Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Agrotech

PENGARUH KOMBINASI KONSENTRASI VERMIKOMPOS DAN PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PAGODA (Brassica norinosa L.) PADA HIDROPONIK SISTEM WICK Sinaga, Laurensia Septiana; Bastaman Syah; Laksono, Rommy Andhika
Jurnal Agrotech Vol 14 No 1 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i1.157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh tertinggi dari kombinasi antara konsentrasi vermikompos dan pupuk daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassica norinosa L.) pada hidroponik sistem wick. Percobaan dilaksanakan di Green House Taiwan Technical Mission Jl. Lingkar Tanjungpura, Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat pada bulan Agustus sampai Oktober 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktor Tunggal. Terdapat 7 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali yaitu A (kontrol), B (AB mix 3 µS/cm + 5 ml/l vermikompos), C (AB mix 2 µS/cm + 5 ml/l vermikompos), D (AB mix 3 µS/cm + 10 ml/l vermikompos + 2 g/l pupuk daun), E (AB mix 2 µS/cm + 10 ml/l vermikompos + 2 g/l pupuk daun), F (AB mix 3 µS/cm + 15 ml/l vermikompos + 4 g/l pupuk daun), G (AB mix 2 µS/cm + 15 ml/l vermikompos + 4 g/l pupuk daun), sehingga terdapat 28 unit percobaan. Pengaruh perlakuan dianalisis ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan terdapat pengaruh nyata antara pemberian konsentrasi vermikompos dan pupuk daun terhadap parameter jumlah daun umur 21 hst, 28 hst, 35 hst, 42 hst, tinggi tanaman umur 21 hst, 28 hst, 35 hst, 42 hst, bobot segar tanaman dengan akar tanaman sawi pagoda.
RESPON PERTUMBUHAN MISELIA G3 FP005 FAPERTA UNSIKA PADA MEDIA BIAKAN MURNI YANG BERBEDA Astri Dwi Widianingsih; Bastaman Syah; Vera Oktavia Subardja; Ani Lestari
Jurnal Agrotech Vol 14 No 2 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i2.181

Abstract

The Indonesian region has quite high air humidity and is ideal for the growth of straw mushrooms. To obtain pure cultures of straw mushrooms, you can go through the pure culture or G0 culture stage, then from G0 sub-cultures are carried out into G1, G2, G3 and G4. This research aims to obtain the best pure culture media for the growth of G3 FP005 Faperta Unsika mycelia. The research was carried out at the Biotechnology and Plant Breeding Laboratory, Faculty of Agriculture, Singaperbangsa University, Karawang, from April to May 2023. The research method used was a single factor Completely Randomized Design (CRD) with 7 treatments and 5 replications: PDA 100% (A), Charcoal Husk 100 % (B), 100% Husk (C), 75% PDA + 25% Husk Charcoal (D), 80% PDA + 20% Husk Charcoal (E), 50% Husk Charcoal + 50% Husk Charcoal (F), and PDA 50% + Charcoal Husk 25% + Husk 25% (G). Treatments were analyzed using variance and F test at 5% level, to find out the best treatment followed by further DMRT (Duncan Multiple Range Test) at 5% level. The results of the research were that there was a real effect of using several pure cultures on the growth of G3 FP005 mycelia. PDA 75% + Charcoal Husk 25% media gave the highest diameter at 2 dai (2.24 cm), 3 dai (4.78) and 4 dai (7.19 cm), the highest growth rate was (2.52 cm), diameter regression with R2 0.898 then P value 0.052047, and growth rate regression with R2 0.68 then P value 0.410604.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS SELADA (Lactuca sativa L.) DATARAN RENDAH KABUPATEN KARAWANG MELALUI SISTEM VERTIKULTUR Pitaloka, Anggi; Bastaman Syah; Supriadi, Devie Rienzani
Jurnal Agrotech Vol 15 No 1 (2025)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selada merupakan salah satu sayuran yang paling banyak dikonsumsi dan menjadi salah satu komoditas penting karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan varietas yang memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi di daerah dataran rendah Karawang melalui sistem vertikultur. Penelitian dilakukan di Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang pada bulan Mei – Agustus 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor Tunggal yang terdiri dari 6 perlakuan varietas tanaman selada dataran rendah dengan 4 ulangan, yaitu A (Grand Rapids), B (Batavia Maritima), C (Kriebo), D (Batavia Brava), E (Batavia Caipira) dan F (Arista). Pengaruh perlakuan dianalisis dengan sidik ragam dan jika uji F taraf 5% Signifikan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata pertumbuhan dan hasil beberapa varietas selada terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, panjang akar, bobot segar per tanaman dan bobot segar per talang. Perlakuan E (Batavia Caipira) menghasilkan tinggi tanaman (14.94 cm), jumlah daun (16.40 helai), diameter batang (5.56 mm), luas daun (1065.90 cm2), panjang akar (16.13 cm), bobot segar per tanaman (57.36 gram) dan bobot segar per talang (510.13 gram).
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS SELADA (Lactuca sativa L.) DATARAN RENDAH KABUPATEN KARAWANG MELALUI SISTEM VERTIKULTUR Pitaloka, Anggi; Bastaman Syah; Supriadi, Devie Rienzani
Jurnal Agrotech Vol. 15 No. 1 (2025)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v15i1.207

