Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Patria Artha Technological Journal

Analisis Pengaruh Penambahan Seng (Zn) Terhadap Nilai Kekerasan Dan Fasa Paduan Tembaga-Seng (Cu-Zn) Melalui Proses Pengecoran Asiri, Muhammad Halim
Patria Artha Technological Journal Vol 5, No 2 (2021): Patria Artha Technological Journal
Publisher : Department of Electrical Engineering, University of Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/patj.v5i2.797

Abstract

Tembaga banyak digunakan di industri. Tembaga memiliki kekuatan tarik yang tinggi hingga 390 Mpa (N/mm ). Tembaga mempunyai sifat termal dan konduktivitas listrik yang baik, mudah ditempa, dapat didaur ulang, dan tahan korosi. Seng merupakan salah satu logam yang dapat dipadukan dengan tembaga . Seng banyak digunakan untuk coating anoda, memproteksi baja dari korosi, dan pengecoran. Paduan tembaga dan seng adalah kuningan (Cu-Zn). Material kuningan memiliki sifat tahan korosi, kekuatan tinggi, kemampuan mesin yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan seng terhadap kekerasan dan struktur mikro paduan tembaga seng dengan variasi penambahan seng sebesar 32,34,36 dan 38 persen berat (%b). Pengecoran dilakukan dengan meleburkan logam dalam tungku gas pada temperature 1200⁰C dan waktu penahanan 1 jam. Setelah itu logam cair didinginkan di dalam tungku gas. Pengujian yang digunakan dalam penelitian ini adalah spektroskopi disperse energy sinar – X (EDS/EDX)., difraksi sinar-X (XRD), pengujian sifat kekerasan, dan metalografi. Sifat kekerasan paduan Cu-Zn menunjukkan peningkatan seiring penambahan Seng. Pengamatan metalografi menunjukkan struktur mikro fasa alfa dan beta. Semakin bertambahnya seng maka ukuran butir alfa akan mengalami penurunan.
Analisis Kekerasan / Bending Tes Dan Struktur Mikro Terhadap Pengelasan SMAW Pada Material Hardox 400 Dengan ASTM A36 Asiri, Muhammad Halim
Patria Artha Technological Journal Vol 5, No 1 (2021): Patria Artha Technological Journal
Publisher : Department of Electrical Engineering, University of Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/patj.v5i1.798

Abstract

Pada era industry modern sekarang ini dibutuhkan inovasi terbaru mengenai pengelasan baik metode maupun material yang digunakan. Hal umum yang dilakukan adalah 2 penyambungan material sejenis namun beda seri material, penyambungan ini sudah cukup umum dilakukan. Hal yang jarang dilakukan adalah penyambungan dengan berbeda material atau dissimilar metal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kekuatan bending, nilai kekerasan dan struktur mikro pada penyambungan dengan berbedah material atau dissimilar metal antara mhardox 400 dan ASTM A36. Penelitian ini menggunakan material uji hardox 400 dan ASTM A36 yang diperoleh dari PT. Vale Indonesia. Pengujian sifat mekanis yang dilakukan adalah pengujian Tarik di laboratorium material Teknik jurusan mesin Universitas Muslim Indonesia dan juga uji kekerasan dan struktur mikro. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu kekuatan bending pada specimen 1 sebesar 2573,128 N/mm2, specimen 2 sebesar 917,346 N/mm2 dan pada specimen 3 kekuatan bending yang dihasilkan sebesar 704,668 N/mm2, Hardox 400 sebesar 1902,359 N/mm2 dan ASTM A36 sebesar 1730,325 N/mm2 dan nilai kekersasan rata-rata yang dihasilkan pada hasil pengelasan berbedah (dissimilar) pada material hardox 400 dan ASTM A36. Hardox 400 pada daerah logam induk sebesar 66,67 N/mm2, HAZ  sebesar 66,67 N/mm2, dan daerah las sebesar 58,33 N/mm2  sedangkan pada ASTM A36 daerah logam induk (base metal) sebesar 47 N/mm2 , HAZ 52,33 N/mm2. Pada specimen  normal ASTM A36 sebesar 47 N/mm2 sedangkan hardox 400 sebesar 68,07 N/mm2 sedangkan struktur mikro untuk hasil pengelasan 2 logam berbedah antara hardox 400 dan ASTM A36, pada material ASTM A36 untuk daerah logam induk didominasi struktur Ferrit, HAZ terdiri atas struktur Perlit dan Ferrit dan daerah las terdapat struktur Perrlit lebih dominan dibandingkan struktur Ferrit. Material hardox 400 daerah HAZ terdapat struktur Martensit dan Bainit sedangkan struktur logam induk didominasi struktur martensit.
Studi Kekerasan Dan Struktur Mikro Pada Komposit Paduan Serbuk AL+SN Berpenguat Resin Asiri, Muhammad Halim
Patria Artha Technological Journal Vol 7, No 2 (2023): Patria Artha Technological Journal
Publisher : Department of Electrical Engineering, University of Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/patj.v7i2.793

Abstract

Komposit merupakan salah satu bahan alternatif yang banyak digunakan untuk menggantikan bahan-bahan konvensional yang dari segi kuantitas dan kualitasnya semakin menurun. Salah satu dari bahan konvensional tersebut adalah alumunium (Al) dan timah (Sn) yang selama ini dikenal sebagai bahan yang mempunyai sifat fisika ringan, plastis, dan tahan terhadap korosi dengan memanfaatkan sistem proses pembuatan komposit serbuk metalurgi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekerasan dan struktur mikro pada analisis paduan komposit serbuk logam Al+Sn berpenguat campuran resin. Metode penelitian yag dilakukan menggunakan metode Brinell merupakan metode pengukuran kekerasan suatu bahan yang paling banyak dilakukan. Hasil analisis pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis unsur yang terbentuk yaitu unsur Al+Sn berwarna kekuning- kuningan unsur Sn berwarna puti mengkilap dan terdapat porositas, Sehingga didapatkan perbandingan nilai kekerasan rata-rata yang berbeda pada masing-masing spesimen. Spesimen dengan komposisi Al 50% - Sn 50% nilai kekersan rata-rata sebesar 51,67 N/mm2, komposisi Al 60% - Sn 40% nilai kekersan rata-rata sebesar 55,86 N/mm2, komposisi Al 70% - Sn 30% nilai kekersan rata-rata sebesar 64,69 N/mm2, komposisi Al 80% - Sn 20% nilai kekerasan rata-rata sebesar 68,01 N/mm2, komposisi Al 90% - Sn 10% nilai kekerasan rata-rata sebesar 64,77 N/mm2, Dari hasil paduan yang dilakuakn menunjukan bahwa semakin besar presentase kandungan aluminum (Al) pada paduan timah (Sn) maka nilai kekerasan yang dihasilakn semakin meningkat