Endang Sri Susilo
Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Kampus Tembalang, Semarang 50275 Indonesia

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kontaminasi Arsen, Merkuri dan Magnesium pada Air Laut Sedimen dan Anadara inaequivalvis (Mollusca: Bivalvia, Bruguiera, 1792) di Perairan Brebes, Indonesia Chrisna Adhi Suryono; Sugeng Widada; Baskoro Rochaddi; Subagiyo Subagiyo; Wilis Ari Setyati; Endang Sri Susilo
Jurnal Kelautan Tropis Vol 21, No 2 (2018): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.698 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v21i2.3850

Abstract

Contamination of Arsen, Mercury and Magnesium in the Seawater, Sedimen and Anadara inaequivalvis (Mollusca: Bivalvia, Bruguiera, 1792) in Brebes, Indonesia Brebes coastal areas have been developed into industrial areas and human settlement.  It has been causing effect on coastal environmental.  Heavy metal is one of many source of pollution in coastal environmental.  In order to assess As, Hg and Mg contaminant on the Brebes coast, Central Java, samples of marine water, sediment and Anadara inaequivalvis specimens were collected for analyzed by Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometer (ICPMS).  The result showed that the heavy metal As, Hg and Mg were found in the sea water, sediment, and in the tissue of A. inaequivalvis.  The concentration of Mg was the highest compared to As and Hg in all samples.  Meanwhile As and Hg had the lowest concentration.  We concluded that Brebes coastal areas has been contaminated by heavy metals.  The bio-ability of bivalves to accumulate heavy metals depends on many factors such as geochemical and biological factors. Pesisir Brebes telah berkembang menjadi daerah industri dan tempat tinggal.  Hal tersebut tentunya akan memberi dampak pada lingkungan pesisir.  Logam berat perupakan salah satu penyebap pencemaran di lingkungan pesisir.  Untuk mengetahui kontaminasi As, Hg dan Mg di pesisir Brebes, maka beberapa sampel air laut, sedimen dan kerang A. inaequivalvis dianalisa menggunakan ICPMS.  Hasil penelitian menunjukan bahwa logam berat As, Hg dan Mg ditemukan dalam air laut, sedimen dan kerang A. inaequivalvis.  Konsentrasi Mg menunjukan nilai yang paling tinggi di semua sampel yang dianalisa.  Sedangkan konsentrasi As dan Hg menunjukan nilai yang rendah secara berurutan.  Hal ini dapat disimpulkan bahwa pesisir Brebes talah terkontaminasi oleh logam berat.  Kemampuan bivalvia unuk mengakumulasi logam tergantung banyak faktor seperti kondisi geokimiawi dan biologis. 
Morfometri Portunus pelagicus, Linnaeus, 1758 (Malacostraca : Portunidae) dari Perairan Jobokuto, Jepara Yuftah Rizkasumarta; Adi Santoso; Endang Sri Susilo
Journal of Marine Research Vol 8, No 3 (2019): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.868 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v8i3.25264

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi keberadaannya secara alami berhadapan dengan tingkat penangkapan yang semakin meningkat. Pesatnya perkembangan perusahaan eksportir rajungan dengan bahan baku yang bersumber dari hasil tangkapan nelayan, mengakibatkan sangat banyaknya nelayan yang melakukan penangkapan. Penangkapan rajungan dengan frekuensi tinggi dan terus-menerus tanpa memperhatikan ukuran serta kondisi rajungan, berpotensi mengurangi stok rajungan di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran, serta hubungan lebar karapas dengan berat rajungan yang didaratkan dari perairan Jobokuto, Jepara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, dari 1500 rajungan yang diamati diketahui bahwa distribusi lebar karapas berkisar 10,50-11,30 cm, dan berat berkisar  75-104 gram. Hubungan lebar karapas dengan  berat rajungan menghasilkan nilai b sebesar 1,68 untuk rajungan jantan dan 2,80 untuk rajungan betina, sehingga baik rajungan jantan maupun betina pertumbuhannya bersifat allometrik negatif. Sifat pertumbuhan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan lebar karapas lebih cepat dibandingkan pertumbuhan berat rajungan. Persentase penggunaan alat tangkap oleh nelayan rajungan Jepara adalah Bubu (91%), dan Jaring (9%).The blue swimming crab (Portunus pelagicus) has a high economic value, but its existence is naturally faced with increasing fishing rates. The rapid development of crab exporters with raw materials sourced from fishermen's catches has resulted in very many fishers making arrests. Catching the crab with high frequency and continuously without regard to the size and condition of the crab has the potential to reduce the crab stock in the waters. This research aimed to determine the size distribution, as well as the relationship of carapace width to the weight of the crab,  landed from the seas of Jobokuto, Jepara. The results of this study indicated that of the 1500 crabs observed, the distribution of carapace width ranged from 10.50 to 11.30 cm, and the weight ranged from 75 to 104 grams. The relationship between carapace width and crab weight had a value of b of 1.68 for male crabs and 2.80 for female crabs so that both male and female crabs have negative allometric growth. This growth characteristic showed that carapace width growth is faster than the growth of crab weight. The percentage of fishing gear used by Jepara crab fishermen is Bubu (91%), and Net (9%).