bertanggungjawab atas pertumbuhan dirinya sendiri dan orang lain. Periode usia anak merupakan periode yang penting  untuk membentuk karakter. Masa usia anak perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya karena masa ini dapat sangat menentukan kualitas manusia dimasa depan. Keluarga berperan penting untuk membangun karakter anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan keluarga dengan pembentukan karakter anak. Subyek dan metode: penelitian berupa observasi analitik, desain korelasi dengan metode cross sectional. Subyek penelitian ini 58 anak kelas V SD Kristen Widya Wacana X Kartasura. Pengambilan sampel secara sampling jenuh. Analisa bivariat menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan keluarga dengan lingkungan yang mendukung 89,7% dan anak dengan karakter baik 77,6%. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan antara faktor lingkungan keluarga dengan pembentukan karakter anak dengan  p=0,028 (<0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,288. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan positif faktor lingkungan keluarga dengan pembentukan karakter anak kelas V SD Kristen Widya Wacana X Kartasura dengan korelasi hubungan yang lemah.   Kata kunci: karakter anak, lingkungan keluarga   Background: humans who have good character are humans who grow as individuals who are smart, good and able to be responsible for the growth of themselves and others. The period of child age is an important period for forming character. Children's age needs to be utilized as well as possible because this period can greatly determine the quality of human beings in the future. Family plays an important role in building children's character. The purpose of tis study was to determine the relationship between family environmental factors and the formation of children's character. Subject and method: research in the form of analytic observation, correlation design with cross sectional method. This research respondents were 58 children of fifth grade elementary School at Widya Wacana X Kartasura Christian Elementary School.Sampling by saturated sampling. Bivariate analysis using the Pearson Product Moment correlation test. The Result showed that Families with a supportive environment 89.7%, children with good character 77.6%. The results of the analysis of the relationship between family environmental factors and the formation of children's character obtained p = 0.028 (<0.05) so that Ha is accepted with a correlation coefficient value of 0.288. The conclusion of this study is there is a positive relationship between family environmental factors and the character formation of fifth grade children at Widya Wacana X Kartasura Christian Elementary School with a weak correlation.   Keywords: child character, family environment
PERSEPSI IBU HAMIL TENTANG VAKSIN COVID-19 TERHADAP PELAKSANAAN VAKSINASI COVID-19 Warsini Warsini; Ditya Yankusuma Setiani; Ratna Indriati
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2024): KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Kosala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/kjik.v12i1.333

