Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

TANTANGAN MEDIA CENTER PADA TAHAP PERALIHAN: STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF KOMPONEN KELEMBAGAAN MEDIA CENTER KOTA DUMAI Vience Mutiara Rumata; Annisa Rizkina Rosa
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 19, No 1 (2018): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.101 KB) | DOI: 10.31346/jpikom.v19i1.1313

Abstract

Kota Dumai merupakan salah satu penerima bantuan periferal media center dari Kemkominfo pada tahun 2015. Awal tahun 2017, Bagian Kominfo Sekretariat Daerah Kota Dumai dibentuk berdasarkan Peraturan Walikota. Alhasil, pengelolaan media center yang sebelumnya menjadi tugas Dinas Perhubungan Kota, dialihkan ke Bagian Kominfo. Artikel ini mengkaji tantangan media center dari aspek kelembagaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data primer diperoleh dari wawancara empat narasumber kunci yang terlibat dalam pengelolaan media center ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pimpinan daerah belum sepenuhnya memfokuskan perhatian pada kegiatan pemerintahan yang sifatnya konkuren. Tantangan utama pengelolaan media center adalah keterbatasan status lembaga, anggaran, hingga sumber daya manusia. Rekomendasi penelitian ini di antaranya adalah peningkatan status Bagian Kominfo menjadi Dinas Kominfo Tipe B dan adanya intervensi pemerintah pusat untuk keberlangsungan program ini.
ANALISIS ISI KUALITATIF TWITTER “#TaxAmnesy” dan “#AmnestiPajak” Vience Mutiara Rumata
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 18, No 1 (2017): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.001 KB) | DOI: 10.31346/jpikom.v18i1.840

Abstract

Semenjak program Pengampunan Pajak diluncurkan pada Juni 2016 mengundang pro dan kontra di kalangan publik, termasuk para pengguna Twitter. Penelitian ini menganalisa isi twit opini pengguna Twitter melalui “#amnestipajak” dan “#taxamnesty” dengan tujuan untuk mengetahui opini publik pengguna twitter terkait topik tersebut. Metode yang digunakan adalah metode analisis isi kualitatif dengan pendekatan induktif, yakni prosedur memadatkan dari data teks yang kompleks serta proses membangun makna dari data tersebut melalui tema-tema atau kategori-kategori yang muncul. Hasil penelitian didapat bahwa tiga tema besar yaitu: 1) dukungan terhadap program pengampunan pajak; 2)oposisi terhadap program pengampunan pajak; 3) wacana kritis tentang program pengampunan pajak. Kelemahan penelitian ini adalah hasilnya tidak bisa mewakili seluruh populasi pengguna Twitter karena keterbatasan akses.
THE OBJECTIVITY OF ONLINE NEWSMEDIA (THE CONTENT ANALYSIS OF THE JAKARTA GOVERNOR ELECTION NEWS ON DETIKNEWS DURING THE FIRST CAMPAIGN PERIODS) Vience Mutiara Rumata
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 21, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik - Desember 2017
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.363 KB) | DOI: 10.33299/jpkop.21.2.1088

Abstract

AbstrakTahun 2017, pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) diadakan serentak di Indonesia yaitu pemilihan pemimpin daerah di tujuh provinsi, 18 kota dan 76 kabupaten. Namun, pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta menjadi satu-satunya Pilkada yang paling menyita perhatian publik. Isu SARA (Suku, Agama, dan Ras) menjadi sentral opini publik yang terbangun di tengah ketatnya persaingan tiga pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur. Media massa turut mempengaruhi opini publik, termasuk media dalam jaringan (daring). Penelitian ini bertujuan menganalisa obyektivitas berita pada media daring, khususnya Detiknews. Penelitian ini merupakan analisis isi kuantitatif dengan data primer berupa kompilasi berita dengan kata kunci “Pilkada DKI Jakarta” pada Detiksearch selama 26 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2017. Kerangka obyektivitas Westerståhl (1983) dengan menggunakan dua variabel: faktualitas dan impartialitas. Analisis data statistik dilakukan secara deskriptif. Secara faktualitas, penyajian fakta baik sosiologi maupun psikologis cukup berimbang. Kelengkapan berita (unsur 5W+1H) pun tinggi. Sementara secara impartialitas, keberimbangan Detiknews dalam menampilkan dua sisi (cover both sides) cukup rendah. Meski demikian, Detiknews masih menjaga tingkat netralitas dalam pemberitaannya.Kata Kunci: Objektivitas, Media Daring, Detiknews, Analisis Isi Kuantitatif  AbstractIn 2017, The regional election takes place simultaneously in Indonesia in which the gubernatorial elections in 17 provinces, the mayoral elections in 18 cities and the regent elections in 76 districts. Nevertheless, the Jakarta Governor election was highly under public spotlight. The race and religious were the central issues of public opinion amid intense competition among three candidates of Governor and Vice Governor. Media forms the public opinion that includes the online media. This research aims to analyse the news objectivity in online media, particularly on Detiknews. This research is quantitative content analysis whereby the primary data derived from Detik search engine during 26th October 2016 to 11th February 2017. This research uses Westerståhl (1983) objectivity framework in which consists of two variables: factuality and impartiality. The analysis data uses statistic-descriptive approach. In factuality, the presentation of both sociology and psychology facts are relatively balance. The completeness of the news (5W+1H) is highly achieved. Meanwhile in impartiality, the balance of cover both sides is relatively low. However, Detiknews keeps the neutrality of the news in some sort of level. Keywords: Objectivity, Online Media, Detiknews, Quantitative Content Analysis 
Ideology and Government Power on Maritime Connectivity Development Discourse – A Critical Discourse Analysis of DBU LPP RRI Sorong Broadcasting Material, 20 October 2017 Vience Mutiara Rumata; Santhy Verawati Elfrida
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 23, No 2 (2019): JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN OPINI PUBLIK - Desember 2019
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33299/jpkop.23.2.1954

