Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Bioindustry

BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI ( Glycine max L.) VARIETAS BURANGRANG PADA LAHAN KERING Ahmad Rifqi Fauzi; Mutiara Dewi Puspitawati
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal BioIndustri: VOL. 1 NO. 1 (2018)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v1i1.89

Abstract

Permintaan Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) setiap tahun terus mengalami peningkatan. Produksi kedelai nasional pada tahun 2006 mengalami penurunan menjadi 747 611 ton, bahkan sempat mengalami penurunan drastis menjadi 592 534 ton pada tahun 2007. Produksi mulai mengalami peningkatan kembali menjadi 775 710 ton pada tahun 2008 dan 974 512 ton pada tahun 2009. Meskipun mengalami peningkatan produksi pada tahun 2013-2015, namun peningkatan permintaan ini tidak diikuti dengan pertambahan produksi karena ketersediaan lahan yang optimal untuk budidaya semakin terbatas. Salah satu strategi untuk mengatasi tantangan tersebut adalah melalui Pemanfaatan lahan kering yang luasnya masih cukup besar di Indonesia. Melalui pendekatan budidaya tadah hujan serta budidaya jenuh air, penelitian ini dilakukan di lahan kering kawasan Jakarta Selatan dengan menggunakan varietas Burangrang. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dan dilakukan di Kebun Percobaan Universitas Trilogi  pada bulan Maret – Juli 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedelai varietas burangrang dapat dibudidayakan pada lahan kering dengan sistem budidaya jenuh air dan sistem budidaya tadah hujan. Budidaya kedelai dengan sistem tadah hujan memberikan hasil yang lebih baik pada parameter pertumbuhan (tinggi tanaman dan jumlah daun) serta parameter produksi (bobot polong/tanaman dan produksi per hektar) dibandingkan sistem budidaya jenuh air. Produksi kedelai pada sistem budidaya tadah hujan dan jenuh air masing-masing sebesar 3.02 ton/ha dan 2.52 ton/ha. Hasil ini lebih tinggi dari daya hasil varietas burangrang.Kata kunci: Budidaya kedelai, varietas burangrang, lahan kering, budidaya jenuh air.
PENGARUH METODE PENANAMAN HIDROPONIK DAN KONVENSIONAL TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA ROMAINE DAN PAKCOY Rosa Qhoiriyah Cahyanda; Heny Agustin; Ahmad Rifqi Fauzi
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal Bioindustri: Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v4i2.951

Abstract

Cultivation of vegetables with the hydroponic method is able to produce plants with better quality values and is efficient in land use when compared to conventional ones. The comparison regarding the production and effectiveness of nutrient uptake between the two cultivation systems appears to be little studied. This study aimed to determine the effect of the planting method on the growth of romaine lettuce (Lactuca sativa) and pakcoy (Brassica rapa) through hydroponic and conventional methods. The study used a randomized block design (RBD) with two factors. The first factor is the cultivation method, namely conventional and hydroponic, while the second factor is the type of vegetable commodity, namely romaine lettuce and pakcoy. The results showed that hydroponic cultivation of romaine and pakcoy lettuce was able to absorb nutrients well, because it was proven that the results of parameters such as plant height, number of leaves, fresh weight and biomass content were superior. Hydroponic cultivation on romaine lettuce was 5.08 cm higher than conventional. Likewise, the hydroponic pakcoy was 9.12 cm higher than the conventional pakcoy. Hydroponic romaine lettuce has 3.39 leaves more than conventional, the same result also occurs in pakcoy plants. Meanwhile, fresh weight and biomass content of romaine lettuce and pakcoy in hydroponic systems are better than conventional systems.