Abstract

Latar Belakang: kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo tahun 2021 mencapai 12.350 dan terus mengalami penambahan jumlah. Dari jumlah tersebut terdapat 168 kasus positif Covid-19 pada ibu hamil. Tingginya angka kejadian tersebut menunjukkan bahwa ibu hamil perlu mendapatkan prioritas pemberian vaksin Covid-19. Kondisi fisiologis dan psikologis ibu hamil sering kali mengalami perubahan sehingga menimbulkan penurunan fungsi dari imunitas ibu dan dapat menyebabkan ibu hamil rentan untuk terinfeksi Covid-19. Kondisi ini dapat memunculkan kecemasan akan dampak dan efek samping yang timbul paska pemberian vaksinasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan persepsi ibu hamil tentang vaksinasi Covid-19 dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di masa pandemi Covid-19. Subjek dan Metode: jenis penelitian ini analitik korelasional dengan desain cross sectional untuk mengetahui hubungan persepsi ibu hamil dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.  Subyek pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan dengan usia kehamilan 13-33 minggu pada bulan Januari – Februari 2023 dengan sampel yang diambil adalah total sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisa bivariat yaitu uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas persepsi responden tentang vaksin Covid-19 adalah positif yaitu 25 responden (61%) dan 16 responden mempunyai persepsi negatif (39%). Mayoritas responden melaksanakan vaksinasi Covid-19 yaitu 39 responden (95%) dan hanya 2 responden yang tidak melaksanakan vaksinasi Covid-19 (5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat  hubungan yang secara statistik signifikan antara persepsi tentang vaksin Covid-19 dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 (OR = 1,6 CI 95% 0,93 - 27,547; p=0,744). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat  hubungan yang secara statistik signifikan antara persepsi tentang vaksin Covid-19 dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 (OR = 1,6 CI 95% 0,93 - 27,547; p=0,744).   Kata kunci: ibu hamil, kecemasan, persepsi, vaksin Covid-19   Background: positive cases of Covid-19 in Sukoharjo Regency in 2021 reached 12,350 and the number continues to increase. Of this number, there were 168 positive cases of Covid-19 in pregnant women. The high incidence rate shows that pregnant women need to receive priority for the Covid-19 vaccine. The physiological and psychological conditions of pregnant women often change, resulting in a decrease in the function of the mother's immunity and can make pregnant women vulnerable to Covid-19 infection. This condition can give rise to anxiety about the impacts and side effects that arise after vaccination. This research aims to determine the relationship between pregnant women's perceptions about Covid-19 vaccination and the implementation of Covid-19 vaccination during the Covid-19 pandemic. Subjects and Methods: This type of research is correlational analytical with a cross sectional design to determine the relationship between pregnant women's perceptions and the implementation of Covid-19 vaccination. The subjects in this study were all pregnant women who underwent pregnancy checks with a gestational age of 13-33 weeks in January – February 2023 with the total sampling taken. The collected data was analyzed using bivariate analysis, namely the Chi Square test. The results of this research show that the majority of respondents' perceptions about the Covid-19 vaccine are positive, namely 25 respondents (61%) and 16 respondents have negative perceptions (39%). The majority of respondents carried out the Covid-19 vaccination, namely 39 respondents (95%) and only 2 respondents did not carry out the Covid-19 vaccination (5%). The results of bivariate analysis showed that there was no statistically significant relationship between perceptions about the Covid-19 vaccine and the implementation of Covid-19 vaccination (OR = 1.6 CI 95% 0.93 - 27.547; p=0.744). The conclusion of this study is that there is no statistically significant relationship between perceptions about the Covid-19 vaccine and the implementation of Covid-19 vaccination (OR = 1.6 CI 95% 0.93 - 27.547; p=0.744).   Keywords: anxiety, Covid-19 vaccine, perception, pregnant women
ANALISIS PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI APLIKASI JKN MOBILE Safitri Indah Paraswati; Sri Aminingsih; Ratna Indriati; Yovita Prabawati Tirta
Tamilis Synex: Multidimensional Collaboration SPECIAL ISSUE Tamilis Synex: Multidimensional Collaboration 2025
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/tls.vi.778

Abstract

In 2017, the Social Security Administering Agency (BPJS) Health launched the JKN Mobile application to facilitate public access to various health services, including membership status checks, hospital searches, and online registration. This study aims to examine the relationship between information availability, suitability to needs, and information security with the utilization of the JKN Mobile application information system in Gedangan Village. The research employs a quantitative correlation design with a cross-sectional approach, involving 6,418 residents, from which 377 were selected using cluster sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using the chi-square test and multiple logistic regression. The results show a significant relationship between all independent variables and the utilization of the JKN Mobile application (p-value = 0.000), with information security being the most influential factor, as indicated by an Exp(B) value of 8.386. In conclusion, information availability, suitability to needs, and information security significantly influence the utilization of the JKN Mobile application, with information security increasing its utilization likelihood by 8.386 times.
Pengaruh Pemberian Reward dan Punishment Terhadap Motivasi Kerja Pada Perawat di Ruang Rawat Inap Erlita Isnaini; Anastasia Lina Dwi Nursanti; Ratna Indriati; Yovita Prabawati Tirta Dharma
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2025): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i1.7626

Abstract

Background: The role of human resources is the main asset of a hospital. Hospitals certainly want to have nurses who perform well and are highly motivated. To increase nurse motivation can be done by giving rewards and punishments. With high work motivation, it will affect the performance of nurses. Research Objective: Knowing the effect of reward and punishment on work motivation both partially and simultaneously. Research Design: This research is a quantitative research with Kendall's Tau test analysis and Logistic Regression test. Research Subjects: The subjects in this study were nurses totaling 133 people. The sampling technique used purposive sampling. Research Results: Reward affects nurses' work motivation (p-value = 0.005). Punishment affects nurses' work motivation (p-value = 0.000). Reward and punishment together affect nurses' work motivation (p-value = 0.000). Conclusion: the conclusion of this study is that reward and punishment have a significant effect on work motivation.