Abstract

Digital Broadcasting Unit (DBU) merupakan program siaran berbasis dialog interaktif kerja sama antara Radio Republik Indonesia (RRI) dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Siaran DBU sebagai wadah diskusi berbagai kepentingan, tidak saja pemerintah dan warga, dengan tujuan untuk membangun pemahaman serta mencapai solusi terhadap suatu isu tertentu. Wacana yang dikonstruksikan dalam siaran DBU, dengan pola komunikasi langsung tetapi disiarkan melalui radio, menjadi suatu hal yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini mencoba menganalisis wacana dengan menggunakan analisis wacana Van Dijk dengan memperhatikan skema reproduksi kekuatan Van Dijk. Data primer merupakan rekaman siaran DBU RRI Sorong pada tanggal 20 September 2017. Hasilnya bahwa pemangku kebijakan sebagai pemegang akses dominan serta pengendali wacana. Ideologi yang terbangun adalah upaya pemerintah untuk menggiring masyarakat agar mendukung pembangunan tol laut. Sementara masyarakat lebih dominan menekankan pada dampak yang cenderung negatif dari pembangunan tol laut ini terhadap komunitas masyarakat setempat.
THE OPPORTUNITIES AND CHALLENGES OF THE BIG DATA IMPLEMENTATION IN SOCIAL SCIENCE RESEARCH: A LITERATURE REVIEW - PELUANG DAN TANTANGAN BIG DATA DALAM PENELITIAN ILMU SOSIAL: SEBUAH KAJIAN LITERATUR Vience Mutiara Rumata
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 20, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33299/jpkop.20.2.617

Abstract

In the era of digital information, data can be accessed, recorded, trajected, and analysed conveniencely. Big Data is not solely a trend amongst the exculsive group, instead, it marks the paradigm swift particularly to undersand the social processes. Data, which generated on social media, is an avalanche of Big Data era. For the academics, Big Data challenges the social researchers by the changing of unit of analysis from human to algortihms. This article discusses the opportunities and pitfalls of Big Data in social science research. This is a literature review that derived mainly from journals published in prominent scientific publications such as Taylor & Francis, Elsevier, and Sage. The main purpose is to yield a basic knowledge and fill the gap for non-computer scientists, regarding the implementation of Big Data in the research. The result that Big Data has opportunities to deliver the multidiscipline field of study (computer, social and statistic); overcome the limitation of convesional methods of data gathering (both quantitative and qualitative); and offers an analytical framework for sociology field of study. Big Data imposes challenges such as common understanding of Big Data, methodology and theory issues, and research ethic debates.  Key words: Big Data, Social, Research, Opportunities, Challenges  Memasuki era digital, segala data (informasi) mudah diakses, disimpan, ditelusuri, bahkan dianalisa. Big Data bukan sekadar tren yang dipopulerkan oleh kalangan eksklusif, melainkan sebuah penanda perubahan paradigma untuk memahami proses-proses sosial. Data yang dihasilkan di media sosial merupakan sebagian kecil dari  “longsoran bola salju” di era Big Data.  Bagi kalangan akademisi, Big Data telah memberikan tantangan bagi peneliti sosial dengan adanya perubahan unit analisis dari manusia menjadi algoritma. Artikel ini membahas peluang dan tantangan Big Data bagi peneliti sosial dari sisi literatur yang berasal dari publikasi luar negeri seperti Taylor & Francis, Elsevier, Sage publication. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman mendasar sekaligus mengisi kesenjangan pengetahuan terkait implementasi Big Data dalam penelitian bagi ilmuwan non ilmu komputer. Hasil kajian ini menemukan bahwa ada tiga peluang Big Data: munculnya terobosan multidisiplin ilmu “computational social science”; menjawab keterbasan metode pengumpulan data konvensional baik kuantitatif maupun kualitatif; serta menawarkan kerangka analisis bagi ilmuwan sosiologi. Disamping peluang, ada tiga tantangan Big Data: pemahaman mendasar terkait data, isu metodologi dan teori serta isu etika penelitian. Kata kunci: Big Data, Sosial, Penelitian, Peluang, Tantangan
LESBI, GAY, BISEKSUAL, DAN TRANSGENDER DALAM BINGKAI KAJIAN MEDIA DAN KOMUNIKASI: SEBUAH KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS Vience Mutiara Rumata
Mediakom Vol 2 No 2 (2019): Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika, Informasi dan Komunikasi Publik (APTIKA dan IKP) Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.549 KB) | DOI: 10.17933/diakom.v2i2.64

Abstract

LGBT merupakan isu yang tidak saja mendapatkan perhatian masyarakat, media dan pemerintah, tetapi juga kalangan akademisi. Penelitian ini membahas bagaimana perkembangan kajian LGBT dalam perspektif ilmiah, khususnya Ilmu Media dan Komunikasi, di Indonesia. Metode kajian literatur sistematik (Ridley, 2012) digunakan dengan menganalisis 17 artikel ilmiah yang diekstraksi datanya dengan melihat fokus penelitian, metode pengumpulan data, serta temuan yang menonjol terkait topik LGBT. Hasilnya adalah pembingkaian media terhadap isu LGBT serta metode pengumpulan dan analisis data terhadap artikel berita masih mendominasi. Pro dan kontra LGBT serta kontra terhadap LGBT merupakan dua sintesis isu LGBT yang dominan. Hal ini mengindikasikan bahwa isu LGBT secara kritis belum populer di kalangan cendekia Indonesia.