p-Index From 2021 - 2026
0.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Deformasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS SALURAN DRAINASE SEKUNDER KECAMATAN ILIR TIMUR I PALEMBANG Reni Andayani; Ayu Marlina
Jurnal Deformasi Vol 5, No 2 (2020): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v5i2.4962

Abstract

Kelurahan 20  Ilir D-III Kecamatan Ilir Timur I Kota Palembang sering terjadi genangan yang mengakibatkan terganggunya aktivitas penduduk setempat dan membuat kerusakan pada lapisan jalan. Wilayah kelurahan 20 Ilir D-III Kecamatan Ilir Timur I ini merupakan bagian dari Sub Das Sekanak dengan luas 11.40 Km2. Saluran sekunder pada wilayah studi memiliki hilir di saluran primer Jalan angkatan 45 dengan panjang saluran sekunder 741,3 m.  Tujuan penelitiaan ini untuk mendapatkan dimensi drainase yang sesuai dengan debit rencana. Analisis perhitungan curah hujan menggunakan Log Person type III yang kemudian diuji dengan menggunakan metode Smirnow-Kolmogorov. Dari hasil perhitungan menggunakan metode rasional, didapat debit rencana 7,23  m3/dtk Dimensi saluran direncanakan saluran terbuka dengan lebar dan tinggi saluran 2,3 m dan tinggi jagaan 0,75 m.
ANALISIS SALURAN DRAINASE SEKUNDER KECAMATAN ILIR TIMUR I PALEMBANG Reni Andayani; Ayu Marlina
Jurnal Deformasi Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v5i2.4962

Abstract

Kelurahan 20  Ilir D-III Kecamatan Ilir Timur I Kota Palembang sering terjadi genangan yang mengakibatkan terganggunya aktivitas penduduk setempat dan membuat kerusakan pada lapisan jalan. Wilayah kelurahan 20 Ilir D-III Kecamatan Ilir Timur I ini merupakan bagian dari Sub Das Sekanak dengan luas 11.40 Km2. Saluran sekunder pada wilayah studi memiliki hilir di saluran primer Jalan angkatan 45 dengan panjang saluran sekunder 741,3 m.  Tujuan penelitiaan ini untuk mendapatkan dimensi drainase yang sesuai dengan debit rencana. Analisis perhitungan curah hujan menggunakan Log Person type III yang kemudian diuji dengan menggunakan metode Smirnow-Kolmogorov. Dari hasil perhitungan menggunakan metode rasional, didapat debit rencana 7,23  m3/dtk Dimensi saluran direncanakan saluran terbuka dengan lebar dan tinggi saluran 2,3 m dan tinggi jagaan 0,75 m.
Debit Banjir Rancangan DAS Selabung dengan HSS Nakayasu Reni Andayani; Zuul Fitriana Umari
Jurnal Deformasi Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v7i1.7803

Abstract

Pengetahuan dan analisa debit banjir pada DAS Selabung salah satunya digunakan sebagai perencanaan saluran pelimpah. DAS Selabung dengan Sungai Selabung sebagai sungai utama dan panjang 71,29 km. Saluran pelimpah (spillway) bendungan Tigadihaji berguna untuk pengendalian banjir pada bendungan Tigadihaji saat level air hampir mencapai debit maksimum bendungan. Bendungan  Penelitian dilakukan untuk mengetahui debit banjir rancangan kala ulang 100 tahun di DAS Selabung. Data primer pada penelitian berupa data pengamatan morfologi dan data sekunder yang terdiri dari data curah hujan tahun 2001 hingga 2014, data topografi, data tata guna lahan, dan data Morfologi sungai. Perhitungan periode ulang curah hujan wilayah menggunakan metode poligon thiessen dan Perhitungan debit puncak (Qp) menggunakan metode HSS Nakayasu untuk periode ulang 100 tahun sebesar 36,89 / det.  
Prediksi Total Sedimen Pada Pelabuhan Tanjung Api-Api Untuk Pengerukan Reni Andayani; Zuul Fitriana Umari
Jurnal Deformasi Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v8i2.12818