Abstract

Selada merupakan salah satu sayuran yang paling banyak dikonsumsi dan menjadi salah satu komoditas penting karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan varietas yang memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi di daerah dataran rendah Karawang melalui sistem vertikultur. Penelitian dilakukan di Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang pada bulan Mei – Agustus 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor Tunggal yang terdiri dari 6 perlakuan varietas tanaman selada dataran rendah dengan 4 ulangan, yaitu A (Grand Rapids), B (Batavia Maritima), C (Kriebo), D (Batavia Brava), E (Batavia Caipira) dan F (Arista). Pengaruh perlakuan dianalisis dengan sidik ragam dan jika uji F taraf 5% Signifikan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata pertumbuhan dan hasil beberapa varietas selada terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, panjang akar, bobot segar per tanaman dan bobot segar per talang. Perlakuan E (Batavia Caipira) menghasilkan tinggi tanaman (14.94 cm), jumlah daun (16.40 helai), diameter batang (5.56 mm), luas daun (1065.90 cm2), panjang akar (16.13 cm), bobot segar per tanaman (57.36 gram) dan bobot segar per talang (510.13 gram).
PENGARUH KOMBINASI KONSENTRASI VERMIKOMPOS DAN PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PAGODA (Brassica norinosa L.) PADA HIDROPONIK SISTEM WICK Sinaga, Laurensia Septiana; Bastaman Syah; Laksono, Rommy Andhika
Jurnal Agrotech Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i1.157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh tertinggi dari kombinasi antara konsentrasi vermikompos dan pupuk daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassica norinosa L.) pada hidroponik sistem wick. Percobaan dilaksanakan di Green House Taiwan Technical Mission Jl. Lingkar Tanjungpura, Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat pada bulan Agustus sampai Oktober 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktor Tunggal. Terdapat 7 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali yaitu A (kontrol), B (AB mix 3 µS/cm + 5 ml/l vermikompos), C (AB mix 2 µS/cm + 5 ml/l vermikompos), D (AB mix 3 µS/cm + 10 ml/l vermikompos + 2 g/l pupuk daun), E (AB mix 2 µS/cm + 10 ml/l vermikompos + 2 g/l pupuk daun), F (AB mix 3 µS/cm + 15 ml/l vermikompos + 4 g/l pupuk daun), G (AB mix 2 µS/cm + 15 ml/l vermikompos + 4 g/l pupuk daun), sehingga terdapat 28 unit percobaan. Pengaruh perlakuan dianalisis ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan terdapat pengaruh nyata antara pemberian konsentrasi vermikompos dan pupuk daun terhadap parameter jumlah daun umur 21 hst, 28 hst, 35 hst, 42 hst, tinggi tanaman umur 21 hst, 28 hst, 35 hst, 42 hst, bobot segar tanaman dengan akar tanaman sawi pagoda.
RESPON PERTUMBUHAN MISELIA G3 FP005 FAPERTA UNSIKA PADA MEDIA BIAKAN MURNI YANG BERBEDA Astri Dwi Widianingsih; Bastaman Syah; Vera Oktavia Subardja; Ani Lestari
Jurnal Agrotech Vol. 14 No. 2 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i2.181

Abstract

The Indonesian region has quite high air humidity and is ideal for the growth of straw mushrooms. To obtain pure cultures of straw mushrooms, you can go through the pure culture or G0 culture stage, then from G0 sub-cultures are carried out into G1, G2, G3 and G4. This research aims to obtain the best pure culture media for the growth of G3 FP005 Faperta Unsika mycelia. The research was carried out at the Biotechnology and Plant Breeding Laboratory, Faculty of Agriculture, Singaperbangsa University, Karawang, from April to May 2023. The research method used was a single factor Completely Randomized Design (CRD) with 7 treatments and 5 replications: PDA 100% (A), Charcoal Husk 100 % (B), 100% Husk (C), 75% PDA + 25% Husk Charcoal (D), 80% PDA + 20% Husk Charcoal (E), 50% Husk Charcoal + 50% Husk Charcoal (F), and PDA 50% + Charcoal Husk 25% + Husk 25% (G). Treatments were analyzed using variance and F test at 5% level, to find out the best treatment followed by further DMRT (Duncan Multiple Range Test) at 5% level. The results of the research were that there was a real effect of using several pure cultures on the growth of G3 FP005 mycelia. PDA 75% + Charcoal Husk 25% media gave the highest diameter at 2 dai (2.24 cm), 3 dai (4.78) and 4 dai (7.19 cm), the highest growth rate was (2.52 cm), diameter regression with R2 0.898 then P value 0.052047, and growth rate regression with R2 0.68 then P value 0.410604.