Abstract

Pelabuhan Tanjung Api-api berada di muara Sungai Musi Kabupaten Banyuasin berbatasan dengan Selat Bangka dan memiliki luas lahan 8 (delapan) hektar. Pelabuhan Tanjung Api-Api merupakan pelabuhan regional yang menghubungkan Provinsi Sumatera Selatan dengan Provinsi Bangka Belitung yaitu dengan Pelabuhan Tanjung Kalian Bangka. Pelabuhan Tanjung Api-api yang berada di muara sungai dan tidak memiliki breakwater menyebabkan tingginya sedimentasi yang terlihat jelas pada dermaga dan kolam putar.  Hal ini menyebabkan terjadinya kesulitan kapal untuk melakukan manuver dan waktu kapal untuk bersandar juga menjadi tidak efisien. Pelabuhan Tanjung Api-api juga belum melakukan pengerukan, terutama karena tidak diketahui secara pasti jumlah atau total sedimen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui total sedimen berupa kadar suspended load (sedimen layang) dan bed load (sedimen dasar) di Pelabuhan Tanjung Api-api dengan metode Frijlink. Hasil penelitian yang dilakukan dengan pengambilan sampel suspended load (sedimen layang) pada permukaan, didapatkan kadar sedimen layang sebesar 1,157.10-13 m3/det. Sampel bed load (sedimen dasar) diambil pada kedalaman 2,5 meter, kemudian dilakukan analisis laboratorium untuk mendapatkan berat jenis dan diameter lolos butir. Dari perhitungan dengan Metode Frijlink didapatkan debit sedimen dasar dan total sedimen sebesar 0,00156 m3/s/m dan volume timbunan dalam setahun sebesar 140.799.854 m3 (bulk).
Analisis Tingkat Bahaya Erosi Wilayah Sungsang Untuk Penentuan Metode Konservasi Tanah Dan Air Zuul Fitriana Umari; Reni Andayani
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/y3kp0p45

Abstract

Sungsang, ibukota Kecamatan Banyuasin II di Kabupaten Banyuasin, terletak di muara Sungai Musi dengan luas 3.632 km² dan termasuk dalam Sub-DAS Musi. Wilayah ini memiliki nilai strategis secara ekonomi, antara lain sebagai penghasil perikanan, destinasi wisata, dan lokasi Pelabuhan Tanjung Api-api. Namun, tingginya sedimentasi akibat erosi lahan mengganggu aktivitas pelabuhan, terutama bagi kapal-kapal kecil. Saat ini, belum ada upaya konservasi lereng sungai atau lahan di daerah tersebut.  Penelitian ini bertujuan untuk menghitung laju erosi, menganalisis tingkat bahayanya, serta mengevaluasi metode konservasi tanah dan air yang sesuai. Metode yang digunakan adalah kuantitatif eksperimental dengan data primer berupa sampel tanah dari Sungsang yang dianalisis di laboratorium, serta data sekunder seperti curah hujan, kemiringan lahan, dan vegetasi. Data tersebut diolah menggunakan persamaan USLE (Universal Soil Loss Equation).  Hasil analisis menunjukkan bahwa tanah di tiga tebing sungai termasuk jenis granular sedang dengan kandungan organik tinggi (>5%) dan permeabilitas lambat (<0,5 cm/jam). Erodibilitas tanah tergolong rendah hingga agak rendah, dengan nilai erosivitas hujan 2.967,9 kJ/tahun. Topografi wilayah didominasi kemiringan landai (0-2%) dan tutupan lahan berupa hutan tanpa tindakan konservasi. Perhitungan USLE mengungkapkan erosi sebesar 25,81 ton/ha/tahun, termasuk kategori bahaya erosi ringan.  Sebagai solusi, disarankan metode konservasi vegetatif seperti penghijauan, reboisasi, penanaman tanaman penutup tanah, atau penanaman mengikuti kontur. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi erosi dan menjaga kelestarian lingkungan di Sungsang
Pengaruh Kapur Dan Limbah Batu Bata Terhadap Koefisien Konsolidasi Tanah Rawa Di Kelurahan Talang Betutu Kota Palembang Reni Andayani; Hendrik Jimmyanto; Zuul Fitriana Umari; Sri Rahayu Endang Lestari
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v10i2.20715

Abstract

Tanah rawa di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, yang rentan terhadap penurunan signifikan, memerlukan stabilisasi untuk mendukung infrastruktur yang aman. Penelitian ini menyelidiki efektivitas penggunaan kapur dan limbah batu bata (BB) sebagai bahan stabilisasi alternatif. Metode penelitian meliputi pengujian indeks properti tanah rawa dan pengujian konsolidasi dengan variasi campuran 5% kapur dan limbah batu bata (10%, 15%, dan 20% BB). Hasil pengujian indeks properti menunjukkan bahwa tanah dasar memiliki karakteristik plastisitas sedang (Indeks Plastisitas 13,73%) tetapi dengan kadar air asli yang sangat tinggi (93,37%), mengindikasikan perlunya perlakuan khusus untuk mitigasi risiko deformasi. Pengujian konsolidasi menunjukkan bahwa penambahan kapur dan limbah batu bata efektif meningkatkan laju konsolidasi yang diukur melalui Koefisien Konsolidasi (Cv​) dan mengurangi penurunan kumulatif. Peningkatan signifikan Cv​ pada kandungan 20% BB di bawah tegangan tinggi disebabkan oleh peran partikel limbah batu bata sebagai material kaku yang mengurangi kompresibilitas dan meningkatkan jalur drainase. Kesimpulan menunjukkan bahwa stabilisasi dengan limbah batu bata merupakan solusi yang layak untuk tanah rawa, di mana konsentrasi optimalnya harus disesuaikan dengan besar beban yang direncanakan.